LOGINSylvia Maheswari Himawan, awalnya ia dijodohkan dengan Edward, anak dari teman ibunya. Namun, di hari pernikahannya, Edward justru menghilang tanpa jejak. Demi menyelamatkan nama baik kedua keluarga, Sylvia terpaksa setuju menikah dengan Edgar yang merupakan saudara kembar dari Edward. Sylvia dan Edgar yang tidak pernah saling mengenal satu sama lain ataupun mencintai. Kini mereka harus tinggal bersama sebagai pasangan suami istri. “Selamat datang, Nyonya muda,” ucap para pelayan Catherine. “Nyonya muda?” Edgar melirik dengan sinis ke arah Sylvia. “Aku tidak sudi mengakuinya sebagai istriku.” Sylvia yang samar-samar mendengar ucapannya Edgar, langsung menoleh. “Kamu bilang apa barusan?” “Tidak penting.” Lantas bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka kedepannya? Apakah cinta akan tumbuh dihatinya Sylvia dan Edgar? Lantas bagaimana dengan Edward? Kemana ia pergi? Apakah benar bahwa Edward sengaja pergi dengan wanita lain di hari pernikahannya dengan Sylvia? Saksikan terus kisah mereka ya. Jangan lupa follow Instagram author: diary942023
View Moreก๊อก ก๊อก ก๊อก
เสียงเคาะประตูดังขึ้นทำให้ร่างสูงที่กำลังอ่านเอกสารในมือเงยหน้าขึ้นมามองนิดหน่อยก่อนกลับไปสนใจเอกสารในมือของตนเองต่อ
“นายครับ กำหนดการไปไทยวันพรุ่งนี้ครับ”ร่างสูงโปร่งที่พึ่งเดินเข้ามาเอ่ยขึ้น
“อืม มีอะไรบ้าง”ตินภพถามโดยไม่มองหน้าผู้ที่เข้ามาใหม่เพราะรู้ดีว่าใครเป็นคนที่เดินเข้าห้องมา
“เครื่องบินจะออกตอนตีห้าครึ่งครับ ถึงไทยแล้วนายต้องไปคุยงานกับคุณภาสกรต่อ แล้วค่อยกลับไปพักที่คฤหาสน์ครับ หลังจากนั้นตอนเย็นมีนัดทานข้าวกับคุณเหมยหลินครับ”กำหนดการที่ยืดยาวถูกบอกออกมาให้ผู้เป็นนายได้รับฟัง
“…..”
ไม่มีการตอบรับใดๆจากร่างสูงของอีกคนในห้อง จึงทำให้อีกคนที่พึ่งรายงานเสร็จต้องเงยหน้าจากแท็บเลตที่ถืออยู่ในมือเพื่อมองไปยังร่างสูงที่นั่งอยู่หลังโต๊ะทำงาน
“นายมีอะไรต้องการเปลี่ยนแปลงในกำหนดการหรือเปล่าครับ”เอสถามออกไปเมื่อเห็นอีกฝ่ายยังคงเงียบและมองมาที่ตน
“มานี่สิ”เสียงทุ้มต่ำพูดขึ้น เขาเลยจำเป็นต้องเดินเข้าไปหาผู้เป็นนาย
หมับ
“อือ”เมื่อเอสเดินเข้าไปใกล้ก็ถูกแขนแกร่งดึงล้มลงบนตัก มือหนารั้งท้ายทอยของชายหนุ่มเข้าไปใกล้แล้วกดจูบลงไปที่ริมฝีปากบาง ทั้งขบเม้ม ทั้งกัด จนเอสเริ่มมีอารมณ์และก่อนที่มันจะเลยเถิดไปมากกว่านี้ชายหนุ่มจึงเบี่ยงหน้าหลบริมฝีปากหนาที่กำลังจะกดลงมาอีกครั้ง
“พอก่อนครับ”เอสบอกผู้เป็นนายเพราะนี่ยังเป็นเวลางานมันคงไม่เหมาะถ้าจะทำเรื่องที่ไม่เหมาะสมโดยเฉพาะในห้องทำงาน
“อย่าขัดใจฉัน”ร่างสูงพูดเสียงเข้มอย่างไม่พอใจก่อนจะกดจูบต่อโดยไม่สนเสียงคัดค้านของชายหนุ่ม จนเอสต้องยอม
“อื้อ อือ อือ”ร่างโปร่งถูกปล้นจูบอยู่นาน ก่อนจะมีคำสั่งที่ทำให้เอสอยากจะเดินออกไปจากห้องของผู้เป็นนายให้รู้แล้วรู้รอด
“ถอดเสื้อผ้าออกสิ แล้วทำซะ ฉันรู้ว่านายก็เริ่มมีอารมณ์แล้ว” น้ำเสียงแหบพร่าเอ่ยขึ้นเบา ๆ ข้างหูของเอสก่อนจะถูกฟันแหลมคมงับเข้าที่ติ่งหูเบา ๆ ให้ได้รู้สึกเสียวสะท้านไปทั้งกาย และกว่าเอสจะได้ออกมาจากห้องของผู้เป็นนายก็เล่นเอาเกือบหมดแรงเลยทีเดียว
ถึงจะเป็นหนึ่งในหน้าที่ ที่ชายหนุ่มต้องทำและแม้มันจะเป็นหน้าที่ที่เจ็บปวดแต่เขาก็พร้อมที่จะทำเพื่อให้ผู้เป็นนายมีความสุข
Setelah mendapatkan saran dari Andre, Edgar langsung menghubungi pengacara nya untuk membuat kan surat pembatalan pernikahan. Sementara itu disisi lain, Larissa yang sudah mengetahui bahwa putrinya sudah berada di rumahnya, ia pun pergi ke kamar Sylvia. Sesampainya didepan kamar Sylvia, Larissa terlebih dahulu mengetuk pintu, sebelum ia masuk kedalam.Tok! Tok! "Sayang, ini mami. Mami boleh masuk ke dalam?" tanya Larissa."Boleh, mami. Masuk aja. Pintunya gak dikunci," ucap Sylvia dari dalam kamar.Mendengar ucapan putrinya, Larissa langsung membuka pintu kamar Sylvia. Saat melihat Sylvia sedang duduk di meja kerjanya, Larissa pun bergegas menghampiri Sylvia. "Kamu lagi ngapain, sayang?""Biasa, mi. Aku lagi ngelanjutin desain yang kemarin belum selesai," ucap Sylvia.Larissa pun menghela nafasnya. "Huft! Kalau begitu, mami gak bisa minta tolong sama kamu dong."Mendengar ucapan maminya, Sylvia langsung berhenti mendesain dan menoleh ke samping. "Minta tolong apa ya, Mi?""Mmm ... Be
Disisi lain, Edgar yang sudah sampai di kantor, ia langsung bersiap untuk rapat pagi ini. Meskipun ruangan kerjanya terlihat tampak sepi tanpa adanya kehadiran Sylvia, Edgar harus semangat dan bersikap professional. Pagi itu, untuk mengalihkan pikirannya, Edgar menyibukkan diri dengan setumpuk pekerjaannya. Mulai dari rapat dengan para kepala divisi kantor, hingga rapat dengan 2 klien pun ia lakukan.Siang harinya.Setelah lelah dengan setumpuk kegiatan pada pagi hari, Edgar akhirnya bisa duduk santai di ruangannya. Namun, baru sejenak ia beristirahat, Andre justru masuk ke ruangannya."Ahh!! Akhirnya aku bisa istirahat juga." Edgar berucap sambil melonggarkan dasinya.Ceklek! "Lagi nyantai kayaknya nih." Andre berucap sambil melangkah masuk kedalam ruangan Edgar."Lo mau ngapain sih kesini? Ganggu gue aja," tanya Edgar."Ngapain ya? Mmm... Gak ada. Gue lagi gabut plus boring aja. Makanya gue main kesini," ucap Andre.Ketika Andre melirik ke arah sofa tempat biasa Sylvia duduk, ia pu
Keesokan harinya. Setelah selesai sarapan, Sylvia langsung pergi ke kamar untuk mengambil koper dan juga tas nya. Melihat istrinya akan pergi, Edgar pun bergegas menyusul istrinya. Sesampainya di kamar, Edgar langsung mengambil koper dan tas milik istrinya untuk ia bawa ke mobil."Udah gak usah, biar aku aja yang bawa koper dan tasnya. Kamu lebih baik berangkat ke kantor aja." Sylvia berucap saat mencoba merebut kopernya."Aku aja yang bawain barang-barang kamu. Ini tuh berat, nanti kamu kecapean kalau bawa koper dan tas seberat ini," sahut Edgar.Sylvia hanya bisa menghela nafasnya saat mendengar ucapan suaminya. Kemudian Edgar pun keluar dari kamarnya dengan membawa tas dan juga koper milik istrinya. Sedangkan Sylvia sendiri hanya mengekori Edgar dari belakang. Setelah berada di halaman depan, Edgar langsung membuka bagasi mobil nya. Kemudian ia pun memasukkan koper dan tas milik istrinya kedalam bagasi."Ayo kita berangkat," ucap Edgar setelah menutup bagasi mobilnya."Kamu seriu
Sylvia hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan suaminya mengenai Oma Beatrice. Kemudian Sylvia pun beranjak dari tempat tidur, untuk pergi ke kamar mandi. Sambil menunggu istrinya selesai mandi, Edgar yang merasa mengantuk, ia pun memilih untuk tidur sejenak. Beberapa menit kemudian, Sylvia yang sudah selesai mandi, ia langsung keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah handuk. Melihat suaminya tertidur pulas, Sylvia langsung bergegas menghampiri suaminya."Edgar! Bangun Edgar!" Sylvia berucap sambil mengguncangkan tubuh suaminya.Bukannya bangun, Edgar justru memiringkan tubuhnya sambil memeluk guling yang ada disampingnya. "5 menit lagi, sayang. Aku masih ngantuk.""Baiklah, aku kasih waktu sampai aku selesai pakai baju. Kalau aku udah selesai pakai baju, tapi kamu belum bangun juga, aku siram nanti," ucap Sylvia."Hhmm." Edgar berdeham dengan mata tertutup.Sylvia pun membiarkan suaminya tertidur, sampai dirinya selesai memakai pakaian. Selang 10 menit kemudian, Sylv
Beberapa menit kemudian.Setelah makan malam yang dibuat oleh Wira sudah siap, ia langsung membawa makanan tersebut ke dalam rumahnya. Tak lama kakek Teguh pun duduk di tikar plastik untuk menyantap makan malam bersama cucunya. Berhubung pria yang mereka selamatkan dipinggir sungai sudah siuman, ka
Sylvia pun bergegas duduk disamping suaminya. Tak lama ia pun mulai mengambil makanan yang ada diatas meja. Selama mereka makan, tidak ada obrolan apapun yang terjadi. Masing-masing, hanya fokus dengan makanannya sendiri. Beberapa menit kemudian, Catherine yang sudah lebih dulu menyelesaikan santap
Mendengar ucapan suaminya, seketika kedua pipi Sylvia langsung memerah. Melihat hal itu Edgar pun bertambah gemas. Lalu, ia pun merangkul pinggang istrinya. Saat Edgar akan mencium bibir istrinya, tiba-tiba seseorang pun masuk kedalam ruangannya.Ceklek! "Oow... Sorry... Sorry, gue gak liat." Andr
Edgar pun mengambil jasnya. Setelah jas nya dipakai, Edgar dan Sylvia langsung keluar dari kamar. Tak lama ia pun sampai di meja makan. Melihat ibu mertuanya belum berada di meja makan, hal itu pun membuat Sylvia heran."Ibu kemana? Tumben belum ada di meja makan? Biasanya, ibu yang lebih awal, had
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews