LOGINSylvia Maheswari Himawan, awalnya ia dijodohkan dengan Edward, anak dari teman ibunya. Namun, di hari pernikahannya, Edward justru menghilang tanpa jejak. Demi menyelamatkan nama baik kedua keluarga, Sylvia terpaksa setuju menikah dengan Edgar yang merupakan saudara kembar dari Edward. Sylvia dan Edgar yang tidak pernah saling mengenal satu sama lain ataupun mencintai. Kini mereka harus tinggal bersama sebagai pasangan suami istri. “Selamat datang, Nyonya muda,” ucap para pelayan Catherine. “Nyonya muda?” Edgar melirik dengan sinis ke arah Sylvia. “Aku tidak sudi mengakuinya sebagai istriku.” Sylvia yang samar-samar mendengar ucapannya Edgar, langsung menoleh. “Kamu bilang apa barusan?” “Tidak penting.” Lantas bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka kedepannya? Apakah cinta akan tumbuh dihatinya Sylvia dan Edgar? Lantas bagaimana dengan Edward? Kemana ia pergi? Apakah benar bahwa Edward sengaja pergi dengan wanita lain di hari pernikahannya dengan Sylvia? Saksikan terus kisah mereka ya. Jangan lupa follow Instagram author: diary942023
View MoreSetelah menemui Edgar, Sylvia kembali masuk kedalam rumah. Saat melihat Sylvia melintas, Oma Beatrice yang sedang membaca buku, langsung menurunkan kacamata nya."Ada siapa diluar?" tanya Oma Beatrice.Seketika langkah Sylvia pun terhenti. "Cuma kurir aja, Oma. Mau nganterin barang, tapi alamatnya salah.""Yakin, cuma kurir?" tanya Oma Beatrice."Yakin, Oma." Sylvia menyahut sambil menganggukkan kepalanya.Oma Beatrice kembali memakai kacamata nya untuk melanjutkan membaca buku. Sedangkan, Sylvia yang merasa lega karena Oma Beatrice percaya dengan ucapannya, ia langsung bergegas pergi ke kamar nya. Selang 5 menit kemudian, Sylvia kembali turun ke lantai bawah."Kamu mau kemana?" tanya Beatrice."I-itu, Oma. Aku mau ke butik, sebentar. Aku mau diskusi sama asisten pribadi ku," ucap Sylvia."Butik? Oma ikut dong. Oma pengen liat butik kamu dan ibu mu," pinta Oma Beatrice.Mendengar permintaan Oma Beatrice, Sylvia tentu saja panik. Ia pun mencoba memikirkan cara, agar Oma Beatrice tidak
Hanya karena ponselnya Sylvia tidak bisa dihubungi, hal tersebut membuat Edgar berasumsi bahwa Sylvia sedang bersama client yang jauh lebih tampan darinya. Dengan terburu-buru, Edgar pun pergi dari kantor. Selang 45 menit kemudian, Edgar akhirnya sampai di butik milik maminya Sylvia.Setelah turun dari mobilnya, Edgar bergegas masuk kedalam butik. Namun, ketika berada didalam butik, Edgar hanya melihat Elis yang merupakan asisten pribadi Sylvia, yang sedang berbincang dengan salah satu client. "Mmm ... Elis! Apa Sylvia ada di dalam?" tanya Edgar.Elis pun menoleh. "Tidak ada, pak. Hari ini Bu Sylvia tidak datang ke butik.""Kamu gak membohongi saya, kan?" "Sama sekali tidak, pak. Jika pak Edgar tidak percaya dengan ucapan saya. Silahkan periksa sendiri diruangan pimpinan." Elis berucap seraya menunjuk ke arah salah satu ruangan yang biasa dipakai oleh Elis, ketika sedang bertugas di butik.Dengan langkah cepat, Edgar pun pergi ke ruangan yang dimaksud oleh Elis. Namun, ia dibuat her
Setelah mendapatkan saran dari Andre, Edgar langsung menghubungi pengacara nya untuk membuat kan surat pembatalan pernikahan. Sementara itu disisi lain, Larissa yang sudah mengetahui bahwa putrinya sudah berada di rumahnya, ia pun pergi ke kamar Sylvia. Sesampainya didepan kamar Sylvia, Larissa terlebih dahulu mengetuk pintu, sebelum ia masuk kedalam.Tok! Tok! "Sayang, ini mami. Mami boleh masuk ke dalam?" tanya Larissa."Boleh, mami. Masuk aja. Pintunya gak dikunci," ucap Sylvia dari dalam kamar.Mendengar ucapan putrinya, Larissa langsung membuka pintu kamar Sylvia. Saat melihat Sylvia sedang duduk di meja kerjanya, Larissa pun bergegas menghampiri Sylvia. "Kamu lagi ngapain, sayang?""Biasa, mi. Aku lagi ngelanjutin desain yang kemarin belum selesai," ucap Sylvia.Larissa pun menghela nafasnya. "Huft! Kalau begitu, mami gak bisa minta tolong sama kamu dong."Mendengar ucapan maminya, Sylvia langsung berhenti mendesain dan menoleh ke samping. "Minta tolong apa ya, Mi?""Mmm ... Be
Disisi lain, Edgar yang sudah sampai di kantor, ia langsung bersiap untuk rapat pagi ini. Meskipun ruangan kerjanya terlihat tampak sepi tanpa adanya kehadiran Sylvia, Edgar harus semangat dan bersikap professional. Pagi itu, untuk mengalihkan pikirannya, Edgar menyibukkan diri dengan setumpuk pekerjaannya. Mulai dari rapat dengan para kepala divisi kantor, hingga rapat dengan 2 klien pun ia lakukan.Siang harinya.Setelah lelah dengan setumpuk kegiatan pada pagi hari, Edgar akhirnya bisa duduk santai di ruangannya. Namun, baru sejenak ia beristirahat, Andre justru masuk ke ruangannya."Ahh!! Akhirnya aku bisa istirahat juga." Edgar berucap sambil melonggarkan dasinya.Ceklek! "Lagi nyantai kayaknya nih." Andre berucap sambil melangkah masuk kedalam ruangan Edgar."Lo mau ngapain sih kesini? Ganggu gue aja," tanya Edgar."Ngapain ya? Mmm... Gak ada. Gue lagi gabut plus boring aja. Makanya gue main kesini," ucap Andre.Ketika Andre melirik ke arah sofa tempat biasa Sylvia duduk, ia pu
Setelah selesai makan malam, Edgar dan Sylvia langsung pergi ke kamar Sylvia untuk beristirahat dikamar. Saat berada dikamar, Edgar yang merasa sedih karena keputusan yang dibuat oleh Oma Beatrice, ia pun hanya bisa duduk dipinggir tempat tidur dengan raut wajah yang cemberut. Melihat ekspresi suam
Malam harinya.Setelah hidangan makan malam sudah siap, Larissa beserta suami dan juga ibu mertuanya langsung berkumpul di meja makan. Saat melihat ke arah jam dinding, Beatrice langsung menyunggingkan bibirnya karena Sylvia maupun Edgar belum juga datang."Sebenarnya mereka itu tinggal dimana sih?
Keesokan harinya. Setelah selesai sarapan, Sylvia langsung pergi ke kamar untuk mengambil koper dan juga tas nya. Melihat istrinya akan pergi, Edgar pun bergegas menyusul istrinya. Sesampainya di kamar, Edgar langsung mengambil koper dan tas milik istrinya untuk ia bawa ke mobil."Udah gak usah, b
Sylvia hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan suaminya mengenai Oma Beatrice. Kemudian Sylvia pun beranjak dari tempat tidur, untuk pergi ke kamar mandi. Sambil menunggu istrinya selesai mandi, Edgar yang merasa mengantuk, ia pun memilih untuk tidur sejenak. Beberapa menit kemudian, S












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews