Home / Romansa / Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh / Bab 74. Cinta Mengajari Tentang Memaafkan

Share

Bab 74. Cinta Mengajari Tentang Memaafkan

Author: Dera Tresna
last update Last Updated: 2025-12-06 07:22:53

Perempuan itu berlari menyambut dan langsung memeluk Aaron. “Akhirnya kamu pulang Nak. Mama sangat merindukanmu. Maafkan Papa dan Mamamu,” isak Mama Aaron.

“Mama tidak pernah melakukan kesalahan apa pun padaku, untuk apa Mama meminta maaf?” ucap Aaron.

“Mama tahu kamu marah pada Mama. Kamu berpikir Mama mengkhianatimu bukan? Mama sama sekali tidak pernah mengkhianatimu demi Papamu, semua Mama lakukan karena Mama mencintaimu dan Papamu. Mama tidak bisa memilih di antara kalian,” jelas Mama Aar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 206. Pengkhianatan Besar

    Percintaan panas Vincent dengan Faine membuat pria itu tidur terlelap seperti orang pingsan. Keduanya kelelahan dengan kegiatan mereka sepanjang malam. Malam ini memang berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Faine sebisa mungkin mengimbangi gerakan Vincent bahkan meminta lebih. Dia benar-benar menekan rasa malunya dan menjadi wanita liar untuk menyenangkan pria yang dia cintai. Sebelum matahari terbit, Faine membuka mata dan bangun dengan perlahan, seluruh tubuhnya terasa pegal. Dia merenggangkan tubuhnya untuk mengurangi rasa pegal tersebut. Tangan Vincent yang melingkar posesif di pinggangnya, membuatnya tidak bisa bergerak. Dia menyingkirkan tangan itu menjauh dari pinggangnya. Sebelum bangun dari ranjang, Faine menatap wajah pria itu untuk waktu yang lama. Tiba-tiba saja air mata jatuh melembabkan pipinya. Tidak ingin membuat Vincent terbangun, dia menjauh dari ranjang dan mengitarinya berdiri di samping tempat Vincent

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 205. Melewati Malam Terakhir yang Panas

    “Aku tidak bisa membantumu untuk mendapatkan uang yang kamu butuhkan atau menyelesaikan masalah yang sedang kamu hadapi, tapi paling tidak aku bisa membuatmu senang di malam hari dan membantumu melupakan masalahmu untuk sejenak,” Faine memberi alasan. Vincent merasa senang dengan jawaban tersebut, dia mencium bibir Faine dengan intens, lidahnya menyapu bibir manis wanita itu dan menelusup masuk ke rongga mulut Faine, mengabsen gigi rapi dan memilin lidah wanita itu, mengajaknya menari bersama. Desahan terlepas dari bibir Faine membuat Vincent tersenyum mendengarnya. Dia semakin bersemangat mengecap bibir Faine hingga membuatnya bengkak. Tangannya menelusup masuk ke balik jubah mandi Faine dan terkejut mengetahui jika wanita itu tidak mengenakan apa pun di balik jubah mandinya. “Apakah kamu sengaja menggodaku?” geram Vincent dengan gairah yang tersulut. “Aku ingin menjadi wanita dewasa

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 204. Menjadi Wanita yang Menggoda

    Paginya Vincent bangun dengan kepala berdenyut sakit, handuk basah dan hangat ada di keningnya. “Apa ini?” tanya Vincent sambil mengambil handuk tersebut. Faine yang mendengar Vincent sudah bangun segera mendekati ranjang dan meletakkan kembali handuk yang Vincent ambil dari keningnya. “Menjelang pagi kamu demam dan tubuhmu menggigil, hari ini suhu tubuhmu masih sedikit panas. Aku mengompresmu agar suhu tubuhmu bisa turun dan kamu merasa nyaman.” “Siapa yang membawaku pulang?” “Drew yang membawamu pulang dalam keadaan mabuk. Apakah boleh aku tahu kenapa kamu sampai mabuk berat semalam?” “Aku membatalkan pinjaman yang orang itu tawarkan. Bunganya sangat tinggi dan mencekik, rasanya sangat tidak masuk akal, membuatku tidak akan mampu mengangsurnya. Saat pulang, aku merasa marah dan mampir ke bar di pinggir jalan untuk melampiaskan kemarahanku. Aku menghabiskan beberapa gelas minuman dan tidak sadar jika ak

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 203. Menghadapi Pilihan Sulit

    Faine menunggu Vincent pulang dari ladang hingga jam makan siang tiba. Dia merasa sangat khawatir karena langit begitu gelap, sepertinya hujan akan segera turun. Suhu udara pun turun dengan drastis hingga membuatnya merasa kedinginan. Sambil menunggu Vincent pulang, dia menyalakan perapian, menghangatkan ruangan untuk menyambut kepulangan pria itu agar tidak kedinginan. Jika sampai jam makan siang Vincent belum pulang maka dia benar-benar akan menyusul kekasihnya itu dan membawakannya makan siang, bahkan Vincent tidak sarapan pagi tadi. Benar saja, saat jam berdentang menunjukkan jam makan siang tiba, Vincent belum juga pulang. Faine segera beranjak dari depan perapian dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang pria itu, menatanya rapi di dalam tas makan. Dia kemudian memakai mantel tebal untuk segera berangkat ke ladang. Baru saja Faine keluar dari dapur sambil menenteng tas makanannya, pintu rumah

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 202. Anak di Luar Nikah

    Vincent meletakkan Faine ke atas ranjangnya lalu menarik selimut menutupi tubuh wanita itu. Dia kemudian berjalan mengitari ranjang dan naik ke atasnya. Berbaring di samping Faine dan masuk dalam selimut yang sama dengan wanita itu. “Maafkan aku,” ucap Vincent dengan nada yang lebih lembut, sambil membawa Faine ke dalam pelukannya. “Jika kamu berada dalam masalah, aku berharap kamu bisa mengatakannya padaku dan kita bisa berbagi bersama, bukan hanya masalah ranjang tapi juga berbagi suka dan duka,” ucap Faine. “Aku tidak pernah menjalani hubungan seperti yang apa yang kamu mau tapi aku akan belajar seperti apa yang kamu mau,” ujar Vincent memutuskan untuk tidak bersikap egois karena perasaannya pada Faine berbeda dengan perasaan yang dia rasakan pada para wanitanya dulu. “Apa yang sebenarnya terjadi dengan peternakan dan ladangmu? Drew berkata jika sedang ada masalah di sana,” tanya Faine mencoba mencari

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 201. Komunikasi Belum Terbangun

    Satu tangan Faine menggandeng lengan Vincent sedangkan satu tangan yang lain menahan ikatan selimutnya agar tidak merosot dan terlepas. Vincent membuka pintu dan terkejut melihat Drew sudah berdiri di pintu kamarnya, Faine lebih terkejut lagi. “Anda sudah terlambat sepuluh menit dari jadwal. Saya baru saja akan mengetuk pintu kamar Anda untuk menjemput Anda,” ucap Drew dengan nada datar yang terkesan dingin. “Aku ada urusan sedikit,” kata Vincent sambil menatap Faine, membuat Faine salah tingkah karena tidak enak hati di depan Drew. “Ayo kita berangkat,” kata Vincent mengajak Drew lalu berjalan mendahului pria itu. Drew tidak langsung mengikuti kepergian Vincent. Matanya menatap tubuh Faine yang hanya terlilit selimut. Dia tahu pasti jika wanita itu tidak mengenakan apa pun di balik selimut. Rahang Drew mengeras melihat banyak tanda kepemilikan Vincent di leher dan atas dada Faine, belum lagi rambut Fain

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status