The 99 Seconds

The 99 Seconds

last updateLast Updated : 2025-09-18
By:ย  Mildly Curious Ongoing
Language:ย English
goodnovel16goodnovel
10
1 rating. 1 review
23Chapters
571views
Read
Add to library

Share:ย ย 

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

A lonely man finally found love in an unexpected way but how does his heart takes it and how does he live up to the standard to receive reciprocation? Dimitri Jenkins the one and only man who hates love like he hates his enemy but what happens when his heart starts playing a different tune, will he succumb to it or finds a distraction? But how long can he run away from the truth?

View More

Chapter 1

โ„™โ„๐•†๐•ƒ๐•†๐”พ๐•Œ๐”ผ

โ€œEumh โ€ฆ kenapa diam saja? Ayo kita ke kamar dan bercinta! Apa kau bisa memberiku uang setelah ini?โ€ racau Diana sambil mengalungkan tangan kepada pria asing yang ada di lorong itu.

โ€œBerapa yang kau minta?โ€

Bagai kucing diberi ikan, siapa yang akan menolak? Meski pria ini tidak mengenal wanita yang tetiba memeluknya, tapi hasrat bergelora dalam dirinya tak bisa ditahan.

โ€œTidak banyak! Hanya โ€ฆ 10 juta untuk biaya hidup. Bagaimana kalau kita ke dalam sana. Kau tahu, milikku sudahโ€ฆ.โ€ Bibir tipis Diana menggumam, cekikikan dan tatapannya sayu karena dia menenggak alkohol begitu banyak.

Sedangkan pria yang ada di depan Diana tadi menyeringai. Dia baru saja meeting dengan seseorang di bar ini dan memesan minuman.

Ternyata, minuman itu itu mengandung obat perangsang. Dan sialnya, dia tak dapat menahan semua itu.

Dia juga butuh penyaluran hasrat.

โ€œBaiklah kalau kau hanya meminta nominal itu. Kuharap kau tidak menyesal setelah ini, Nona,โ€ kata pria itu sambil mendorong Diana masuk ke dalam kamar yang telah dipesankan rekannya.

โ€œAku tak akan menyesal. Silakan lakukan sesuka hatimu, aku milikmu malam ini!โ€ kekeh Diana yang semakin membakar hasrat pria itu malam ini.

Sambil terkekeh, telapak tangan Diana mengusap tonjolan keras di celana. Dan tanpa sadar dia meracau, โ€œAku juga ingin tahu. Pria tegap dan gagah sepertimu apakah memiliki ukuran yang panjang dan besar? Satu lagi โ€ฆ aku juga ingin tahu. Apakah kau memiliki durasi ber-cin-ta yang lama atau tidak? Kurasa โ€ฆ mungkin hanya sepuluh menit!โ€

โ€œKau merendahkanku? Oh, baiklah kalau begitu. Aku akan mencobanya. Jangan menyesal kalau kau tak bisa berjalan setelah ini, Nona." maki pria itu dengan kesal.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, pria itu segera membopong tubuh wanita cantik dengan tinggi 165 cm ini, lalu membawanya ke dalam kamar yang dipesan rekannya.

Ia tak berbuat lembut sedikit pun!

Begitu sampai di dekat ranjang, ia hempaskan tubuh itu ke atas ranjang.

โ€œAh! Kau kasar sekali, Tuan! Bisakah saat bermain nanti kau juga memperlakukanku seperti ini? Oh, โ€ฆ ah!โ€ racau Diana sambil merintih dan berkata yang tidak-tidak.

Sejenak, pria itu memandang Diana sekilas. Ia melonggarkan dasi yang terasa mencekik. Setelah menghempaskan benda berwarna abu-abu gelap itu sembarangan ke lantai, barulah ia melepaskan kemejanya.

Kancing kemeja satu per satu terlepas, memperlihatkan pemandangan yang memanjakan mata.

Otot-otot kekar terpampang jelas, hasil kerja keras di gym. Bisepnya meliuk indah saat ia mengangkat tangan, menunjukkan definisi yang sempurna.

Rahangnya tegas, terpahat dengan ketampanan yang sangat alami khas pria pribumi.

Mata cokelatnya memancarkan intensitas yang membuat jantung berdebar. Rambut hitamnya lebat dan sedikit berantakan, menambah kesan maskulin.

Alisnya begitu tebal, membingkai tatapan tajam yang menusuk. Penampilan yang membuat siapa pun akan terpana, tak terkecuali Diana yang langsung menubruknya tadi.

Setelah itu, pria ini memperhatikan wanita di atas rangjang yang bergerak bagai cacing kepanasan.

Bagaimana tidak? Kemungkinan wanita itu juga terpengaruh obat perangsang.

Sekian lama memindai tubuh Diana atas sampai bawah.

Satu kata โ€ฆ cantik dan seksi. Payudara besar, bokong padat berisi dan tubuh ideal.

Sial.

Jakunnya bergerak liar naik dan turun seirama dengan gemuruh di dadanya yang makin menggila setiap detiknya.

Bibir memuji lirih, โ€œApa dia tidak akan menyesal setelah ini? Sialan apa dia memang sungguh masih perawan?โ€

Ia memperhatikan wanita itu dengan gelisah. Denyut di organ intinya tak dapat dicegah. Setiap detiknya berkontraksi, ingin sekali langsung menjamah.

Tapi, ia tak akan terburu-buru. Sebelum ia melakukan itu dengan wanita ini, dia harus memastikan apakah wanita ini benar-benar masih โ€˜tersegelโ€™ atau tidak.

Begitu ia menjatuhkan bobot tubuh ke atas ranjang, ia lihat Diana sudah melepaskan rok mini setinggi di atas lutut.

โ€œAh, gerah sekali! Kenapa kau tidak langsung memberiku penawar! Oh, ayolah! Kumohon, sentuh aku!โ€

โ€œSial!โ€ Pria itu berdecak.

Pemandangan indah tersaji di hadapan, membuat sekujur tubuhnya meremang. Terutama di bagian bawah sana, semakin tegak paripurna di antara kedua paha.

Kulit paha putih mulus tanpa cela, celana dalam tipis berendam model g-string, berwarna merah tua yang sangat kontras dengan kulit seputih susu.

Kini, akal sehat pria itu mulai terkikis. Waktu beranjak malam, dan ia harus segera menuntaskan hasratnya detik ini juga.

Lalu, dia jatuhkan tubuhnya di atas tubuh wanita itu, menindih kuat. Jemari kokoh membelai pipi tirus nan cantik, mengenyahkan anak rambut yang berseliweran di dekat wajah.

Kemudian, bibir tipisnya bertanya, berbisik di dekat telinga Diana yang sepertinya sangat sensitif. โ€œApa kau yakin dengan ini?โ€

โ€œYa.. aku butuh uang.โ€

โ€œBaiklah! Kita akan mulai sesi pertama!โ€

Bangkit lagi dari atas tubuh Diana, pria itu kembali menegakkan badan di samping ranjang. Tak lupa, ia melepas celana dalam merah tua milik wanita itu dan terdengar lenguhan manja dari bibir seksi berpoles lipstick merah menyala.

โ€œAh โ€ฆ cepat masukkan milikmu di sini! Milikku gatal sekali!โ€

โ€œTunggu sebentar!โ€ kata pria itu.

Ia kemudian melepaskan celananya begitu saja, mengambil sebuah pengaman dan memasangkannya secara asal.

Kemudian โ€ฆ.

โ€œAh โ€ฆ sakit!โ€ Diana memekik lirih. Dia mencakar tubuh pria yang ada di atasnya.

Sebuah benda tumpul menerobos masuk, membuatnya memekik dan dirinya terasa sangat penuh.

Pandangannya berkabut efek alkohol yang dia tenggak, pria itu tak jelas wajahnya tapi โ€ฆ sangat tampan.

Maka, Diana menggumam dan meracau guna mengenyahkan rasa sakit yang terasa membelah tubuhnya. โ€œMilikmu besar sekali! Kau โ€ฆ.โ€

โ€œKau ternyata memang masih perawan, huh?โ€

Sedangkan pria yang berada di atasnya menyeringai. Ia tetap menghentak kuat wanita yang ada di bawahnya tanpa peduli rintihan dan erang kesakitan terucap dari bibir Diana.

Sakit, semua terasa sangat sakit. Namun, semua telah kepalang basah. Diana tak mungkin mundur.

Dia pun akhirnya memohon dengan tatapan sayu pada pria itu. Tak merasakan gerakan apa pun, dia mendesak, โ€œAh โ€ฆ kenapa kau tidak bergerak? Bukankah aku memintamu melakukannya dengan keras? Atau, โ€ฆ kau justru impoten dan ingin keluar?โ€

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

michealfortune79
michealfortune79
this is so nice ...
2025-08-30 06:34:25
0
0
23 Chapters
๐‚๐ก๐š๐ฉ๐ญ๐ž๐ซ 3 ~๐’๐š๐ญ๐ฎ๐ซ๐๐š๐ฒ๐ฌ ๐’๐ฆ๐ž๐ฅ๐ฅ ๐‹๐ข๐ค๐ž ๐๐š๐ง๐œ๐š๐ค๐ž๐ฌ ๐š๐ง๐ ๐๐ž๐ซ๐Ÿ๐ฎ๐ฆ๐ž~
It was Friday, and she felt a thrill as she recalled the plans that her newโ€‚friend and co-conspirator, Inez, had planned meticulously. The plan sounded simple yet perfect:โ€‚the day together, laughing and relaxing with her friends. Theโ€‚group hoped to spend the afternoon lounging about, sharing stories and trading jokes. The day before, they prayed that Cassandra would not be summoned toโ€‚the office during their date, even though it was her day off. Cassandraโ€™s phone rang, and theโ€‚caller ID read Inez. She smiled, tapping on the green sideโ€‚of her screen. "Hey, Inez,โ€ "How are you, girl? She cried cheerfully. โ€œI am so happy that we finally have this chance toโ€‚get to be together after all these years, she jokes. โ€œI belong to you forever,โ€ Cassandra said playfully,โ€‚laughing. โ€œEverythingโ€‚is ready and set?, Inez asked โ€œYes, captain,โ€ she said, a laughter bubbling in her voice. โ€œAnything missing? โ€œJust your presence,โ€ Cassandra confessed, and they both brokeโ€‚into laughter.
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status