Share

Bab 29

Author: Cahaya Asa
last update Last Updated: 2025-12-24 18:45:26

Malam itu, sesuai rencana Damar, sebuah pertemuan besar diadakan di kediaman utama Tuan Hardian. Ruang makan yang luas itu terasa seperti medan perang. Tuan Hardian duduk di kepala meja dengan wajah kaku seperti patung, sementara Reno duduk di sisi kanan dengan senyum kemenangan yang belum pudar dari wajahnya. Riana juga hadir, duduk bersandar dengan gaya provokatif.

Damar masuk ke ruangan itu dengan langkah tegap, namun yang mengejutkan semua orang adalah sosok di sampingnya. Kiara berjalan dengan dagu terangkat, mengenakan gaun hitam yang elegan dengan syal biru laut milik Lela tersampir di bahunya. Ia tidak lagi tampak seperti gadis desa yang rapuh; ia tampak seperti seorang nyonya besar yang siap mempertahankan wilayahnya.

"Ah, pahlawan kita sudah datang," sindir Reno, matanya berkilat saat melihat map yang dibawa Damar. "Dan dia membawa beban tambahannya. Berani sekali kamu muncul di sini, Kiara."

Kiara tidak membalas. Ia duduk di kursi yang ditarikkan oleh Damar, menatap Reno te
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ternyata Suamiku Sudah Beristri    Bab 33

    Lautan di belakang Kiara menderu, seolah memanggilnya untuk menyerah pada kegelapan. Di depannya, Tuan Hardian berdiri dengan angkuh, sisa-sisa wibawa palsunya kini menguap, menyisakan sosok predator yang terpojok. Damar bersimpuh di dekat kaki pengawal, kepalanya tertunduk dengan darah yang mengalir dari pelipis, namun matanya masih berusaha mencari fokus ke arah istrinya.“Jangan... Kiara... lari...” suara Damar parau, tercekik oleh rasa sakit.Kiara mengeratkan pelukannya pada map hitam itu. Dinginnya kertas di balik sampul plastik itu terasa seperti tulang belulang ayahnya yang menuntut keadilan. Ia melirik sekilas ke arah wanita di sekoci—sosok yang menyerupai Lela—namun wanita itu kini hanya diam, memperhatikan dengan tatapan sedingin es, seolah sedang menonton sebuah pertunjukan yang sudah ia prediksi akhirnya.“Kau lihat, Kiara?” Hardian melangkah maju satu tindak. Ketukan tongkat peraknya di dermaga kayu terdengar seperti dentang lonceng kematian. “Cinta adalah

  • Ternyata Suamiku Sudah Beristri    Bab 32

    Kotak merah marun itu terasa sedingin es di telapak tangan Kiara. Di bawah lampu kristal ruang tamu yang berpijar keemasan, kunci kuno di dalamnya berkilat menantang, seolah-olah merupakan gigi dari raksasa masa lalu yang siap mengunyah ketenangan yang baru saja mereka raih.Damar mendekat, wajahnya yang semula tenang kini berubah tegang saat membaca catatan pendek itu. "Tulisan ini... tidak mungkin.""Ini gaya tulisan Mbak Lela, Mas. Aku hafal lekukan huruf 'K' dan 'R'-nya dari surat-surat yang kubaca di kamarnya," suara Kiara bergetar. Ia menatap koordinat lokasi yang tertera di sana. Pelabuhan Tanjung Priok, Sektor 7. "Siapa yang bisa meniru tulisan ini begitu sempurna?""Atau pertanyaannya adalah," Damar mengambil kunci itu, memutar-mutarnya di bawah cahaya, "apa yang sebenarnya disembunyikan Lela sampai dia merasa perlu menggunakan cara seperti ini dari balik kubur?"Malam itu, tidur Kiara tidak nyenyak. Ia bermimpi tentang ayahnya yang berla

  • Ternyata Suamiku Sudah Beristri    Bab 31

    Udara di dalam kamar itu mendadak terasa berat dan beracun. Bau gas yang menyengat—campuran antara belerang dan sesuatu yang lebih tajam, mungkin bahan kimia pembersih—mulai memenuhi paru-paru Kiara. Di depannya, wanita dengan wajah separuh hancur itu masih mematung, memegang pemantik api yang apinya menari-nari kecil, seolah-olah nyawa Kiara hanya bergantung pada satu jentikan jari."Siapa kau sebenarnya?" suara Kiara keluar sebagai bisikan yang tercekik. Ia menekan punggungnya ke lemari kayu, mencari celah untuk lari, namun kakinya terasa seperti jeli.Wanita itu melangkah maju. Cahaya dari pemantik api membuat bayangannya di dinding tampak seperti monster yang membesar. "Lela selalu merasa berutang pada keluargamu. Dia lemah. Dia memberikan segalanya pada putri dari orang yang telah menghancurkan hidup ayahku di penjara!""Penjara?" Kiara mencoba menjernihkan pikirannya di tengah rasa pening yang menghantam. "Ayahku korban kecelakaan! Dia tidak pernah memenjarakan siapa pun!""Kare

  • Ternyata Suamiku Sudah Beristri    Bab 30

    Kegelapan di halaman kediaman Hardian terasa seperti cairan pekat yang menelan segalanya. Kiara mencengkeram syal biru laut di bahunya—satu-satunya jangkar yang membuatnya tetap berpijak. Di dalam mobil, tangisan Ara semakin histeris, menyobek kesunyian malam yang mencekam."Damar, buka pintunya! Ara!" suara Kiara melengking, kehilangan ketenangan yang baru saja ia bangun di meja makan tadi.Damar dengan sigap menekan remot kontrol, suara klik kunci pintu mobil terdengar seperti letusan senjata di telinga mereka. Begitu pintu terbuka, Kiara menyambar Ara ke pelukannya. Tubuh mungil itu gemetar hebat, keringat dingin membasahi pelipisnya."Sst, Mama di sini, Nak. Mama di sini," bisik Kiara, namun matanya tetap tertuju pada balkon lantai dua yang gelap. Bayangan itu telah lenyap."Kita harus pergi dari sini. Sekarang," desis Damar. Ia melompat ke kursi kemudi, memutar kunci kontak hingga mesin menderu. Ban mobil mencicit di atas aspal saat Damar memacu kendaraan keluar dari gerbang besi

  • Ternyata Suamiku Sudah Beristri    Bab 29

    Malam itu, sesuai rencana Damar, sebuah pertemuan besar diadakan di kediaman utama Tuan Hardian. Ruang makan yang luas itu terasa seperti medan perang. Tuan Hardian duduk di kepala meja dengan wajah kaku seperti patung, sementara Reno duduk di sisi kanan dengan senyum kemenangan yang belum pudar dari wajahnya. Riana juga hadir, duduk bersandar dengan gaya provokatif.Damar masuk ke ruangan itu dengan langkah tegap, namun yang mengejutkan semua orang adalah sosok di sampingnya. Kiara berjalan dengan dagu terangkat, mengenakan gaun hitam yang elegan dengan syal biru laut milik Lela tersampir di bahunya. Ia tidak lagi tampak seperti gadis desa yang rapuh; ia tampak seperti seorang nyonya besar yang siap mempertahankan wilayahnya."Ah, pahlawan kita sudah datang," sindir Reno, matanya berkilat saat melihat map yang dibawa Damar. "Dan dia membawa beban tambahannya. Berani sekali kamu muncul di sini, Kiara."Kiara tidak membalas. Ia duduk di kursi yang ditarikkan oleh Damar, menatap Reno te

  • Ternyata Suamiku Sudah Beristri    Bab 28

    Lampu-lampu kota Jakarta yang berkilauan di balik jendela mobil tampak seperti garis-garis cahaya yang buram di mata Kiara. Meskipun genggaman tangan Damar di atas jemarinya terasa hangat dan nyata, ada rongga besar yang mendadak tercipta di ulu hatinya. Rasa bersalah itu datang terlambat, namun menghantamnya dengan kekuatan yang melumpuhkan.Ia teringat betapa kasarnya ia memperlakukan Damar beberapa jam lalu. Betapa ia telah membiarkan amarah membutakan logikanya, hingga ia nyaris kehilangan satu-satunya pria yang benar-benar berkorban untuknya."Mas..." bisik Kiara, suaranya parau karena sisa tangis.Damar menoleh, sorot matanya yang tajam melunak seketika. "Ya, Sayang? Ada yang sakit?"Kiara menggeleng pelan. "Aku... aku minta maaf. Aku sudah menjadi pengecut dengan melarikan diri ke desa tanpa menunggumu bicara. Aku membiarkan Riana dan Reno menang karena emosiku sendiri. Harusnya aku percaya padamu sejak awal."Damar menarik napas panjang, lalu mengecup punggung tangan Kiara tan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status