Share

Bab 475

Author: Citra Lestari
Di depan orang lain, Arjuna tetap memasang ekspresi tenang dan dingin khasnya. Hanya saja, matanya terus menatap Eliska. Pikirannya juga sudah tidak fokus saat dia berkata pada Talita, "Hm, aku masih harus ke istana malam ini."

Talita terdiam sejenak. Ketika melihat kedatangan Eliska, senyumnya langsung merekah. Dia berkata, "Eli datang cepat sekali."

Mata Arjuna samar-samar berkilat senang.

"Ibunda," sapa Eliska sambil membungkuk hormat.

"Karena kamu sudah datang, bawalah Arjuna pergi bersamamu. Aku juga sudah lelah, ingin istirahat sebentar," ujar Talita sambil mengusap keningnya.

Arjuna bangkit, lalu berjalan menghampiri istrinya.

Eliska membungkuk sekali lagi pada Talita. Kemudian, dia merasakan tangan Arjuna yang panas menggandengnya.

"Kukira Putra Bangsawan baru akan kembali malam nanti," kata Eliska.

Namun, Eliska langsung mengerti. Kemungkinan Arjuna kembali terlebih dahulu ke kediaman, baru pergi lagi ke istana. Adapun alasan dia pulang sekarang, barangkali itu karena ....

"Pe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Astriawati.N. Ariwibowo
we want more author.. .........
goodnovel comment avatar
Nila Wati
sepertinya setelah ini kepala pelayan akan diganti wkwkwkwk berani beraninya melarang Eli
goodnovel comment avatar
Desti Sinta
ahhhhh....ga sabar niihhh...wkwkwkwk....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan   Bab 487

    Setelah mati nanti, Pradipta bahkan tidak tahu ke mana dia akan pergi. Mungkin dia hanya akan menjadi abu, lenyap dari dunia ini dan seiring waktu dilupakan semua orang.Eli tidak akan pernah tahu bahwa seseorang yang dianggapnya suami terburuk pernah berada di sisinya begitu lama. Mungkin memang lebih baik dia tidak tahu.Ketika Pradipta membuka matanya, tatapannya kembali jernih. Dia tidak bisa menunda lebih lama.Di sisi lain, Eliska sudah pergi ke aula utama untuk menemui Hendra."Putri Bangsawan," sapa Hendra sambil berdiri. Mereka pernah bertemu satu kali di Provinsi Ergos, dia masih sedikit mengingat Eliska.Eliska bertanya sambil tersenyum, "Kudengar Tuan Hendra adalah orang Provinsi Ergos. Apa Tuan sudah menikah?""Belum," jawab Hendra."Tuan Hendra yang tampan pasti disukai banyak gadis. Kenapa belum menikah hingga sekarang?" tanya Eliska ingin tahu.Hendra terdiam sejenak sebelum menyahut, "Ada seseorang yang kucintai, tapi dia sudah meninggal. Aku belum bisa melupakannya."

  • Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan   Bab 486

    Namun, Eliska segera memikirkan rintangan dari rencananya. Membuat Harini "mati" di bawah mata Zuhair bukanlah hal yang mudah.Selain itu, Eliska pun tidak leluasa menemui Harini. Area di sekitar kedai teh pasti sudah diawasi mata-mata Zuhair. Dia tidak mungkin pergi menemuinya secara pribadi sekarang.Eliska lalu memikirkan Hendra.Hendra cukup dekat dengan Yanuar dan pasti akan menjadi anak buahnya di masa depan. Namun, untuk saat ini dia belum memiliki fondasi kuat di istana. Dia seharusnya belum memahami liku-liku politik di dalamnya.Jika Hendra tahu Harini berada di ibu kota, dia pasti akan pergi menemuinya. Alangkah bagusnya jika Eliska bisa menitipkan pesan pada Harini lewat pemuda itu. Dengan begitu, pesannya akan sampai ke kedai teh tanpa diketahui siapa pun.Eliska sedang larut dalam pikirannya ketika Pradipta tiba-tiba berkata, "Nona Eliska, aku pamit sekarang."Ketika Eliska mendongak, matanya bertemu tatapan Pradipta yang seolah-olah menembus dirinya. Dia tampaknya sedang

  • Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan   Bab 485

    Zuhair memang sangat tajam. Entah sejak kapan dia mulai mencurigai Yervan.Jika hasil penyelidikan Yervan menjatuhkan kesalahan pada Yanuar, ambisi dan niatnya pun akan terekspos jelas. Alhasil, Zuhair yang memihak Yanuar pasti akan mematahkan sayap Yervan.Saat ini Kediaman Raja Kawiswara tidak bisa bertindak gegabah. Tindakan Zuhair secara sengaja maupun tidak sengaja membocorkan rahasia pada Arjuna adalah taktik yang sudah diperhitungkan dengan baik."Pangeran Yervan adalah orang yang sangat berhati-hati. Sekarang kita hanya bisa berjalan selangkah demi selangkah, nggak perlu terlalu khawatir," kata Arjuna.Eliska mengangguk.Saat itu, Nindia masuk sambil membawa kue-kue hangat. Dia berucap sambil tersenyum, "Kak Arjuna, Kakak Ipar, aku membawakan kalian kue.""Apa ada tamu di kediaman?" tanya Eliska. Kue-kue ini jelas dibuat untuk menjamu tamu. Jika tamunya bukan tetua, dia tidak perlu pergi menyambut mereka."Peraih juara pertama di ujian istana datang berkunjung," sahut Nindia.E

  • Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan   Bab 484

    "Kak Taraka, jangan memfitnahku!" geram Yanuar."Yanuar, buktinya di depan mata, bagaimana ini bisa disebut fitnah?" Taraka tentu saja puas karena bisa menekan Yanuar. Dia melanjutkan, "Bagaimana mungkin aku mengabaikan bukti dan hanya mendengar pembelaanmu? Siapa yang bisa jamin kamu nggak hanya mencari-cari alasan?""Kamu ...." Yanuar hendak menanyai Taraka balik dengan dingin. Namun, Zuhair tiba-tiba menoleh dan bertanya pada Yervan, "Bagaimana menurutmu?"Zuhair menatap Yervan, seolah-olah sangat memercayai putra yang tampaknya acuh tak acuh pada apa pun ini.Yervan balas menatap Kaisar, tetapi hanya diam untuk waktu yang lama. Tangan kanannya mengelus tongkat dengan pelan. Tongkat baru yang samar-samar menguarkan aroma cendana ini adalah pemberian Harini.Harini mengkhawatirkan Yervan yang selalu sulit tidur setiap hari. Cendana berkhasiat menenangkan pikiran, jadi dia memberinya tongkat cendana itu.Yervan merasakan ada sesuatu yang ganjal hari ini."Yervan, bagaimana?" desak Zuh

  • Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan   Bab 483

    Jika penyelidikan mengungkapkan sesuatu dari kasus Bagas, Yanuar tidak akan pernah bisa membersihkan reputasinya sekalipun dia mati. Selain itu, Taraka juga tidak mungkin melepas kesempatan bagus untuk menjatuhkannya.Malam itu, Yanuar diam-diam menemui Zuhair, lalu menceritakan secara rinci segala sesuatu yang menyangkut kematian Buala."Bedebah!" maki Zuhair sambil menampar Yanuar. Matanya memelotot marah. "Kamu berani menyimpan niat seperti ini pada putri Kediaman Adipati! Kamu bahkan ketahuan oleh Arjuna. Kalau Kediaman Raja nggak memihakmu, kamu pikir bisa lolos dari bencana ini?"Yanuar berlutut diam, tidak berani bergerak. Katanya, "Aku mengaku salah.""Katakan, apa salahmu," perintah Zuhair."Aku mengincar sesuatu yang nggak seharusnya kuincar sebelum sayapku tumbuh sempurna. Sekalipun aku menginginkan Nona Eliska, sekarang bukan waktu yang tepat. Aku terlalu nggak sabar," kata Yanuar.Zuhair melirik putranya. Tipu daya adalah bagian tak terpisahkan dari konflik internal istana

  • Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan   Bab 482

    Zuhair bukan hanya sekali menyinggung tentang urusan pengangkatan putra mahkota di depan orang Kediaman Raja Kawiswara.Kediaman Raja Kawiswara mendukung Yanuar. Meski mereka tidak sepenuhnya loyal, selama dia menjadi putra mahkota, takdir mereka akan terikat. Kediaman Raja akan sepenuhnya memihak Yanuar. Lagi pula, posisi putra mahkota hanya selangkah lagi dari takhta.Mendukung orang lain akan memicu kecurigaan adanya kudeta. Kediaman Raja tidak mungkin mengambil risiko seperti itu. Selama mereka menggunakan kekuasaan militer di tangan mereka untuk melindungi Yanuar, itu akan dianggap jasa besar di mata Kaisar. Ini jauh lebih mudah daripada menanggung tuduhan berkhianat.Raja Kawiswara maupun Arjuna tidak akan mungkin mempertaruhkan masa depan Kediaman Raja."Campur tangan Kediaman Raja masih dibutuhkan dalam pengangkatan putra mahkota," ujar Zuhair.Arjuna menyahut tanpa mengubah ekspresinya, "Yang Mulia nggak perlu khawatir.""Taraka bukan satu-satunya yang harus diwaspadai," kata

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status