Beranda / Romansa / Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh / Bab 46. Desakan Pernikahan yang Menyenangkan

Share

Bab 46. Desakan Pernikahan yang Menyenangkan

Penulis: Dera Tresna
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-22 07:25:52

“Auuwww... cubitanmu sakit sekali,” seru Christhoper.

“Rasakan itu. Bagaimana kamu bisa terus bercanda disaat kita membicarakan hal yang serius?” gerutu Amber.

“Itu agar kamu tidak merasa tegang dan terus bersedih karena sikap Aaron. Apakah kamu tahu siapa istrinya?” tanya Christhoper menjadi penasaran karena yang dia tahu Aaron sangat susah untuk bisa dekat dengan wanita. Makanya Christhoper heran ketika Aaron bisa begitu dekat dengan Amber.

Christhoper menjadi semakin waspada dengan kedeka
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 206. Pengkhianatan Besar

    Percintaan panas Vincent dengan Faine membuat pria itu tidur terlelap seperti orang pingsan. Keduanya kelelahan dengan kegiatan mereka sepanjang malam. Malam ini memang berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Faine sebisa mungkin mengimbangi gerakan Vincent bahkan meminta lebih. Dia benar-benar menekan rasa malunya dan menjadi wanita liar untuk menyenangkan pria yang dia cintai. Sebelum matahari terbit, Faine membuka mata dan bangun dengan perlahan, seluruh tubuhnya terasa pegal. Dia merenggangkan tubuhnya untuk mengurangi rasa pegal tersebut. Tangan Vincent yang melingkar posesif di pinggangnya, membuatnya tidak bisa bergerak. Dia menyingkirkan tangan itu menjauh dari pinggangnya. Sebelum bangun dari ranjang, Faine menatap wajah pria itu untuk waktu yang lama. Tiba-tiba saja air mata jatuh melembabkan pipinya. Tidak ingin membuat Vincent terbangun, dia menjauh dari ranjang dan mengitarinya berdiri di samping tempat Vincent

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 205. Melewati Malam Terakhir yang Panas

    “Aku tidak bisa membantumu untuk mendapatkan uang yang kamu butuhkan atau menyelesaikan masalah yang sedang kamu hadapi, tapi paling tidak aku bisa membuatmu senang di malam hari dan membantumu melupakan masalahmu untuk sejenak,” Faine memberi alasan. Vincent merasa senang dengan jawaban tersebut, dia mencium bibir Faine dengan intens, lidahnya menyapu bibir manis wanita itu dan menelusup masuk ke rongga mulut Faine, mengabsen gigi rapi dan memilin lidah wanita itu, mengajaknya menari bersama. Desahan terlepas dari bibir Faine membuat Vincent tersenyum mendengarnya. Dia semakin bersemangat mengecap bibir Faine hingga membuatnya bengkak. Tangannya menelusup masuk ke balik jubah mandi Faine dan terkejut mengetahui jika wanita itu tidak mengenakan apa pun di balik jubah mandinya. “Apakah kamu sengaja menggodaku?” geram Vincent dengan gairah yang tersulut. “Aku ingin menjadi wanita dewasa

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 204. Menjadi Wanita yang Menggoda

    Paginya Vincent bangun dengan kepala berdenyut sakit, handuk basah dan hangat ada di keningnya. “Apa ini?” tanya Vincent sambil mengambil handuk tersebut. Faine yang mendengar Vincent sudah bangun segera mendekati ranjang dan meletakkan kembali handuk yang Vincent ambil dari keningnya. “Menjelang pagi kamu demam dan tubuhmu menggigil, hari ini suhu tubuhmu masih sedikit panas. Aku mengompresmu agar suhu tubuhmu bisa turun dan kamu merasa nyaman.” “Siapa yang membawaku pulang?” “Drew yang membawamu pulang dalam keadaan mabuk. Apakah boleh aku tahu kenapa kamu sampai mabuk berat semalam?” “Aku membatalkan pinjaman yang orang itu tawarkan. Bunganya sangat tinggi dan mencekik, rasanya sangat tidak masuk akal, membuatku tidak akan mampu mengangsurnya. Saat pulang, aku merasa marah dan mampir ke bar di pinggir jalan untuk melampiaskan kemarahanku. Aku menghabiskan beberapa gelas minuman dan tidak sadar jika ak

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 203. Menghadapi Pilihan Sulit

    Faine menunggu Vincent pulang dari ladang hingga jam makan siang tiba. Dia merasa sangat khawatir karena langit begitu gelap, sepertinya hujan akan segera turun. Suhu udara pun turun dengan drastis hingga membuatnya merasa kedinginan. Sambil menunggu Vincent pulang, dia menyalakan perapian, menghangatkan ruangan untuk menyambut kepulangan pria itu agar tidak kedinginan. Jika sampai jam makan siang Vincent belum pulang maka dia benar-benar akan menyusul kekasihnya itu dan membawakannya makan siang, bahkan Vincent tidak sarapan pagi tadi. Benar saja, saat jam berdentang menunjukkan jam makan siang tiba, Vincent belum juga pulang. Faine segera beranjak dari depan perapian dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang pria itu, menatanya rapi di dalam tas makan. Dia kemudian memakai mantel tebal untuk segera berangkat ke ladang. Baru saja Faine keluar dari dapur sambil menenteng tas makanannya, pintu rumah

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 202. Anak di Luar Nikah

    Vincent meletakkan Faine ke atas ranjangnya lalu menarik selimut menutupi tubuh wanita itu. Dia kemudian berjalan mengitari ranjang dan naik ke atasnya. Berbaring di samping Faine dan masuk dalam selimut yang sama dengan wanita itu. “Maafkan aku,” ucap Vincent dengan nada yang lebih lembut, sambil membawa Faine ke dalam pelukannya. “Jika kamu berada dalam masalah, aku berharap kamu bisa mengatakannya padaku dan kita bisa berbagi bersama, bukan hanya masalah ranjang tapi juga berbagi suka dan duka,” ucap Faine. “Aku tidak pernah menjalani hubungan seperti yang apa yang kamu mau tapi aku akan belajar seperti apa yang kamu mau,” ujar Vincent memutuskan untuk tidak bersikap egois karena perasaannya pada Faine berbeda dengan perasaan yang dia rasakan pada para wanitanya dulu. “Apa yang sebenarnya terjadi dengan peternakan dan ladangmu? Drew berkata jika sedang ada masalah di sana,” tanya Faine mencoba mencari

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 201. Komunikasi Belum Terbangun

    Satu tangan Faine menggandeng lengan Vincent sedangkan satu tangan yang lain menahan ikatan selimutnya agar tidak merosot dan terlepas. Vincent membuka pintu dan terkejut melihat Drew sudah berdiri di pintu kamarnya, Faine lebih terkejut lagi. “Anda sudah terlambat sepuluh menit dari jadwal. Saya baru saja akan mengetuk pintu kamar Anda untuk menjemput Anda,” ucap Drew dengan nada datar yang terkesan dingin. “Aku ada urusan sedikit,” kata Vincent sambil menatap Faine, membuat Faine salah tingkah karena tidak enak hati di depan Drew. “Ayo kita berangkat,” kata Vincent mengajak Drew lalu berjalan mendahului pria itu. Drew tidak langsung mengikuti kepergian Vincent. Matanya menatap tubuh Faine yang hanya terlilit selimut. Dia tahu pasti jika wanita itu tidak mengenakan apa pun di balik selimut. Rahang Drew mengeras melihat banyak tanda kepemilikan Vincent di leher dan atas dada Faine, belum lagi rambut Fain

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status