Share

Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh
Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh
Penulis: Less22

1

Penulis: Less22
last update Tanggal publikasi: 2026-04-08 15:22:55

"Hey bangun! Kalau kau tidak mati cepat bangun!" hardik seorang wanita yang terdengar asing di telinganya. Wanita itu menendang-nendang pinggangnya sedikit kuat membuat ia sadar, tapi matanya masih tertutup rapat.

Tapi tangannya refleks, ia mengenggam kaki Wanita itu dengan kuat dan menariknya hingga wanita asing itu terjerembab ke lantai.

Brukkk!

"Aduhhh! Dasar kurang ajar kau ya! Sudah mau mati masih juga melukaiku!" teriak wanita itu dengan penuh amarah, ia ingin memukulnya yang masih antara sadar dan tidak itu tapi di halangi oleh wanita asing lainnya.

"Jangan Nyonya besar, Nyonya tidak sadar dan tidak sengaja melakukannya," tahan wanita itu.

"Huh! Bikin kesal aja!" omel wanita itu berusaha untuk berdiri sambil memegang bokongnya yang sakit.

"Nyonya, ayo bangun Nyonya, Anda tidak apa-apa?!" terdengar suara seorang wanita lainnya yang mencoba mengangkatnya yang terdengar panik.

Pandangannya gelap, kepalanya pusing, entah apa yang terjadi padanya saat ini. "Aku... di mana? Dan apa yang terjadi pada ku?" gumamnya pelan.

Yang ia ingat tadi adalah ia seorang gadis mafia dan mati di tembak saat ia di racuni oleh Andre dan Rina, kekasih dan sahabatnya, tapi sebelum mati berhasil mencabut mata Amor, ketua mafianya.

Saat ini ia dalam keadaan bingung, ia tetap duduk di bantu oleh wanita itu asing itu.

"Kepala Anda sedikit berdarah Nyonya, ayo saya bawa Anda ke rumah sakit," kata Wanita itu sambil mencoba mengangkat tubuhnya untuk segera berdiri, ia mencoba untuk berdiri, tapi kakinya tak terasa apa-apa, seperti orang lumpuh.

"Bibi Resti, untuk apa kau membawa wanita buta itu ke rumah sakit? Buang-buang uang saja, lagian luka di kepalanya tidak membuat ia mati! rawat saja di seperti biasa," terdengar suara asing itu lagi yang membuat ia semakin bingung.

"Ba-baik Nyonya besar," kata Bibi Resti, ia mengangkat Tubuhnya duduk di kursi roda.

"Buta? Nyonya besar? Nyonya? Apa yang terjadi?" katanya membuat kepala semakin sakit.

"Mari Nyonya, saya bawa Anda ke kamar Anda dan mengobati luka Anda," kata Bibi dengan nama Resti mendorong kursi rodanya ke kamar.

Di perjalanan menuju ke kamar, Tiba-tiba saja kepalanya terasa sakit, ia memegang kepalanya yang membuat Bibi Resti menjadi panik.

Ingatan seperti film bermunculan di kepalanya, seperti ada ingatkan lama yang muncul.

Ia adalah Glena, sang model papan atas yang memiliki kekayaan yang lumayan banyak. Lalu jatuh cinta kepada seorang pria yang bekerja sebagai staf di tempat ia bekerja, lalu mereka pun menikah dan membangun rumah bersama.

Meskipun begitu, yang paling banyak mengeluarkan uang adalah dia, sementara suaminya haya bisa memenuhi kebutuhannya sendiri karena gajinya yang kecil.

Setelah rumahnya jadi, Suaminya membawa semua keluarga besar untuk tinggal di rumah itu.

Di empat tahun pernikahan mereka, ia mengalami kecelakaan yang di lakukan oleh seorang model yang membencinya hingga mengalami buta dan lumpuh, dan saat itu lah, sang suami mulai berselingkuh dan mulai proses mengambil alih semua hartanya.

Jika semuanya selesai, baru akan membuangnya, karena jika membuangnya sekarang, harta itu tidak bisa di pindah tangankan, apa lagi jika sang suami ketahuan selingkuh.

Dan lebih menyakitkan lagi adalah, suami selingkuh dengan orang yang telah mencelakainya.

Di rumah ada mertua dan dua adik iparnya, tidak ada yang baik padanya, mereka berlaku seenaknya kepadanya. Yang baik saat ini hanyalah Bibi Resti pengasuhnya sekarang.

Pemilik tubuh asli sangat ingin balas dendam, sayangnya dengan kondisi seperti ini ia tidak bisa berbuat apa-apa, apa lagi sejak kecelakaan itu, dia tidak di perbolehkan keluar dari rumah, ia hanya bisa pasrah karena tak bisa berbuat apa-apa.

Ia sangat ingin operasi mata dan kakinya, suaminya selalu menundanya karena alasan belum sempat, atau uangnya buat keperluan lain.

"Nyonya! Nyonya! Anda tidak apa-apa?" tanya Bibi Resti lagi.

"Aku... tidak apa-apa Bibi," kata Geana, yang kini menjadi Glena.

Setelah mengingat kejadian itu, ia mengepalkan tangannya. "Jadi begitu ya, aku pindah ketubuh wanita buta dan lumpuh ini, lalu suami wanita ini selingkuh dan semua keluarga suaminya seenak padanya? Tapi bagus sekali, aku tidak mati. Karena aku ada di tubuh mu, semua dendam mu akan ku tanggung, aku juga mengubah hidup ku menjadi lebih berharga dan tidak akan membiarkan orang lain menyakiti ku," kata Glena penuh dengan tekad.

Glena ingat sekarang, dan bertanya pada Bibi Resti. "Bibi, sekarang tahun berapa?" tanya Glena penasaran, karena sebelum ia mati, ia berjanji ingin bertemu dengan Amor sekali lagi untuk balas dendam, dan kini tanggung jawabnya adalah dua dendam yang harus ia balas.

"Ini tahun 2026 Nyonya, ada apa?" tanya Bibi Resti yang masih sedikit khawatir.

"2026? Ini tidak mungkin kebetulan," kata Glena terkejut. Ia mati di tahun 2025, itu artinya satu tahun setelah kematiannya, dan itu artinya Amor pasti masih hidup.

"Dan ini di negara apa?" tanya Glena dengan antusias sambil meraba tangan Bibi Resti.

"Eh Nona, apa Anda lupa?" tanya Bibi Resti kebingungan dengan melihat Nyonyanya yang bertanya tentang kotanya.

"Ah iya, aku lupa setelah terjatuh tadi," kata Glena beralasan.

"Ini di negara Indoezela," kata Bibi Resti dengan sabar menjawabnya.

Glena terkejut lagi, sekarang ia ada di negara Indoezela, sementara negara lamanya adalah negara Anarnika. Meskipun mereka berbeda negara, tapi itu bukan masalah besar, ia pasti akan bertemu lagi dengan ketua pengkhianat itu.

Karena ia hidup kembali, balas dendam pun akan di mulai dari sekarang meskipun ia dalam keadaan buta dan lumpuh, tapi ia sangat beruntung ada orang baik di sisinya, meskipun dia hanyalah seorang pengasuh.

"Heh! Jika di pikir-pikir orang buta dan lumpuh tak bisa berbuat apa-apa, tapi aku bisa. Apa lagi mereka bukan dari kalangan organisasi mafia, akan ku buat mereka semuanya hancur!" kata Glena mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya terlihat jelas.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Elis Sulistianty
lanjut kak Thor menarik sekali
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   126 TAMAT

    Sebelum melangkah keluar menuju udara malam yang bebas, Glena sempat menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya. Di dalam hatinya, sebuah beban berat yang selama ini menghimpit jiwanya perlahan-lahan runtuh. "Geana... permainan mereka sudah selesai. Kau bisa beristirahat dengan tenang sekarang," batinnya.Sementara itu, di dalam selnya, Amor masih terus memukul-mukul lantai dengan tangannya yang dirantai hingga berdarah. Ketakutan terbesar dalam hidupnya bukanlah kematian yang sudah di depan mata, melainkan kenyataan bahwa sosok yang paling ia takuti telah kembali dari liang kubur untuk menuntut balas.Malam itu, di bawah penjagaan ketat dinding-dinding batu, penyesalan datang terlambat, dan kegelapan total siap menjemput mereka yang telah lama menantang maut.Fajar belum sepenuhnya menyingsing, namun lapangan eksekusi yang terletak di pangkalan militer terisolasi itu sudah dipenuhi oleh atmosfer yang mencekam. Udara dingin membungkus area terbuka yang dikelilingi oleh tembok beton

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   125

    Setelah mengetahui kebenaran bahwa wanita di hadapannya adalah Geana yang bangkit dari kematian, seluruh sisa keberanian Amor menguap tanpa bekas. Syok berat menghantam kesadarannya seperti gada besi. Lututnya gemetar hebat, dan seluruh keangkuhannya sebagai ketua organisasi kriminal runtuh dalam sekejap.Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Amor merangkak di lantai sel yang kotor. Rantai di tangan dan kakinya berdenting hebat, bergesekan dengan semen dingin saat ia berusaha menjangkau ujung sepatu Glena."Geana... Geana, dengarkan aku!" ratap Amor, suaranya parau, berganti menjadi sebuah permohonan yang menyedihkan. "Aku mohon... aku tahu aku salah! Aku tahu aku bajingan! Tapi tolong, selamatkan aku kali ini saja!"Glena tidak bergerak satu inci pun. Ia hanya berdiri tegak, menatap pria yang dulu begitu berkuasa kini bersujud di bawah kakinya seperti anjing yang kelaparan. Tatapan matanya sekeras batu karang."Selamatkanmu?" tanya Glena, nadanya begitu datar hingga membuat bulu k

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   124

    Saat itu pula, Amor dan Tiger dibawa ke sebuah tempat tahanan bawah tanah yang pengap dan dijaga ketat.Dinding-dinding betonnya yang dingin seolah menjadi saksi bisu bahwa perjalanan mereka telah berakhir; mereka akan dieksekusi mati karena telah banyak melakukan kejahatan yang tak termaafkan.Namun, untuk mencegah mereka menyusun rencana pelarian terakhir, Amor dan Tiger dipisah. Masing-masing diberi ruangan isolasi tersendiri, terkunci di balik jeruji besi yang tebal.Glena berdiri di depan pintu besi ruang tahanan Amor. Langkah kakinya terdengar pelan namun tegas, memecah keheningan koridor. Di sampingnya, Abraham berdiri memastikan situasi tetap aman."Abraham, aku ingin berbicara dengan mereka sebentar," kata Glena, matanya menatap lurus ke dalam sel yang gelap."Baiklah, mau aku temani? Bajingan seperti dia bisa saja nekat di detik-detik terakhirnya," tanya Abraham, tangannya reflex menyentuh sarung pistol di pinggangnya.Glena menoleh sedikit, memberikan senyuman tipis yang me

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   123

    Dalam sekejap, puluhan prajurit elit bergerak turun dari perbukitan seperti bayangan. Mereka bergerak tak bersuara, memanfaatkan asap hitam yang membubung dari bangunan-bangunan yang terbakar sebagai kamuflase alami. Glena dan Abraham memimpin di barisan depan Tim Beta, menyusup melalui gerbang belakang yang barusan hancur akibat ledakan bom milik salah satu kubu mafia. Suasana di dalam markas sudah seperti neraka jahanam. Mayat-mayat bergelimpangan di atas tanah yang basah oleh darah. Sisa-sisa anggota dari kedua organisasi tampak terengah-engah, saling berlindung di balik puing-puing bangunan dengan sisa amunisi yang sangat menipis. Bang! Bang! Dua orang mafia yang sedang sibuk mengisi ulang peluru mendadak ambruk sebelum mereka sempat menyadari apa yang terjadi. Glena menurunkan moncong senjatanya yang masih berasap, matanya menatap dingin ke arah depan. "Mereka bahkan tidak menyadari kedatangan kita," bisik Glena, bergerak cepat berlindung di balik pilar beton yang retak

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   122

    Empat jam berlalu dalam ketegangan yang sunyi. Pesawat militer taktis yang mereka tumpangi akhirnya mencapai batas zona penerbangan aman. Glena, Abraham, dan seluruh tim komando melakukan terjun payung taktis (HALO jump) di bawah kegelapan malam, menyusup ke pulau tanpa terdeteksi oleh radar musuh, senyap sepi tanpa suara Kini, Tim Beta yang dipimpin langsung oleh Abraham dan Glena sudah berhasil merayap naik melalui tebing barat yang curam. Mereka tiarap di balik semak-semak lebat di puncak bukit yang menghadap langsung ke arah markas besar mafia tersebut. Tiba-tiba, suara statis terdengar dari earpiece komunikasi di telinga Abraham. Itu adalah suara sersan pengintai dari Tim Alpha yang bergerak lebih dulu di garis depan. "Lapor, Komandan! Ada situasi tak terduga di dalam markas target. Anda harus melihat ini!" bisik suara di seberang sana dengan nada mendesak. Abraham mengernyitkan alis, menekan tombol komunikatornya. "Katakan, Sersan. Apa yang terjadi?" tanyanya penasaran

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   121

    Keesokan paginya, langit masih berwarna keabuan saat fajar belum sepenuhnya menyingsing. Di sebuah pangkalan udara militer rahasia, deru mesin jet terdengar membahana, memecah keheningan pagi. Sebuah pesawat angkut militer taktis berukuran besar terparkir di landasan pacu, siap lepas landas.Glena turun dari mobil hitam yang membawanya, mengenakan setelan taktis serba hitam yang pas di tubuhnya, lengkap dengan rompi antipeluru ringan dan sepatu lars. Rambutnya diikat kuda dengan rapi, menampilkan wajahnya yang tegas dan penuh fokus.Di dekat tangga pesawat, Abraham sudah berdiri menunggunya. Pria itu kini melepaskan jas mewahnya, berganti pakaian tempur lengkap dengan atribut komando yang membuatnya tampak berkali-kali lipat lebih gagah dan berwibawa."Tidurmu nyenyak, Nona?" tanya Abraham saat Glena berjalan mendekat."Cukup untuk membuatku tetap terjaga selama penerbangan," jawab Glena singkat, matanya beralih menatap puluhan prajurit elit yang sedang melakukan pengecekan senjata t

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   7

    "Benar... Aku harus pergi ke tempat kerja dulu! Aku harus pinjam uang pada Bos untuk servis HP! Aku harus tahu kemana perginya uang itu!" Anton bergegas menuju tempat kerjanya, berharap bosnya mau mengulurkan tangan membantunya. "Mama uangnya, Ma? Gimana dong nasibku nanti?" rengek Maya dengan n

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   6

    Sesampainya Anton di ATM, karena ponselnya rusak, ia harus mengambil uang tunai di rekeningnya, karena ia harus membeli ponsel baru Sisa kemarahan Anton masih ada di dadanya. Ia pun memasukkan kartinya di mesin ATM tersebut, saat ia ingin menarik uang 20 juta, tulisan di mesin itu "Saldo Anda tid

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   5

    Anton bertambah kesal, kepalanya pusing, malah tambah pusing, ia membanting ponselnya dengan kuat dan dengan tenaga penuh ke tembok membuat ponselnya menjadi pecah, casing ponselnya terlepas, layarnya berkedip-kedip dan akhirnya mati. Glena langsung tersenyum. "He he he he, seperti kesempatan da

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   4

    Dulu tanah itu di jual dengan harga 700 juta tanpa sepengetahuan Glena, dan uang itu habis untuk kebutuhan hidup, foya-foya dan mengirim uang untuk Mara. Harusnya jika gajinya di kirim, harusnya nambah, mana tadi ia sudah mengirim uang untuk Glena 5 juta, dan Mara 6 juta, dan uang sudah terkirim,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status