Share

Tetangga Perempuan yang Memikat
Tetangga Perempuan yang Memikat
Author: Emma

Bab 1

Author: Emma
Namaku Robby, tahun ini berusia 35 tahun dan bekerja sebagai seorang montir di bengkel mobil. Malam ini, setelah selesai bekerja dan pulang, aku ingin bermesraan dengan istriku.

Namun lagi-lagi dia menolakku dengan alasan bau bensin di tubuhku membuatnya merasa mual, lalu mengusirku keluar dari kamar.

Ini sudah yang ke-12 kalinya aku ditolak dalam setengah tahun terakhir. Melihat pintu kamar yang tertutup rapat, aku hanya bisa menghela napas tak berdaya.

Dengan hasrat yang tak terpenuhi, aku mengambil rokok dan korek api, lalu keluar dan berniat merokok di tangga.

Ketika tanganku menyentuh pintu menuju tangga, samar-samar terdengar suara rintihan yang tergesa. Awalnya kupikir itu suara kucing yang sedang birahi.

Namun hidungku mencium aroma parfum yang familiar. Wangi itu langsung mengingatkanku pada tetangga wanita di sebelah … yang bertubuh seksi dan menggoda.

Setiap kali bertemu dengannya, hal pertama yang tercium adalah aroma parfum manis yang membuat hati berdebar.

Lalu biasanya dia mengenakan gaun merah dengan tali tipis atau rok ketat yang membalut tubuhnya, dengan potongan leher yang sangat rendah.

Pernah suatu kali, dia membungkuk mengambil sesuatu di lift. Aku tidak sengaja melirik ke bawah … pemandangan gundukan itu langsung membuat bagian bawahku mengeras.

Kalau saja aku tidak segera pergi, tonjolan di selangkanganku pasti sudah tidak bisa disembunyikan lagi.

Belum lagi pantatnya yang penuh dan tampak kenyal. Setiap kali melihatnya menekuk pantat sambil menggosok pergelangan kaki, aku benar-benar ingin menaiki dan menepuknya dengan keras.

Setelah selesai, aku akan memeluknya dari belakang dan mencubit pinggangnya yang ramping dengan keras .... Hingga dirinya memohon dengan mata memerah.

Hanya dengan membayangkannya sejenak, celanaku sudah sangat basah. Benar-benar memalukan sekaligus membuatku frustrasi!

Mungkin memang sudah terlalu lama aku tidak melampiaskan hasrat, hingga reaksiku menjadi sebesar ini. Ketika teringat bagaimana istriku yang terus menolak, suasana hatiku kembali muram.

Aku menoleh ke arah pintu kamar 602. Pintunya tertutup rapat … entah ke mana perginya tetangga cantik itu malam ini.

Aku pun mendorong pintu berat itu. Saat terbuka, lampu sensor di atas kepalaku langsung menyala.

Belum sempat melangkah masuk, aku melihat seorang wanita dengan gaun merah bersandar di dinding tangga.

Wajah cantiknya memerah, matanya setengah terbuka dengan tatapan kabur, bibirnya yang merah dan penuh sedikit terbuka.

Dada bulat dan penuh itu digosok secara tak beraturan oleh tangan kecil putih dan rampingnya ....

Tatapanku langsung menggelap, menelan ludah dengan keras dan pandanganku terus turun.

Detik berikutnya membuatku sangat terkejut. Dia … dia … sedang masturbasi!

Tangan di antara kedua kakinya terus bergerak naik turun, semakin lama semakin cepat, dan napasnya pun semakin berat.

Pemandangan menggoda di depan mata itu seketika membangkitkan hasrat yang telah lama kupendam.

Aku menatap wanita yang sedang tenggelam dalam kenikmatannya sendiri itu tanpa berkedip, hingga rokok di sela jariku pun patah.

Aku menelan ludah dengan keras, lalu melangkah mendekatinya ….
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Tetangga Perempuan yang Memikat   Bab 7

    Aku kembali bertanya apa maksud ucapannya.Dia terkekeh pelan, lalu dengan dingin berkata, “Aku tidak percaya kamu tidak menyadari ada yang aneh dengan istrimu.”“Kalau cuma satu dua hari masih bisa dimaklumi. Tetapi ini sudah lebih dari setahun, masa kamu tidak sadar sama sekali?”Sebenarnya aku memang sadar, hanya saja aku tidak berani memikirkannya lebih jauh. Aku takut kehidupanku yang sekarang akan hancur.Aku selalu berpikir istriku hanya sedang tergoda sesaat, dan pada akhirnya akan kembali ke ke rumah.Bagaimanapun, dunia ini penuh godaan. Siapa pun bisa goyah sesekali.Seperti saat melihat wanita ini, hatiku juga sempat bergejolak.Melihatku mencoba menghindar, wanita itu tiba-tiba kesal. Dia segera melangkah ke pintu dan menghalangi jalanku.“Robby, sebenarnya kamu sudah tahu kan kalau istrimu berselingkuh?”Aku menyipitkan mata dan menatapnya, lalu bertanya siapa dia sebenarnya.Dirinya menjawab bahwa dia adalah istri dari pria yang berselingkuh dengan istriku. “Oh, salah …

  • Tetangga Perempuan yang Memikat   Bab 6

    Melihat wanita itu tersenyum manis, lalu mengingat wajah istriku yang selalu muram dan penuh amarah, aku tidak bisa menahan diri untuk menghela napas.Andai saja istriku juga bisa bersikap selembut dan setenang wanita di sebelah ini, pasti akan lebih baik.Namun sebenarnya itu mungkin terjadi, asal aku punya banyak uang. Mungkin dia akan berubah jika bisa tinggal di apartemen besar, mengendarai mobil bagus, dan setiap hari pergi ke restoran mewah.Aku kembali menghela napas.Wanita itu mengangkat alisnya dan menanyakan alasanku menghela napas, bertanya apakah dia mengatakan sesuatu yang salah.Aku tersenyum canggung dan berkata itu bukan masalahnya, lalu berbalik untuk kembali ke rumah.Namun tiba-tiba dia memanggilku lagi. Dengan sedikit malu, dia mengatakan bahwa saluran pembuangan di rumahnya tersumbat.Dia sudah bertanya ke pengelola gedung, dan mereka mengatakan teknisinya sudah pulang, jadi baru bisa datang besok.Tetapi dia tidak bisa menunggu sampai besok karena malam ini dia

  • Tetangga Perempuan yang Memikat   Bab 5

    Aku memegang kertas itu, menatap tulisan di atasnya dan terpaku cukup lama. Awalnya ingin kubuang ….Namun tiba-tiba bayangan semalam terlintas di benakku. Tanpa sadar aku malah menyimpan nomor itu di ponselku.Saat mengisi nama kontak, aku sempat berpikir sejenak, lalu asal mengetik Telkomsel. Setelah itu, aku membawa wadah makan itu ke dapur lalu pergi bekerja.Siang harinya, tiba-tiba aku mendapat telepon dari sekretaris desa di kampung halaman. Katanya ada seseorang yang ingin membeli rumah leluhur keluargaku.Harga yang ditawarkan cukup tinggi, dan dia menanyakan apakah aku mau mempertimbangkan untuk menjualnya. Aku cukup terkejut.Beberapa tahun terakhir, di kampung memang sempat beredar kabar akan ada pembebasan lahan. Banyak warga percaya, lalu memperbaiki rumah-rumah tua mereka, bahkan menambah beberapa lantai.Tetapi sekarang, sudah tiga tahun berlalu dan tidak ada tanda-tanda pembebasan lahan itu.Aku sendiri tidak pernah berharap pada hal itu. Bagiku, rumah itu adalah waris

  • Tetangga Perempuan yang Memikat   Bab 4

    Sentuhan yang jauh lebih basah dari sebelumnya membuat tubuhku menegang, pikiranku kosong, kata-kata penolakan yang tadi sempat ingin kuucapkan langsung tersangkut di bibir.Melihat reaksiku, wanita itu berjinjit dan meniupkan napas hangat ke telingaku. Setelah merasakan getaran tubuhku ….Dia menggesekkan dadanya yang lembut dan montok itu ke dadaku .... Lidahnya yang licin dan panas menjilat jakunku.Jika digoda oleh wanita seperti ini, siapa pun pasti tak bisa menahan diri.Aku menekannya ke pintu, lalu berbisik dengan suara tertahan, “Dasar rubah … kamu sangat pandai menggoda. Katakan, sudah berapa banyak pria yang kamu goda?”Wanita itu tersenyum manis dan berkata dengan lembut, “Kamu yang pertama .…”Aku jelas tidak percaya.“Kamu tidak mau jujur, ya? Lihat saja bagaimana aku akan menghukummu!” Setelah mengatakan itu, aku mengangkat pantatnya yang besar dan berisi, melengkungkan punggungnya, dan menerjang ke depan dengan gerakan yang kuat ….“Ah ... uh ... enghh ....” Wanita ini

  • Tetangga Perempuan yang Memikat   Bab 3

    Tangan wanita yang tadi bergerak liar di antara kedua pahanya itu, kini menjelajah ke seluruh tubuhku.Tangannya lembut, halus, dan sedikit basah. Saat kusadari, hasrat yang memuncak langsung membuatku tak bisa berpikir jernih.Aku segera menarik turun gaunnya lalu membenamkan wajahku ke dadanya dengan liar seperti serigala yang kelaparan.“Ah ... mmh ... sakit, sakit, jangan ... jangan digigit, semuanya milikmu ... tidak ada yang akan merebutnya darimu.”Teriakan kesakitannya membuatku sedikit tersadar. Aku segera melepaskan gigitan dan meminta maaf.“Tidak ... tidak perlu minta maaf ... asalkan tidak pakai gigi, aku suka caramu yang kasar ini.”Dia kembali menyuruhku melanjutkannya, bahkan menarik tanganku ke bawah ….Saat merasakan basah di ujung jariku, kepalaku berdengung dan tubuhku begitu bergejolak seolah memaksaku untuk segera bertindak.Namun tiba-tiba bayangan istriku muncul di benakku … saat ini dia sedang tidur di rumah dan hanya terpisah satu dinding dariku.Kami sudah me

  • Tetangga Perempuan yang Memikat   Bab 2

    Belum sempat mendekat, wanita itu tiba-tiba membuka matanya. Aku terkejut, lalu menelan ludahku.Aku pun tersenyum dengan canggung. “Nona … kamu … kamu tidak apa-apa?”Aku tahu, seharusnya saat ini diriku langsung berbalik dan pergi dari tempat yang tidak baik ini. Tetapi kakiku seperti tidak mau menuruti perintahku.Di dalam hatiku seolah ada harapan samar yang muncul … meski aku sendiri tidak tahu apa yang kuharapkan.Seiring aku mendekat, gerakan tangannya perlahan melambat, dan suara erangannya pun mulai terputus-putus.“Ah … mmh … ugh …”Suara itu seperti api yang menyambar dan membuat seluruh tubuhku panas, menegang dan terasa seperti akan meledak!Setelah beberapa saat, wanita itu perlahan menarik tangannya dari dalam rok, lalu menatapku.Matanya yang basah dan sangat menggoda menatapku sambil berkata, “Tolong aku … aku diberi obat … rasanya sangat tidak enak ….”Oh … pantas saja. Ternyata seseorang memberinya obat. Tidak heran dia tiba-tiba bertingkah seperti itu di lorong ini.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status