공유

Bab 40 Flashback

작가: Aries grils
last update 게시일: 2025-10-01 10:41:19

“A… Apa? Kamu gila, Dan!”

Suara Stela pecah, hampir melengking. Tubuhnya seketika melemas, lututnya tak lagi mampu menopang. Ia terduduk di lantai, wajahnya penuh kepanikan dan air mata. Seluruh harga diri yang tadi masih coba dipertahankan, kini lenyap tanpa sisa. Hidupnya terasa tak lagi punya harapan.

Dengan tubuh bergetar, ia kembali merangkak dan merangkul kaki Albert. Air matanya menetes di sepatu mahal yang dikenakan pria itu. “Tolong beri aku kesempatan, Al… bagaimanapun kita sudah be
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjerat Pesona CEO Kesepian   Bab 47 Dasar Pelakor

    Stefani mengerjabkan mata perlahan, berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya pagi yang menyusup lewat celah tirai tipis kamar hotel itu. Langit di luar tampak pucat kebiruan, menandakan hari baru telah datang. Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya pelan, seolah ingin memastikan bahwa semua yang ia rasakan benar-benar nyata. Perlahan, pandangannya bergeser ke samping. Di sana… Albert terbaring dengan posisi menyamping, wajahnya tampak tenang, bahkan jauh lebih lembut dari biasanya. Tidak ada ekspresi dingin atau wibawa yang sering ia lihat. Hanya seorang pria yang sedang tertidur lelap, dengan rahang tegas dan alis yang berkerut samar, seolah masih membawa sisa-sisa kegelisahan semalam. Tanpa sadar, sudut bibir Stefani terangkat membentuk senyum tipis."Ini nyata…" batinnya lirih. "Bukan mimpi. Bukan khayalan." Albert, pria yang selama ini terasa begitu jauh, begitu mustahil ia gapai mengungkapkan perasaannya padanya. Bahkan mengucapkan niat yang terlalu besar untuk gad

  • Terjerat Pesona CEO Kesepian   Bab 46 Kita Akan Menikah

    "Aku menyukaimu Stefani.” Stefani membeku. Kata-kata itu… tidak mungkin ia dengarkan, apalagi dari mulut Albert. Jantungnya berdegup keras, tapi tubuhnya terasa dingin seolah disiram air es. Ia menelan ludah dengan susah payah. “Pak… jangan bercanda begitu,” ucapnya pelan, suara bergetar. “Bapak… baru saja bercerai. Dan saya, saya hanya… saya hanya orang luar. Jangan bilang hal seperti itu hanya karena Bapak sedang emosi.” Albert menggeleng pelan, seolah perkataan Stefani barusan menusuknya. “Stefani, aku tidak sedang emosi.” “Tapi…” Stefani mundur satu langkah, punggungnya hampir menyentuh dinding kamar sempit itu. “Apa Bapak sadar apa yang Bapak katakan? Bapak baru saja melalui masa sulit. Perceraian… konflik… dan saya hanya orang biasa, yang rasanya lebih pantas menjadi asisten rumah tangga. Bukankan Bapak juga jelas sudah menolak waktu saya—” suaranya tercekat, wajahnya memerah menahan malu. “—waktu saya melakukan kebodohan itu…” Albert memejamkan mata sesaat. “Jangan s

  • Terjerat Pesona CEO Kesepian   Bab 45 Aku Menyukaimu Stefani

    Tidur di kamar berukuran tiga kali empat meter persegi sebenarnya bukan hal baru bagi Stefani. Ia sudah terbiasa hidup sederhana, berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain, hanya dengan satu kasur tipis, kipas angin tua, dan meja kecil di sudut ruangan. Namun entah kenapa malam ini terasa berbeda. Udara seolah menyesakkan, dan matanya sama sekali tak mau terpejam. Gadis itu menggulingkan tubuhnya ke kanan, lalu ke kiri, berulang-ulang. Pikiran yang semestinya sudah ia tenangkan malah kembali berisik, penuh bayangan masa lalu yang enggan hilang. “Huh…” desahnya pelan. “Kadang aku mikir… aku bukan anak ibu.” Ucapan itu meluncur begitu saja dari bibirnya, tapi kemudian sunyi kembali menyelimuti kamar mungil itu. Stefani menatap langit-langit kamar hotel itu yang mulai kusam, matanya berkaca-kaca tanpa sadar. Ia mengingat wajah ibunya yang selalu datar, jarang menunjukkan kasih sayang bahkan saat dirinya sakit. Kadang justru ucapan-ucapan tajam sang ibu yang membuat hatinya semak

  • Terjerat Pesona CEO Kesepian   Bab 44 Kemana Kamu Pergi, Stefani?

    "Lebih baik aku menemui Stefani.." Albert berjalan turun seraya mengancingkan satu persatu kancing kemejanya. Pria itu masuk kedalam mobil dan menginjak pedal gasnya dengan kasar, nafasnya masih memburu. Pintu pagar terbuka setelah Albert menekan klakson. Tampak Stela masih duduk di depan pagar rumah mewah itu, matanya sembab, wajahnya penuh air mata. Saat melihat mobil Albert keluar dari garasi, wanita itu sontak berdiri dan berusaha mengejar, namun Albert sama sekali tak menoleh. Ia sudah kehilangan rasa peduli pada wanita itu. Mobil hitam milik Albert melaju cepat menembus jalanan malam. Lampu kota memantul di kaca depannya, sementara pikirannya terus melayang pada satu nama, Stefani. Entah kenapa, di saat seperti ini, hanya wajah gadis itu yang terlintas di pikirannya. Wajah lembut yang selalu mampu menenangkan hatinya di tengah badai amarah. Beberapa menit kemudian, mobil Albert masuk ke area basement apartemen. Ia mematikan mesin, keluar, dan menutup pintu dengan gerakan te

  • Terjerat Pesona CEO Kesepian   Bab 43 Beri Aku Kesempatan

    “Saya antar ke mana, Mbak?”Pertanyaan itu memecah lamunan panjang Stefani. Suara sopir taksi yang parau karena usia membuat gadis itu tersentak kecil. Ia menoleh, pandangannya masih kosong menatap keluar jendela. Malam sudah turun sepenuhnya; lampu-lampu kota berpendar redup di jalanan yang basah oleh sisa gerimis.“Emm…” bibirnya bergetar kecil. Ia menunduk, berpikir keras. Ia benar-benar bingung hendak ke mana malam ini. Tidak ada rumah untuk pulang, tidak ada tempat yang bisa ia sebut “aman”.Akhirnya, setelah beberapa detik hening, ia menjawab pelan, “Hotel Melati saja, Pak…”Sopir tua itu mengangguk tanpa banyak bicara. Mobil melaju menembus jalanan yang mulai sepi, hanya sesekali terdengar deru kendaraan lain yang lewat. Stefani bersandar di jok belakang, menatap keluar jendela. Bayangan lampu jalan memantul di kaca, menyoroti wajahnya yang pucat dan mata yang mulai sayu.Sisa uangnya tidak banyak. Ia tahu, malam ini ia hanya bisa mencari penginapan murah untuk sekadar menenang

  • Terjerat Pesona CEO Kesepian   Bab 42 Aku Pergi

    Pandangan semua orang di kantor tertuju pada Stefani ketika ia melangkah masuk melewati lobi utama. Bisik-bisik kecil terdengar di setiap sudut ruangan, beberapa bahkan terang-terangan menatapnya dari balik layar komputer. Beberapa karyawan pura-pura sibuk, namun pandangan mereka mengikuti setiap langkah Stefani yang tampak berusaha tetap tenang. Ia tahu alasan mereka menatap seperti itu. Berita tentang Pak Danil sudah tersebar luas. Semua orang pasti sudah menonton siaran langsung yang disebarkan para pemburu berita. Semua itu menjadi tontonan hangat siang ini. Dan sayangnya, nama Stefani ikut terseret. Meski hatinya berdebar, Stefani berusaha menegakkan punggungnya. Ia tak ingin terlihat rapuh. Tumit sepatunya beradu pelan dengan lantai marmer, menciptakan ritme tegas yang justru menegaskan ketegarannya. Tanpa menoleh sedikit pun, ia berjalan lurus ke arah lift dan menekan tombol ke lantai delapan, lantai tempat ruang kerjanya berada. Begitu pintu lift menutup, Stefani menghembus

  • Terjerat Pesona CEO Kesepian   Bab 37 Sekandal Panas

    “Ini dia mobil Albert,” gumam Stela lirih, matanya menatap tajam ke arah sedan hitam mahal yang berhenti di halaman vila megah itu. Tangannya yang masih menggenggam clutch bag bergetar pelan. Dari balik kacamata hitam yang menutupi separuh wajahnya, sorot matanya berkilat penuh kepuasan ada perasaa

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
  • Terjerat Pesona CEO Kesepian   Bab 39 Mari Bercerai

    “Apa kamu yakin rencana kita akan berhasil, sayang?” Suara wanita itu terdengar jelas dari rekaman yang diputar Bobby. Semua orang di ruangan—wartawan, Danil, bahkan Stela sendiri—membeku di tempatnya. Mikrofon yang tadi teracung kini perlahan diturunkan, sementara kamera masih terus menyala, men

    last update최신 업데이트 : 2026-04-01
  • Terjerat Pesona CEO Kesepian   Bab 41 Permintaan Maaf

    Sampai di dalam lift, suasana terasa sunyi. Hanya suara dengung mesin dan detik waktu yang seperti bergerak lebih lambat dari biasanya. Stefani yang sedari tadi digandeng Albert perlahan melepaskan genggaman tangannya. Telapak tangannya masih terasa hangat, tapi juga bergetar ringan karena gugup

    last update최신 업데이트 : 2026-04-02
  • Terjerat Pesona CEO Kesepian   Bab 38 Panik

    Bruakkk!! Pintu kamar utama terbuka dengan paksa, kayunya bergetar keras menimbulkan bunyi nyaring yang menggema di seluruh lorong. Wartawan yang sudah tak sabar langsung menyerbu masuk dengan kamera menyala, mikrofon teracung, bahkan ada yang langsung menyiarkan secara live ke ponsel mereka. “Ay

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status