Suami untuk Sang Putri

Suami untuk Sang Putri

last updateLast Updated : 2025-08-29
By:  Serpihan SaljuUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
9Chapters
13views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Tiada seorang pun yang menginginkan menjadi hadiah dalam sebuah sayembara. Namun, untuk melindungi kerajaan dari berbagai ancaman, Kaisar Chu Qi harus membuat pilihan yang menyakitkan bagi putri bungsunya, Chu Rong Xi. Seperti wanita pada umumnya, Putri Chu Rong Xi mendambakan kasih sayang sejati dan kehidupan bahagia bersama pria yang dicintainya, seseorang yang telah lama bersemayam di hatinya. Mampukah Putri Chu Rong Xi mengubah takdirnya yang hanya dijadikan sebagai alat politik demi negaranya?

View More

Chapter 1

01. Menculik Chu Rong Xi

Malam ini, Taman Fajar Merekah sungguh indah dalam hujan cahaya bulan. Setiap embun yang bergelayut pada kelopak bunga tampak berkilauan diterpa sinar lunar nan lembut, menciptakan pemandangan yang bahkan mampu membuat para pendekar ulung terpana dalam kekaguman.

Sang putri, terbungkus dalam balutan sutra tebal yang berkilauan bagai sisik naga, menatap hamparan bunga yang seolah menari dalam irama semilir angin malam. Bulan yang telah melewati masa purnama menggantung dengan anggun di langit kelam, ditemani oleh ribuan bintang yang berkelap-kelip bagaikan berlian yang bertaburan di atas kain beludru hitam.

Namun, keindahan panorama yang memukau ini tak mampu menghadirkan secuil senyuman pun di wajah sang putri yang tengah larut dalam kerinduan mendalam.

Kesunyian malam yang sakral itu akhirnya dipecahkan oleh alunan melodi yang mengalir dari seruling bambu kecil dalam genggaman sang putri. Instrumen sederhana namun penuh makna itu adalah pemberian dari seseorang yang telah mengukir namanya dalam-dalam di sanubari sang putri bertahun-tahun silam.

Sosok pemuda yang misterius itu, meskipun mereka tak pernah saling mengetahui rupa wajah masing-masing, tetapi pertemuan itu telah meninggalkan jejak yang begitu mendalam hingga tak mampu terhapus oleh berlalunya waktu.

"Dia ... masihkah mengingatku?" bisik sang putri dengan suara lirih sambil membelai permukaan seruling bambu hitam yang berkilauan di bawah sinar bulan.

Empat tahun yang telah berlalu terasa bagai sebuah mimpi panjang yang tak kunjung berakhir.

Ketika itu, Putri Chu Rong Xi masih berusia tujuh belas tahun, masih memiliki mata yang berbinar dengan keceriaan masa muda. Ia baru saja menyelesaikan perjalanan spiritual ke Kekaisaran Han, tanah kelahiran Permaisuri Han Jingshi, ibunda tercinta yang telah menurunkan darah mulia dalam nadinya.

Namun, dalam perjalanan pulang yang seharusnya penuh kebahagiaan, takdir memainkan permainan yang kejam.

Sekelompok bayangan hitam yang bergerak dengan kecepatan kilat tiba-tiba muncul dari kegelapan, bagaikan hantu-hantu malam yang haus akan darah. Mereka berhasil menyergap rombongan sang putri dengan strategi yang telah direncanakan dengan sempurna, dan dalam sekejap mata, Putri Chu Rong Xi telah berada dalam cengkeraman para penjahat yang tidak dikenal.

"Tolooooong!"

"Tolooooong!" Suara putus asa yang bergema di antara pepohonan hutan belantara berhasil menembus keheningan siang yang mendamaikan.

"Siapa pun yang mendengar, tolong aku!" teriak seorang gadis bercadar berpakaian putri kerajaan, panik.

Teriakan itu mencapai telinga seorang pemuda tampan yang tengah menikmati tidur siangnya di atas dahan pohon raksasa, tempat ia biasa beristirahat untuk menyeimbangkan aliran qi dalam tubuhnya atau sekadar bermalas-malasan.

Sepasang penglihatan dengan bola mata legam bak giok hitam itu terbuka perlahan, menampakkan sorot yang tajam dan menurut sang putri, mata itu memiliki pesona yang tak tertandingi, seolah mampu menembus hingga kedalaman jiwa siapa pun yang menatapnya.

"Siapa lagi orang yang begitu lancang mengganggu tidur siangku?" gumam pemuda itu. Ia dengan malas sedikit bergeser untuk memperbaiki posisi berbaring. Dahan pohon yang kokoh menjadi tempat istirahat yang sempurna, jauh dari hiruk-pikuk di bawahnya.

"Tolong aku!" Teriakan yang semakin mendesak, diiringi dengan suara derap kaki kuda yang berpacu kencang, menciptakan keributan yang tak bisa diabaikan oleh telinga yang telah terlatih menangkap suara sekecil apa pun.

"Berisik sekali gadis itu! Pasti dia hanya takut binatang hutan saja!" gerutu si pemuda dengan nada kesal.

Namun, telinganya tiba-tiba mendengar suara lain yang mencurigakan.

"Tunggu!" Pemuda itu memasang pendengarannya baik-baik. "Mengapa seperti ada derap kaki kuda yang dipacu dengan kecepatan penuh?"

Naluri seorang pendekar yang telah terasah selama bertahun-tahun membuat pemuda itu bangkit dengan gerakan yang anggun bagaikan elang yang siap terbang.

Ia melompat dengan ringan dari dahan ke dahan, memanfaatkan teknik qinggong yang telah dikuasainya dengan sempurna, hingga akhirnya dapat mengintip situasi dari balik rimbunan daun yang lebat.

Pemandangan yang tertangkap oleh matanya membuat darah dalam nadinya berdesir. Seorang gadis berpakaian mewah warna jingga muda dengan kain sifon berkualitas tinggi tengah meronta-ronta dengan putus asa di atas punggung kuda yang berlari kencang. Tangan dan kakinya terikat dengan tali yang kasar, dan wajahnya yang tertutup cadar merah muda menampakkan rasa takut yang luar biasa.

"Toloooong! Aku takut jatuh!" teriak keras gadis itu dengan suara yang bergetar karena ketakutan.

"Diam kau, anak sialan! Kami sudah bersusah payah sekali untuk mendapatkanmu! Hingga beberapa hari ini, kami tak bisa mencari hiburan lain hanya demi menangkapmu, Chu Rong Xi!" bentak salah seorang dari kawanan orang bercadar.

"Kalian! Cepat katakan siapa yang sudah menyuruh kalian untuk menculikku?" tanya Putri Chu Rong Xi sambil memberontak.

"Kalau Tuan Putri ingin tahu jawabannya." Pria bercadar yang paling kurus berkata dengan suara dingin. "Maka Tuan Putri akan segera mendapat jawabannya setelah Tuan Putri sampai di hadapan raja neraka!"

"Raja neraka?" gumam Putri Chu Rong Xi dengan bibir bergetar akibat takut.

'Mereka ... apakah mereka hendak membunuhku?' pikir Putri Chu Rong Xi dengan wajah pucat.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments

user avatar
Jimmy Chuu
Yeee buku baru genre wuxia historical. semangat. moga sukses
2025-08-29 10:02:35
1
user avatar
Serpihan Salju
Selamat datang di buku terbaru saya. Jika Anda berkenan, Anda semua bisa membaca buku-buku saya lainnya yang ada di platform ini. Jika Anda ingin mengetahui siapa latar belakang pemuda bertopeng yang dicintai oleh sang putri dalam cerita ini, Anda bisa membaca Legenda Pendekar Pedang Ganda.
2025-08-29 09:57:45
0
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status