LOGINA lonely man finally found love in an unexpected way but how does his heart takes it and how does he live up to the standard to receive reciprocation? Dimitri Jenkins the one and only man who hates love like he hates his enemy but what happens when his heart starts playing a different tune, will he succumb to it or finds a distraction? But how long can he run away from the truth?
View MoreโEumh โฆ kenapa diam saja? Ayo kita ke kamar dan bercinta! Apa kau bisa memberiku uang setelah ini?โ racau Diana sambil mengalungkan tangan kepada pria asing yang ada di lorong itu.
โBerapa yang kau minta?โ Bagai kucing diberi ikan, siapa yang akan menolak? Meski pria ini tidak mengenal wanita yang tetiba memeluknya, tapi hasrat bergelora dalam dirinya tak bisa ditahan. โTidak banyak! Hanya โฆ 10 juta untuk biaya hidup. Bagaimana kalau kita ke dalam sana. Kau tahu, milikku sudahโฆ.โ Bibir tipis Diana menggumam, cekikikan dan tatapannya sayu karena dia menenggak alkohol begitu banyak. Sedangkan pria yang ada di depan Diana tadi menyeringai. Dia baru saja meeting dengan seseorang di bar ini dan memesan minuman. Ternyata, minuman itu itu mengandung obat perangsang. Dan sialnya, dia tak dapat menahan semua itu. Dia juga butuh penyaluran hasrat. โBaiklah kalau kau hanya meminta nominal itu. Kuharap kau tidak menyesal setelah ini, Nona,โ kata pria itu sambil mendorong Diana masuk ke dalam kamar yang telah dipesankan rekannya. โAku tak akan menyesal. Silakan lakukan sesuka hatimu, aku milikmu malam ini!โ kekeh Diana yang semakin membakar hasrat pria itu malam ini. Sambil terkekeh, telapak tangan Diana mengusap tonjolan keras di celana. Dan tanpa sadar dia meracau, โAku juga ingin tahu. Pria tegap dan gagah sepertimu apakah memiliki ukuran yang panjang dan besar? Satu lagi โฆ aku juga ingin tahu. Apakah kau memiliki durasi ber-cin-ta yang lama atau tidak? Kurasa โฆ mungkin hanya sepuluh menit!โ โKau merendahkanku? Oh, baiklah kalau begitu. Aku akan mencobanya. Jangan menyesal kalau kau tak bisa berjalan setelah ini, Nona." maki pria itu dengan kesal. Tanpa menunggu lebih lama lagi, pria itu segera membopong tubuh wanita cantik dengan tinggi 165 cm ini, lalu membawanya ke dalam kamar yang dipesan rekannya. Ia tak berbuat lembut sedikit pun! Begitu sampai di dekat ranjang, ia hempaskan tubuh itu ke atas ranjang. โAh! Kau kasar sekali, Tuan! Bisakah saat bermain nanti kau juga memperlakukanku seperti ini? Oh, โฆ ah!โ racau Diana sambil merintih dan berkata yang tidak-tidak. Sejenak, pria itu memandang Diana sekilas. Ia melonggarkan dasi yang terasa mencekik. Setelah menghempaskan benda berwarna abu-abu gelap itu sembarangan ke lantai, barulah ia melepaskan kemejanya. Kancing kemeja satu per satu terlepas, memperlihatkan pemandangan yang memanjakan mata. Otot-otot kekar terpampang jelas, hasil kerja keras di gym. Bisepnya meliuk indah saat ia mengangkat tangan, menunjukkan definisi yang sempurna. Rahangnya tegas, terpahat dengan ketampanan yang sangat alami khas pria pribumi. Mata cokelatnya memancarkan intensitas yang membuat jantung berdebar. Rambut hitamnya lebat dan sedikit berantakan, menambah kesan maskulin. Alisnya begitu tebal, membingkai tatapan tajam yang menusuk. Penampilan yang membuat siapa pun akan terpana, tak terkecuali Diana yang langsung menubruknya tadi. Setelah itu, pria ini memperhatikan wanita di atas rangjang yang bergerak bagai cacing kepanasan. Bagaimana tidak? Kemungkinan wanita itu juga terpengaruh obat perangsang. Sekian lama memindai tubuh Diana atas sampai bawah. Satu kata โฆ cantik dan seksi. Payudara besar, bokong padat berisi dan tubuh ideal. Sial. Jakunnya bergerak liar naik dan turun seirama dengan gemuruh di dadanya yang makin menggila setiap detiknya. Bibir memuji lirih, โApa dia tidak akan menyesal setelah ini? Sialan apa dia memang sungguh masih perawan?โ Ia memperhatikan wanita itu dengan gelisah. Denyut di organ intinya tak dapat dicegah. Setiap detiknya berkontraksi, ingin sekali langsung menjamah. Tapi, ia tak akan terburu-buru. Sebelum ia melakukan itu dengan wanita ini, dia harus memastikan apakah wanita ini benar-benar masih โtersegelโ atau tidak. Begitu ia menjatuhkan bobot tubuh ke atas ranjang, ia lihat Diana sudah melepaskan rok mini setinggi di atas lutut. โAh, gerah sekali! Kenapa kau tidak langsung memberiku penawar! Oh, ayolah! Kumohon, sentuh aku!โ โSial!โ Pria itu berdecak. Pemandangan indah tersaji di hadapan, membuat sekujur tubuhnya meremang. Terutama di bagian bawah sana, semakin tegak paripurna di antara kedua paha. Kulit paha putih mulus tanpa cela, celana dalam tipis berendam model g-string, berwarna merah tua yang sangat kontras dengan kulit seputih susu. Kini, akal sehat pria itu mulai terkikis. Waktu beranjak malam, dan ia harus segera menuntaskan hasratnya detik ini juga. Lalu, dia jatuhkan tubuhnya di atas tubuh wanita itu, menindih kuat. Jemari kokoh membelai pipi tirus nan cantik, mengenyahkan anak rambut yang berseliweran di dekat wajah. Kemudian, bibir tipisnya bertanya, berbisik di dekat telinga Diana yang sepertinya sangat sensitif. โApa kau yakin dengan ini?โ โYa.. aku butuh uang.โ โBaiklah! Kita akan mulai sesi pertama!โ Bangkit lagi dari atas tubuh Diana, pria itu kembali menegakkan badan di samping ranjang. Tak lupa, ia melepas celana dalam merah tua milik wanita itu dan terdengar lenguhan manja dari bibir seksi berpoles lipstick merah menyala. โAh โฆ cepat masukkan milikmu di sini! Milikku gatal sekali!โ โTunggu sebentar!โ kata pria itu. Ia kemudian melepaskan celananya begitu saja, mengambil sebuah pengaman dan memasangkannya secara asal. Kemudian โฆ. โAh โฆ sakit!โ Diana memekik lirih. Dia mencakar tubuh pria yang ada di atasnya. Sebuah benda tumpul menerobos masuk, membuatnya memekik dan dirinya terasa sangat penuh. Pandangannya berkabut efek alkohol yang dia tenggak, pria itu tak jelas wajahnya tapi โฆ sangat tampan. Maka, Diana menggumam dan meracau guna mengenyahkan rasa sakit yang terasa membelah tubuhnya. โMilikmu besar sekali! Kau โฆ.โ โKau ternyata memang masih perawan, huh?โ Sedangkan pria yang berada di atasnya menyeringai. Ia tetap menghentak kuat wanita yang ada di bawahnya tanpa peduli rintihan dan erang kesakitan terucap dari bibir Diana. Sakit, semua terasa sangat sakit. Namun, semua telah kepalang basah. Diana tak mungkin mundur. Dia pun akhirnya memohon dengan tatapan sayu pada pria itu. Tak merasakan gerakan apa pun, dia mendesak, โAh โฆ kenapa kau tidak bergerak? Bukankah aku memintamu melakukannya dengan keras? Atau, โฆ kau justru impoten dan ingin keluar?โThe car moved steadily through the quiet streets, the soft glow of streetlights spilling softly across the windows. Cassandra sat with her hands resting lightly in her lap, keeping her gaze forward while letting her thoughts drift back to the ballroom, the awards, the conversations, and the subtle tension that lingered from the evening.After a few minutes of smooth driving, Dimitriโs calm voice broke the quiet. โWhere should I take you?โCassandra glanced briefly at him before replying, her voice even. โThe apartment on Elm Street. Just past the park.โLouis kept his attention on the road, letting the space in the back seat remain private. Cassandra exhaled lightly after a moment, then offered a soft, โThank you.โโYouโre welcome,โ Dimitri replied, his tone controlled, steady, and unflinching.A few minutes passed in silence. Finally, Cassandra ventured, carefully choosing her words. โAndโฆ congratulations on your awards tonight.โDimitriโs dark eyes flicked toward her. โThank you. St
Cassandraโs gaze followed the movement quietly, noting the effortless power in the way he commanded the space without seeking it. Her pulse quickened, not from jealousy but from a mixture of intrigue and a memory she could not shake.She caught herself staring once too long, and for a heartbeat, their eyes met. Nothing dramatic, nothing forced, just a subtle connection. He returned to the women around him, but the slight lift of his brow hinted that he had noticed.Cassandra exhaled lightly and forced herself back into conversation with the rest of the staff, but the awareness lingered, a quiet hum beneath the music and laughter. She couldnโt deny it: the night had shifted the moment sheโd glimpsed him here, commanding the room and her attention all at once.Louis, seated just beside Dimitri, leaned in with a knowing smirk. โLooks like sheโs watching,โ he murmured.Dimitriโs expression remained calm, controlled, and utterly indifferent, but the smallest twitch at the corner of his mou
A shadow shifted nearby, and strong hands caught her gently at the elbows, grounding her.โCareful,โ a low, measured voice murmured.Her gaze lifted, and there he was. Dimitri Jenkins, standing close, his presence commanding yet effortless. The faint scent of him brushed past her as his dark eyes met hers, calm and unreadable, holding a quiet intensity that made her pulse quicken.The contact lingered just a heartbeat longer than necessary. In that instant, memories flared, the heat of that night, the weight of his body, the rasp of his voice whispering her name. Her chest tightened, a mixture of recognition, fear, and something she could hardly name.Dimitriโs face remained composed, indifferent, yet the directness of his stare hinted that he remembered. He knew.Cassandra drew a slow, steadying breath. โThank you,โ she murmured, her voice barely above the hum of the night.For a moment, neither moved. The quiet city and distant music surrounded them, but the tension between them was
As the applause faded, the guests didnโt simply disperse. Clusters formed around both Sterling Heights and Jenkins Enterprises, each group buzzing with admiration, curiosity, and a touch of strategic interest.A senior executive from a prominent firm approached Cassandra with a warm smile. โTwo awards tonight, thatโs impressive. Sterling Heights is really making waves,โ he said, offering a polite handshake. โIโd love to discuss potential collaboration in the coming months.โCassandra nodded graciously, her mind already cataloging possibilities. โThank you, Iโd be happy to schedule a meeting,โ she replied, her voice steady and professional, even as a flicker of excitement danced through her chest.Nearby, Dimitriโs table was a small whirlwind of attention. Influential figures leaned in, offering congratulations, sharing subtle pitches, and seeking even the slightest acknowledgment from him. โFive awards,โ one guest whispered to another, โand you saw how composed he was? Thatโs power in
โ Why, Inez blurted. โWellโฆbecause I was embarrassed.โ โIs he cute? Is he fine, like smokey hot? What does he look like? Inez bombarded Cassandra with questions that she had to stop her halfway. โHe is hot, she admitted sheepishly. โReally? And they both giggled. Their conversation took an
The flowers were arranged next to each other in line, more exquisite than the other. One of the staff led them to a confined area, as they walked in, Hayden nestled down in one of the Parsons chairs, and Cassandra did the same. Morning light streamed through the floor-to-ceiling windows, illuminat
As she walked home under the influence of betrayal, she didn't know what to do tonight, but she didn't want to dwell on this feeling. Still, she was lost in thought. In an Arctic White Rolls-Royce Phantom, a man sat observing her every move as he drove slowly toward her. Though his face showed no em
โMason?โ Cassandraโs voice cracked, freezing her in the doorway. Her stomach sank as her eyes landed on the scene, her boyfriend tangled in bed with her best friend. The betrayal hit her like a punch to the chest. Her breaths came in ragged gasps, and hot tears blurred her vision. She pressed a tre












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews