Share

5. Harus Segera Mengandung

Author: rindiyoon
last update Last Updated: 2024-08-19 15:54:04

Keesokan harinya. Pukul 12 siang di ruangan meeting. Alex baru saja meeting dengan Mulan. Namun, tiba-tiba saja Haniya masuk ke ruangan itu.

"Sayang," panggil Haniya dengan sangat manja dan mulai duduk dipangkuan suaminya.

Alex tersenyum lebar, pastinya Alex sangat senang dengan kedatangan Haniya. Namun, Mulan menatap sinis ke arah suami istri yang ada didepannya.

"Bukannya harus profesional kalau sedang di kantor," sindir Mulan.

"Ini jam makan siang jadi terserah," sahut Haniya.

"Kita udah selesai meeting, kau bisa pergi dari kantorku!" Alex mengusir wanita yang didepannya.

Mulan menatap kesal ke arah Alex.

"Sepertinya kamu tidak bisa melupakan suamiku." Haniya berbalik menyindir.

"Hah?" Mulan mengernyitkan dahinya.

"Sudah, jangan bahas ini." Alex tidak suka pembahasan itu.

Haniya bangun dari pangkuan Alex dan Alex bangun dari duduknya, Alex menggenggam lengan Haniya dengan erat.

"Tidak perlu seperti itu, Haniya. Seharusnya kau segera berikan keturunan untuk keluarga Mahendra sebelum orang tuanya Alex mencarikan wanita lain untuk di nikahi, karena kau tidak bisa memberikan keturunan." Mulutnya Mulan sangat tajam seperti silet.

"Pergi kau!" Haniya mengusir wanita itu wanita yang pernah menjadi mantan suaminya.

Mulan Safira adalah mantan kekasihnya Alex Bima Mahendra, Mulan menjadi CEO SAF Company, SAF Company adalah perusahaan milik keluarganya Mulan. Fara dan Farhan masih selalu bersikap baik pada Mulan, dan Haniya sangat kesal dengan perlakuan mertuanya.

"Jangan merasa bangga jika mertuaku masih baik padamu, wanita tua yang tidak laku!" Haniya mulai menghina.

"Jaga ucapan kau!" Mulan tidak terima dengan hinaan itu.

"SUDAH!" Alex menendang kursinya.

"Istri mandul di nikahi." Mulutnya Mulan semakin jahat.

Haniya ingin melempar tasnya ke arah Mulan, tapi Alex menahannya.

"Sudah, kita makan siang aja, yuk!" Alex mencoba menenangkan istrinya dan segera mengajak sang istri untuk makan siang bersama.

Setelah Mulan keluar dari ruangan tersebut, kini pasangan suami istri yang begitu romantis juga keluar dari ruangan itu, Alex dan Haniya mulai masuk ke ruang kerjanya Alex, Alex memerintahkan Hans untuk memesan menu makan siang dan hari ini Alex akan makan siang dengan Haniya.

**

Pukul 5 sore di sebuah Apartemen mewah. Haniya baru saja datang dan duduk di sofa yang berada di ruang tengah. Cassandra membuatkan beberapa cemilan dan minuman untuk Haniya, dan Cassandra mulai bingung harus mengatakan apa pada istri pertama suaminya.

"Semalam Alex tidur sama saya," ucap Haniya dengan tiba-tiba.

"Iya, aku tau." Cassandra sebenarnya tidak ingin membahas kejadian semalam, apa lagi Cassandra tahu jika suaminya lebih memilih istri pertamanya dari pada dirinya.

Haniya terus menatap wajah dan lekuk tubuhnya Cassandra yang sangat bagus dan begitu ideal bagi pandangannya.

"Di mana kau bertemu dengan suami saya?" tanya Haniya yang begitu penasaran dengan awal mula pertemuan suaminya dengan madunya.

Cassandra bingung harus menjawab apa, karena tidak mungkin Cassandra bilang jika dirinya di culik oleh asisten suaminya.

"Oh, mungkin kau di temukan di pinggir jalan." Suaranya Haniya terdengar seperti merendahkan dan menghina gadis yang ada didepannya.

"Ma ... Maaf, Ibu Haniya ke sini ada perlu apa? Apa mencari Bapak Alex?" Cassandra langsung membahas inti dari kedatangan istri pertama suaminya.

"Apa? Ibu? Bapak?" Haniya tertawa kecil.

"Apa ada yang salah?" Cassandra menatap bingung.

"Salah!"

Haniya sedikit menggebrak meja membuat Cassandra mulai takut.

"Kau harus memanggil saya Nyonya dan suami saya Tuan!" titah Haniya. "Jika kau sedang berdua dengan saya," sambungnya.

"Baik." Cassandra tidak ingin membantah atau apapun, karena Cassandra tidak menyukai kedatangannya dengan tiba-tiba.

Setelah beberapa saat.

"Cepat segera hamil dan segera bercerai, saya tidak ingin suami saya berlama-lama menikah dan bermalam denganmu!" Suaranya Haniya sangat tinggi, dan ekspresi wajahnya begitu khawatir, khawatir jika suaminya benar-benar berpaling darinya.

Sejak tadi Haniya terus memperhatikan wajah cantik dan tubuh ideal Cassandra, pasti semua pria yang melihat Cassandra akan menyukainya, apa lagi Cassandra memiliki tatapan mata yang tajam seperti elang. Cassandra juga memiliki kulit yang mulus, bibir yang seksi. Semua itu membuat pikirannya Haniya tidak karuan, Haniya benar-benar takut jika Alex akan jatuh hati pada Cassandra.

"Bagaimana saya bisa hamil, saya di sentuh oleh Tuan Alex saja, tidak." Cassandra mulai kesal. Namun, mencoba mengimbangi emosinya.

Mendengar kata-kata itu membuat Haniya ingin sekali menjambak rambutnya Cassandra, tapi Haniya mencoba menahannya.

"Kau berharap suamiku menyentuhmu?" Haniya sedikit tertawa.

"Saat ini Tuan Alex juga suami saya, Nyonya Haniya." Cassandra menegaskan.

"Ya, kau benar!" Haniya tidak bisa mengelak tentang itu.

Haniya mulai bangun dari duduknya membuat Cassandra ikut bangun juga dari duduknya. Haniya mengambil tasnya, dan akan pergi dari Apartemen tersebut.

"Pokoknya kau harus segera mengandung dan setelah mengandung jangan coba-coba kau tidur dengan suami saya lagi!" Haniya mulai memperingatkan.

"Baik." Saat ini Cassandra hanya bisa mengiyakan saja.

"Jangan sampai kau mencintai suami saya dan membuat suami saya jatuh cinta pada kau!" Haniya kembali mengingatkan itu pada madunya.

"Baik, Nyonya Haniya." Cassandra memberikan senyuman manis. "Saya tidak menyukai Om-Om seperti Tuan Alex," sambungnya.

"Oke, saya pegang perkataan kau, awas jika kau bohong!" Sepertinya Haniya akan melakukan sesuatu jika ada kebohongan dari perkataan itu.

Haniya pergi dari unit Apartemen itu, Apartemen yang di tempati oleh Cassandra.

"Dasar wanita gila!"

Cassandra mengumpat setelah Haniya pergi, Cassandra mulai membaringkan tubuhnya diatas sofa. Sejenak Cassandra memejamkan matanya setelah mendapatkan banyak perkataan yang tidak mengenakkan dari Haniya, Cassandra merasa lelah menjadi istri kedua yang seperti ini, tapi Cassandra tidak bisa mengakhiri semua ini sebelum memberikan keturunan untuk Alex.

"Pengen mati, tapi mati enggak semudah yang ku bayangkan," gumam Cassandra yang masih memejamkan matanya.

Hampir 30 menit Cassandra tertidur di sofa, dan tanpa tersadar Alex sudah berada di Apartemen dengan duduk di sofa yang berhadapan dengan Cassandra. Alex terus menatap Cassandra yang sedang tertidur lelap, tapi wajahnya seperti memikirkan banyak hal.

'Kasihan umur yang masih muda harus menanggung seperti ini,' batin Alex yang merasa sedih melihat nasib istri keduanya.

Beberapa hari ini Alex mencaritahu tentang istri keduanya, Cassandra. Alex sangat salut dengan Cassandra yang merupakan gadis muda penuh kerja keras selama ini demi menghidupi dirinya dan keluarganya. Namun, Alex benar-benar tidak menyangka jika orang tuanya Cassandra harus memiliki banyak hutang demi hobi bermain judi.

'Ngapain aku mikirin itu,' batin Alex yang baru sadar jika dirinya mulai merasa sedih dengan kisah hidup istri keduanya.

Alex bangun dari duduknya dan menyenggol meja, tidak lama kemudian Cassandra terbangun karena senggolan itu mengusik pendengarannya.

"O ... Om, udah pulang!" Cassandra terkejut saat melihat suaminya sudah ada didekatnya, Cassandra mulai bangun dari baringnya dan mulai duduk di sofa.

"Mandi sana, dan buat tubuhmu wangi!" titah Alex. "Malam ini kita harus bercinta," sambungnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   60. Pertemuan Tak Terduga

    Pukul 5 sore, di sebuah kamar VIP yang berada di rumah sakit. Seorang wanita mulai membuka matanya, dan perlahan-lahan ia melirik ke arah sekitar. "Sayang, kamu sudah sadar." Suara Damar sangat khawatir, ia langsung menghampiri ranjang rumah sakit. "Sa ... Sayang." Cassandra ingin bangun, tapi sang suami menahannya. "Jangan bangun." Damar membenarkan posisi istrinya. "Kalau masih pusing kembali istirahat saja." Cassandra terdiam, ia baru menyadari jika dirinya berada di rumah sakit. Entah sejak kapan ia berada di sana, dan ia mulai menatap suaminya. Damar paham dengan tatapan itu, ia mulai menceritakan kenapa sang istri berada di rumah sakit. "Kalau masih sakit kamu harus di rawat di sini," ucapnya. "Aku enggak mau di sini, aku mau pulang." Cassandra memang tidak pernah suka jika dirinya di rawat di rumah sakit. Entah kenapa, ia benar-benar tidak betah. "Sayang, jangan gitu, biarkan cairan itu masuk semuanya ke dalam tubuhmu." Sekilas Damar melirik pada infusan sang istri

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   59. Rumah Sakit

    Alex segera membawa Calvin ke rumah sakit saat melihat Calvin sudah pingsan dan mengeluarkan darah dari kepalanya, Calvin jatuh dari tangga dan menggelinding ke bawah membuat Alex histeris."Dok, tolong selamatkan anakku!" Wajah Alex sangat pucat, ia khawatir dengan anak semata wayangnya."Akan saya usahakan." Dokter segera masuk ke ruangan operasi.Saat ini Calvin harus segera di operasi setelah sang Dokter memeriksa keadaannya, dan Alex tidak bisa ikut masuk ke ruangan tersebut.'Tuhan, selamatkan anakku,' batin Alex yang benar-benar mengkhawatirkan sang anak. Bagaimana Alex tidak mengkhawatirkan sang anak, anaknya jatuh dari tangga dan mengeluarkam darah.Alex terus mondar-mandir didepan pintu ruang operasi, dan tidak lama kemudian ada seorang wanita yang menghampirinya. Sejenak, Alex melihat wanita itu dan kembali menatap kaca ruang operasi lagi."Sa ... Sayang, maafkan aku." Haniya mencoba mendekati suaminya dan ingin menyentuh sang suami. Namun, suaminya menepis tangan tersebut.

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   58. Enam Tahun Kemudian

    Enam tahun kemudian...Tidak terasa sudah enam tahun berlalu, dan Cassandra sudah tidak sendiri lagi, ia sudah menikah. Hah? Menikah? Cassandra menikah dengan siapa? Hayo, pasti penasaran ya..."Sayang," panggil Damar pada istrinya yang baru saja membuka matanya.Perlahan-lahan Cassandra membuka matanya. "Selamat pagi suamiku." Seperti biasa ia selalu mengucapkan itu pada suaminya.Jadi...Cassandra dan Damar menikah? Yes, mereka menikah sudah setahun lamanya. Namun, mereka belum juga memiliki anak, karena beberapa bulan lalu Cassandra mengalami keguguran membuatnya sedikit trauma, tapi Damar tidak pernah memaksa harus memiliki anak secepatnya, Damar selalu ingin menikmati momen romantis dengan Cassandra.Wah...Bagaimana ceritanya Cassandra bisa menikah dengan Damar? Hehe, ceritanya panjang, tapi intinya Damar menunjukkan keseriusannya pada Cassandra dan perjuangan Damar mendapatkan Cassandra tidak main-main, itulah mengapa Cassandra menerima ajakan Damar untuk menikahinya."Selamat

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   57. Menata Kehidupan Baru

    Akhirnya... Cassandra menata kehidupan baru, ia kembali bekerja di restoran milik mantan kekasihnya, Damar. Cassandra juga sudah bertemu dengan sahabatnya, Elina. Namun, Cassandra tidak menceritakan kejadiannya yang menjadi istri kedua dan memiliki seorang putra. Cassandra benar-benar menutup rapat-rapat tentang kejadian itu seolah-olah tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ia juga ingin menata hidup barunya, ia masih memiliki masa depan, walaupun terkadang ia masih teringat tentang Alex dan Calvin. Namun, Cassandra memilih untuk menyimpan kenangan itu tersendiri didalam hatinya, ia juga tidak akan pernah melupakan anaknya, anak yang sudah dikandungnya, ia akan selalu mengingat masa kehamilan dan mengandung anaknya. Namun, Cassandra harus menyembunyikan semua itu supaya sang anak tetap aman."Istirahat dulu, jangan terlalu keras," bisik Elina ditelinga sahabatnya, sahabat yang sudah menghilang dan kembali lagi.Cassandra tersenyum. "Biar aku cepet kaya, biar aku punya masa depan yang i

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   56. Kesedihan Cassandra

    Alex benar-benar pergi membawa Calvin dan meninggalkan Cassandra sendirian di Apartment tersebut, Apartment yang sudah diberikan olehnya pada mantan istri keduanya."Calvin!" Cassandra kembali menangis, ia juga menyandarkan kepalanya pada pintu utama, ia ingin membuka pintu tersebut dan mengejar mantan suaminya. Namun, ia tidak bisa melakukan itu, karena ia akan hanya mengundang keramaian di gedung Apartment tersebut.Cassandra merebahkan tubuhnya dilantai, ia terus menangis tanpa memperdulikan wajahnya yang sudah dibanjiri oleh air matanya karena kepergian anaknya bersama sang mantan, mantan suami yang akan selalu dikenang olehnya sampai kapanpun. Cassandra tahu jika dirinya tidak boleh memikirkan Alex, tapi untuk saat ini ia hanya bisa memikirkan tanpa melihat, dan tanpa menyentuh. Cassandra juga tidak bisa menggendong Calvin, tidak bisa mencium, dan mencium aroma tubuhnya yang sangat wangi."Tuhan, tolong selalu jaga anakku dan..." Cassandra menjeda perkataannya yang sedang berdoa.

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   55. Perceraian Alex dan Cassandra

    Seminggu kemudian. Akhirnya, Alex dan Cassandra sudah bercerai, semua itu Haniya yang melakukan supaya Cassandra benar-benar pergi dari kehidupan Alex, Haniya tidak ingin Alex memikirkan Cassandra, karena tujuan pernikahan itu adalah untuk mendapatkan keturunan, bukan untuk menumbuhkan rasa cinta. Jadi, Haniya segera mempercepat perceraian itu, karena jika tidak, Alex selalu banyak alasan membuat Haniya semakin kesal."Seperti perjanjian, saya memberikan Apartment ini untukmu." Alex memberikan Apartment ini untuk istri keduanya, hm lebih tepatnya mantan istri kedua karena mereka sudah bercerai.Cassandra menahan air matanya yang hampir menetes, ia tidak ingin terlihat lemah didepan Haniya dan Alex."Te ... Terima kasih." Cassandra mencoba tersenyum.Perceraian Alex dan Cassandra akhirnya sudah terjadi, kini Haniya tidak perlu mengkhawatirkan Alex lagi.'Maafkan aku,' batin Alex yang terus menatap wanita didepannya, wanita yang sudah melahirkan keturunannya.Apartment yang selama ini d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status