Beranda / Romansa / Terlena! Tusukan Mas Juki / Bab 58 mendengar semua

Share

Bab 58 mendengar semua

Penulis: Miss Luxy
last update Tanggal publikasi: 2026-06-08 15:41:48

Juki langsung menyangkalnya.

"Bukan Emak-Emak tapi Tante-Tante!" jawab pria itu.

"Tante-Tante? You kenal Tante-Tante dari mana, Jul? Ah, nih anak ada aja perkaranya ngawinin Tante-Tante. Di luar sono banyak gadis-gadis cantik malah milih Emak-Emak!" gerutu Jenny.

"Bukan Emak-Emak, tapi Tante-Tante!" sahut Juki.

"Ya sama aja! Sama tuanya! Tante-Tante juga seumuran Emak kita!" sahut Jenny. Sepertinya wanita itu memiliki sifat absurd seperti Juki juga.

"Ya, gitu lah. Namanya Tante Nadine
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Amandha Nur'ayla
aduhhh,,, lanjut min plis
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
nah apakah setelah mendengar Juki yg sebetulnya kaya raya sudah jatuh cjntakah???
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 161 ingat Bu Nadine

    Soraya kembali menoleh ke arah Carlota yang masih tercengang. Kedua mata wanita itu berkaca-kaca saat menatap wajah Soraya. Seolah mengingatkannya pada sosok Nadine. Majikannya yang begitu baik. "Mbak Carlota? Ada apa, Mbak? Kenapa Mbak lihatin saya seperti itu? Ada yang salah?" tanya Soraya. Seketika Carlota menitikkan air matanya dan segera ia mengusapnya dengan lengan bajunya. "Tidak apa-apa, Bu. Hanya saja saya cuma teringat dengan Bu Nadine saat melihat wajah Bu Soraya!" jawab Carlota sambil terbata-bata. Ia tidak bisa menahan kesedihannya karena kepergian Nadine yang begitu tragis. "Ohhh, benarkah itu? Pasti dia adalah wanita yang baik, sampai-sampai Mbak Carlota menangisinya," kata Soraya. Sejatinya wanita itu juga sangat bersedih, ia tahu betul bagaimana sifat Carlota. Wanita itu memang suka penasaran tapi ia adalah wanita pekerja keras dan setia kepada majikannya. "Sangat! Bu Nadine sangat baik. Beliau seperti bidadari. Pak Julian sangat mencintainya. Tapi kenapa nasibny

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 160 aku sudah biasa

    "Bu Nadine!" Carlota menyebut nama Nadine lagi. Soraya langsung tersadar dengan apa yang baru saja ia jawab. "Ohhh, maaf. Siapa Nadine?" tanya Soraya pura-pura tidak tahu. Seketika wajah Carlota berubah menjadi sedih. Wanita itu masih sangat ingat bagaimana kebaikan Nadine dulu senada hidupnya. Apalagi kini ada sosok seorang wanita yang suaranya sangat mirip dengan Nadine. "Bu Nadine adalah majikan saya dulu, Bu. Beliau istri pertama Pak Julian. Orangnya sangat baik dan ramah. Tapi sayang, nasib baik tidak berpihak padanya. Ada orang jahat yang ingin Bu Nadine mati!" ungkap Carlota.Mendengar itu, Soraya tampak gelisah dan matanya sedikit berkaca-kaca. Tentu saja yang dibicarakan oleh Carlota adalah dirinya sendiri. "Ohhh, begitu. Maaf, aku tidak tahu!" jawab Soraya. "Tidak apa-apa, Bu!" Soraya masih penasaran dengan ucapan Carlota. Bagaimana Carlota bisa tahu jika ada yang ingin dirinya celaka. Apa mungkin Carlota juga tahu sebenarnya semua yang terjadi pada dirinya adalah kare

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 159 muak melihat mukanya.

    Ana langsung menoleh ke arah Carlota yang sedang tertawa."Heh! Kenapa ketawa?" tanyanya dengan mata melotot. Julian sendiri sebenarnya juga ingin tertawa. Suara tawa Carlota terdengar begitu renyah dan lucu."Enggak, Nyonya. Nggak ada. Saya cuma ketawa karena keinget mimpi semalam nabok pantat sapi, hehehe!" jawabnya pura-pura. Julian makin geli ingin ketawa terus. Namun ia berusaha untuk menyembunyikannya dengan menutupi mulutnya dengan tangan dan sedikit menundukkan kepalanya."Nabok pantat sapi. Dasar! Mimpi kok aneh-aneh!" umpat Ana. Carlota cuma cengar-cengir sambil melihat ke arah Julian yang seperti sedang menertawakan dirinya."Ya sudah ayo, Mas! Dokter Boynche pasti sudah nungguin!" ucap Ana langsung kepada suaminya. Lalu, ia berkata juga kepada Carlota."Dan kamu Carlota! Aku dan bapak pergi ke dokter. Ingat! Jika ada tetangga baru itu minta tolong atau butuh sesuatu, kamu bilang nggak bisa. Gitu, ya! Awas saja kalau kamu ketahuan bantuin tetangga baru itu. Aku pecat kamu!"

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 158 nggak ada yang sakit kel4min

    Julian terhenyak melihat video itu. Rupanya hubungannya dengan Soraya bukan sekedar hubungan biasa. Tapi ini sudah di luar kendali. Apa mungkin Soraya adalah wanita pengganti Nadine. Karena apa yang dirasakannya sama persis dengan apa yang dilakukannya pada Nadine. "Soraya!" gumamnya. Ana langsung menarik ponselnya dan segera menyimpannya kembali. "Mas, kau tahu apa artinya ini? Jika Mama Ratih tahu kamu berselingkuh dengan perempuan itu. Aku nggak yakin Mama akan baik-baik saja. Jadi, jangan sampai berita menjijikan ini didengar oleh Mama. Kamu tahu resikonya, kan?" kata Ana mengingatkan tentang penyakit jantung Nyonya Ratih jika tahu putranya berselingkuh. Pasti penyakitnya akan kambuh lagi. Julian tahu itu. Ia berharap Ana tidak menceritakan hubungannya dengan Soraya kepada Nyonya Ratih. "Jangan! Aku mohon jangan katakan pada Mama. Ini bisa bahaya!" ucap Julian memohon. Ana tersenyum senang. Sepertinya ini adalah senjata ampuh untuk membuat Julian menurut padanya. "Ohhh, tida

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 157 cinta tidak bisa dipaksakan

    Secara tidak sadar, Ana menelan ludahnya susah-susah. Tubuh kekar suaminya telah membuat wanita itu gugup dan membayangkan bagaimana keperkasaan suaminya yang cuma hanya di lamunannya saja. "Gila! Suamiku memang secepatnya ini. Tubuhnya benar-benar sempurna dan gagah. Beruntung sekali Nadine bisa merasakan keperkasaannya. Sedangkan aku? Melihatku saja dia tidak mau. Seandainya saja dia mau menyentuhku, pasti aku nggak mau lepas dari pelukannya, pingin dikekepin terus!" Ana bergumam dalam hatinya. Julian mendekati istrinya yang sedang melamun. Lalu, ia memetik jari di depan wajah wanita itu untuk menyadarkan Ana. "Hei, apa yang kamu lihat?" seru Julian dengan sedikit menundukkan kepalanya. Memperhatikan wajah Ana yang sedang tidak fokus. Ana terkesiap, wanita itu kembali menelan ludahnya dan melihat Julian yang tengah berdiri di depannya dengan hanya bertelanjang dada. Ana membalasnya dengan menyentuh dada pria itu. Ia berharap Julian tertarik padanya dan mau menyentuhnya. "Mas,

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 156 kau tuduh aku selingkuh?

    Carlota tetap mengelak. "Ya ampun, Nyonya. Beneran saya tidak melihat siapapun apalagi Pak Julian. Tadi saya langsung pulang dan masuk ke dalam mau tidur lagi. Eh, nggak tahunya Nyonya datang lagi. Apa Bu Soraya mengusir Anda? Eh, maksud saya apa dia marah karena Nyonya berani masuk ke rumahnya?" kata Carlota memang sengaja menyindir Ana. "Siapa yang berani marah padaku? Aku tidak takut sama siapa pun termasuk wanita jalang itu. Dia itu perempuan munafik. Kita lihat saja nanti. Aku pasti akan membuatnya mati, aku sangat membencinya!" gerutu Ana dengan wajah serius. Rupanya hal itu cukup membuat Carlota khawatir. Ana pasti sedang merencanakan sesuatu yang buruk terhadap Soraya. Sama halnya dengan yang dilakukannya terhadap Nadine. "Gawat! Pasti perempuan ini sedang merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Bu Soraya. Sepertinya aku harus melakukan sesuatu. Semua ini aku lakukan demi Bu Nadine. Wanita ini tidak boleh menguasai Pak Julian. Lewat Bu Soraya, aku yakin sekali dia wanita

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 6 Buruan pegangin

    Nadine memutar bola matanya mendengar ucapan Juki.“Nggak akan pernah! Membayangkannya saja aku udah ilfeel. Jadi jangan berpikir aku bakal ketagihan, dihh!” sahut Nadine dengan ketus.“Ya sudah terserah, Tante. Buruan pegangin! Lagipula saya juga belum tentu bisa tegang dielus-elus sama Tante. Say

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 5 Tante jadi ketagihan

    Sepertinya Juki harus memberikan pengertian kepada Nadine bahwa itu bukanlah ular. "Ohhh, ini bukan ular, Tante. Tapi ini yang bakal bikin Tante hamil. Kalau nggak ada ini, ya gimana saya bisa transfer benih ke rahim Tante, masa lewat sedotan?!" kata Juki dengan entengnya.Akhirnya Nadine baru men

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 2 lampu kamar harus mati

    “Diafff kamfu!” teriak Nadine lagi. Kali ini Juki berusaha untuk tidak tertawa meskipun ia ingin sekali tertawa mendengar jawaban wanita itu. Konyol, ini sangat konyol. Bagaimana nanti jika dirinya jadi hidup serumah dengan wanita itu, pasti hari-harinya dipenuhi dengan kegilaan. “Iya, iya, maafk

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 1 tusuk aku saja

    "Aduhhh, susah amat nusuknya, alot bener nih daging sampai pegel tangan!" Juki menggerutu saat ia sedang menusuk daging kambing yang teksturnya cukup keras. Seperti biasa Juki selalu membuat puluhan tusuk daging sapi dan kambing untuk dagangannya sebagai tukang sate. Namun tiba-tiba... "Daripada

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status