공유

Bab 31. Cemburu

작가: Diary94
last update 게시일: 2024-06-12 21:04:18

Setelah berada di depan lemari pakaian, Edgar langsung membuka lemari tersebut untuk mengambil pakaiannya. Kemudian ia pun dengan cepat memakai pakaiannya. Setelah semua pakaiannya sudah terpakai, ia langsung menutup pintu lemari pakaiannya dan berjalan ke arah lemari buku.

Sedangkan Sylvia yang sejak tadi berbalik badan sambil terus menutup matanya, ia mulai merasa pegal karena menggunakan salah satu tangannya untuk menutup matanya. “Udah belum pakai bajunya?”

“Udah,” ucap Edgar.

Setelah men
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta    Bab 76. Berkunjung Ke Apartemen Pribadi Edgar

    Setelah menemui Edgar, Sylvia kembali masuk kedalam rumah. Saat melihat Sylvia melintas, Oma Beatrice yang sedang membaca buku, langsung menurunkan kacamata nya."Ada siapa diluar?" tanya Oma Beatrice.Seketika langkah Sylvia pun terhenti. "Cuma kurir aja, Oma. Mau nganterin barang, tapi alamatnya salah.""Yakin, cuma kurir?" tanya Oma Beatrice."Yakin, Oma." Sylvia menyahut sambil menganggukkan kepalanya.Oma Beatrice kembali memakai kacamata nya untuk melanjutkan membaca buku. Sedangkan, Sylvia yang merasa lega karena Oma Beatrice percaya dengan ucapannya, ia langsung bergegas pergi ke kamar nya. Selang 5 menit kemudian, Sylvia kembali turun ke lantai bawah."Kamu mau kemana?" tanya Beatrice."I-itu, Oma. Aku mau ke butik, sebentar. Aku mau diskusi sama asisten pribadi ku," ucap Sylvia."Butik? Oma ikut dong. Oma pengen liat butik kamu dan ibu mu," pinta Oma Beatrice.Mendengar permintaan Oma Beatrice, Sylvia tentu saja panik. Ia pun mencoba memikirkan cara, agar Oma Beatrice tidak

  • Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta    Bab 75. Mencari Sampai Ke Butik

    Hanya karena ponselnya Sylvia tidak bisa dihubungi, hal tersebut membuat Edgar berasumsi bahwa Sylvia sedang bersama client yang jauh lebih tampan darinya. Dengan terburu-buru, Edgar pun pergi dari kantor. Selang 45 menit kemudian, Edgar akhirnya sampai di butik milik maminya Sylvia.Setelah turun dari mobilnya, Edgar bergegas masuk kedalam butik. Namun, ketika berada didalam butik, Edgar hanya melihat Elis yang merupakan asisten pribadi Sylvia, yang sedang berbincang dengan salah satu client. "Mmm ... Elis! Apa Sylvia ada di dalam?" tanya Edgar.Elis pun menoleh. "Tidak ada, pak. Hari ini Bu Sylvia tidak datang ke butik.""Kamu gak membohongi saya, kan?" "Sama sekali tidak, pak. Jika pak Edgar tidak percaya dengan ucapan saya. Silahkan periksa sendiri diruangan pimpinan." Elis berucap seraya menunjuk ke arah salah satu ruangan yang biasa dipakai oleh Elis, ketika sedang bertugas di butik.Dengan langkah cepat, Edgar pun pergi ke ruangan yang dimaksud oleh Elis. Namun, ia dibuat her

  • Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta    Bab 74. Kesibukan Yang Bikin Curiga

    Setelah mendapatkan saran dari Andre, Edgar langsung menghubungi pengacara nya untuk membuat kan surat pembatalan pernikahan. Sementara itu disisi lain, Larissa yang sudah mengetahui bahwa putrinya sudah berada di rumahnya, ia pun pergi ke kamar Sylvia. Sesampainya didepan kamar Sylvia, Larissa terlebih dahulu mengetuk pintu, sebelum ia masuk kedalam.Tok! Tok! "Sayang, ini mami. Mami boleh masuk ke dalam?" tanya Larissa."Boleh, mami. Masuk aja. Pintunya gak dikunci," ucap Sylvia dari dalam kamar.Mendengar ucapan putrinya, Larissa langsung membuka pintu kamar Sylvia. Saat melihat Sylvia sedang duduk di meja kerjanya, Larissa pun bergegas menghampiri Sylvia. "Kamu lagi ngapain, sayang?""Biasa, mi. Aku lagi ngelanjutin desain yang kemarin belum selesai," ucap Sylvia.Larissa pun menghela nafasnya. "Huft! Kalau begitu, mami gak bisa minta tolong sama kamu dong."Mendengar ucapan maminya, Sylvia langsung berhenti mendesain dan menoleh ke samping. "Minta tolong apa ya, Mi?""Mmm ... Be

  • Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta    Bab 73. Saran Dari Andre

    Disisi lain, Edgar yang sudah sampai di kantor, ia langsung bersiap untuk rapat pagi ini. Meskipun ruangan kerjanya terlihat tampak sepi tanpa adanya kehadiran Sylvia, Edgar harus semangat dan bersikap professional. Pagi itu, untuk mengalihkan pikirannya, Edgar menyibukkan diri dengan setumpuk pekerjaannya. Mulai dari rapat dengan para kepala divisi kantor, hingga rapat dengan 2 klien pun ia lakukan.Siang harinya.Setelah lelah dengan setumpuk kegiatan pada pagi hari, Edgar akhirnya bisa duduk santai di ruangannya. Namun, baru sejenak ia beristirahat, Andre justru masuk ke ruangannya."Ahh!! Akhirnya aku bisa istirahat juga." Edgar berucap sambil melonggarkan dasinya.Ceklek! "Lagi nyantai kayaknya nih." Andre berucap sambil melangkah masuk kedalam ruangan Edgar."Lo mau ngapain sih kesini? Ganggu gue aja," tanya Edgar."Ngapain ya? Mmm... Gak ada. Gue lagi gabut plus boring aja. Makanya gue main kesini," ucap Andre.Ketika Andre melirik ke arah sofa tempat biasa Sylvia duduk, ia pu

  • Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta    Bab 72. Hari Pertama Kembali Ke Rumah

    Keesokan harinya. Setelah selesai sarapan, Sylvia langsung pergi ke kamar untuk mengambil koper dan juga tas nya. Melihat istrinya akan pergi, Edgar pun bergegas menyusul istrinya. Sesampainya di kamar, Edgar langsung mengambil koper dan tas milik istrinya untuk ia bawa ke mobil."Udah gak usah, biar aku aja yang bawa koper dan tasnya. Kamu lebih baik berangkat ke kantor aja." Sylvia berucap saat mencoba merebut kopernya."Aku aja yang bawain barang-barang kamu. Ini tuh berat, nanti kamu kecapean kalau bawa koper dan tas seberat ini," sahut Edgar.Sylvia hanya bisa menghela nafasnya saat mendengar ucapan suaminya. Kemudian Edgar pun keluar dari kamarnya dengan membawa tas dan juga koper milik istrinya. Sedangkan Sylvia sendiri hanya mengekori Edgar dari belakang. Setelah berada di halaman depan, Edgar langsung membuka bagasi mobil nya. Kemudian ia pun memasukkan koper dan tas milik istrinya kedalam bagasi."Ayo kita berangkat," ucap Edgar setelah menutup bagasi mobilnya."Kamu seriu

  • Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta    Bab 71. Pulang

    Sylvia hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan suaminya mengenai Oma Beatrice. Kemudian Sylvia pun beranjak dari tempat tidur, untuk pergi ke kamar mandi. Sambil menunggu istrinya selesai mandi, Edgar yang merasa mengantuk, ia pun memilih untuk tidur sejenak. Beberapa menit kemudian, Sylvia yang sudah selesai mandi, ia langsung keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah handuk. Melihat suaminya tertidur pulas, Sylvia langsung bergegas menghampiri suaminya."Edgar! Bangun Edgar!" Sylvia berucap sambil mengguncangkan tubuh suaminya.Bukannya bangun, Edgar justru memiringkan tubuhnya sambil memeluk guling yang ada disampingnya. "5 menit lagi, sayang. Aku masih ngantuk.""Baiklah, aku kasih waktu sampai aku selesai pakai baju. Kalau aku udah selesai pakai baju, tapi kamu belum bangun juga, aku siram nanti," ucap Sylvia."Hhmm." Edgar berdeham dengan mata tertutup.Sylvia pun membiarkan suaminya tertidur, sampai dirinya selesai memakai pakaian. Selang 10 menit kemudian, Sylv

  • Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta    Bab 40. Diculik

    Edgar yang kesal karena Sylvia terus saja membayangi hidupnya, ia pun memutuskan untuk pergi menemui Sylvia di butik. Setelah menyimpan kembali ponsel di saku jasnya, Edgar langsung keluar dari ruangan CEO. Sebelum pergi, ia terlebih dahulu menitip pesan kepada sang sekretaris. Ceklek! Sekretaris te

  • Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta    Bab 39. Mulai Rindu

    Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, mereka akhirnya sampai di depan butik milik maminya Sylvia. Saat melihat Sylvia sudah bersiap-siap untuk turun dari mobil, Edgar langsung mengulurkan tangannya. Melihat hal itu Sylvia pun bingung.Sambil melirik ke arah Edgar, Sylvia pun berkata. “Apa nih ma

  • Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta    Bab 38. Maksud Ucapan Catherine

    Setelah Sylvia menyingkir dari depan pintu, Edgar langsung masuk kedalam kamar untuk bergegas mandi. Sambil menunggu Edgar, Sylvia memilih duduk disofa untuk merancang desain gaun terbaru. Ia pun dengan serius mendesain baju mengunakan iPadnya. Setelah 30 menit berlalu, Edgar akhirnya keluar dari ka

  • Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta    Bab 37. Diary Edward

    Agar tidak membangunkan Edgar yang sudah tertidur lebih awal, Sylvia naik keatas tempat tidur secara perlahan. Setelah berbaring, ia pun tidak lupa untuk memakai selimut. Lalu, Sylvia mematikan lampu kamar. Namun, baru saja Sylvia mematikan lampu, Edgar justru sudah mendekati dirinya. Sylvia yang te

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status