Terpikat Pesona Pangeran Iblis Yang Ditakuti
Dark RomanceDunia SihirMisteriIblisIdentitas TersembunyiPenyihirKampus/Sekolah
Sena hanyalah gadis beasiswa miskin di Akademi Perburuan yang megah, di mana perundungan kejam dari para bangsawan menjadi makanan sehari-harinya. Namun, saat tubuhnya didorong ke dalam portal mematikan, kematian justru menagih janji lama.
Setetes darahnya di masa lalu mengikatnya dalam Soul Bound mutlak dengan Raven—pangeran iblis paling ditakuti dari Dunia Bawah. Kini, sang iblis menyamar menjadi murid baru, berlutut di kakinya bukan hanya untuk melindungi, tetapi juga membalas setiap tetes air mata Sena dengan darah.
"Mereka yang menyentuh milikku, tidak akan pernah melihat matahari terbit lagi, Sena."
読む
Chapter: Bab 7: Penyerang Misterius"Mereka bertiga tidak akan pernah bisa berjalan dengan normal lagi."Bisik-bisik ketakutan itu menjalar cepat di sepanjang koridor akademi, menyebarkan teror yang meremangkan bulu kuduk setiap murid yang mendengarnya.Pagi itu, Akademi Perburuan gempar. Helena, Marcus, dan Victor—tiga bangsawan yang paling ditakuti dan gemar merundung—dilaporkan kritis di rumah sakit utama kota. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa semalam, manor megah milik keluarga Thorne disusupi oleh sesosok makhluk misterius. Tak ada harta yang dicuri, tak ada pintu yang rusak. Makhluk itu hanya mendatangi kamar ketiganya satu per satu, meninggalkan luka-luka ganjil yang membuat otot-otot tubuh mereka lumpuh total.Sena berdiri kaku di tengah koridor, mendengarkan desas-desus itu dengan dada bergemuruh. Bingung, gembira, sekaligus takut menyatu di dalam benaknya. Kemarin sore rumahnya dihancurkan, dan malam harinya, tiga pelaku utama perundungan itu mendadak hancur tanpa sisa? Apakah ini kebetulan yang terlampa
最終更新日: 2026-09-02
Chapter: Bab 6: Ambang AmarahMobil mewah Raven berhenti tak jauh dari gang sempit menuju rumah Sena. Pria itu sempat menawarkan untuk mengantar hingga depan pintu, namun Sena menolak halus. Ia tak ingin para tetangga makin curiga, apalagi membuat ibunya khawatir melihatnya pulang diantar pria asing berpakaian mahal.Sena melangkah perlahan menyusuri lorong yang mulai temaram oleh sinar senja. Tubuhnya masih terasa amat lelah, tetapi sisa-sisa kehangatan dari kebaikan Raven sedikit menenangkan jiwanya yang koyak. Sena memaksakan diri tersenyum tipis, membayangkan ia bisa merebahkan diri di samping sang ibu dan melupakan mimpi buruk di akademi.Namun, langkah Sena mendadak terhenti di ujung gang.Pintu depan rumah sederhananya yang biasa tertutup rapi kini terpental lepas dari engselnya, tergeletak hancur di atas tanah. Dari dalam, suara barang-barang yang dihancurkan secara brutal bergema, menyatu dengan ratapan histeris yang sangat ia kenali."Ibu!" Sena berlari kencang, tak peduli rasa perih pada luka di kakiny
最終更新日: 2026-09-02
Chapter: Bab 5: Rumah!Mobil hitam mewah itu berhenti mulus di depan sebuah gerbang besi menjulang tinggi. Saat gerbang otomatis itu terbuka, mata Sena membelalak lebar. Rumah yang dimaksud Raven sama sekali tidak mirip rumah tinggal biasa, melainkan sebuah istana megah berarsitektur gothic modern yang berdiri angkuh di atas bukit.“Raven, kenapa tidak mengantarku pulang?” tanya Sena bingung. Raven tak menjawab sama sekali, sekaan fokusnya hanya pada kemudi.Begitu pintu mobil dibukakan, Sena hendak melangkahkan kakinya keluar. Namun, sebelum telapak kakinya menyentuh tanah, tubuhnya mendadak limbung."Raven ... jangan, aku bisa jalan sendiri," cicit Sena pelan."Benarkah?" balas Raven pendek, suaranya terdengar datar.Sena mencoba berdiri tegak, tetapi sepasang kakinya mendadak terasa lemas luar biasa, bagaikan tak bertulang. Rasa hangat yang aneh menjalar dari lutut hingga persendiannya, membuat tumpuannya hilang total."Awh ... kenapa kakiku tiba-tiba tidak bisa berjalan?" gumam Sena panik, memegangi bah
最終更新日: 2026-09-02
Chapter: Bab 4: Sang Pangeran IblisJam kuliah berakhir dengan cepat. Sena buru-buru membereskan bukunya, berharap bisa menyelinap keluar sebelum Helena dan gengnya berulah. Namun, langkahnya di lorong belakang laboratorium langsung terhenti. Marcus, Victor, dan Helena sudah berdiri menghadang jalan, menutup akses keluar satu-satunya."Sudah berani jual mahal sekarang, ya?" desis Helena seraya melangkah maju. Matanya menyalang tajam, terbakar cemburu karena perlakuan Raven tadi di kelas. "Kau pikir dengan duduk di sebelah Raven, derajatmu naik? Hanya aku dan murid berdarah murni yang pantas mendekatinya! Sampah seperti tidak punya hak!"Sena mengepalkan tangannya rapat-rapat. Rasa sakit di pahanya belum sepenuhnya hilang, namun rasa lelah karena terus-menerus diinjak mulai menyulut sesuatu di dalam dadanya.Mereka ini sebenarnya hanyalah anak-anak manusia dari golongan bangsawan yang tidak memiliki kemampuan apa-apa selain merundung. Mereka tidak terima dengan kelebihan Sena yang memiliki kemampuan menembus portal berk
最終更新日: 2026-09-02
Chapter: Bab 3: Pertemuan Kembali"Baiklah, Raven. Silakan pilih tempat dudukmu yang kosong," ujar Profesor Alaric seraya mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.Satu-satunya bangku yang tersisa berada di sudut paling belakang—tepat di sebelah Sena.Helena, yang duduk di barisan depan dengan gaya anggunnya, buru-buru melempar senyum manis yang dipaksakan. Ia sengaja menggeser tas mewahnya dari kursi kosong di sampingnya, berusaha menarik perhatian murid baru yang begitu memikat itu."Raven, di sini masih kosong kok," panggil Helena dengan nada suara yang dibuat-buat ramah. "Jangan duduk di belakang. Di sana hanya ada gadis miskin yang aneh. Nanti pakaian mahalmu bisa tertular bau kemiskinan."Gelak tawa halus terdengar dari beberapa murid bangsawan di sekitar Helena. Marcus dan Victor menyunggingkan senyum remeh, menikmati usaha Helena yang terang-terangan menjelekkan Sena di depan umum.Namun, Raven bahkan tidak menoleh sedikitpun ke arah Helena.Langkah kakinya yang mantap bergerak lurus menyusuri lorong antar-
最終更新日: 2026-09-02
Chapter: Bab 2: Murid PindahanSena tersentak kaget. Matanya terbuka lebar, menatap langit-langit kamar beratap kayu yang amat ia kenali. Napasnya memburu, dadanya kempas-kempis seolah baru saja lepas dari cengkeraman maut."Kenapa ... kenapa aku bisa ada di rumah?" gumam Sena linglung.Ia meraba tubuhnya sendiri. Bukankah tadi ia ada di kampus? Bukankah tadi ia disiksa secara kejam di atap gedung oleh Marcus, Victor, dan Helena? Rasa dingin angin malam dan keriuhan gelak tawa ketiga perundung itu masih terngiang jelas di telinganya. Bahkan sensasi saat Marcus mendorongnya jatuh dari atap gedung hingga melayang di udara terasa sangat nyata.Klek.Pintu kamar mendadak terdorong kasar. Ibu Sena menerobos masuk dengan wajah bersungut-sungut, membawa aroma masakan sederhana dari dapur."Kamu mau tidur sampai kapan, Sena? Tidak mau ke kampus?" tegur ibunya sembari menarik selimut tipis yang menutupi tubuh Sena.Sena makin kebingungan. "Kampus? Ibu ... apa yang terjadi? Siapa yang membawaku pulang kemarin?"Ibunya menger
最終更新日: 2026-09-02