Share

Bab 2

Author: Emma
Belum sempat mendekat, wanita itu tiba-tiba membuka matanya. Aku terkejut, lalu menelan ludahku.

Aku pun tersenyum dengan canggung. “Nona … kamu … kamu tidak apa-apa?”

Aku tahu, seharusnya saat ini diriku langsung berbalik dan pergi dari tempat yang tidak baik ini. Tetapi kakiku seperti tidak mau menuruti perintahku.

Di dalam hatiku seolah ada harapan samar yang muncul … meski aku sendiri tidak tahu apa yang kuharapkan.

Seiring aku mendekat, gerakan tangannya perlahan melambat, dan suara erangannya pun mulai terputus-putus.

“Ah … mmh … ugh …”

Suara itu seperti api yang menyambar dan membuat seluruh tubuhku panas, menegang dan terasa seperti akan meledak!

Setelah beberapa saat, wanita itu perlahan menarik tangannya dari dalam rok, lalu menatapku.

Matanya yang basah dan sangat menggoda menatapku sambil berkata, “Tolong aku … aku diberi obat … rasanya sangat tidak enak ….”

Oh … pantas saja. Ternyata seseorang memberinya obat. Tidak heran dia tiba-tiba bertingkah seperti itu di lorong ini.

Padahal jarak dari sini ke rumahnya hanya beberapa langkah. Segatal apa pun, masa sampai beberapa langkah saja tidak bisa menahan diri?!

Meski saat ini hasrat dalam tubuhku memuncak, dan aku memang sudah lama memendam pikiran tentang wanita ini ….

Tetapi setidaknya diriku masih punya moral. Aku sama sekali tidak akan melakukan hal itu.

Aku mengangkat tangan dan menyeka keringat di dahiku, lalu dengan suara serak bertanya apakah dia perlu dipanggilkan ambulans.

Atau … aku akan mengantarnya ke rumah sakit. Wanita itu menggeleng, tidak ingin ke rumah sakit.

Setelah beberapa saat, dia berkata dengan lembut, “Bisakah ... kamu menggendongku pulang? Aku sudah tidak punya tenaga ….”

Tanpa berpikir panjang aku pun langsung mengiyakan, bahkan menginginkannya.

Aku pun berdiri sambil membetulkan celanaku, menarik napas dalam-dalam, lalu berbalik dan mengangkatnya.

Saat aku memeluknya, kedua tangannya langsung melingkar di leherku.

Aku pun menunduk, melihat sepasang dada putih mulus yang sudah lama kuinginkan itu langsung terlihat jelas.

Aku menarik napas dalam, aroma tubuhnya yang samar langsung memenuhi hidungku.

Beberapa langkah menuju rumahnya terasa seperti berjalan di atas bara api, setiap langkahnya penuh gejolak antara dorongan dan penderitaan.

Dalam keadaan samar, aku mendengarnya berbisik pelan, “Kak … tubuhmu sangat panas .…”

Aku menjilat bibirku yang kering, lalu bergumam, “Bukankah itu panas tubuhmu yang menular padaku?”

Dia tersenyum tipis dan membantah, “Tidak … jelas-jelas dirimu yang .…” Tangannya tiba-tiba menyusup ke dalam kerah kemejaku.

Pintu terbuka tepat saat itu. Aku menggendongnya masuk dengan cepat, dan dengan suara keras, pintu tertutup di belakangku.

Baru saja aku menurunkannya, dia langsung menarik ujung bajuku dan mulai melepas pakaianku.

Tingkahnya yang begitu tergesa-gesa membuatku merasa seolah peran kami terbalik.

Di ruang tamu yang luas, terdengar napas berat yang saling bersahutan … entah miliknya atau milikku ….
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Tetangga Perempuan yang Memikat   Bab 7

    Aku kembali bertanya apa maksud ucapannya.Dia terkekeh pelan, lalu dengan dingin berkata, “Aku tidak percaya kamu tidak menyadari ada yang aneh dengan istrimu.”“Kalau cuma satu dua hari masih bisa dimaklumi. Tetapi ini sudah lebih dari setahun, masa kamu tidak sadar sama sekali?”Sebenarnya aku memang sadar, hanya saja aku tidak berani memikirkannya lebih jauh. Aku takut kehidupanku yang sekarang akan hancur.Aku selalu berpikir istriku hanya sedang tergoda sesaat, dan pada akhirnya akan kembali ke ke rumah.Bagaimanapun, dunia ini penuh godaan. Siapa pun bisa goyah sesekali.Seperti saat melihat wanita ini, hatiku juga sempat bergejolak.Melihatku mencoba menghindar, wanita itu tiba-tiba kesal. Dia segera melangkah ke pintu dan menghalangi jalanku.“Robby, sebenarnya kamu sudah tahu kan kalau istrimu berselingkuh?”Aku menyipitkan mata dan menatapnya, lalu bertanya siapa dia sebenarnya.Dirinya menjawab bahwa dia adalah istri dari pria yang berselingkuh dengan istriku. “Oh, salah …

  • Tetangga Perempuan yang Memikat   Bab 6

    Melihat wanita itu tersenyum manis, lalu mengingat wajah istriku yang selalu muram dan penuh amarah, aku tidak bisa menahan diri untuk menghela napas.Andai saja istriku juga bisa bersikap selembut dan setenang wanita di sebelah ini, pasti akan lebih baik.Namun sebenarnya itu mungkin terjadi, asal aku punya banyak uang. Mungkin dia akan berubah jika bisa tinggal di apartemen besar, mengendarai mobil bagus, dan setiap hari pergi ke restoran mewah.Aku kembali menghela napas.Wanita itu mengangkat alisnya dan menanyakan alasanku menghela napas, bertanya apakah dia mengatakan sesuatu yang salah.Aku tersenyum canggung dan berkata itu bukan masalahnya, lalu berbalik untuk kembali ke rumah.Namun tiba-tiba dia memanggilku lagi. Dengan sedikit malu, dia mengatakan bahwa saluran pembuangan di rumahnya tersumbat.Dia sudah bertanya ke pengelola gedung, dan mereka mengatakan teknisinya sudah pulang, jadi baru bisa datang besok.Tetapi dia tidak bisa menunggu sampai besok karena malam ini dia

  • Tetangga Perempuan yang Memikat   Bab 5

    Aku memegang kertas itu, menatap tulisan di atasnya dan terpaku cukup lama. Awalnya ingin kubuang ….Namun tiba-tiba bayangan semalam terlintas di benakku. Tanpa sadar aku malah menyimpan nomor itu di ponselku.Saat mengisi nama kontak, aku sempat berpikir sejenak, lalu asal mengetik Telkomsel. Setelah itu, aku membawa wadah makan itu ke dapur lalu pergi bekerja.Siang harinya, tiba-tiba aku mendapat telepon dari sekretaris desa di kampung halaman. Katanya ada seseorang yang ingin membeli rumah leluhur keluargaku.Harga yang ditawarkan cukup tinggi, dan dia menanyakan apakah aku mau mempertimbangkan untuk menjualnya. Aku cukup terkejut.Beberapa tahun terakhir, di kampung memang sempat beredar kabar akan ada pembebasan lahan. Banyak warga percaya, lalu memperbaiki rumah-rumah tua mereka, bahkan menambah beberapa lantai.Tetapi sekarang, sudah tiga tahun berlalu dan tidak ada tanda-tanda pembebasan lahan itu.Aku sendiri tidak pernah berharap pada hal itu. Bagiku, rumah itu adalah waris

  • Tetangga Perempuan yang Memikat   Bab 4

    Sentuhan yang jauh lebih basah dari sebelumnya membuat tubuhku menegang, pikiranku kosong, kata-kata penolakan yang tadi sempat ingin kuucapkan langsung tersangkut di bibir.Melihat reaksiku, wanita itu berjinjit dan meniupkan napas hangat ke telingaku. Setelah merasakan getaran tubuhku ….Dia menggesekkan dadanya yang lembut dan montok itu ke dadaku .... Lidahnya yang licin dan panas menjilat jakunku.Jika digoda oleh wanita seperti ini, siapa pun pasti tak bisa menahan diri.Aku menekannya ke pintu, lalu berbisik dengan suara tertahan, “Dasar rubah … kamu sangat pandai menggoda. Katakan, sudah berapa banyak pria yang kamu goda?”Wanita itu tersenyum manis dan berkata dengan lembut, “Kamu yang pertama .…”Aku jelas tidak percaya.“Kamu tidak mau jujur, ya? Lihat saja bagaimana aku akan menghukummu!” Setelah mengatakan itu, aku mengangkat pantatnya yang besar dan berisi, melengkungkan punggungnya, dan menerjang ke depan dengan gerakan yang kuat ….“Ah ... uh ... enghh ....” Wanita ini

  • Tetangga Perempuan yang Memikat   Bab 3

    Tangan wanita yang tadi bergerak liar di antara kedua pahanya itu, kini menjelajah ke seluruh tubuhku.Tangannya lembut, halus, dan sedikit basah. Saat kusadari, hasrat yang memuncak langsung membuatku tak bisa berpikir jernih.Aku segera menarik turun gaunnya lalu membenamkan wajahku ke dadanya dengan liar seperti serigala yang kelaparan.“Ah ... mmh ... sakit, sakit, jangan ... jangan digigit, semuanya milikmu ... tidak ada yang akan merebutnya darimu.”Teriakan kesakitannya membuatku sedikit tersadar. Aku segera melepaskan gigitan dan meminta maaf.“Tidak ... tidak perlu minta maaf ... asalkan tidak pakai gigi, aku suka caramu yang kasar ini.”Dia kembali menyuruhku melanjutkannya, bahkan menarik tanganku ke bawah ….Saat merasakan basah di ujung jariku, kepalaku berdengung dan tubuhku begitu bergejolak seolah memaksaku untuk segera bertindak.Namun tiba-tiba bayangan istriku muncul di benakku … saat ini dia sedang tidur di rumah dan hanya terpisah satu dinding dariku.Kami sudah me

  • Tetangga Perempuan yang Memikat   Bab 2

    Belum sempat mendekat, wanita itu tiba-tiba membuka matanya. Aku terkejut, lalu menelan ludahku.Aku pun tersenyum dengan canggung. “Nona … kamu … kamu tidak apa-apa?”Aku tahu, seharusnya saat ini diriku langsung berbalik dan pergi dari tempat yang tidak baik ini. Tetapi kakiku seperti tidak mau menuruti perintahku.Di dalam hatiku seolah ada harapan samar yang muncul … meski aku sendiri tidak tahu apa yang kuharapkan.Seiring aku mendekat, gerakan tangannya perlahan melambat, dan suara erangannya pun mulai terputus-putus.“Ah … mmh … ugh …”Suara itu seperti api yang menyambar dan membuat seluruh tubuhku panas, menegang dan terasa seperti akan meledak!Setelah beberapa saat, wanita itu perlahan menarik tangannya dari dalam rok, lalu menatapku.Matanya yang basah dan sangat menggoda menatapku sambil berkata, “Tolong aku … aku diberi obat … rasanya sangat tidak enak ….”Oh … pantas saja. Ternyata seseorang memberinya obat. Tidak heran dia tiba-tiba bertingkah seperti itu di lorong ini.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status