Share

Bab 94

Penulis: Yuki Norin
“Sedang makan malam dengan teman,” jawab Nikita. Setelah terdiam sejenak, dia berkata pelan, “Dulu aku sempat masuk bekerja di Evergreen Biotech, tapi dipecat oleh Adler.”

Evelyn mengernyitkan keningnya. “Dengan latar belakang dan pendidikan sepertimu, apa perlu kamu dipilih-pilih orang? Lagi pula ada Darwis, kamu bisa bekerja di mana saja.”

“Aku ingin mengandalkan kemampuanku sendiri,” jawab Nikita dengan tenang, “Hanya saja, aku nggak menyangka Ibu akan bekerja sama dengan Evergreen Biotech. T
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 96

    "Kemarin, kamu sembarangan makan apa di luar?"Tatapan Dariel beralih ke arah lain. Dia langsung merapatkan bibirnya dan tidak mengatakan apa-apa.Semalam, Nirina datang menjenguknya dan membawakan banyak camilan serta minuman dingin yang biasanya dilarang keluarganya untuk dikonsumsi. Dia pun langsung menyantap cukup banyak dalam sekali waktu.Dariel tidak berani mengatakan hal tersebut karena takut dimarahi.Melihat sikapnya yang menghindar seperti itu, Nikita langsung tahu apa yang terjadi. Dia pun malas bertanya lebih jauh.Nikita berdiri sambil berujar, "Karena kamu sudah bangun, berarti kondisimu baik-baik saja. Kakakmu sebentar lagi akan datang. Aku pergi dulu."Dirinya dan Keluarga Susanto sudah tidak memiliki hubungan apa pun. Apalagi, dia tidak punya kewajiban untuk terus menjaga Dariel.Usai Nikita berkata demikian, pintu ruang rawat terbuka.Darwis dan Nirina masuk satu demi satu.Nirina segera berjalan cepat ke sisi ranjang dengan raut wajah penuh kekhawatiran. "Dariel, gi

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 95

    Belakangan ini, Nikita memfokuskan dirinya dalam penelitian obat-obatan.Dia memulai dari akar persoalan yang paling mendasar.Setiap harinya, Nikita memeluk laptopnya sambil berulang kali melakukan perhitungan. Jika tidak, dia akan berada di ruang rapat untuk berdiskusi dengan tim.Sepulang kerja, Nikita tetap menemani neneknya di ruang rawat. Hari-harinya terasa padat, tetapi juga terasa bermakna.Hingga pukul sembilan malam, dering ponsel yang tiba-tiba berbunyi memutus alur pikirannya.Dia menerima panggilan masuk dari ….Darwis.Sebenarnya Nikita sudah memblokir nomor ponsel pria itu, tetapi berhubung mereka masih belum bercerai, memang masih ada yang perlu dibicarakan lagi.Nikita tidak ingin mengangkatnya, tetapi Darwis sangat jarang berinisiatif untuk menghubunginya. Setiap kali menelepon pasti ada tujuannya.Nikita terdiam sesaat, baru mengangkatnya. Nada bicaranya terdengar datar. “Ada urusan?”“Dariel demam. Dia lagi di klinik sekolah. Kamu pergi jaga dia sebentar.” Langsung

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 94

    “Sedang makan malam dengan teman,” jawab Nikita. Setelah terdiam sejenak, dia berkata pelan, “Dulu aku sempat masuk bekerja di Evergreen Biotech, tapi dipecat oleh Adler.”Evelyn mengernyitkan keningnya. “Dengan latar belakang dan pendidikan sepertimu, apa perlu kamu dipilih-pilih orang? Lagi pula ada Darwis, kamu bisa bekerja di mana saja.”“Aku ingin mengandalkan kemampuanku sendiri,” jawab Nikita dengan tenang, “Hanya saja, aku nggak menyangka Ibu akan bekerja sama dengan Evergreen Biotech. Tadinya aku kira Pak Adler hanya akan selalu memihak Nikita ….”“Memihak dia?” Evelyn tersenyum dingin. “Apa dia bisa dibandingkan dengan kamu?”“Kalau bukan karena dia, kamu dan Darwis yang sudah bersama sejak kecil pasti sudah bersama. Mana mungkin dia dapat giliran menjadi Nyonya Susanto.”“Adikmu itu memang terlalu pencemburu. Aku sudah memperlakukannya seperti anak kandung, memberinya begitu banyak selama belasan, bahkan hampir dua puluh tahun, tapi dia tetap tidak bisa menerimamu. Justru ka

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 93

    Rasa mabuk perlahan mulai menyerang. Nikita bersandar di dekat jendela lorong untuk menghirup udara segar.Suasana di dalam ruang VIP begitu bising. Nikita benar-benar merasa sesak berada di sana, sehingga mencari alasan untuk keluar sejenak.Jamuan makan malam yang dihadiri Evergreen Biotech kali ini untuk membahas pengadaan peralatan laboratorium.Adler juga harus berusaha memperoleh arus kas yang cukup bagi perusahaan agar dapat mendukung penelitian berikutnya, apalagi peralatan laboratorium tersebut memang sangat dibutuhkan.Mereka tidak seperti lembaga pemerintah yang memiliki pendanaan stabil. Bagi mereka yang memilih merintis usaha sendiri, setiap pemasukan terasa sangat berharga.Angin malam berembus sepoi-sepoi dan langsung menyadarkan Nikita.Di sekitar sana, tiba-tiba terdengar suara tawa. Nikita spontan mengangkat pandangannya.Darwis dan yang lain sedang berjalan ke dalam restoran. Nirina bersandar di sisi Darwis, sementara Devina dan yang lain mengikuti dari belakang.“Ka

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 92

    Baru setelah kenyataan menamparnya dengan keras, akhirnya Nikita sadar bahwa sedalam apa pun cintanya, semuanya begitu murah hingga terasa menggelikan di hadapan sikap dingin seseorang.Tidak mencintai tetaplah tidak mencintai. Sebanyak apa pun ketulusan yang diberikan, tetap tidak akan ada gunanya.Sesaat sebelum jam pulang kerja, telepon internal dari meja resepsionis tersambung ke ruangannya.“Bu Nikita, ada seorang pria di bawah yang mengaku sebagai suamimu. Dia sedang menunggumu.”Jari tangan Nikita sedikit tertegun. Dia mengiakan dengan datar tanda dirinya telah mengerti, lalu mengambil tasnya untuk berjalan ke lantai bawah.Di sisi pintu masuk gedung, mobil Darwis terparkir di bawah cahaya lampu yang remang-remang.Nikita menghampiri, lalu mengetuk pelan kaca jendela mobil.Kaca jendela perlahan terbuka. Sorot mata pria itu tampak dingin dan tenang. “Masuk mobil.”“Kalau ada urusan, langsung saja.”“Soal ruang rawat nenekmu,” ucap Darwis datar tanpa nada emosi. “Aku sudah menyur

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 91

    Isi perjanjian perceraian yang disusun oleh Darwis sebenarnya cukup menguntungkan. Dia bersedia membagi rata harta di dalam negeri.Namun, itu juga berarti sebagian saham Evergreen Biotech yang menjadi bagian dari asetnya akan ikut terbagi.Berhubung Darwis terus menunda dan tidak mau membicarakan soal perceraian, Nikita tidak punya pilihan selain menempuh jalur hukum.….Keesokan harinya.Nikita menerima pesan singkat yang dikirim dari pengadilan. Permohonan gugatan yang diajukannya telah lolos proses pemeriksaan dan resmi diterima untuk disidangkan. Seluruh dokumen terkait sudah dikirim melalui layanan kurir.Berdasarkan perkiraan waktu pengiriman, Darwis akan menerima surat panggilan sidang perceraian tersebut pada hari ini.Saat menatap tulisan di atas layar, Nikita yang awalnya merasa gelisah sudah bisa mulai merasa tenang.….Setelah Darwis sadar dari mabuknya, kepalanya terasa sangat sakit.Saat turun dari tangga, dia spontan berkata, “Nikita, tuangkan susu.”Ketika Bibi Eva men

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status