Share

BAB 2

Author: Iin Dwi Z
last update publish date: 2026-10-27 23:32:06

Karena rasa penasaran, aku langsung mendorong pintu itu. Seketika aku menjatuhkan kue yang kubawa—kue yang kubuat sendiri dengan penuh cinta.

Dadaku terasa sesak. Tubuhku seketika bergetar saat melihat David.

Iya, suamiku yang begitu aku cintai. Suamiku yang menjadi pusat duniaku. Suamiku yang selama ini kupikir setia.

Dia sedang bertelanjang tanpa menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya. Dan di atas meja, ada seorang perempuan yang juga sedang bertelanjang dada dengan kaki terbuka lebar. Rok yang masih ada di sekitar perutnya. 

Melihat itu, rasa mual langsung menyerangku. Bagaimana bisa David dengan kesadaran penuh melakukan hubungan seks dengan perempuan lain? Dan itu dilakukan di kantor.

“David, dia tahu...”

Aku menatap tak percaya saat menyadari siapa perempuan itu. Lidia. Perempuan yang menjadi orang kepercayaanku, sahabatku, orang yang kubantu masuk ke perusahaan hingga menjadi sekretaris David.

Aku masih bergeming, menatap mereka dengan tatapan jijik. Berharap David akan meminta maaf, memohon ampun atas kesalahannya.

Namun, kalimat yang keluar dari mulutnya justru membuatku semakin tidak percaya.

“Biarkan saja dia tahu. Aku juga akan menceraikannya cepat atau lambat,” katanya. Lalu dengan tenang, memasang celana yang tadi melorot di bawah kakinya , kemudian ia mengambil pakaiannya dan mengenakannya tanpa rasa gugup sama sekali.

Aku melangkah pelan dengan kaki yang gemetar. “Maksud kamu apa, David? Dan kamu, Lidia... kenapa kamu tega melakukan ini? Kamu tahukan, aku sangat mencintainya? Kamu tahu dia suamiku, tapi kamu—”

Aku tidak sanggup melanjutkan kata-kataku. Dadaku terasa sesak hingga rasanya pasokan oksigen habis. Aku merasa ruangan ini menyempit. Seperti menghimpit tubuhku, membuatku tidak bisa berpikir dengan jernih. 

Apalagi saat David malah menarik pinggang Lidia, seakan menunjukkan bahwa apa yang dilakukannya bukanlah kesalahan besar.

“Kamu sudah tahu, kan? Jadi sekarang aku tidak perlu bersembunyi lagi.”

“David, apa-apaan ini?”

“Amora, aku tidak pernah mencintaimu. Aku menikahimu hanya demi hartamu. Dan sekarang, semuanya sudah menjadi milikku.”

Aku menggeleng pelan, masih berharap kalimat yang diucapkan David tidak benar.

Bagaimana bisa seperti ini? Kami sudah menikah selama lima tahun, dan selama ini dia selalu menunjukkan cintanya. Bagaimana bisa dia bicara seperti itu sekarang? Bagaimana bisa secepat itu dia berubah? 

“David, kamu bohong, kan? Kamu sengaja bicara seperti ini karena mau memberiku kejutan, kan? Aku tidak marah. Aku anggap kamu dan dia sedang mabuk saja, asalkan jangan bicara seperti ini,” kataku pelan.

“Dasar bodoh! Kamu masih saja bodoh, Amora!”

Tatapanku beralih pada Lidia. Bibirnya mengukir senyum sinis, seakan dia merasa telah menang dengan apa yang sudah dicapai.

“Tutup mulutmu, Lidia! Aku akan membuatmu hancur karena sudah merusak rumah tanggaku!”

Bukannya takut, Lidia justru tertawa sinis. Dengan pakaian yang masih berantakan, dia melangkah angkuh mendekatiku.

“Kamu yang bodoh, Amora. David sudah mengatakan yang sebenarnya, tapi kamu masih saja bodoh. Asal kamu tahu, aku dan David sudah menjalin hubungan sebelum kalian menikah. Kami memang merencanakan semua ini untuk mengambil hartamu dan menghancurkanmu!”

Aku mengepalkan tangan dengan kuat mendengar itu. Dengan tinju terkepal, aku langsung meninju rahang Lidia hingga tubuhnya terpental ke belakang dan menjerit kesakitan.

“Wanita jalang sialan! Apa yang kamu lakukan?!” bentak Lidia.

“Jalang? Harusnya aku yang bicara seperti itu! Kamu itu wanita jalang sialan! Aku akan membunuh kalian berdua! Aku tidak akan membiarkan kalian hidup! Kalian harus mati di tanganku sendiri karena telah membohongiku!”

“Sebelum kamu melakukan itu, kami yang akan membunuhmu duluan, Amora!” sela David.

“Itu tidak akan mungkin terjadi! Aku bisa membunuh kalian berdua!” kataku tegas, sama sekali tidak takut dengan ancaman David.

Bukannya takut, David justru tertawa terbahak-bahak, lalu melangkah perlahan ke arahku.

“Bagaimana kamu akan membunuh kami? Kamu hanya sendiri dan tidak ada siapa-siapa di kantor ini, Amora. Kamu yang akan mati, dan aku yang akan menjadi pemilik tunggal kekayaanmu.”

Rahangku mengeras. Aku lebih dulu maju. Meskipun aku seorang wanita, aku tidak takut. Aku bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri.

Namun, David justru mencengkeram dan mencekik leherku dengan kuat. Tenggorokanku terasa sesak, mataku memerah karena kehabisan napas.

“Kamu banyak tingkah, Amora. Jadi maaf kalau aku harus melakukan ini.”

“Le... lepaskan, David...” kataku dengan terbatah, tanganku berusaha melepaskan tangannya, tapi dia semakin kuat mencengkram di leherku. 

“Tidak akan, karena kamu harus mati, Amora!”

Dengan sisa tenaga yang kumiliki, aku mengangkat kaki lalu menendang selangkangan David. Seketika ia menjerit kesakitan dan langsung melepaskan tangannya dari leherku.

“Aaah... jalang sialan!”

Aku harus keluar dari ruangan ini. Aku harus menemui pengacaraku dan mengambil kembali semua milikku.

Namun, Lidia menahan dan menarik tanganku.

“Mau ke mana? Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari sini dalam keadaan selamat!” katanya.

“Lepaskan tanganku, Lidia!” bentakku sambil berusaha menghentakkan tangannya.

Tiba-tiba, sebuah benda keras menghantam kepalaku dengan hebat. Aku merasakan cairan hangat mengalir di keningku.

Namun, aku berusaha untuk tetap bertahan. Aku tidak boleh mati. Aku tidak akan membiarkan mereka hidup bahagia.

“Kamu pikir kamu bisa membunuhku, David? Tidak semudah itu. Aku tidak akan mati hanya karena kamu memukulku dengan botol!”

“Baik kalau begitu... bagaimana kalau tubuhmu jatuh melayang dari lantai ini? Apakah kamu masih tidak akan mati, Amora?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terlahir Kembali Menjadi Gadis Gemuk    Bab 15

    Aku memejamkan mata di dalam bak mandi, merasakan air hangat yang membasahi kulitku. Aku berpikir sejenak, bagaimana caranya agar tidak terlibat dengan Alvaro.Dan yang paling penting adalah mengungkap semua kejahatan Mira dan Elena selama ini. Bukti yang berupa vitamin penambah nafsu makan saja belum cukup, mengingat Bella mengatakan kalau selama ini Mira pandai memutar balikkan fakta.Atau aku berpura-pura bodoh lagi? Atau aku berpura-pura menjadi Bella yang dulu untuk mencari petunjuk?Aku menghembuskan napas pelan. Ternyata apa yang kubayangkan tidak semudah ini.Lalu, bayangan orang tuaku semasa hidup berputar di kepalaku. Di mana aku yang selalu diajari bagaimana bisa bertahan hidup, bagaimana caranya aku harus bisa berjuang sendiri kalau mereka pergi.Orang tuaku seakan tahu kalau hidup mereka tidak lama. Jadi sejak kecil aku selalu diajarkan mandiri, selalu diajarkan bagaimana caranya berdiri di kakiku sendiri.Tapi semua berubah saat aku mengenal David.Dadaku terasa sesak sa

  • Terlahir Kembali Menjadi Gadis Gemuk    Bab 14

    Aku tentu kaget mendengar ucapan Alvaro. Bukannya dia sangat membenci Bella? Bukannya dia punya perempuan yang dicintai? Tapi kenapa dia malah setuju dengan perjodohan ini?Apakah ada sesuatu yang sedang direncanakan? Ah, aku merasa rencanaku untuk membalas dendam pada David dan Lidia semakin sulit. Bahkan sampai sekarang aku belum tahu bagaimana kabar mereka. Lalu, bagaimana mereka menjawab pertanyaan para wartawan soal kematianku? Apakah mereka menyembunyikan mayatku?“Varo, kenapa kamu mau menikah dengan Bella? Bukannya kamu sangat membencinya? Bukannya kamu tidak suka dengan perempuan gendut dan bodoh? Tapi kenapa kamu mau menikahinya?” tanya Elena yang juga ikut terkejut.Alvaro sama sekali tidak memedulikan Elena, bahkan seakan tidak mendengar apa yang dikatakannya.Pria itu melangkah maju dan langsung menarik tanganku.“Apa-apaan, sih?! Kamu tidak lihat aku sedang makan?” bentakku karena tidak suka dengan cara Alvaro.“Makan terus saja yang ada di otakmu! Aku mau bicara serius

  • Terlahir Kembali Menjadi Gadis Gemuk    Bab 13

    Aku tersenyum sinis saat pelayan itu memegang gelas dengan tangan gemetar. Aku yang menatapnya dengan tatapan tajam membuatnya terpaksa langsung menyodorkan jus itu ke dalam mulutnya.“Ayo minum, sekarang juga!” bentakku.“I-iya, Nyonya... Saya... saya minum ini, kok,” jawabnya gugup.“Bella, apa-apaan ini?!”Aku seketika menoleh saat mendengar suara Mira. Wajahnya terlihat panik dengan apa yang dilihatnya. Minuman yang harusnya untukku, sekarang justru hampir diminum oleh pelayan.“Ini bukannya kamu yang meminta jus tanpa gula? Terus kenapa sekarang kamu tidak mau? Ini sudah sesuai dengan apa yang kamu inginkan, Bella!” katanya lagi.“Tapi aku sekarang tidak mau. Jadi daripada terbuang sia-sia, mending dia yang minum. Atau... Ibu Mira mau meminumnya?” tantangku langsung.Wajah Mira terlihat sangat pucat, menunjukkan bahwa di dalam jus itu memang sudah diberi sesuatu.“Kenapa diam? Ayo minum, dan habiskan!” kataku memberi instruksi, yang jelas saja langsung membuat pelayan itu meminum

  • Terlahir Kembali Menjadi Gadis Gemuk    Bab 12

    Pagi itu aku berniat untuk berolahraga. Dari dulu aku suka sekali dengan olahraga fisik, mulai dari berlatih tinju sampai menggunakan alat-alat gym di rumah.Tapi sekarang aku tidak bisa melakukan itu. Jantung di tubuh Bella terlalu lemah. Jadi, aku harus melakukan olahraga yang ringan dulu.Seperti jalan pagi... Ya, karena hanya itu olahraga yang paling dianjurkan dokter untukku sekarang.Beruntung Bella mempunyai baju olahraga. Yah, meskipun warnanya masih pink, tapi kali ini bukan pink yang mencolok, masih ada warna putih di celana dan bajunya.Aku melangkah dengan perasaan riang, dan aku juga ingin melihat-lihat rumah Bella ini, siapa tahu aku dapat petunjuk.“Nyonya Bella mau ke mana?” tanya pelayan yang waktu itu mengantar makanan ke kamarku.Bukannya menjawab, aku malah balik bertanya namanya dengan berpura-pura lupa agar pelayan itu tidak menyadari kalau aku bukanlah Bella. “Kamu... kamu...” kataku sambil sedikit memegang kepala, berpura-pura pusing.“Saya Stefi, Nyonya. Kenap

  • Terlahir Kembali Menjadi Gadis Gemuk    Bab 11

    “Elena, sudah. Jangan seperti itu dengan saudaramu,” sela Mira. Wajahnya berubah lembut kembali. “Bella, maafkan Ibu kalau kamu masih marah dengan makanan yang Ibu berikan. Mulai sekarang Ibu akan suruh koki memasak makanan sehat untuk kamu. Dan soal ponsel, bukannya ini sudah dibicarakan, dulu? Kalau kamu main ponsel suka tidak ingat waktu, jadi Ayah memang tidak memberimu ponsel, Bella. Apa kamu melupakan itu?”Aku menghembuskan napas kasar. Kalau saja aku tidak ingat dengan tujuanku, mungkin aku sudah pergi dari tubuh Bella. Bagaimana bisa di zaman modern ini tidak dipegangi ponsel? Meskipun tubuh Bella gendut, di usianya sekarang pasti suka bermain ponsel, bermain media soal? Tapi ini apa? Benar-benar gila! Lama-lama aku yang bisa gila kalau satu rumah dengan mereka.“Aku sudah besar, aku jelas bisa mengatur waktuku sekarang. Aku minta besok harus ada ponsel sendiri untukku!”“Bella, kamu ini seperti seorang putri saja, semua minta langsung!” sela Elena.“Iya, aku memang putri di

  • Terlahir Kembali Menjadi Gadis Gemuk    Bab 10

    Suasana seketika hening. Bukan hanya para pelayan yang ikut diam mendengar perkataanku, tapi juga Mira dan Elena.Apa yang salah dengan perkataanku? Bukankah apa yang kukatakan itu benar? Makanan yang Mira sediakan untuk tubuh Bella ini salah, dan itu bisa memicu tubuh Bella menjadi semakin obesitas, serangan jantung dan tentu semakin mudah untuk Bella meninggal.“Oh, Bella... maafkan Ibu kalau begitu. Maaf...”Aku tidak menyahut. Aku hanya menatapnya dengan tatapan datar, lalu beralih menatap sekeliling sampai mataku tertuju pada beberapa buah yang tak jauh di area dapur.Dulu dengan tubuhku sendiri, aku sudah cukup hanya dengan makan satu buah apel saja. Semoga kali ini aku juga bisa.“Bella, kamu mau apa?” tanya Mira langsung.“Makan apel. Kenapa? Tidak boleh aku makan buah di rumahku sendiri?”“Bella! Kenapa kamu sekarang tidak sopan sekali dengan Ibu?! Kamu sudah dibesarkan oleh Ibu, Ibu selalu menyayangimu! Harusnya kamu tidak menyakiti hatinya, kamu malah bicara seperti itu!” p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status