Share

6. Sedikit Gangguan

Author: rindiyoon
last update Last Updated: 2024-09-04 11:57:36

"Be ... Bercinta?" Cassandra membulatkan matanya.

"Ya, kenapa? Kau sudah lama tidak bercinta dengan pria, kan?" tanya Alex.

Pertanyaan Alex membuat Cassandra terus membulatkan matanya. Cassandra merasa jika Alex terlalu merendahkan harga dirinya. Namun, saat ini bukan saatnya membahas harga diri karena harga diri Cassandra sudah hilang sejak dirinya menikah dengan Alex.

"Aku harus mandi dan membuat tubuhku wangi." Cassandra tidak berniat menjawab pertanyaan itu, Cassandra segera pergi menuju kamar mandi.

Alex hanya bisa menatap kepergian Cassandra dengan otak yang sedang berpikir.

"Kapan terakhir kalinya dia melakukan hubungan suami istri?" tanya Alex yang di tunjukkan pada istri keduanya.

"Kenapa aku harus mikirin itu." Alex geleng-geleng kepalanya.

Alex segera merogoh ponselnya dan mulai mengotak-atik. Alex berniat mengirim pesan pada istri pertama, Haniya.

"Bercinta? Bahkan aku belum pernah melepas keperawanan aku," gumam Cassandra yang sudah berada didalam kamar mandi.

Sebenarnya hati Cassandra sedih karena mendengar pertanyaan itu dari Alex, tapi Cassandra tidak bisa mempermasalahkan semua itu, karena tujuan Cassandra hanya ingin melunasi semua hutang orang tuanya dan memberikan keturunan untuk Alex dan Haniya.

"Aku tidak tau kapan semua ini akan berakhir." Baru juga menikah, Cassandra merasa dirinya sudah lelah menjalani rumah tangga ini, rumah tangga yang tidak pernah ada dalam benaknya.

Setelah Cassandra selesai mandi dan menggunakan pakaian tidur yang sedikit seksi, Cassandra keluar dari kamar dan mencari keberadaan Alex yang ternyata sedang tertidur di sofa.

"Sepertinya dia lelah," gumam Cassandra yang terlihat mengkhawatirkan suaminya.

Cassandra menekuk lutut dihadapan Alex yang masih memejamkan mata. Posisi Alex tidur di sofa dengan memiringkan tubuhnya, dan perlahan-lahan Cassandra menyentuh wajah tampan Alex. Sekilas Cassandra tersenyum, Cassandra tidak menyangka jika dirinya akan menikah dengan pria tua seperti Alex, pria tua yang masih sangat tampan.

"Mungkin kalau brewoknya tidak ada akan lebih tampan." Cassandra kembali bergumam.

Cassandra terus menatap wajah Alex, dan tanpa disadari Alex membuka mata membuat Cassandra terjatuh di lantai.

"Sudah memandangi wajah tampan ku?" Dengan percaya diri Alex mengatakan itu didepam istri keduanya.

"A ... Apaan sih, enggak jelas banget." Cassandra mulai salah tingkah.

Cassandra berdiri dan duduk di sofa lain, lalu Alex bangun dari baringnya dan terus menatap tubuh Cassandra yang begitu indah.

"Ayo kita lakukan malam pertama," ajak Alex. "Aku tidak bisa menunda dan menunggu lama-lama lagi." Alex sepertinya memiliki pikiran yang sama dengan istri pertamanya.

"I ... Iya." Cassandra mulai gugup, karena malam ini akan menjadi malam yang paling berarti baginya.

Alex menatap tajam kearah Cassandra, Alex terlihat tidak bisa melakukan hubungan suami istri dengan wanita lain, walaupun Cassandra adalah istri kedua Alex. Namun, Alex terlihat enggan melakukan itu, tapi Alex harus segera melakukan hubungan itu dengan Cassandra supaya Alex segera mendapatkan keturunan.

"Kamu tidak mandul, kan?" tanya Alex.

"Harusnya Om tanya itu sama istri pertama Om, bukan sama aku." Suara Cassandra terdengar ketus.

Alex mengusap kasar wajahnya. Alex merasa menyesal sudah bertanya seperti itu.

"Ayo, aku tidak punya banyak waktu." Alex bangun dari duduknya dan mengajak istrinya untuk ke kamar.

Cassandra tidak mengatakan apapun, tapi Cassandra bangun dari duduknya dan mengikuti langkah Alex menuju kamar. Namun, saat diambang pintu, tiba-tiba saja ponsel Alex berdering. Alex menghentikan langkahnya dan mengambil ponsel itu, lalu Alex menjawab telepon tersebut.

"Hello, iya Sayang, ada apa?" tanya Alex pada sambungan telepon itu.

Mendengar kata Sayang membuat ekspresi wajah Cassandra semakin kesal, dan Cassandra langsung masuk kedalam kamar dengan sedikit menyenggol lengan Alex. Alex hanya menatap bingung dengan tingkah Cassandra, tapi Alex masih menerima telepon tersebut.

"Oh, oke, aku segera pulang ke rumah, tunggu aku." Alex langsung mengakhiri telepon itu.

Alex menatap Cassandra yang sudah duduk ditepi ranjang, Alex merasa menyesal karena dirinya harus pergi.

"Selalu ada gangguan," celetuk Cassandra seolah-olah menyindir sang suami.

Helaan napas Alex sangat kasar. "Ya begitu, maaf, sepertinya malam ini kita tidak bisa melakukannya."

"Ya udah, kita enggak perlu lakukan itu selamanya aja." Suara Cassandra terdengar kesal.

Istri mana yang tidak kesal jika malam terpenting mendapat gangguan. Walaupun Cassandra hanya istri kedua, tapi Cassandra tetap harus melakukan tugasnya. Apa lagi Cassandra sudah merelakan dirinya untuk menjadi istri kedua, istri kedua yang hanya dibutuhkan untuk memberikan seorang anak.

"Apakah kamu marah padaku?" Alex terus menatap wajah istrinya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   60. Pertemuan Tak Terduga

    Pukul 5 sore, di sebuah kamar VIP yang berada di rumah sakit. Seorang wanita mulai membuka matanya, dan perlahan-lahan ia melirik ke arah sekitar. "Sayang, kamu sudah sadar." Suara Damar sangat khawatir, ia langsung menghampiri ranjang rumah sakit. "Sa ... Sayang." Cassandra ingin bangun, tapi sang suami menahannya. "Jangan bangun." Damar membenarkan posisi istrinya. "Kalau masih pusing kembali istirahat saja." Cassandra terdiam, ia baru menyadari jika dirinya berada di rumah sakit. Entah sejak kapan ia berada di sana, dan ia mulai menatap suaminya. Damar paham dengan tatapan itu, ia mulai menceritakan kenapa sang istri berada di rumah sakit. "Kalau masih sakit kamu harus di rawat di sini," ucapnya. "Aku enggak mau di sini, aku mau pulang." Cassandra memang tidak pernah suka jika dirinya di rawat di rumah sakit. Entah kenapa, ia benar-benar tidak betah. "Sayang, jangan gitu, biarkan cairan itu masuk semuanya ke dalam tubuhmu." Sekilas Damar melirik pada infusan sang istri

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   59. Rumah Sakit

    Alex segera membawa Calvin ke rumah sakit saat melihat Calvin sudah pingsan dan mengeluarkan darah dari kepalanya, Calvin jatuh dari tangga dan menggelinding ke bawah membuat Alex histeris."Dok, tolong selamatkan anakku!" Wajah Alex sangat pucat, ia khawatir dengan anak semata wayangnya."Akan saya usahakan." Dokter segera masuk ke ruangan operasi.Saat ini Calvin harus segera di operasi setelah sang Dokter memeriksa keadaannya, dan Alex tidak bisa ikut masuk ke ruangan tersebut.'Tuhan, selamatkan anakku,' batin Alex yang benar-benar mengkhawatirkan sang anak. Bagaimana Alex tidak mengkhawatirkan sang anak, anaknya jatuh dari tangga dan mengeluarkam darah.Alex terus mondar-mandir didepan pintu ruang operasi, dan tidak lama kemudian ada seorang wanita yang menghampirinya. Sejenak, Alex melihat wanita itu dan kembali menatap kaca ruang operasi lagi."Sa ... Sayang, maafkan aku." Haniya mencoba mendekati suaminya dan ingin menyentuh sang suami. Namun, suaminya menepis tangan tersebut.

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   58. Enam Tahun Kemudian

    Enam tahun kemudian...Tidak terasa sudah enam tahun berlalu, dan Cassandra sudah tidak sendiri lagi, ia sudah menikah. Hah? Menikah? Cassandra menikah dengan siapa? Hayo, pasti penasaran ya..."Sayang," panggil Damar pada istrinya yang baru saja membuka matanya.Perlahan-lahan Cassandra membuka matanya. "Selamat pagi suamiku." Seperti biasa ia selalu mengucapkan itu pada suaminya.Jadi...Cassandra dan Damar menikah? Yes, mereka menikah sudah setahun lamanya. Namun, mereka belum juga memiliki anak, karena beberapa bulan lalu Cassandra mengalami keguguran membuatnya sedikit trauma, tapi Damar tidak pernah memaksa harus memiliki anak secepatnya, Damar selalu ingin menikmati momen romantis dengan Cassandra.Wah...Bagaimana ceritanya Cassandra bisa menikah dengan Damar? Hehe, ceritanya panjang, tapi intinya Damar menunjukkan keseriusannya pada Cassandra dan perjuangan Damar mendapatkan Cassandra tidak main-main, itulah mengapa Cassandra menerima ajakan Damar untuk menikahinya."Selamat

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   57. Menata Kehidupan Baru

    Akhirnya... Cassandra menata kehidupan baru, ia kembali bekerja di restoran milik mantan kekasihnya, Damar. Cassandra juga sudah bertemu dengan sahabatnya, Elina. Namun, Cassandra tidak menceritakan kejadiannya yang menjadi istri kedua dan memiliki seorang putra. Cassandra benar-benar menutup rapat-rapat tentang kejadian itu seolah-olah tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ia juga ingin menata hidup barunya, ia masih memiliki masa depan, walaupun terkadang ia masih teringat tentang Alex dan Calvin. Namun, Cassandra memilih untuk menyimpan kenangan itu tersendiri didalam hatinya, ia juga tidak akan pernah melupakan anaknya, anak yang sudah dikandungnya, ia akan selalu mengingat masa kehamilan dan mengandung anaknya. Namun, Cassandra harus menyembunyikan semua itu supaya sang anak tetap aman."Istirahat dulu, jangan terlalu keras," bisik Elina ditelinga sahabatnya, sahabat yang sudah menghilang dan kembali lagi.Cassandra tersenyum. "Biar aku cepet kaya, biar aku punya masa depan yang i

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   56. Kesedihan Cassandra

    Alex benar-benar pergi membawa Calvin dan meninggalkan Cassandra sendirian di Apartment tersebut, Apartment yang sudah diberikan olehnya pada mantan istri keduanya."Calvin!" Cassandra kembali menangis, ia juga menyandarkan kepalanya pada pintu utama, ia ingin membuka pintu tersebut dan mengejar mantan suaminya. Namun, ia tidak bisa melakukan itu, karena ia akan hanya mengundang keramaian di gedung Apartment tersebut.Cassandra merebahkan tubuhnya dilantai, ia terus menangis tanpa memperdulikan wajahnya yang sudah dibanjiri oleh air matanya karena kepergian anaknya bersama sang mantan, mantan suami yang akan selalu dikenang olehnya sampai kapanpun. Cassandra tahu jika dirinya tidak boleh memikirkan Alex, tapi untuk saat ini ia hanya bisa memikirkan tanpa melihat, dan tanpa menyentuh. Cassandra juga tidak bisa menggendong Calvin, tidak bisa mencium, dan mencium aroma tubuhnya yang sangat wangi."Tuhan, tolong selalu jaga anakku dan..." Cassandra menjeda perkataannya yang sedang berdoa.

  • Terpaksa Bertahan jadi Istri Kedua   55. Perceraian Alex dan Cassandra

    Seminggu kemudian. Akhirnya, Alex dan Cassandra sudah bercerai, semua itu Haniya yang melakukan supaya Cassandra benar-benar pergi dari kehidupan Alex, Haniya tidak ingin Alex memikirkan Cassandra, karena tujuan pernikahan itu adalah untuk mendapatkan keturunan, bukan untuk menumbuhkan rasa cinta. Jadi, Haniya segera mempercepat perceraian itu, karena jika tidak, Alex selalu banyak alasan membuat Haniya semakin kesal."Seperti perjanjian, saya memberikan Apartment ini untukmu." Alex memberikan Apartment ini untuk istri keduanya, hm lebih tepatnya mantan istri kedua karena mereka sudah bercerai.Cassandra menahan air matanya yang hampir menetes, ia tidak ingin terlihat lemah didepan Haniya dan Alex."Te ... Terima kasih." Cassandra mencoba tersenyum.Perceraian Alex dan Cassandra akhirnya sudah terjadi, kini Haniya tidak perlu mengkhawatirkan Alex lagi.'Maafkan aku,' batin Alex yang terus menatap wanita didepannya, wanita yang sudah melahirkan keturunannya.Apartment yang selama ini d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status