Short
Hasrat di Depan Kemudi

Hasrat di Depan Kemudi

By:  RichyKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Mga Kabanata
63.4Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

"Pak, apa benda keras yang menekan bagian intimku?" Di sekolah mengemudi dekat kampus, aku mengajar seorang mahasiswi tahun pertama belajar mengemudi. Tidak disangka, mahasiswi yang tampak polos itu mengenakan pakaian terbuka, meminta duduk di pangkuanku. Dia menyuruhku mengajarinya secara langsung sambil dekat-dekat denganku. Sepanjang jalan, aku menahan nafsuku dan fokus mengajarinya. Aku sengaja mengabaikan sentuhan halusnya yang disengaja maupun tidak. Namun, entah mengapa, dia melepas kopling terlalu cepat. Mesin mobil tiba-tiba mati dan terguncang hebat. Dia jatuh tepat di antara kedua pahaku. Kebetulan area sensitifku tepat menempel di area sensitifnya. Sementara dia hanya mengenakan rok pendek dan celana dalam tipis di baliknya.

view more

Kabanata 1

Bab 1

Namaku Andreas Sunanto. Tahun lalu, aku berselisih dengan Pak Leo, pimpinan sekolah mengemudi, dan dipecat.

Tahun ini, aku melamar di sekolah mengemudi dekat kampus Diploma. Tempat itu penuh dengan mahasiswi muda.

Siswa sekarang diawasi sangat ketat ketika SMA. Karena itu mereka masih polos.

Mereka sedikit banyak memahami nafsu, tetapi belum sepenuhnya memahami batasan. Mereka hanya mengikuti intuisi dan sering kali berpakaian terbuka, tindakannya sangat berani.

Karena itu, aku sering dimanjakan dengan pemandangan yang memanjakan mata. Namun, begitu teringat dengan pengalaman pahitku yang pernah dipecat karena berselisih dengan pimpinan, aku sangat menghargai pekerjaan ini. Aku menahan diri dari godaan dan mengajar mereka dengan serius.

Namun, tetap saja tidak bisa menghindari kontak fisik dengan mereka.

Mereka semua berusia sekitar 20 tahunan. Masa di mana hasrat mereka sedang memuncak.

Pada waktu SMA belum pernah pacaran dan belum pernah disentuh oleh pria, jadi tubuh mereka sangat sensitif.

Terutama adik yang mengambil jurusan tari itu. Dia mahasiswi tahun pertama. Perkembangan tubuhnya sangat sempurna. Payudaranya montok dan bokongnya ramping. Setiap melangkah keduanya bergoyang.

Adik kecil itu sepertinya sangat suka dekat-dekat denganku. Setiap kali, dia selalu meminta bimbingan pribadi dariku.

Terkadang payudaranya yang besar menempel di lenganku. Terkadang, kakinya yang mulus menyentuh celanaku.

Setelah setiap sesi bimbingan dengannya, aku harus menghabiskan waktu yang cukup lama untuk melampiaskan hasratku.

Kejadian semacam ini makin sering terjadi. Tatapannya padaku makin berani.

Sore itu, Liana berlari kecil dengan tergesa-gesa datang untuk belajar mengemudi.

Liana mengenakan pakaian dansa, sebuah gaun pendek yang hampir tidak menutupi pantatnya. Lekuk tubuhnya terlihat begitu sempurna.

Liana membungkuk dan mengetuk jendela mobil.

"Pak. Maaf terlambat. Barusan aku baru ikut kelas menari."

Baju menari dengan kerah V sekilas memperlihatkan payudaranya yang montok setiap kali dia membungkuk.

Aku membuka pintu penumpang dan menyambutnya sambil tersenyum.

"Aku sudah menunggumu lama sekali. Cepat naik."

Liana duduk di kursi depan, memegang lenganku, dan memohon dengan manja.

"Pak. Aku sudah gagal empat kali di ujian tahap kedua. Kalau aku gagal lagi, aku harus ujian ulang. Bapak harus membantuku."

Aku menghela napas ketika melihat tatapan memohon Liana.

"Oke, kalau begitu kita mulai dengan … "

Liana tiba-tiba mendekat. Napasnya begitu hangat di telingaku.

"Nggak. Pak. Aku nggak bisa belajar seperti ini."

Jari-jarinya meluncur menuruni tanganku dan berhenti di pahaku.

"Gimana kalau aku duduk di pangkuanmu dan kamu ajari aku selangkah demi selangkah?"

Aku membeku di tempat. Aroma manis gadis itu begitu dekat.

Aku pun mengangguk setelah merasakan godaan aneh.

"Terima kasih, Pak. Aku duduk di pangkuan Bapak. Bapak nggak boleh mengeluh."

Liana merangkak ke pangkuanku dari kursi penumpang. Pantatnya terangkat tinggi ketika dia perlahan-lahan mengubah posisinya.

Liana baru saja selesai menari, di badannya masih ada aroma keringat. Stoking putih yang transparan membuat Liana sangat menggoda.

Aku tidak bisa menahan diri untuk menciumnya. Aroma memabukkan gadis muda itu langsung membuat darahku berdesir.

Tidak tahu apakah Liana sengaja atau tidak, tangannya menekan bagian sensitifku!

Pada saat itu, tubuhku seolah-olah tersengat listrik. Sensasi kesemutan membuatku gemetar luar biasa.

Melihat hal itu, Liana meminta maaf berulang kali.

"Maaf, Pak. Aku nggak sengaja. Bapak nggak sakit, 'kan?"

Liana benar-benar orang yang sangat baik hati. Dalam situasi dimana aku jelas-jelas diuntungkan, dia malah meminta maaf.

Aku melambaikan tangan dan berkata sambil tersenyum, "Nggak apa-apa. Kamu duduk yang benar. Aku akan mengajarimu cara mengemudi selangkah demi selangkah."

Liana menyesuaikan posisinya dan duduk dengan stabil di pangkuanku.

Tepat sasaran. Mendarat di bagian sensitifku!

Liana mengenakan rok pendek dipadukan dengan stoking putih.

Begitu Liana duduk, aku merasa sesuatu menekan titik sensitifku. Ada perasaan halus seperti diselimuti.

Lebih parahnya lagi, Liana menggerakkan tubuhnya agar bisa duduk lebih nyaman.

Gesek itu memberikan gelombang kenikmatan pada tubuhku. Aku langsung ereksi. Bagian sensitifku langsung berdiri tegak dan menempel di tubuh Liana.

Liana menyadari tekanan yang tidak biasa. Dia pun memiringkan kepala dan bertanya,

"Pak, apa benda keras yang menekan bagian intimku?"

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

RebyuMore

Rahma Dina
Rahma Dina
bagus dan seru
2025-12-14 16:39:16
0
0
Yolanda afsari
Yolanda afsari
Njshdndjhdvd
2025-12-08 13:48:11
0
0
Roni Ekha
Roni Ekha
baguajajajjaja. buiu ini sehingaga gagaoamn mwhsjajusia fagajajjs jakaksk
2025-12-08 01:56:39
0
0
Nina Marlina
Nina Marlina
lanjut cerita nya...
2025-12-05 18:39:41
0
0
Syifa
Syifa
Good lah tpi berbuat
2025-12-04 18:17:05
0
0
7 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status