Share

3

Author: Less22
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-08 16:30:31

"Aman Nyonya," kata Bibi Resti mengeluarkan laptop itu dari tasnya. "Ini saya beli kualitas rendah saja dengan harga 4 jutaan Nyonya, dan CCTV mini 5 buah dengan harga 100 ribu," kata Bibi Resti.

"Tidak apa-apa, ini saja sudah cukup. Untuk CCTV kita akan memasangnya di rumah setelah mereka semua pergi," kata Glena.

"Baik Nyonya." angguk Bibi Resti.

"Bibi Resti buatkan aku makanan, aku merasa lapar," kata Glena tiba-tiba.

"Anda mau makan apa Nyonya?" tanya Bibi Resti dengan sopan, meskipun ia tahu jika Glena tidak ingin ia tahu sedang berbuat sesuatu.

"Apa saja, karena aku sangat lapar," kata Glena lagi.

"Baik Nyonya." Bi Resti pun pergi dari kamar Glena

Dengan meraba-raba, Glena membuka laptopnya, ia ingat jelas posisi tombol on off laptop, bahkan semuanya tentang laptop ia sangat ingat termasuk tata letak perangkat lunak, ini akan memudahkan ia mengakses laptopnya itu meskipun tanpa melihatnya.

Glena meretas wifi dan mulai jarinya mengetuk sesuatu di keyboardnya.

Hanya dari wifi, Glena berhasil meretas ponsel Anton, ponsel mertuanya dan semua ponsel yang terhubung dengan WiFi di rumah tersebut.

Glena mengaktifkan suara AI dari laptop tersebut sehingga tanpa melihat pun bisa mendengar dan mendeteksi sasarannya.

Dengan kecepatan tangannya, ia berhasil membobol ponsel Anton dan menanamkan virus di ponsel Anton, dari ponsel Anton, ia berhasil membobol semua nomor yang tersimpan di ponsel Anton, ini sangat mudah baginya, tapi yang ia butuhkan adalah nomor selingkuhan Anton, agar nanti jika Anton mengirim uang kepada selingkuhan, uang itu masuk ke ponsel selingkuhannya, tapi otomatis berpindah ke dompet digital yang akan ia buat tanpa meninggalka jejak.

Begitu juga dengan uang gaji Anton yang di kirim kepada mertua dan adik-adik, uang yang mereka kirim masuk ke akunnya, dengan begitu ia bisa mendapatkan uang untuk menyembuhkan mata dan kakinya yang lumpuh.

Setelah beberapa saat, Glena mengklik enter, dan sistem virus yang ia buat sedang proses menanamkan virus ke semua ponsel yang ia hack.

"Saatnya menikmati hasilnya," kata Glena tersenyum

"Mas, aku pengen beli tas model terbaru, semua teman-temanku punya, bisa nggak mau beliin aku tasnya," kata Mara dengan suara manja dari balik telpon.

"Tas apaan Sayang? Berapa harganya?" tanya Anton.

"3 Juta dong kok. Sekalian kamu kirim uang jajan ku dong, kan kamu belum kirimkan aku uang jajan," ingat Mara sambil tersenyum

"Baiklah, aku akan kirim uangnya. Setelah ini aku mau istirahat ya," kata Anton menyetujuinya.

"Oke sayang," jawab Mara dengan senyum semeringah.

Telpon pun di putuskan, dan Anton pun mengirim uang sebesar 6 juta ke rekening Mara.

Glena yang masih ada di depan laptop itu, ia mendapat notifikasi terbaru.

[Pengiriman uang sebesar 6 juta, ke rekening 135xxxxxxx06 berhasil]

"6 juta ya, hm... 6 juta juga lumayan, untuk operasi mata berkisar 35-100 juta. Aku harus mengumpulkan uang itu," kata Glena bertekad ingin sembuh.

Saat transaksi Anton berhasil mengirim ke rekening Mara, bukti pengiriman itu tetap ada, tapi uangnya bocor ke dompet digital Glena

"Hm... lumayan nih," kata Glena tersenyum tipis.

Tiba-tiba ada telpon dari produser Anton yang membuat Anton langsung duduk di sisi ranjangnya.

Teriring... teriring...

Teriring... teriring...

"Halo Pak produser," kata Anton dengan hati-hati.

"Anton, uang hasil proyek film kita sudah masuk, berhubungan film kita laris, aku akan transfer gaji mu dan bonus mu ya," kata produser Hilman yang membuat Anton merasa bahagia.

"Terima kasih pak produser, sekolah laris film kita selanjutnya," kata Anton dengan senyuman yang mengembang.

"Sayang sekali ya, istri mu sekarang sakit, jika tidak aku tidak perlu mencari model baru yang profesional seperti istri mu," kata Pak Hilman terdengar lesu.

"Pak Produser, bagaimana kalau Mara saja jadi model utama, aku yakin jika bakal laris," kata Anton menawarkan.

"Mara tidak leluasa, dia sudah lama menjadi model tapi masih kaku seperti orang yang baru masuk dunia model, kamu juga bantu carikan ya," kata Pak Hilman sebelum akhirnya menutup panggilannya.

"Iya pak Produser, akan saya carikan," kata Anton mengangguk dan ia pun menutup panggilannya.

Anton mengepal erat tangannya, tapi ia mencoba untuk tidak memikirkannya karena gajinya sudah masuk. Ia melihat pesan dari produsen bukti pengiriman gajinya masuk ke rekeningnya.

Anton tersenyum saat melihat bukti pengiriman uang tersebut, sebesar 32 juta untuk satu proyek film. “Wah, lumayan juga nih.”

Di dalam kamar, Glena kembali puas, 32 juta masuk lagi ke dalam dompet digitalnya.

[Selamat, Anda mendapatkan penambahan uang 32 juta ke dompet digitalnya Anda]

Suara AI notifikasi terdengar.

"Hm... segampang ini mendapatkan uang rupanya ya," kata Glena tersenyum terkekeh, ternyata buta dan lumpuh bukan halangan ia mendapat apa yang dia inginkan.

Glena menutup laptopnya lalu menyimpan di bawah tempat tidurnya buat jaga-jaga.

Anton baru saja berdiri tempat tidurnya, Tiba-tiba ia mendapat panggilan lagi. Saat di lihat itu adalah panggilan dari Mara.

"Halo, ada apa lagi sayang?" tanya Anton.

"Katanya mau ngirim, kok nggak ada masuk sih?" tanya Mara sedikit tidak senang, ia merasa di bohongi oleh Anton.

"Ya ampun, kan sudah aku kirim uangnya, dan bukti transfer juga ku kirim, masa nggak ada sih?" tanya Anton dengan suara yang sedikit berubah.

"Nggak ada masuk sepeserpun lho, buktinya aja yang masuk, uangnya nggak ada," kata Mara dengan kesal.

"Ya udah aku cek dulu, kata produser gaji ku juga udah di kirim tadi, aku cek sudah masuk apa belum," kata Anton yang langsung memutuskan panggilannya.

Ia pun melihat akun Mobilenya dan ia terkejut, karena di saldonya ada 200 juta, itu pun uang milik Glena saat jual tanah.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   126 TAMAT

    Sebelum melangkah keluar menuju udara malam yang bebas, Glena sempat menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya. Di dalam hatinya, sebuah beban berat yang selama ini menghimpit jiwanya perlahan-lahan runtuh. "Geana... permainan mereka sudah selesai. Kau bisa beristirahat dengan tenang sekarang," batinnya.Sementara itu, di dalam selnya, Amor masih terus memukul-mukul lantai dengan tangannya yang dirantai hingga berdarah. Ketakutan terbesar dalam hidupnya bukanlah kematian yang sudah di depan mata, melainkan kenyataan bahwa sosok yang paling ia takuti telah kembali dari liang kubur untuk menuntut balas.Malam itu, di bawah penjagaan ketat dinding-dinding batu, penyesalan datang terlambat, dan kegelapan total siap menjemput mereka yang telah lama menantang maut.Fajar belum sepenuhnya menyingsing, namun lapangan eksekusi yang terletak di pangkalan militer terisolasi itu sudah dipenuhi oleh atmosfer yang mencekam. Udara dingin membungkus area terbuka yang dikelilingi oleh tembok beton

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   125

    Setelah mengetahui kebenaran bahwa wanita di hadapannya adalah Geana yang bangkit dari kematian, seluruh sisa keberanian Amor menguap tanpa bekas. Syok berat menghantam kesadarannya seperti gada besi. Lututnya gemetar hebat, dan seluruh keangkuhannya sebagai ketua organisasi kriminal runtuh dalam sekejap.Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Amor merangkak di lantai sel yang kotor. Rantai di tangan dan kakinya berdenting hebat, bergesekan dengan semen dingin saat ia berusaha menjangkau ujung sepatu Glena."Geana... Geana, dengarkan aku!" ratap Amor, suaranya parau, berganti menjadi sebuah permohonan yang menyedihkan. "Aku mohon... aku tahu aku salah! Aku tahu aku bajingan! Tapi tolong, selamatkan aku kali ini saja!"Glena tidak bergerak satu inci pun. Ia hanya berdiri tegak, menatap pria yang dulu begitu berkuasa kini bersujud di bawah kakinya seperti anjing yang kelaparan. Tatapan matanya sekeras batu karang."Selamatkanmu?" tanya Glena, nadanya begitu datar hingga membuat bulu k

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   124

    Saat itu pula, Amor dan Tiger dibawa ke sebuah tempat tahanan bawah tanah yang pengap dan dijaga ketat.Dinding-dinding betonnya yang dingin seolah menjadi saksi bisu bahwa perjalanan mereka telah berakhir; mereka akan dieksekusi mati karena telah banyak melakukan kejahatan yang tak termaafkan.Namun, untuk mencegah mereka menyusun rencana pelarian terakhir, Amor dan Tiger dipisah. Masing-masing diberi ruangan isolasi tersendiri, terkunci di balik jeruji besi yang tebal.Glena berdiri di depan pintu besi ruang tahanan Amor. Langkah kakinya terdengar pelan namun tegas, memecah keheningan koridor. Di sampingnya, Abraham berdiri memastikan situasi tetap aman."Abraham, aku ingin berbicara dengan mereka sebentar," kata Glena, matanya menatap lurus ke dalam sel yang gelap."Baiklah, mau aku temani? Bajingan seperti dia bisa saja nekat di detik-detik terakhirnya," tanya Abraham, tangannya reflex menyentuh sarung pistol di pinggangnya.Glena menoleh sedikit, memberikan senyuman tipis yang me

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   123

    Dalam sekejap, puluhan prajurit elit bergerak turun dari perbukitan seperti bayangan. Mereka bergerak tak bersuara, memanfaatkan asap hitam yang membubung dari bangunan-bangunan yang terbakar sebagai kamuflase alami. Glena dan Abraham memimpin di barisan depan Tim Beta, menyusup melalui gerbang belakang yang barusan hancur akibat ledakan bom milik salah satu kubu mafia. Suasana di dalam markas sudah seperti neraka jahanam. Mayat-mayat bergelimpangan di atas tanah yang basah oleh darah. Sisa-sisa anggota dari kedua organisasi tampak terengah-engah, saling berlindung di balik puing-puing bangunan dengan sisa amunisi yang sangat menipis. Bang! Bang! Dua orang mafia yang sedang sibuk mengisi ulang peluru mendadak ambruk sebelum mereka sempat menyadari apa yang terjadi. Glena menurunkan moncong senjatanya yang masih berasap, matanya menatap dingin ke arah depan. "Mereka bahkan tidak menyadari kedatangan kita," bisik Glena, bergerak cepat berlindung di balik pilar beton yang retak

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   122

    Empat jam berlalu dalam ketegangan yang sunyi. Pesawat militer taktis yang mereka tumpangi akhirnya mencapai batas zona penerbangan aman. Glena, Abraham, dan seluruh tim komando melakukan terjun payung taktis (HALO jump) di bawah kegelapan malam, menyusup ke pulau tanpa terdeteksi oleh radar musuh, senyap sepi tanpa suara Kini, Tim Beta yang dipimpin langsung oleh Abraham dan Glena sudah berhasil merayap naik melalui tebing barat yang curam. Mereka tiarap di balik semak-semak lebat di puncak bukit yang menghadap langsung ke arah markas besar mafia tersebut. Tiba-tiba, suara statis terdengar dari earpiece komunikasi di telinga Abraham. Itu adalah suara sersan pengintai dari Tim Alpha yang bergerak lebih dulu di garis depan. "Lapor, Komandan! Ada situasi tak terduga di dalam markas target. Anda harus melihat ini!" bisik suara di seberang sana dengan nada mendesak. Abraham mengernyitkan alis, menekan tombol komunikatornya. "Katakan, Sersan. Apa yang terjadi?" tanyanya penasaran

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   121

    Keesokan paginya, langit masih berwarna keabuan saat fajar belum sepenuhnya menyingsing. Di sebuah pangkalan udara militer rahasia, deru mesin jet terdengar membahana, memecah keheningan pagi. Sebuah pesawat angkut militer taktis berukuran besar terparkir di landasan pacu, siap lepas landas.Glena turun dari mobil hitam yang membawanya, mengenakan setelan taktis serba hitam yang pas di tubuhnya, lengkap dengan rompi antipeluru ringan dan sepatu lars. Rambutnya diikat kuda dengan rapi, menampilkan wajahnya yang tegas dan penuh fokus.Di dekat tangga pesawat, Abraham sudah berdiri menunggunya. Pria itu kini melepaskan jas mewahnya, berganti pakaian tempur lengkap dengan atribut komando yang membuatnya tampak berkali-kali lipat lebih gagah dan berwibawa."Tidurmu nyenyak, Nona?" tanya Abraham saat Glena berjalan mendekat."Cukup untuk membuatku tetap terjaga selama penerbangan," jawab Glena singkat, matanya beralih menatap puluhan prajurit elit yang sedang melakukan pengecekan senjata t

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   5

    Anton bertambah kesal, kepalanya pusing, malah tambah pusing, ia membanting ponselnya dengan kuat dan dengan tenaga penuh ke tembok membuat ponselnya menjadi pecah, casing ponselnya terlepas, layarnya berkedip-kedip dan akhirnya mati. Glena langsung tersenyum. "He he he he, seperti kesempatan da

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   2

    "Bibi, apa kau tahu kapan semua orang di rumah ini pergi?" tanya Glena. "Mereka biasanya pergi saat wekeend, biasanya mereka jalan-jalan ke mall," jawab Bi Resti. "Bagus, di saat itu tolong bantu aku Bibi," kata Glena dengan sungguh-sungguh. "Bantu aku mendapatkan apa yang menjadi hakku!" ******

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   1

    "Hey bangun! Kalau kau tidak mati cepat bangun!" hardik seorang wanita yang terdengar asing di telinganya. Wanita itu menendang-nendang pinggangnya sedikit kuat membuat ia sadar, tapi matanya masih tertutup rapat. Tapi tangannya refleks, ia mengenggam kaki Wanita itu dengan kuat dan menariknya hi

  • Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh   4

    Dulu tanah itu di jual dengan harga 700 juta tanpa sepengetahuan Glena, dan uang itu habis untuk kebutuhan hidup, foya-foya dan mengirim uang untuk Mara. Harusnya jika gajinya di kirim, harusnya nambah, mana tadi ia sudah mengirim uang untuk Glena 5 juta, dan Mara 6 juta, dan uang sudah terkirim,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status