Accueil / Romansa / Terlena! Tusukan Mas Juki / Bab 200 donor jantung

Partager

Bab 200 donor jantung

Auteur: Miss Luxy
last update Date de publication: 2026-09-16 17:31:06

Julian dan Tuan Andi sangat bingung dan begitu terpukul. Mereka harus segera mencari donor jantung dengan segera karena jika tidak maka nyawa Nyonya Ratih tidak akan bisa tertolong.

"Kita harus bagaimana, Jul? Di mana kita mencari pendonor jantung itu? Papa nggak tega llihat kondisi Mamamu seperti ini!" seru Tuan Andi sambil melihat istrinya yang terbaring lemah di tempat tidur.

Julian menghela napas berat. Ia sendiri juga bingung harus mencari donor di mana? Sedangkan untuk mendapatkan dono
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 233 apa yang kalian bicarakan

    Malam ini akhirnya Mama Nadine dan Papa Julian terbang Belanda untuk perjalanan bisnis. Selama kurang lebih dua sampai tiga bulan mereka akan tinggal di sana dan meninggalkan anak-anak bersama nenek mereka. "Mama dan Papa hati-hati, ya! Kita semua pasti merindukan kalian!" ucap Emma pada kedua orang tuanya sebelum take off. "Tentu saja, Sayang. Kami berdua juga pasti merindukan kalian. Baik-baik ya sama Oma. Jangan nakal, ingat!" jawab Mama Nadine sambil mencubit hidung si bungsu. "Emmm enggak lah, Ma. Mana ada kita nakal. Yang ada kakak tuh yang nakal," jawab Emma sambil menunuk ke arah Mario yang berdiri di samping Papa Julian. Pemuda itu cuma diam namun matanya seolah berkata akan memberikan hukuman pada Emma. Semuanya tertawa dan Mario tampak cuek dan tidak peduli. Di sisi lain Nyonya Ratih mendoakan pada anak dan menantunya agar bisnis mereka sukses dan kembali ke Indonesia dengan selamat. Lalu Mario juga mengucapkan selamat jalan pada kedua orang tuanya. Selama Mama Nadine

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 232 kami bisa menikah?

    Nyonya Ratih tidak puas dengan bertanya sekali. Wanita itu kembali menyelidik. Wanita itu selalu saja mencari-cari kesalahan Jasmine. "Oh, ya? Ngga biasanya kamu gini!" kata Nyonya Ratih yang langsung dipotong oleh Mario. "Udahlah Oma. Ngapain juga mempermasalahkan rambut Jasmine. Terserah dia mau keramas kek, mau digerai kek. Biarin saja lah. Rambut, rambut dia. Rambutku juga basah, aku juga keramas. Kenapa Oma nggak tanya aku kenapa keramas? Ya pasti aku jawabnya juga sama, karena rambutnya kotor. udah gitu aja simpel kan nggak usah tanya berlebihan deh!" sahut Mario panjang lebar memberikan penjelasan kepada sang Oma. "Mario! Oma cuma tanya apa salahnya?" sahut Nyonya Ratih. "Ya jelas salah dong, Oma. Oma nanyanya kayak Jasmine habis ngapain aja!" Mario selalu membela adiknya. Jasmine sendiri mulai khawatir. Ia melihat mata Nyonya Ratih mulai berkaca-kaca. Sepertinya wanita itu bersedih karena dimarahi oleh cucu kesayangannya. "Cukup, Kak! Jangan bikin Oma sedih deh! Aku nggak

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 231 hujan-hujanan

    Mario membulatkan matanya saat ia melihat sang Oma berdiri di hadapannya dengan tatapan menyelidik. Wanita itu memperhatikan penampilan Mario dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Oma! Oma belum tidur?" tanya Mario basa-basi. Ia berharap Nyonya Ratih tidak mencurigainya keluar dari kamar Jasmine. Perlahan, sambil menyilangkan kedua tangannya Nyonya Ratih berjalan mengitari tubuh Mario yang berkeringat. "Hmm! Oma tadi dari dapur ambil minum. Ah, itu nggak penting! Sekarang bilang kamu dari mana?" jawab Nyonya Ratih yang masih penasaran darimana cucu kesayangannya malam-malam begini dengan tubuh berkeringat dan hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang. "Ohhh! Tadi aku dari luar Oma. Hujan-hujan, iya hujan-hujan, seger huuuhhh!" jawab Mario seketika diirnya mendengar suara hujan yang masih deras. "Hujan-hujan! Mana ada malam-malam hujan-hujan. Jangan bohong kamu!" sahut Nyonya Ratih tak percaya. "Ya ampun bener, Oma! Mana mungkin aku bohong! Nih buktinya badanku basah, kan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 230 Kita tidak gila

    Mario tidak bisa menolak ciuaman itu. Mereka kembali menerjang gelombang cinta yang mulai berhagairah. Tubuh mereka kembali terhempas di atas ranjang sederhana itu. Malam itu, malam yang penuh gairah diiringi hujan deras di luar sana. Ada desahan manja di dalam kamar belakang. "Kenapa kamu menghentikanku, Jasmine? Kenapa?" desah Mario saat mereka kembali dalam satu pelukan. "Aku juga ngggak tahu, Kak. Aku nggak rela kamu menjauh meski sedetik. Aku juga sayang kamu lebih dari diri ini. Apa kita ini sudah gila?" jawab Jasmine dengan kedua matanya yang berkaca-kaca. Mario tersenyum, ia lega dengan pernyataan gadis itu. Artinya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. "Kita tidak gila. Tapi cinta ini yang membuat gila!" kata Mario disela-sela napasnya yang makin tak karuan. Kemesraan itu masih berlanjut. Jasmine tampak memejamkan matanya ketika tubuhnya makin memanas. Ada sesuatu yang menggesek tapi bukan gesekan biola. Namun menciptakan irama yang indah dan semakin menggairahkan. H

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 229 tolong hentikan

    Jasmine tahu itu. Ia bisa merasakannya sendiri. Tapi ia tak bisa menyudahinya apalagi ketika tangan Mario menyentuhnya. Bukan basah lagi tapi menjadi banjir."Tolong hentikan, Kak!" desah Jasmine dengan tubuhnya yang gemetaran."Hentikan? Tapi aku lihat kamu sangat menyukainya!" balas Mario yang makin gila membuat Jasmine terpedaya. "Aku mohon jangan teruskan! Ini tidak boleh. Kamu kakakku!" balas Jasmine sambil menahan tangan Mario yang terus bergerak tak beraturan. Biar pun rasanya begitu nikmat, namun ia tidak boleh terlena."Bukan! Aku bukan kakakmu. Tapi aku kekasihmu mungkin sebentar lagi aku akan menjadi suamimu!" Dengan lantang pemuda itu menjawabnya. "Enggak! Kakak bukan pacarku. Pacarku adalah Kak Yongki!" Jawaban Jasmine seketika membuat Mario geram, pemuda itu langsung mengubah posisi mereka. Ia merebahkan tubuh Jasmine di bawah kungkungannya yang tanpa celah dan membuat Jasmine susah bergerak."Ah! Aku mohon jangan lakukan itu, Kak! Aku memang menyayangimu tapi kita har

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 228 sangat basah

    Jasmine tampak gelisah. Ia tahu apa yang dilakukannya ini sangat beresiko. Sedikit kesalahan saja ia dan Mario bisa tersesat dalam jurang yang dalam. Ia harus berhati-hati agar tidak menyentuh bagian yang paling intim dari Mario. "Huh! Aku harus bisa. Kamu harus sadar, kak!" batin Jasmine sambil menatap wajah Mario yang terpejam. Kulit pemuda itu memang dingin sekali dan Jasmine harus bisa menghangatkannya. Meskipun ada sesuatu yang teramat ia tahan. Bagaimana tidak, Jasmine merasakan ada sesuatu yang mengeras di atas perut bawahnya. Mario memang kedinginan dan membutuhkan suhu yang hangat, begitu juga dengan pusat intinya yang membutuhkan kehangatan. "Ah! Gila sih ini, aku kok jadi takut!" batin Jasmine waspada. Ia khawatir akan terjadi sesuatu yang tak diinginkannya. Bennar-benar sangat rawan. Tubuh mereka saling menempel, Jasmine sedang mentransfer hangat tubuhnya pada Mario. Satu menit, dua menit, sampai lima menit berlalu. Entah apa yang ada dalam pikiran Jasmine. Gadis itu

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 6 Buruan pegangin

    Nadine memutar bola matanya mendengar ucapan Juki.“Nggak akan pernah! Membayangkannya saja aku udah ilfeel. Jadi jangan berpikir aku bakal ketagihan, dihh!” sahut Nadine dengan ketus.“Ya sudah terserah, Tante. Buruan pegangin! Lagipula saya juga belum tentu bisa tegang dielus-elus sama Tante. Say

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 5 Tante jadi ketagihan

    Sepertinya Juki harus memberikan pengertian kepada Nadine bahwa itu bukanlah ular. "Ohhh, ini bukan ular, Tante. Tapi ini yang bakal bikin Tante hamil. Kalau nggak ada ini, ya gimana saya bisa transfer benih ke rahim Tante, masa lewat sedotan?!" kata Juki dengan entengnya.Akhirnya Nadine baru men

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 4 bawa ular ke kamar

    Juki hampir saja keceplosan. Pemuda itu segera meralat jawabannya pada pelanggan setianya."Eh maaf, maksudnya saya sedang sibuk bikin sate di rumah Tante Nadine. Jadi, mohon dimaklumi. Besok saya udah jualan lagi kok!"Akhirnya pelanggan Juki mengerti. Pemuda itu hampir saja mengatakan sesuatu yan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 3 sibuk nusuk

    "Ba-baik, Tante!" jawab Juki. Nadine sendiri juga bingung. Sungguh, wanita itu nampak gusar seolah ia juga sangat gugup."Ya ampun, bisa kah aku melakukannya? Aku takut sekali. Hah, kalau saja Oma nggak maksain aku buat punya anak. Aku nggak bakalan ngelakuin hal gila kayak ini. Apalagi sama cowok

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status