Mag-log in"Tolong jangan lupa siapa di sini yang mandul, Mas. Aku rela berkorban dengan menerima vonis mandul itu demi melindungi harga dirimu. Bukan untuk menjadi istri pertama yang terzolimi!" *** Airin, wanita sederhana dengan hati yang besar. Pernikahannya dengan Damian, seorang dosen di universitas swasta yang karismatik, tampak harmonis dari luar. Sayangnya, lima tahun berlalu tanpa kehadiran seorang anak, menjadi awal retaknya rumah tangga mereka. Ketika vonis dokter memastikan Damian mandul, dunia pria itu runtuh. Namun, ia memilih jalan licik untuk menyelamatkan harga dirinya, yakni dengan meminta Airin berpura-pura mandul di hadapan keluarganya. Dengan penuh cinta dan kesabaran, Airin menerima permintaan itu, berharap dapat mempertahankan rumah tangga mereka. Namun, kebohongan itu malah menjadi neraka bagi Airin. Ibu mertuanya yang obsesif dengan garis keturunan tak ragu menyudutkan dan menghina Airin. Ia bahkan memberikan ultimatum yang menghancurkan hati Airin: ikhlas dimadu atau tinggalkan Damian. Ketika Damian menikahi Anita, wanita pilihan ibunya, Airin merasa dunianya runtuh. Tidak hanya harus menghadapi rasa terhina, ia juga mendapati istri kedua Damian mulai merancang strategi licik untuk mengusirnya dari rumah. Kesetiaan dan cinta yang selama ini ia pertahankan mulai terkikis oleh pengkhianatan. Di tengah badai itu, muncul Daniel, wali murid di taman kanak-kanak tempat Airin mengajar. Sosok pria yang penuh misteri ini membawa harapan baru dalam hidup Airin. Namun, Daniel menyimpan rahasia besar yang berpotensi menyeret Airin ke dalam bahaya yang lebih besar. Kehidupan pria itu ternyata jauh dari biasa, bahkan penuh ancaman. Airin kini dihadapkan pada dua pilihan besar: kembali pada Damian yang telah menyakitinya demi mempertahankan harga diri keluarga atau melangkah menuju kebahagiaan baru bersama Daniel yang penuh risiko.
view more"Dengan pria ini lagi, huh? Sebenarnya, apa hubunganmu dengannya? Dia ini benar-benar wali muridmu atau malah selingkuhanmu?"Panik. Itulah yang kurasakan sekarang. Mas Damian yang tiba-tiba berdiri di samping meja kami dengan ekspresi menahan emosi sudah berhasil membuatku menahan napas. Belum lagi pertanyaan menusuknya itu.Namun, belum lagi aku membuka mulut untuk menangkis tuduhannya itu, pak Daniel lebih dulu menyahut, "Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Anda salah paham."Pak Daniel tidak akan asal-asalan berbicara seperti waktu itu, 'kan?"Salah paham, huh? Dulu kalian menginap bersama di hotel. Sekarang makan berduaan di sini. Kalian ingin mengelak bagaimana lagi?" Mas Damian tampak geram. Sebelum amarah suamiku itu meledak di tempat umum, aku segera bangkit dari tempat duduk dan ingin meraih tangannya. Namun, tangannya yang satunya lebih dulu diraih Anita. Ah, aku bahkan baru menyadari Anita ada di belakang Mas Damian."Mas, sudahlah. Ayo pergi saja. Kita di sini ingin
Jam baru menunjukkan pukul lima subuh ketika aku berdiri di balkon kamar menatap awan dan alam saling menyentuh. Kabut cukup tebal karena tadi malam hujan deras dan baru reda satu jam yang lalu. Udara begitu dingin. Aku memeluk tubuh yang hanya memakai gaun tidur berbahan satin tanpa lengan. Aku sedikit menggigil, namun ketenangan yang kudapatkan membuatku tetap bertahan di sana.Belakangan ini pikiranku begitu kacau. Aku sering merasa aneh pada perasaanku sendiri yang tak bisa konsisten. Sering kali aku juga meragukan keputusan besar yang kuambil belakangan ini. Ya, apalagi kalau bukan tentang tetap bertahan dengan Mas Damian.Ah, baru saja memikirkannya, suamiku itu tiba-tiba saja sudah berdiri di belakangku. Lengan kekarnya yang memelukku membuatku merasakan kehangatan. Tubuhku perlahan berhenti menggigil kedinginan."Ai, kenapa berdiri di sini? Udaranya dingin, Sayang," bisiknya lirih. Suaranya terdengar serak dan sepertinya ia masih setengah mengantuk. "Mas lanjut tidur saja. A
"Eca?" panggilku kala melihat seorang anak dengan rambut dikuncir kuda tengah berjongkok di depan gerbang TK. Ia tak menoleh karena sibuk melamun dengan menatap tanah. Aku pun segera menghampiri dan menyentuh pundaknya."Eca, kenapa jongkok di sini, Sayang?" Anak itu akhirnya mendongak dan menatapku. Aku pun segera membantunya bangun. "Ayo duduk di bangku sana saja," ajakku, menariknya lembut ke arah bangku yang disediakan. Aku tak perlu lagi bertanya alasan anak itu masih belum pulang. Wajah mendungnya sudah menjelaskan bahwa ayahnya lagi-lagi telat menjemput. "Sebentar, ya ... mungkin papanya Eca masih di jalan," hiburku sambil merapikan poni anak didikku itu. "Bu Guru akan temani sampai papanya Eca datang. Sekarang Eca lapar tidak? Mau makan dulu?" Anak itu hanya menggeleng sebagai jawaban."Umm ... atau Eca haus? Mau Bu Guru belikan minuman?" pertanyaanku itu lagi-lagi hanya dibalas gelengan kepala olehnya. Merasa Eca sedang tak ingin diajak bicara, akhirnya aku pun memilih bun
Setelah kejadian tadi, aku tak kunjung bangun dari ranjang. Aku memilih berdiam diri di dalam selimut. Berpura-pura tidur setiap kali Mas Damian memanggil dan membujuk agar aku berhenti merajuk.Bagaimanapun juga, perlakuannya tadi sudah sangat keterlaluan. Leherku bahkan masih terasa perih. Aku yakin akan ada jejak kemerahan bekas cekikannya di sana. Belum lagi, aku masih merasa sangat ngilu. Apa ini sudah bisa kusebut tindak kekerasan dalam rumah tangga? Ia seolah ingin membunuhku tadi. Jujur saja, aku bahkan masih sedikit takut padanya. Baru kali ini Mas Damian mengamuk sampai menyakitiku."Airin." Mas Damian memanggil lagi setelah sebelumnya pergi ke kamar mandi. Sepertinya ia sudah selesai membersihkan diri.Merasakan guncangan di ranjang, aku pun semakin mengeratkan peganganku pada selimut. Saat Mas Damian mencondongkan tubuhnya untuk melihat wajahku, aku lantas segera menutup kedua mata rapat-rapat."Ai ...."Tubuhku menegang saat ia berbisik tepat di depan telingaku. Jantungku












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu