LOGINPada usia awal 20an, Ruby Jane merasakan bahwa dunia bertindak sangat jahat padanya. Seolah hidup sebatang kara dan miskin belumlah cukup, Ruby Jane harus kembali dihadapkan pada penderitaan dimana tunangannya terlibat kecelakaan yang membuatnya terluka parah. "Demi memperjuangkan hidupnya, walaupun harus menjual jiwaku pada iblis... aku rela." Keputusasaan membuat Ruby Jane bertindak nekad dengan menjual tubuhnya demi beberapa lembar uang. Jane rela menampung benih pria asing bernama Rex Milagro yang menginginkan seorang anak darinya. Dapatkah Jane dengan mudah melewati keputusan besar yang sudah terlanjur dia lakukan itu? Sanggupkah dia mengandung dan melahirkan bayi untuk orang asing?
View More"Tidak kah kau sadar kau telah berbuat sangat kejam pada orang lain, Claire?" suara bariton milik Rex itu terdengar menggema saat dia memasuki kantor Claire. "Kau membawanya ke kehidupan kita, mengeksploitasinya demi memenuhi keinginanmu untuk punya anak dan melancarkan rencanamu demi warisan sialan itu, tapi kau juga yang berkhianat dan sengaja menghancurkan hidupnya!" bentaknya lanjut menegur.Claire terbelalak mendengar bentakan itu. Alih-alih menerima kesalahannya, Claire justru balik menatap Rex dengan tatapan tak kalah marah. "Apa pelacur itu mengadu padamu bahwa aku telah melakukan hal jahat padanya, ha?!" teriak Claire balas membentak. "Aku tidak melakukan apapun. Berani-beraninya jalang itu mengarang cerita sialan untuk mengadu kepadamu."Mendengar kalimat bengis yang keluar dari mulut Claire itu, Rex hanya bisa mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Sesaat dia mengusap kasar wajahnya sebelum kemudian menatap Claire dengan ekspresi campuran antara lelah d
Rex merasa andai saja takdir bisa diubah, dia ingin mengubah pertemuannya dengan Jane. Dia ingin bertemu Jane lebih awal, ingin jatuh cinta dengannya dan menghabiskan seluruh hidupnya untuk mencintainya saja. Namun, pengandaian itu tak ubahnya sebuah dongeng sebelum tidur. Kenyataanya, hidup memang butuh sebuah pelajaran untuk diingat sebagai pengalaman hidup. Rex harus lebih dulu jatuh cinta secara sepihak pada Claire, baru kemudian merayakan cinta yang baru pada Jane yang tak pernah diduganya. "Ruby..." Rex memanggil lembut nama itu sembari menatap Jane dengan sedih. Dia merasa sangat terluka, sudut hatinya terasa nyeri menyaksikan Jane menangis pilu seperti ini. Terlebih lagi, Jane menangisi pria yang dicintainya. Sebegitu dalamnya cinta Jane pada Dante sampai-sampai kehadiran Rex dan semua hal yang telah mereka lewati tak sekalipun membuat goyah hati Jane untuk berpaling. Ah, lagi-lagi Rex jatuh cinta sendirian. "Apa artinya aku menjalani semua hal gila ini jika Dante
"Dante, jangan pergi. Kumohon..." kalimat itu hanya meluncur lirih dari bibir Jane yang gemetar menahan isak tangisnya. Sementara air mata terus berderai. Seharusnya Jane berteriak lebih keras, seharusnya Jane berlari mengejar dan menarik tangan Dante kuat-kuat agar pria terkasihnya itu berhenti menjauh. Namun, yang bisa Jane lakukan hanyalah diam bergeming dengan segala sakit yang menghantam dadanya. Kedua kakinya seolah dipaku pada lantai, dia tak kuasa untuk sekedar berlari dan menjelaskan semuanya pada pria yang di cintainya bahwa situasi ini tak seperti yang Dante bayangkan. "Aku tak pernah berkhianat, sayangku, Dante..." cicit Jane dengan suara tercekat. Hatinya begitu nelangsa. Melihat kemarahan, kekecewaan dan kesedihan di wajah pria yang selalu menatapnya dengan teduh itu adalah sebuah hukuman paling mengerikan yang tak pernah Jane bayangkan. Bukan kehidupan seperti ini yang Jane rencanakan. Jane hanya ingin hidup bahagia dengan pria yang dicintainya, tapi kemiskinan me
Di dalam lorong rumah sakit yang dingin dan berbau antiseptik, Claire baru saja menghubungi Rex dengan kalimat yang tegas seperti biasanya dia berkomunikasi dengan suaminya itu. Dia terlalu dominan, terkesan memberi perintah dan Rex mau tak mau harus selalu menurutinya. "Jemput aku jam dua belas siang, Rex. Aku tak mau tahu kau harus menjemputku di kantor, kita pergi berdua dengan mobilmu." Nada suaranya tak memberi ruang untuk bantahan. Lantas Claire pun memutus sambungan telepon secara sepihak tanpa aba-aba. Claire merapikan mantel tipisnya sebelum melangkah ke meja perawat jaga. Senyum ramah langsung terukir di wajahnya, begitu hangat hingga siapa pun akan mengira ia membawa kabar baik. "Selamat pagi," sapa Claire lembut. "Aku ingin memastikan satu hal tentang keluargaku yang dirawat di kamar 406." Perawat itu menoleh, membalas dengan senyum profesional. "Ada yang bisa kami bantu, Nona?" "Pasien atas nama Dante," ucap Claire sambil menyebut nama itu dengan tenang. "Apakah benar
"Aku pulang," ujar Rex mengabarkan kepulangannya sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk mencari keberadaan Jane. Lalu kemudian dia tersenyum ketika melihat Jane yang berjalan ke arahnya sambil mengulas senyuman yang sama."Kamu pasti sangat lelah, biar aku bantu meletakan jas
"Anda memanggil saya?" tanya seorang manager pemasaran yang kebingungan karena tiba-tiba saja dipanggil ke ruangan Rex. "Maaf tuan Milagro, apa saya membuat kesalahan?" lanjutnya risau.Rex menggelengkan kepalanya dan menatap karyawannya itu dengan serius. "Tidak sama sekali. Aku memanggilmu karena
Rex menarik dirinya dan berbaring di samping Claire dengan napas terengah-engah setelah percintaan mereka. Dia melirik ke arah Claire yang berbaring tanpa menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya, membuat kedua dadanya terekspos bebas di lihat oleh Rex."Apa kau tak merasa kedinginan?" ujarnya
"Apa kau sudah gila!" bentak Rex. Dia berusaha mendorong Claire menjauh darinya ketika perempuan itu meraba bagian intimnya dan beralih meraba pinggangnnya untuk mencari letak kepala gesper dan berusaha membuka celananya.Namun, Claire tak sekalipun mengindahkan teguran dari Rex. Dengan wajah yang






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews