Share

41. Pria baik

Penulis: Kareniavorg
last update Tanggal publikasi: 2025-01-09 09:40:08
"Minumlah dan nikmati sarapanmu dengan nyaman. Kalau kau ingin makan sesuatu yang lain untuk makan malam, kau bisa mengatakannya padaku. Sepulang kerja aku akan membelikannya untukmu," ucap Rex seraya menaruh segelas susu khusus ibu hamil itu di hadapan Jane.

Sejenak Jane menatap segelas susu hangat itu lalu kemudian beralih menatap Rex dengan tak enak hati. "Rex... kau sudah sangat sibuk dan lelah oleh urusan pekerjaan, kenapa repot-repot membuatkan susu untukku?"

Rex mengangkat bahunya rin
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terpaut Kasih Sang Billionaire    48. Peringatan untuk Claire

    "Tidak kah kau sadar kau telah berbuat sangat kejam pada orang lain, Claire?" suara bariton milik Rex itu terdengar menggema saat dia memasuki kantor Claire. "Kau membawanya ke kehidupan kita, mengeksploitasinya demi memenuhi keinginanmu untuk punya anak dan melancarkan rencanamu demi warisan sialan itu, tapi kau juga yang berkhianat dan sengaja menghancurkan hidupnya!" bentaknya lanjut menegur.Claire terbelalak mendengar bentakan itu. Alih-alih menerima kesalahannya, Claire justru balik menatap Rex dengan tatapan tak kalah marah. "Apa pelacur itu mengadu padamu bahwa aku telah melakukan hal jahat padanya, ha?!" teriak Claire balas membentak. "Aku tidak melakukan apapun. Berani-beraninya jalang itu mengarang cerita sialan untuk mengadu kepadamu."Mendengar kalimat bengis yang keluar dari mulut Claire itu, Rex hanya bisa mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Sesaat dia mengusap kasar wajahnya sebelum kemudian menatap Claire dengan ekspresi campuran antara lelah d

  • Terpaut Kasih Sang Billionaire    47. Padam sebuah harapan

    Rex merasa andai saja takdir bisa diubah, dia ingin mengubah pertemuannya dengan Jane. Dia ingin bertemu Jane lebih awal, ingin jatuh cinta dengannya dan menghabiskan seluruh hidupnya untuk mencintainya saja. Namun, pengandaian itu tak ubahnya sebuah dongeng sebelum tidur. Kenyataanya, hidup memang butuh sebuah pelajaran untuk diingat sebagai pengalaman hidup. Rex harus lebih dulu jatuh cinta secara sepihak pada Claire, baru kemudian merayakan cinta yang baru pada Jane yang tak pernah diduganya. "Ruby..." Rex memanggil lembut nama itu sembari menatap Jane dengan sedih. Dia merasa sangat terluka, sudut hatinya terasa nyeri menyaksikan Jane menangis pilu seperti ini. Terlebih lagi, Jane menangisi pria yang dicintainya. Sebegitu dalamnya cinta Jane pada Dante sampai-sampai kehadiran Rex dan semua hal yang telah mereka lewati tak sekalipun membuat goyah hati Jane untuk berpaling. Ah, lagi-lagi Rex jatuh cinta sendirian. "Apa artinya aku menjalani semua hal gila ini jika Dante

  • Terpaut Kasih Sang Billionaire    46. Situasi yang menyakiti Jane

    "Dante, jangan pergi. Kumohon..." kalimat itu hanya meluncur lirih dari bibir Jane yang gemetar menahan isak tangisnya. Sementara air mata terus berderai. Seharusnya Jane berteriak lebih keras, seharusnya Jane berlari mengejar dan menarik tangan Dante kuat-kuat agar pria terkasihnya itu berhenti menjauh. Namun, yang bisa Jane lakukan hanyalah diam bergeming dengan segala sakit yang menghantam dadanya. Kedua kakinya seolah dipaku pada lantai, dia tak kuasa untuk sekedar berlari dan menjelaskan semuanya pada pria yang di cintainya bahwa situasi ini tak seperti yang Dante bayangkan. "Aku tak pernah berkhianat, sayangku, Dante..." cicit Jane dengan suara tercekat. Hatinya begitu nelangsa. Melihat kemarahan, kekecewaan dan kesedihan di wajah pria yang selalu menatapnya dengan teduh itu adalah sebuah hukuman paling mengerikan yang tak pernah Jane bayangkan. Bukan kehidupan seperti ini yang Jane rencanakan. Jane hanya ingin hidup bahagia dengan pria yang dicintainya, tapi kemiskinan me

  • Terpaut Kasih Sang Billionaire    45. Kekecewaan Dante

    Di dalam lorong rumah sakit yang dingin dan berbau antiseptik, Claire baru saja menghubungi Rex dengan kalimat yang tegas seperti biasanya dia berkomunikasi dengan suaminya itu. Dia terlalu dominan, terkesan memberi perintah dan Rex mau tak mau harus selalu menurutinya. "Jemput aku jam dua belas siang, Rex. Aku tak mau tahu kau harus menjemputku di kantor, kita pergi berdua dengan mobilmu." Nada suaranya tak memberi ruang untuk bantahan. Lantas Claire pun memutus sambungan telepon secara sepihak tanpa aba-aba. Claire merapikan mantel tipisnya sebelum melangkah ke meja perawat jaga. Senyum ramah langsung terukir di wajahnya, begitu hangat hingga siapa pun akan mengira ia membawa kabar baik. "Selamat pagi," sapa Claire lembut. "Aku ingin memastikan satu hal tentang keluargaku yang dirawat di kamar 406." Perawat itu menoleh, membalas dengan senyum profesional. "Ada yang bisa kami bantu, Nona?" "Pasien atas nama Dante," ucap Claire sambil menyebut nama itu dengan tenang. "Apakah benar

  • Terpaut Kasih Sang Billionaire    44. Aku harap cinta itu milik ku, Ruby

    Kesalahan terbesar Jane di kehidupan ini adalah terlahir miskin. Di perjalanan pulang itu, Jane hanya bisa melamun dengan pikiran yang melayang jauh entah kemana. Yang terus menerus terngiang dibenaknya saat itu adalah andai saja dia terlahir kaya raya seeperti kehidupan Rex dan Claire, pasti dia tak akan mengalami kehidupan yang menyedihkan seperti ini."Ruby," suara lembut Rex terdengar memanggil. Beberapa kali dia melirik Jane dengan tatapan khawatir. Jane melirik Rex dengan tatapan sayu. "Iya Rex?""Apa kau ingin menemui tunanganmu lagi? aku tak masalah jika harus memutar balik arah."Seketika Jane pun menggeleng pelan menolak tawaran Rex yang sangat mengkhawatirkannya itu. "Tidak, Rex. Hari ini sudah lebih dari cukup, aku tak ingin berlama-lama di sekitar Dante ... " suara Jane tercekat karena gelombang sedih yang tiba-tiba kembali menderanya. "Aku tak ingin Dante melihatku dalam keadaan ini.""Baiklah."Suasana di antara mereka pun kembali hening. Jane diam melamun selama perja

  • Terpaut Kasih Sang Billionaire    43. Aku ingin pulang pada Dante

    "Fany, apa Jane baik-baik saja?" Dante bertanya dengan risau pada Fany yang saat itu datang mengunjunginya membawakan sup ayam yang masih panas.Fany terdiam sesaat setelah mendapat pertanyaan itu. Tentu dia sangat kebingungan harus menjawab apa karena sama halnya dengan Dante, dia pun tak tahu bagaimana keadaan Jane dan di mana wanita itu berada. Yang Fany tahu, Jane hanya bekerja untuk orang kaya."Jane? Ah dia sedang sibuk bekerja, kau tak perlu khawatir Dante. Jane tentu baik-baik saja," jawab Fany. Senyuman terukir di wajahnya untuk menenangkan kekhawatiran Dante terhadap kekasihnya.Sejenak, Dante terlihat ragu dengan jawaban Fany. Dia menatap Fany lekat-lekat, kentara sekali bahwa dia sedang mencari kebohongan di kedua mata Fany lalu kemudian dia pun menghela napas berat."Aku tak bisa mengetahui apakah kau sedang berbohong atau sedang berkata jujur, Fany. Aku harap Jane benar-benar dalam keadaan baik-baik saja," ucapnya pelan lalu memilih me

  • Terpaut Kasih Sang Billionaire    5. Peliharaan Rex

    "Dari mana saja kau Rex kenapa kau baru pulang sepagi ini, berada di mana kau kemarin?" tanya Claire sinis sambil menyesap teh hangatnya.Rex yang pagi itu baru pulang ke rumahnya hanya melirik sebentar ke arah istrinya dan kemudian melangkah pergi menuju kamarnya. "Ini masih pagi dan aku lelah, C

  • Terpaut Kasih Sang Billionaire    4. Dunia yang asing

    Di dalam Jaquzi yang diisi penuh oleh air hangat beraroma mawar bercampur manisnya vanila itu Jane berendam dengan wajah datar dan kedua mata yang menatap nanar ke arah jendela yang langsung menyuguhkan pemandangan hamparan daun maple yang memerah.Sejenak Jane memejamkan kepalanya saat merasakan t

  • Terpaut Kasih Sang Billionaire    3. Perempuan rahasia

    Jane mendapatkan sejumlah uang dari istri Rex. Dengan tangan gemetar, dia memasukkan gepokan uang itu ke dalam tasnya. Matanya berair, air mata perlahan jatuh membasahi pipinya. Dia keluar dari klub malam itu, berjalan dengan langkah berat dan penuh beban. Sambil menangis, Jane memeluk tasnya erat-

  • Terpaut Kasih Sang Billionaire    2. Uang adalah segenap nyawa Jane

    Rex ingin berbalik pergi, tapi tiba-tiba saja Jane bangkit dan mencekal pergelangan tangan Rex. "Aku mohon tuan... jangan pergi. Nyonya itu sudah berjanji akan membayar saya dengan nominal yang besar."Apa kau gila? Lepaskan tanganku!" bentaknya menepis kasar cekalan tangan Jane padanya. "Apa kau t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status