Beranda / Romansa / Terlena! Tusukan Mas Juki / Bab 71 bertemu keluarga

Share

Bab 71 bertemu keluarga

Penulis: Miss Luxy
last update Tanggal publikasi: 2026-06-14 22:30:25

"Ah, iya!" jawab Nadine sambil meraih tangan suaminya. Mereka pun berjalan menghampiri Nyonya Marta yang sedang bersama keluarga Tuan Andi.

Jenny tersenyum melihat kedatangan adiknya. Wanita itu tidak kaget lagi ketika melihat kehadiran Nadine meskipun ia sedikit shok melihatnya.

"Ya Tuhan, selera adikku benar-benar sangat berbeda. Dia bukan wanita antik lagi, tapi dia wanita yang sangat langka atau mungkin hampir punah!" batin Jenny. Entah ia harus tertawa atau sedih. Tapi sepertinya Julian
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 166 gawat!

    Akhirnya Ana dan Julian pulang ke rumah. Julian terlihat dingin, ia sangat malu dengan dokter Boynche karena ulah istrinya tadi. Sedangkan Ana, wanita itu tak berhenti mengomel karena pernyataan Julian tadi."Pokonya aku nggak mau tahu ya, Mas! Kamu harus jauhi perempuan itu, titik! Kalau kamu nggak mau nurut. Aku nggak segan-segan bilang ke mama biar jantungnya kumat lagi!" ancam Ana.Sepertinya Julian sudah dibuat pusing karena ulah istrinya. Pria itu pun tidak menggubris ancaman Ana dan mengatakan bahwa dirinya tidak ingin membahas tentang itu lagi. "Cukup, An! Aku tidak mau membicarakan ini lagi. Sebaiknya kamu diam dan tidak usah banyak bicara. Aku sudah pusing dengan omelanmu itu!" kata Julian dengan tegas. Ana akhirnya terdiam. Wanita itu melihat kemarahan pada suaminya. Sementara itu, Carlota yang kini mengatahui jika Soraya adalah Nadine. Wanita itu pun akan bersumpah untuk mempersatukan mereka berdua. "Saya berjanji sama ibu. Saya pasti akan membantu Bu Nadine dan Pak Ju

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 165 dasar laki-laki

    Pernyataan Julian tanpa sengaja didengar oleh istrinya yang menunggu hasil pemeriksaan. Ana langsung menggebrak meja dan membuat dua pria itu saling melotot. Dua pria itu saling membatin. Namun bahasa mata mereka memikirkan hal yang sama jika Ana sedang marah. Dokter Boynche lantas meletakkan alat vibrator itu dan meminta Julian untuk turun dari tempat tidurnya. Pemeriksaan selesai. Namun, sebelum Julian pergi. Dokter Boynche membisikkan sesuatu di telinga Julian. "Awas kalau istrimu ngamuk. Kamu harus tanggung jawab!" "Hmmmm, iya!" jawab Julian dengan lirikannya yang mematikan. Di sisi lain, Ana nampak mengerucutkan bibirnya. Wanita itu menatap tajam ke arah Julian yang selesai diperiksa. Julian sendiri nampak pura-pura tidak tahu dan pura-pura santai padahal ia sudah keceplosan ada wanita lain. Julian duduk kembali di samping Ana. Sejenak pria itu tersenyum sambil merapikan rambutnya. "Cepat sekali, kan!" katanya basa-basi. "Tadi ngomong apa kamu? Wanita lain siapa?" Ana lan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 164 ternyata masih normal

    Ana langsung mengajak suaminya menemui dokter obgyn dan kesuburan. Kebetulan sekali dokter itu juga teman Julian. Namanya dokter Boynche."Selamat siang, dokter!" sapa Ana pada dokter Boynche yang masih menundukkan kepalanya melihat beberapa hasil tes lab beberapa pasiennya.Mendengar suara Ana, dokter Hendra segera menegakkan kepalanya. Pria itu melihat laki-laki dan perempuan datang kepadanya. Namun ia terkejut saat melihat pria yang datang bersama wanita itu. "Selamat siang, Nyonya!" jawab sang dokter. Mereka bersalaman, tak terkecuali Julian. Saat dokter Boynche bersalaman dengan Julian. Pria itu langsung tersenyum sambil menepuk pundaknya. "Hei, Juliansyah Iskandar. Apa kabar kamu, brow? Nggak nyangka kita ketemu lagi!" Rupanya, dokter Boynche sangat mengenali Julian. Ternyata mereka adalah teman semasa sekolah. "Hei, Boy! Ternyata kamu yang jadi dokternya? Kok bisa? Perasaan dulu kamu suka ngantuk di kelas. Bagaimana bisa kamu jadi dokter. Pasti kamu menyuap dosennya, ya?"

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 163 topeng?

    Akhirnya, di depan Carlota. Soraya mengakui bahwa dirinya adalah Nadine Elena Chaniago. Sungguh, Carlota sangat bahagia. Wanita itu menangis haru karena akhirnya ia bisa melihat sang majikan lagi. "Ya Tuhan, Bu Nadine. Saya tidak menyangka sama sekali jika ini memang Anda. Tapi nggak tahu kenapa batin saya sangat yakin jika ini adalah Anda. Meskipun wajah Anda telah berubah. Namun, bahasa dan suara Anda tidak bisa membohongi saya!" ucap Carlota sembari menggenggam tangan Nadine. "Terima kasih banyak kamu masih mengingatku, Carlota." Nadine tersenyum. Carlota yang sejatinya faham betul jika Nadine pernah menyamar, wanita itu pun menganggap Nadine tengah menggunakan topeng. "Ngomong-ngomong, Bu Nadine dapat topeng dari mana? Kok bisa secantik ini?" Pertanyaan Carlota sontak membuat Nadine tersenyum. "Topeng? Memangnya aku terlihat seperti memakai topeng?" jawab Nadine. Carlota masih sangat yakin jika Nadine memang sedang memakai topeng. "Kalau bukan topeng lalu apa, Bu? Ndak

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 162 kamu tidak salah

    Carlota langsung mengangguk senang. "Beneran itu, Bu? Lima juta lebih?" ucapnya dengan mata berkaca-kaca. "Iya, bahkan saya bisa kasih bonus ke Mbak Carlota!" imbuh Soraya lagi. Carlota pun tak usah berpikir lama-lama. Ia langsung mengiyakan tawaran dari Soraya. "Saya mau, saya mau banget kerja sama Bu Soraya. Eh, tapi...!" Tiba-tiba Carlota bingung. "Kenapa, Mbak?" tanya Soraya. Carlota tersenyum dan ia mengatakan bahwa dirinya harus meminta izin kepada Julian untuk berhenti bekerja. Karena ia sudah berjanji pada Nadine untuk merawat dan melayani Julian sebagai majikannya. Soraya tersenyum. Rupanya, wanita itu sangat setia padanya. "Saya tidak bisa meninggalkan pak Julian, Bu. Saya sudah berjanji pada Bu Nadine. Saya akan menjaga Pak Julian untuknya meskipun itu tidak mungkin. Dan sampai sekarang pun Pak Julian masih mencintai Bu Nadine, saya tahu itu!" ucap Carlota dengan jujur. Soraya menepuk pundak wanita itu. Ia sangat terharu dengan kesetiaan Carlota. "Tidak perl

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 161 ingat Bu Nadine

    Soraya kembali menoleh ke arah Carlota yang masih tercengang. Kedua mata wanita itu berkaca-kaca saat menatap wajah Soraya. Seolah mengingatkannya pada sosok Nadine. Majikannya yang begitu baik. "Mbak Carlota? Ada apa, Mbak? Kenapa Mbak lihatin saya seperti itu? Ada yang salah?" tanya Soraya. Seketika Carlota menitikkan air matanya dan segera ia mengusapnya dengan lengan bajunya. "Tidak apa-apa, Bu. Hanya saja saya cuma teringat dengan Bu Nadine saat melihat wajah Bu Soraya!" jawab Carlota sambil terbata-bata. Ia tidak bisa menahan kesedihannya karena kepergian Nadine yang begitu tragis. "Ohhh, benarkah itu? Pasti dia adalah wanita yang baik, sampai-sampai Mbak Carlota menangisinya," kata Soraya. Sejatinya wanita itu juga sangat bersedih, ia tahu betul bagaimana sifat Carlota. Wanita itu memang suka penasaran tapi ia adalah wanita pekerja keras dan setia kepada majikannya. "Sangat! Bu Nadine sangat baik. Beliau seperti bidadari. Pak Julian sangat mencintainya. Tapi kenapa nasibny

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 6 Buruan pegangin

    Nadine memutar bola matanya mendengar ucapan Juki.“Nggak akan pernah! Membayangkannya saja aku udah ilfeel. Jadi jangan berpikir aku bakal ketagihan, dihh!” sahut Nadine dengan ketus.“Ya sudah terserah, Tante. Buruan pegangin! Lagipula saya juga belum tentu bisa tegang dielus-elus sama Tante. Say

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 5 Tante jadi ketagihan

    Sepertinya Juki harus memberikan pengertian kepada Nadine bahwa itu bukanlah ular. "Ohhh, ini bukan ular, Tante. Tapi ini yang bakal bikin Tante hamil. Kalau nggak ada ini, ya gimana saya bisa transfer benih ke rahim Tante, masa lewat sedotan?!" kata Juki dengan entengnya.Akhirnya Nadine baru men

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 4 bawa ular ke kamar

    Juki hampir saja keceplosan. Pemuda itu segera meralat jawabannya pada pelanggan setianya."Eh maaf, maksudnya saya sedang sibuk bikin sate di rumah Tante Nadine. Jadi, mohon dimaklumi. Besok saya udah jualan lagi kok!"Akhirnya pelanggan Juki mengerti. Pemuda itu hampir saja mengatakan sesuatu yan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 3 sibuk nusuk

    "Ba-baik, Tante!" jawab Juki. Nadine sendiri juga bingung. Sungguh, wanita itu nampak gusar seolah ia juga sangat gugup."Ya ampun, bisa kah aku melakukannya? Aku takut sekali. Hah, kalau saja Oma nggak maksain aku buat punya anak. Aku nggak bakalan ngelakuin hal gila kayak ini. Apalagi sama cowok

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status