Short
Pesona Kemolekan Istri Sahabatku

Pesona Kemolekan Istri Sahabatku

By:  MuriazCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
8Chapters
936views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Gimana rasanya naik kuda? Enak nggak?" Di atas punggung kuda yang berguncang, aku memegang pinggang ramping kakak ipar seksi itu. Roknya terus berkibar tertiup angin. Temanku sedang asyik bermain kartu di rumah yang tidak jauh dari sana, sementara aku, tepat di depan matanya, sedang menunggang kuda bersama istrinya yang seksi ....

View More

Chapter 1

Bab 1

"Gimana rasanya naik kuda? Enak nggak?" Di atas punggung kuda yang berguncang, aku memegang pinggang ramping kakak ipar seksi itu. Roknya terus berkibar tertiup angin.

Temanku sedang asyik bermain kartu di rumah yang tidak jauh dari sana, sementara aku, tepat di depan matanya, sedang menunggang kuda bersama istrinya yang seksi ....

....

Kasih adalah gadis bertubuh mungil dan imut, tetapi dadanya sangat berisi. Dia adalah istri dari sahabatku

Biasanya, dia suka memakai rok super pendek. Wajah imut dengan dada besar, ditambah kulit putih bersih. Setiap kali berkumpul, dia selalu menjadi objek godaan utama di mulut kami. Tentu saja juga menjadi objek fantasi semua orang. Setiap orang ingin tahu apakah tubuh kecil Kasih bisa menahan kenakalan mereka.

Soal ini, sahabat kami, Dicky, sama sekali tidak merasa kesal. Pertama, karena kami hanya bercanda, tidak ada yang kelewat batas. Kasih pun hanya tersipu malu. Kedua, dia justru merasa bangga, merasa Kasih sebagai istrinya membuat semua orang iri, mengangkat pamornya, membuatnya terlihat berwibawa.

Sebenarnya Dicky tidak tahu, aku benar-benar menyukai Kasih. Walaupun aku tidak ingin merebut istri Dicky, aku selalu mencari kesempatan untuk bisa berduaan dengan Kasih. Aku ingin memeluk Kasih dan menghirup aroma harum tubuhnya, bahkan ingin mengangkat roknya dan menurunkan celana dalamnya!

Untungnya, Kasih tidak suka main kartu dan juga tidak suka menonton orang main kartu. Jadi, setiap kali dia datang, aku selalu menciptakan kesempatan untuk berduaan dengannya. Perlahan-lahan, hubungan Kasih denganku jelas jauh lebih dekat dibanding dengan beberapa sahabat lainnya.

Hari ini hari Senin, hari kumpul yang sudah dijanjikan para sahabat, juga hari aku bertemu dengan Kasih yang selalu aku rindukan. Sekarang para sahabat sudah duduk dan mulai main kartu, pacar atau istri mereka ada yang duduk menonton, ada juga yang main ponsel. Hanya Kasih yang celingukan, jelas tidak ingin duduk di sana.

Aku segera berdiri dan bilang ke semua orang kalau hari ini aku masih ada kelas berkuda, jadi harus ke sana lebih awal untuk persiapan. Tidak ada yang terlalu peduli. Semua orang sibuk bermain kartu. Hanya Kasih yang mengangkat kepala dan melirikku, bahkan tatapannya sedikit berharap.

"Ada yang mau ikut lihat? Bisa sekalian naik kuda," kataku memberi umpan di waktu yang pas.

"Aku! Aku mau lihat, di sini bosan banget." Kasih langsung berdiri. Tidak ada yang merasa aneh, karena dia memang tipe yang ceria dan aktif.

"Ayo." Aku memberi isyarat ke Kasih. Dia pun ikut dengan senang hati.

Kasih berjalan di depan. Tubuhnya benar-benar montok. Setiap kali dia melangkah, bagian rok terdorong naik, lalu jatuh lagi. Mataku tidak pernah lepas dari pantatnya, terus berharap bisa melihat celana dalamnya. Aku penasaran, gadis secantik dan seimut ini suka pakai model apa?

"Mas Ridwan, naik kuda seru nggak? Sebelumnya aku beberapa kali ke sini dan lihat kudanya besar-besar. Aku takut ditendang, jadi nggak berani naik." Kasih tiba-tiba menoleh ke belakang. Wajahnya penuh harap menunggu jawabanku.

"Tentu seru. Waktu kudanya lari, rasanya seru banget. Nanti aku ajarin kamu naik."

Hehehe, ada peluang! Karena Kasih yang mulai duluan, nanti di atas punggung kuda aku akan berguncang bareng dia!

Aku memasang pelana untuk dua orang dengan cekatan, lalu menuntun kuda tinggi besar berwarna cokelat kemerahan ke samping Kasih.

"Wah! Baru pertama kali lihat sedekat ini, tinggi banget!" Kasih menatap kuda itu dengan mata berbinar.

"Sini, aku bantu kamu naik dulu." Aku menarik tangan Kasih, membawanya ke samping kuda, ke sanggurdi. Tanpa memberi dia waktu bereaksi, aku menangkap pergelangan kaki kirinya dan meletakkannya di sanggurdi.

"Mas Ridwan! Aku ... aku belum siap ...." Kasih langsung gugup, tetapi aku tidak memberinya kesempatan.

"Kaki kanan dorong tanah, kaki kiri injak sanggurdi! Naik!" Sambil berbicara, satu tanganku menopang pantatnya yang montok agar dia berdiri di sanggurdi.

Lewat kain rok yang tipis, yang terasa di tanganku adalah kelembutan kenyal penuh elastisitas. Harus diakui, Kasih bukan hanya punya dada besar, tetapi pantatnya juga benar-benar mantap!

Kemudian, aku mengangkat kaki kanannya agar melewati punggung kuda dan duduk di pelana. Saat kakinya melangkah ke seberang, roknya tersibak tinggi.

Ternyata celana dalam thong putih! Dua belahan pantatnya yang bulat dan putih bersih terpampang jelas di depan mataku! Bagian bawahnya cuma sepotong kain kecil! Seksi banget!

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status