共有

Bab 28

作者: Cahaya Asa
last update 最終更新日: 2025-12-24 18:44:52

Lampu-lampu kota Jakarta yang berkilauan di balik jendela mobil tampak seperti garis-garis cahaya yang buram di mata Kiara. Meskipun genggaman tangan Damar di atas jemarinya terasa hangat dan nyata, ada rongga besar yang mendadak tercipta di ulu hatinya. Rasa bersalah itu datang terlambat, namun menghantamnya dengan kekuatan yang melumpuhkan.

Ia teringat betapa kasarnya ia memperlakukan Damar beberapa jam lalu. Betapa ia telah membiarkan amarah membutakan logikanya, hingga ia nyaris kehilangan satu-satunya pria yang benar-benar berkorban untuknya.

"Mas..." bisik Kiara, suaranya parau karena sisa tangis.

Damar menoleh, sorot matanya yang tajam melunak seketika. "Ya, Sayang? Ada yang sakit?"

Kiara menggeleng pelan. "Aku... aku minta maaf. Aku sudah menjadi pengecut dengan melarikan diri ke desa tanpa menunggumu bicara. Aku membiarkan Riana dan Reno menang karena emosiku sendiri. Harusnya aku percaya padamu sejak awal."

Damar menarik napas panjang, lalu mengecup punggung tangan Kiara tan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Ternyata Suamiku Sudah Beristri    Bab 37

    Fajar yang baru saja merekah tidak membawa kehangatan; cahaya pucatnya justru menelanjangi sisa-sisa debu kimia yang masih menggantung di udara. Damar berdiri di antara reruntuhan Sektor 9 dan moncong senjata hukum yang baru saja menunjukkan wajah aslinya. Komisaris Yudha, pria yang fotonya sering muncul di kolom pahlawan kepolisian, kini berdiri menyandar pada kap mobil patrolinya dengan santai. “Kontrak cadangan?” Damar mengulang kata itu, suaranya parau, tenggorokannya terasa seperti baru saja menelan serbuk gaca. Ia tidak melepaskan rangkulannya dari bahu Kiara yang masih bergetar. Yudha mengetukkan jari-jarinya di atas map hitam. “Ayahmu, Hardian, adalah visioner. Dia tahu bisnis limbah bukan hanya soal membuang racun, tapi soal membangun loyalitas. Aku adalah asuransi yang dia bayar selama dua puluh tahun agar kalian bisa tidur nyenyak di Global Group.” Damar tertawa pendek, suara yang lebih mirip sedak napas. “Tidur nyenyak? Ibuku dibunuh oleh si

  • Ternyata Suamiku Sudah Beristri    Bab 36

    Deru mesin jip tua itu membelah kesunyian jalanan pinggiran kota yang rusak parah. Lampu depan mobil sesekali menangkap bayangan papan penunjuk jalan yang berkarat: Kawasan Industri Terpadu Sektor 9 – Dilarang Masuk. Udara di dalam kabin terasa semakin berat, bukan hanya karena polusi, tapi karena ketegangan yang nyaris meledak di antara Damar dan Kiara. "Mas, remnya... kau terlalu cepat," Kiara mencengkeram pegangan di atas pintu, matanya terpaku pada jarum speedometer yang terus menanjak. "Kita tidak punya banyak waktu, Kiara," sahut Damar tanpa menoleh. Rahangnya mengeras. "Jika pesan itu benar, maka selama ini aku berduka untuk alasan yang salah. Ibuku... dia tidak meninggal karena sakit jantung biasa." "Tapi dokter itu—Dokter Aris—dia sudah menjadi orang kepercayaan keluarga kalian selama puluhan tahun. Kenapa dia harus berkhianat sekarang? Apa untungnya bagi dia?" Damar membanting setir menghindari lubang besar. "Hardian tidak punya tema

  • Ternyata Suamiku Sudah Beristri    Bab 35

    Lantai 40 Global Group biasanya bergetar oleh langkah kaki tegap Tuan Hardian yang membuat para staf menahan napas. Kini, keheningan yang berbeda merayap di sana—bukan keheningan karena takut, melainkan keheningan dari sebuah mesin besar yang sedang dibongkar paksa.Damar berdiri di depan jendela kaca besar, menyesap kopi pahitnya. Tidak ada lagi jas mahal yang kaku; ia hanya mengenakan kemeja biru navy dengan lengan digulung hingga siku. Di belakangnya, Kiara sedang sibuk dengan tumpukan berkas dari map hitam yang kini telah berpindah ke dalam tablet digital."Mas, audit Sektor 7 sudah keluar," suara Kiara memecah kesunyian. Ia berjalan mendekat, menyodorkan layar tablet. "Total kerugian lingkungan mencapai angka yang... gila. Tapi setidaknya, semua aliran dana itu sudah terlacak kembali ke rekening cangkang milik ayahmu."Damar menghela napas, uap kopi menerpa wajahnya. "Dan Reno? Dia masih bersikeras bahwa tanda tangannya dipalsukan?""Dia tidak hanya bersikeras,

  • Ternyata Suamiku Sudah Beristri    Bab 34

    Garis polisi kuning sekarang melintang di sepanjang dermaga Sektor 7, berkibar ditiup angin laut yang kini terasa lebih hangat seiring naiknya matahari. Tim penyelam kepolisian baru saja mengangkat tubuh kaku Tuan Hardian dari sela-sela tiang pancang pelabuhan. Pria yang selama puluhan tahun memegang kendali atas ekonomi kota itu kini hanya menjadi seonggok daging yang dibungkus kantong jenazah plastik berwarna oranye.Damar duduk di tepi ambulans dengan selimut darurat menutupi bahunya. Paramedis baru saja selesai membalut luka di pelipisnya. Di sampingnya, Kiara masih memegang map hitam itu, namun matanya tidak lepas menatap ke arah laut lepas, ke titik di mana sekoci itu menghilang ditelan kabut tadi subuh."Mas," bisik Kiara, suaranya masih serak. "Wanita itu... dia tidak mungkin benar-benar Mbak Lela, kan? Kita semua melihat pemakamannya. Kita melihat peti mati itu diturunkan."Damar terdiam lama, matanya menyipit menembus cakrawala. "Aku tidak tahu lagi apa yang ny

  • Ternyata Suamiku Sudah Beristri    Bab 33

    Lautan di belakang Kiara menderu, seolah memanggilnya untuk menyerah pada kegelapan. Di depannya, Tuan Hardian berdiri dengan angkuh, sisa-sisa wibawa palsunya kini menguap, menyisakan sosok predator yang terpojok. Damar bersimpuh di dekat kaki pengawal, kepalanya tertunduk dengan darah yang mengalir dari pelipis, namun matanya masih berusaha mencari fokus ke arah istrinya.“Jangan... Kiara... lari...” suara Damar parau, tercekik oleh rasa sakit.Kiara mengeratkan pelukannya pada map hitam itu. Dinginnya kertas di balik sampul plastik itu terasa seperti tulang belulang ayahnya yang menuntut keadilan. Ia melirik sekilas ke arah wanita di sekoci—sosok yang menyerupai Lela—namun wanita itu kini hanya diam, memperhatikan dengan tatapan sedingin es, seolah sedang menonton sebuah pertunjukan yang sudah ia prediksi akhirnya.“Kau lihat, Kiara?” Hardian melangkah maju satu tindak. Ketukan tongkat peraknya di dermaga kayu terdengar seperti dentang lonceng kematian. “Cinta adalah

  • Ternyata Suamiku Sudah Beristri    Bab 32

    Kotak merah marun itu terasa sedingin es di telapak tangan Kiara. Di bawah lampu kristal ruang tamu yang berpijar keemasan, kunci kuno di dalamnya berkilat menantang, seolah-olah merupakan gigi dari raksasa masa lalu yang siap mengunyah ketenangan yang baru saja mereka raih.Damar mendekat, wajahnya yang semula tenang kini berubah tegang saat membaca catatan pendek itu. "Tulisan ini... tidak mungkin.""Ini gaya tulisan Mbak Lela, Mas. Aku hafal lekukan huruf 'K' dan 'R'-nya dari surat-surat yang kubaca di kamarnya," suara Kiara bergetar. Ia menatap koordinat lokasi yang tertera di sana. Pelabuhan Tanjung Priok, Sektor 7. "Siapa yang bisa meniru tulisan ini begitu sempurna?""Atau pertanyaannya adalah," Damar mengambil kunci itu, memutar-mutarnya di bawah cahaya, "apa yang sebenarnya disembunyikan Lela sampai dia merasa perlu menggunakan cara seperti ini dari balik kubur?"Malam itu, tidur Kiara tidak nyenyak. Ia bermimpi tentang ayahnya yang berla

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status