Beranda / Romansa / Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar / Bab 7. Mau Jadi Selingkuhanku?

Share

Bab 7. Mau Jadi Selingkuhanku?

Penulis: Sekarani
last update Tanggal publikasi: 2026-01-09 09:48:08

[Kenapa cuma sebulan?]

Freya barusan selesai rapat saat notifikasi pesan masuk muncul di layar ponselnya. Satu alisnya terangkat begitu membaca pesan yang dikirim Aryan.

“Cuma? Sebulan dia bilang ‘cuma’?” Freya heran.

Lebih dari sejam lalu, tak lama sebelum dirinya dipanggil editor lain untuk segera masuk ruang rapat, Freya mengirim draf kesepakatan bersama perihal rencana perselingkuhan mereka.

Selayak surat perjanjian kerja sama profesional, ada beberapa hal yang dijabarkan Freya. Perempuan itu menjelaskan semuanya dengan detail, mulai dari tujuan yang ingin dicapai, aturan main, hingga durasi hubungan terlarang mereka.

Di antara berbagai hal yang Freya uraikan, siapa sangka Aryan cuma mempertanyakan lamanya perselingkuhan mereka nantinya. Padahal ada poin tawaran benefit yang menurut Freya lebih mungkin diprotes, tetapi Aryan malah menyorot perkara waktu.

Sambil berjalan menuju mejanya kembali, Freya memikirkan jawaban terbaik untuk disampaikan. Namun, sebelum ia sempat mengetik apa pun, Aryan sudah melontarkan pertanyaan lain.

[Yakin cukup sebulan?]

[Jangan terlalu baik, Freya.]

[Menurutmu itu sepadan dengan apa yang pacarmu lakukan selama tiga bulan belakangan?]

Pertanyaan terakhir Aryan membuat Freya tertegun sejenak. “Tiga bulan?” gumamnya 

“Apanya yang tiga bulan, Kak? Kita disuruh ngerjain proyek liputan khusus tiga bulan?”

Suara pria yang tiba-tiba muncul di depannya membikin Freya tersentak kecil. “Hah? Liputan tiga bulan? Kata siapa?”

“Barusan Kak Rey bilang,” jawab pria yang ternyata merupakan Bagas, asisten redaktur di tim Freya.

Freya menyisir poninya ke belakang, menghela napas pelan. Dia lalu berdecak pelan sebelum berkata, “Ngopi di bawah, yuk! Sambil ngobrolin materi wawancara khusus besok pagi.”

***

[Pak Aryan berkenan lebih dari sebulan?]

Freya menatap layar ponsel yang menampilkan riwayat percakapannya dengan Aryan. Jangankan dijawab, pertanyaan yang dia kirim berjam-jam lalu itu bahkan belum terbaca.

“Kak Rey, saya udah kirim artikel terakhir, ya.”

Freya refleks memandang ke arah meja reporter. “Oke. Makasih, Na,” katanya pada Wina, jurnalis termuda di timnya.

Freya lantas mengalihkan perhatian pada komputer di depannya, bergegas membuka artikel kiriman Wina.

“Tunggu sebentar, ya. Saya baca dulu sekilas. Misal tulisanmu aman-aman aja, kamu boleh …”

Sebuah panggilan masuk dari nomor tak dikenal membuat Freya menggantungkan kalimatnya. Setelah membiarkannya beberapa detik, Freya pun mengangkat telepon tersebut.

Sekon berikutnya, Freya tanpa sadar menahan napas. Dari seberang sana, terdengar suara Juan yang entah sedang berbicara dengan siapa.

“Freya itu pasangan yang sempurna. Kurangnya dia cuma satu. Setelah lima tahun, masih aja sok suci.”

Hati Freya ngilu mendengarnya, terlebih karena Juan lalu terdengar berdecak meremehkan.

“Sok-sokan jual mahal, padahal yang dia jaga mati-matian itu nggak seberapa nilainya. Kolot banget prinsipnya. Harusnya dia paham kenapa pacarnya yang super pengertian ini berakhir cari sedikit pelampiasan.”

Freya menjauhkan ponselnya dari telinga, lalu mengakhiri sambungan telepon dengan tangan gemetar.

“Kak Rey?”

Suara lembut Wina menyadarkan Freya dari lamunan sesaat. “Iya, Na?” ucapnya sambil menatap Wina yang entah sejak kapan berdiri di sampingnya.

“Kenapa, Na? Ada masalah?”

Wina menggeleng pelan. “Kak Rey yang kayaknya ada masalah,” tuturnya cemas. “Kalau boleh tahu, barusan Kak Rey telep—”

Ucapan Wina terpotong karena ada panggilan masuk lagi. Kali ini bukan dari nomer tak dikenal, melainkan Reno, sekretaris Aryan.

*** 

Aryan berjalan cepat memasuki bar langganannya. Kaki panjang pria itu melangkah tanpa ragu menuju meja bartender, tempat di mana ia meminta Freya menunggu.

Reno yang ditugasi menjaga Freya langsung beranjak dari kursinya begitu menyadari kehadiran Aryan. Wajahnya tegang, waswas sang bos marah lantaran dirinya merasa gagal menjalankan perintah.

“Minum berapa banyak dia?”

Aryan bertanya ke Reno, tetapi tatapannya tertuju pada Freya. Napasnya terhela kasar melihat Freya tampak berpangku tangan sembari memainkan gelas minuman beralkohol yang nyaris kosong.

“Maaf, Pak. Itu gelas kedua,” jawab Reno dengan ekstra hati-hati. “Tapi itu hanya koktail, jadi seharusnya tidak ma—”

“Pak Aryan?”

Freya tiba-tiba menoleh. Tersenyum lebar, matanya berbinar menatap Aryan. Namun, pendar cerahnya justru menjadi bukti konkret bahwa perempuan itu sudah mabuk.

“Pak Aryan sibuk banget, ya, seharian ini? Pasti capek, ya, Pak. Harusnya kita nggak usah ketemu biar Pak Aryan bisa cepet istirahat.”

Freya berceloteh dengan nada manja dan Aryan tertegun karenanya. Sesuatu yang terasa asing berdesir halus di hatinya, terlebih saat Freya meraih pergelangan tangannya.

“Pak Aryan …“

Freya menarik Aryan mendekat.

“Kak Aryan …”

Berdiri saling berhadapan, Freya mendongakkan wajah agar bisa beradu panjang dengan Aryan yang cuma bisa terdiam. Tubuhnya seolah membeku gara-gara Freya menyebut namanya dengan panggilan berbeda.

“Aryan …”

Akal sehat Freya jelas tak terpakai ketika kedua tangannya mengalung indah di leher Aryan. Freya pasti juga tak sadar betapa bening matanya yang kini berkaca-kaca telah membangkitkan gelenyar aneh yang bergejolak dalam diri Aryan. 

“Mau jadi selingkuhanku …?”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 55. Mau Bohong Sampai Kapan?

    Freya sebenarnya tidak sesaklek itu. Perihal mesra-mesraan dengan Juan, Freya pada dasarnya malah sangat menyukainya.Freya bukan orang yang menghindari sentuhan fisik. Meski awalnya sempat canggung, Freya perlahan terbiasa menunjukkan kemesraan di depan umum. Dia bahkan bisa cemberut hanya karena Juan lupa menggandeng tangannya saat mereka jalan berdua.Mau bagaimanapun situasinya, Freya selalu senang dipeluk. Dia hampir tidak pernah menolak pelukan Juan. Dia juga suka lebih dulu memeluk Juan yang tentu saja bakal disambut senang hati oleh sang pacar.Ciuman pun Freya suka, mulai dari sekedar kecupan kupu-kupu hingga pertarungan lidah penuh gairah.Momen favoritnya adalah berciuman sambil saling merengkuh erat. Freya juga merasa sangat nyaman dan begitu dicintai setiap kali tidur berpelukan dengan Juan. Itulah mengapa Freya lumayan sering menginap di apartemen kekasihnya itu.Meski begitu, Freya tidak mau terjadi interaksi yang lebih intim. Mereka bisa berciuman hingga kehabisan napa

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 54. Ciuman yang Menyiksa

    Ciuman Juan mulanya terasa ringan, cuma kecupan singkat yang membuat Freya terkesiap.Keduanya hanya diam saling memandang ketika Juan menaruh cangkir di meja. Pria itu lalu mencengkeram pinggang Freya dengan kedua tangan. Rasanya lebih posesif ketimbang pelukannya tadi, bahkan mungkin terlalu erat hingga membuat Freya meringis tak nyaman.Dalam satu gerakan cepat, Juan kemudian mengangkat tubuh Freya dan mendudukkannya di atas meja dapur.Juan ingin mencium Freya lagi. Namun, saat bibir mereka nyaris menyatu, Freya tiba-tiba memalingkan wajah. Gerakannya halus, tetapi jelas menolak.Terdiam sejenak, Juan lantas tersenyum tipis, mengira Freya hanya ingin menggodanya sedikit. Ia pun mencoba lagi, mendekat lebih cepat dan pasti.Akan tetapi, Freya lagi-lagi menghindar. Tak cuma melengos, perempuan itu juga menarik tubuhnya menjauh.Dua kali ditolak, pikiran Juan seketika dikuasai prasangka buruk. Rahangnya mengeras, emosinya tersulut. Marah rasanya membayangkan Freya tidak mau berciuman

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 53. Nyaris Sempurna

    Sebelumnya, Lucy nyaris sempurna di mata Aryan. Itulah mengapa dirinya sama sekali tidak keberatan dengan perjodohan mereka.Semenjak mau tak mau mesti mendedikasikan hidupnya untuk Harsa Group, prinsip Aryan sederhana saja. Selama itu menguntungkan untuk perusahaan, pada dasarnya apa pun bisa dia lakukan.Lucy Amara merupakan Direktur Komersial KalanaBusana. Sebagai cucu dari pemilik perusahaan retail yang bergerak di industri mode, Lucy tumbuh dengan insting bisnis yang tajam. Saat pertama berkenalan dua tahun lalu, Aryan sangat terkesan dengan keahlian Lucy membaca tren pasar. Obrolan seputar bisnis membuat keduanya cepat akrab. Setiap kali berjumpa dalam berbagai kesempatan, Aryan bahkan tidak jarang yang menyapa terlebih dahulu. Mereka pun berteman sebelum akhirnya menjadi partner ranjang setahun kemudian.Perihal mengejar kepuasan duniawi, Lucy rupanya juga tidak mengecewakan. Aryan menyukai Lucy yang penuh kejutan dan tak ragu mengeksplorasi lebih jauh. Lucy pun tidak rewel pe

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 52. Tidur Bersama Juan?

    Hening beberapa detik.Dunia seolah berhenti sejenak saat Freya mendengar Juan berucap sarkas padanya. Tidak ada mata yang berkilat marah, usapan lembut pun kembali Freya rasakan pada puncak kepalanya.Juan bahkan tersenyum padanya. Meski begitu, entah mengapa Freya refleks menahan nafas. Sikap baik pria itu justru membuatnya merasa terancam dan waswas.“Sayang …,” suara Freya sedikit bergetar. “Nggak usah ngomong aneh-aneh, deh. Maksudmu apa?”Jemari Juan turun perlahan menyentuh wajah Freya. Ibu jarinya lalu mengelus pelan pipi mulus Freya. “Maksudku—”“Hotel ini nggak berhantu, kan?” potong Freya seraya mengedarkan tatapan cemas ke sekitarnya. “Takut banget kalau ternyata beneran ada yang diem-diem nemenin aku di sini.”Chika yang sempat agak panik gara-gara mendengar ucapan Juan sebelumnya, segera menyadari bahwa Freya berusaha mengalihkan topik pembicaraan. “Nggak ada hantu di sini!” sergah Chika.“Hei, Juan! Bercandanya jangan sembarangan, dong. Ribet nanti urusannya kalau hote

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 51. Sembunyi di Mana?

    Aryan tak bisa menghilangkan senyum kecil di bibirnya saat terbayang kelakuan Freya sebelum mengusirnya dari kamar beberapa saat lalu.“Sengaja banget menguji kesabaran pacarnya,” gumam Aryan sembari berjalan santai memasuki area bar atap hotel.Sekitar 10 menit lalu, tak lama setelah Aryan ditelepon Chika, Freya mendadak sibuk sendiri. Tahu Juan datang, Freya merasa harus segera menyiapkan beberapa bukti perselingkuhan.Begitulah. Alih-alih memastikan tidak ada hal mencurigakan, Freya malah sengaja meninggalkan jejak yang sekiranya gampang disadari Juan.Hal pertama yang dilakukan Freya adalah memulas bibirnya dengan lipstik. Tipis saja, sekadar cukup untuk membikin noda khas pada gelas minumannya.‘Dia tahu aku sama Kak Chika belakangan ini suka banget pakai lipstik yang nggak transferproof. Jadi, mestinya dia langsung curiga waktu lihat cuma satu gelas yang ada bekas lipstiknya begini.’Duduk di depan meja bartender, senyum tipis Aryan melebar saat melihat jas yang ia taruh sembara

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 50. Bekas Lipstik

    Aryan mulanya tak tertarik dengan benefit yang ditawarkan Freya. Perihal citra perusahaan dan promosi produk bisnis, Harsa Group sudah tidak terlalu butuh dukungan eksternal. Meski begitu, tentu tak ada ruginya juga menerima penawaran Freya. Hanya saja, setelah menilai kualitas pekerjaan Freya dan timnya, Aryan jadi tertarik bekerja sama sungguhan. Tidak apa-apa mengeluarkan sedikit uang, terlebih jika itu membuatnya lebih mudah bertemu Freya.“Untuk kerja sama dengan jangka waktu enam bulan, plus nantinya mencakup beberapa brand sekaligus, angka segitu sebenarnya malah terbilang hemat.”Freya tahu, skala bisnis Harsa Group memang sangat besar. Meski begitu, bukankah tetap lebih baik tidak mengeluarkan uang sepeser pun?“Kerja sama ini mungkin juga akan berguna untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak menguntungkan bagi perusahaan di kemudian hari.”Wajah Aryan tampak menjadi lebih serius, membuat Freya tanpa sadar ikut menunjukkan ekspresi serupa.“Apa yang kita lakukan sekarang, saya

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 23. Seperti Pacar Kedua

    Juan berharap kegugupannya beberapa saat lalu tidak memengaruhi kualitas makanan yang dia sajikan untuk Aryan malam ini. Bagaimanapun, Juan ingin Aryan menikmati rasa yang sempurna.“Kami memiliki tiga saus favorit untuk menu katsu. Lemon sauce, creamy mushroom sauce, dan spicy teriyaki sauce yang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 19. Pada Dasarnya, Dia Berengsek

    Reno tahu perihal hubungan Aryan dan perempuan yang pacarnya berselingkuh dengan tunangan bosnya ini. Meski begitu, ternyata tetap aneh mendengar cara keduanya berkomunikasi sekarang.Sampai tadi malam, seingatnya Aryan dan Freya masih menggunakan panggilan saya-kamu. Namun, tak hanya berubah menja

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 17. Punggung yang Lebar dan Kekar

    Freya merasa tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Aryan. Jika Freya kini dianggap perempuan murahan, itu adalah akibat dari ulahnya sendiri.Setelah menawarkan tubuhnya kemarin, Freya tahu sangat mungkin bagi Aryan untuk meminta keintiman serupa di kemudian hari. Meski begitu, Freya tetap tidak bisa m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 20. Partner Intim

    Chika memang banyak berteman dengan sesama kalangan atas, tetapi Aryan merupakan bagian dari lingkaran yang lebih eksklusif.Bagi orang-orang seperti Aryan, privasi adalah harga mati. Meski begitu, bukan berarti Chika tidak pernah sekali pun mendengar rumor tak sedap tentang kehidupan pribadi Aryan.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status