Share

BAB 22

Penulis: Rose
last update Tanggal publikasi: 2025-05-27 13:16:31

Setelah keluar dari ruang rapat, perut Latisha kembali berdemo dengan gaduh. Cacing-cacing di perutnya seperti sedang menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Apalagi ia punya Maag—menunda makan terlalu lama bukan pilihan yang bijak.

Ia segera melangkah menuju pantry, berharap menemukan sesuatu yang bisa dimakan. Matanya menyapu isi rak dengan cepat. Karena perutnya sudah terlanjur kosong dan nyaris memberontak, ia langsung mengambil sebungkus mi instan dan menyeduhnya. Sambil menunggu matang,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
aku suka membaca
ditunggu up selanjut nya kak
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 93

    Rosalia baru saja melangkah keluar dari ruang makan ketika suara Atmaja menghentikan langkahnya.“Rosalia.”Ia menoleh. “Hm?”“Duduk. Saya ingin bicara.”Nada suara Atmaja terdengar biasa, nyaris tanpa tekanan. Namun entah mengapa, Rosalia justru merasakan sesuatu yang berbeda. Selama bertahun-tahun, setiap percakapan yang berpotensi berubah menjadi pertengkaran selalu dihindari Atmaja. Lelaki itu lebih memilih diam, mengalah, atau meninggalkan ruangan ketika Rosalia mulai membawa nama Hana dan Latisha ke dalam pembicaraan mereka. Tetapi malam ini, Atmaja tidak pergi. Ia justru menunggunya.Rosalia berjalan mendekat dan duduk di sofa. Tatapannya mengarah pada suaminya yang duduk di seberang. “Tentang apa?”Atmaja tidak langsung menjawab. Kedua tangannya bertaut di atas lutut, sementara pandangannya tetap tertuju kepada Rosalia. Tatapan itu membuat perempuan tersebut perlahan merasa tidak nyaman.“Mas mau membicarakan Latisha lagi?”“Bukan.”Rosalia mengangkat alis.“Saya mau membicara

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 92

    “Pah, tolong kali ini Papa yang turun tangan.”Alfian menatap ayahnya lekat-lekat. Suaranya tidak tinggi, tetapi terdengar jauh lebih tegas daripada biasanya. Atmaja yang sejak tadi berdiri di dekat jendela akhirnya berbalik. Wajahnya tampak lelah, sementara ponsel yang berada di tangannya bahkan sudah lama tidak ia perhatikan.“Apa yang bisa Papa lakukan, Al?” tanyanya pelan.“Banyak. Atau setidaknya lebih banyak daripada saya.”Atmaja menghela napas panjang lalu berjalan menuju meja kerjanya. Ia duduk perlahan dan menyandarkan punggungnya pada kursi. “Papa sudah mencoba bicara dengan Mama.”“Dan Mama berhenti?”Atmaja terdiam.Alfian mengangguk kecil. Ia sudah tahu jawabannya. “Saya tahu Papa sudah berusaha menghentikannya. Tapi setiap kali Papa mundur karena tidak ingin keadaan semakin buruk, Mama justru mencari cara lain untuk melanjutkan semuanya.”“Al…”“Saya tahu dia ibu saya, Pa.” Alfian menarik napas, berusaha menjaga suaranya tetap tenang. “Saya tahu bagaimana Mama. Tapi say

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 91

    “Semua sudah selesai, Mas.”Daniel mengembuskan napas panjang sebelum meletakkan beberapa map di atas meja kerja Sagara. Satu per satu laporan itu disusun rapi di hadapannya—dokumen penyelesaian sengketa tanah, hasil pemeriksaan legal, hingga laporan terbaru mengenai proyek Dirgantara.Sagara menarik salah satu map dan membukanya. Matanya bergerak cepat membaca beberapa halaman terakhir sebelum akhirnya menutup kembali dokumen tersebut.“Bagaimana proses terakhirnya?”“Sudah beres secara hukum. Pihak yang mengajukan keberatan juga sudah tidak punya dasar untuk melanjutkan tuntutannya.” Daniel bersandar sebentar pada kursinya. “Tapi saya masih penasaran, Mas.”Sagara mengangkat pandangan.“Kenapa akhirnya Mas memilih jalur hukum?”Pertanyaan itu membuat Sagara diam sejenak.Sejak awal, ia memang tidak ingin membawa sengketa tersebut ke pengadilan. Baginya, proses hukum akan memakan waktu, tenaga, dan berpotensi membuat proyek yang sudah hampir rampung semakin tersendat. Ia sempat memil

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 90

    “Ada perlu apa Anda meminta saya datang ke sini?”Suara Alfian terdengar tenang ketika ia tiba di salah satu restoran ternama yang sengaja dipilih Sagara untuk pertemuan mereka. Tatapannya menyapu ruangan sejenak sebelum akhirnya berhenti pada pria yang telah lebih dulu menunggunya.Sagara mengangkat wajah dari cangkir kopi di hadapannya. Senyum tipis terbit di bibirnya, tenang dan sulit dibaca.“Silakan duduk.”Tidak ada basa-basi berlebihan. Tidak ada nada mengintimidasi. Namun, ketenangan Sagara justru membuat suasana di antara mereka terasa lebih serius.Alfian menarik kursi di hadapan Sagara lalu duduk dengan sikap tegak. Ia menatap pria itu beberapa detik, seolah sedang membaca maksud di balik pertemuan ini.Sebenarnya, tanpa perlu Sagara menjelaskan pun, Alfian sudah bisa menebaknya. Pasti ada alasan mengapa seorang Sagara Alverio Dirgantara memilih bertemu dengannya secara langsung.“Anda pasti tahu siapa saya,” ujar Sagara kemudian. Nada suaranya terdengar ramah, tetapi tetap

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 89

    Sagara baru saja tiba di rumah ketika aroma harum dari arah dapur langsung menyambutnya. Aroma rempah yang begitu familiar membuat langkahnya seketika berbelok menuju sumbernya.Begitu sampai di dapur, bibir Sagara melengkung membentuk senyum lebar.Di hadapannya, Latisha tampak sibuk berkutat dengan peralatan masak. Punggung kecilnya bergerak kesana-kemari, sesekali tangannya mengaduk masakan yang sedang dimasaknya.Tanpa ingin mengganggu, Sagara melangkah mendekat.Namun, alih-alih hanya berdiri di belakangnya, kedua lengannya melingkar begitu saja di pinggang Latisha.Latisha tersentak kecil. Namun, sedetik kemudian, senyum hangat mengembang di wajahnya."Kok udah pulang?"Sagara menyandarkan dagunya sebentar di bahu Latisha, menikmati kehangatan istrinya setelah seharian berkutat dengan pekerjaan. Aroma rempah yang memenuhi dapur semakin membuat lelahnya terasa luruh."Pekerjaan saya sudah selesai," ujar Sagara lembut. "Entah kenapa hari ini rasanya pengin cepat-cepat pulang. Tern

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 88

    Latisha tengah berbelanja kebutuhan bulanan. Belakangan ini suaminya bekerja begitu keras hingga hampir tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Karena itu, malam ini Latisha ingin memberinya sedikit kejutan sederhana, memasakkan makanan kesukaannya.Ia sedang memilih beberapa bahan makanan ketika tanpa sengaja seseorang berjalan dari arah berlawanan.Bruk!Tubuh mereka bertabrakan. Beberapa kantong belanja yang dibawa Latisha terlepas dari tangannya dan jatuh berserakan di lantai."Aduh, maaf, Mbak. Saya nggak sengaja."Pria itu segera berjongkok, membantu memunguti barang-barang Latisha yang berjatuhan. "Mbak nggak apa-apa?"Latisha ikut berjongkok, lalu tersenyum kecil."Saya nggak apa-apa, Mas. Terima kasih, ya, sudah bantu merapikan."Pria itu terdiam.Tangannya yang semula sibuk memunguti belanjaan mendadak berhenti. Jemarinya membeku di atas sekotak susu yang baru saja ia ambil dari lantai.Tatapannya terpaku pada wajah Latisha, seolah sedang memastikan bahwa perempuan di ha

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 49

    “Udah selesai?” tanya Latisha begitu Sagara masuk ke kamar.Sagara hanya mengangguk lalu berjalan mendekat, wajahnya dibuat semelas mungkin. “Senin nanti Daniel mulai kerja. Kamu harus bantu saya awasin dia,” ujarnya sambil naik ke ranjang bersandar di headboard ranjang seperti dirinya.Latisha men

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 46

    Hari itu Latisha tenggelam dalam tumpukan rapat penting. Berkas-berkas berserakan, suara diskusi belum juga reda, sementara pikirannya sudah mulai lelah. Di tengah kesibukan itu, ponselnya bergetar pelan. Sekilas matanya menangkap sebuah nama di layar, Pak Sagara.Jantungnya refleks berdetak lebih

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 45

    "Aku tidak membenci cinta, aku hanya takut jatuh terlalu dalam… karena jatuh membuatku sadar betapa kerasnya tanah saat aku terhempas."~Latisha~.."Kenapa nggak bilang dulu?" suara Latisha terdengar pelan, tapi jelas sarat dengan perasaan yang campur aduk. Mereka sudah berada di kamar, hanya ber

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 44

    Latisha mendongak, menatap Sagara penuh selidik. Suaranya bergetar ketika menyebut satu nama, "Mbak Clara?"Tentu saja, setelah semua kejadian akhir-akhir ini, ia tidak bisa begitu saja menaruh percaya pada orang lain. Sagara mungkin terlihat meyakinkan, namun rasa takutnya masih lebih kuat."Clara

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status