Home / Romansa / The Ruthless Mafia / Setelah Pernikahan

Share

Setelah Pernikahan

Author: Susi_miu
last update publish date: 2025-03-04 08:41:27

Nightroe melihatnya menawarkan diri pada pernikahan mereka dan seharusnya tidak menjadi berita mengejutkan jika Svanna akan menghadapi saat – saat di mana malam pernikahan terasa semacam teriring ke tambak kutub membekukan.

Dia tak menyangkal tentang betapa sakitnya ketika semua orang menyaksikan keputusan yang tidak baik – baik saja. Setelah sumpah pernikahan, pria itu bahkan tidak bersedia memberikan sentuhan tambahan atas arahan pastor, selain terlalu kasar menyematkan cincin di jari manisnya, lalu tubuh jangkung itu pergi begitu saja. Pergi seolah tidak pernah ada hari di mana hubungan murni telah mengikat mereka.

Svanna tidak akan menyalahkan Nightroe atas situasi seperti ini. Dia yang salah tidak mempertimbangkan kembali ancaman pria itu. Bukankah jauh lebih adil membayangkan neraka seperti apa yang akan Nightroe tawarkan? Daripada memikirkan di mana keberadaan suaminya saat ini.

Suami ....

Sudut bibir Svanna berkedut getir membayangkan satu prospek tersebut. Menyedihkan. Dia menikahi pria yang sangat membencinya. Itu adalah keputusan paling konyol sepanjang dia berharap bisa lebih waras setelah ini. Tidak ada waktu merenungi sesuatu yang sudah telanjur.

Tubuh Svanna tersentak ketika tiba – tiba pintu kamar terbuka dan Nightroe menjulang tinggi di sana. Langkah pria itu seolah segera tertahan saat mendapati posisinya yang sedang duduk dengan kaku di pinggir ranjang.

Tidak ada percakapan. Hening terasa sangat bergumuruh ... sehebat deburan jantung yang bertalu – talu keras di rongga dada Svanna. Dia tidak tahu apa yang akan Nightroe lakukan. Takut saat pria itu mulai menderap ke arahnya dan secara naluriah mengepalkan jari – jari tangan ketika aroma cologne menyerbuk di sekitar udara.

Nightroe terlalu dekat. Terlalu wangi. Dan ... terlalu berbahaya.

Svanna menelan ludah kasar mendeteksi bagaimana sisa ruang di antara mereka nyaris tak berjarak. Tubuh jangkung itu dicondongkan—benar – benar hampir bersentuhan hingga reaksi alamiah yang Svanna berikan adalah memejam erat.

Dia tak ingin melakukan apa pun, setidaknya untuk saat ini, saat di mana kebencian masih terlalu menggebu dan itu dapat dipastikan tidak akan melibatkan hubungan sehat, tetapi hubungan mereka memang tidak pernah sehat. Selalu dengan racun beredar di mana – mana.

Nightroe bahkan menganggap dia sebagai wanita menjijikkan. Mengatur supaya mereka berada pada posisi rivalitas yang pekat. Svanna jelas menolak melayani musuhnya, meski segala bentuk kebutuhan pria itu telah menjadi tanggung jawab yang tak akan pernah bisa dia lupakan.

Sial. Dia salah mengira jika Nightroe akan melakukan sesuatu di malam pernikahan mereka. Pada kenyataan, pria itu hanya ingin merenggut ponsel yang tergeletak asal di atas ranjang; persis begitu dekat di bokongnya.

Napas Svanna segera berembus panjang ketika Nightroe mengambil langkah mundur. Entah itu semacam sebuah kelegaan atau barangkali dia perlu menyiapkan diri terhadap tindakan – tindakan tak terduga lain.

Sungguh, Svanna tidak menyimpan tingkat kewaspadaan kali ketika melangkahkan kaki masuk ke kamar. Rasa takut membuatnya hampir tidak bisa berpikir jernih. Dia mengira pria itu menunggunya dengan amarah berbahaya, tetapi keterdiaman menyakitkan justru terasa lebih mengancam. Nightroe terlihat seperti sedang menghubungi seseorang, kemudian pria itu melangkah ke arah kamar mandi.

Svanna mengerjap. Berulang kali berusaha mengendalikan diri setelah tubuh Nightroe hilang di balik pintu. Mungkin hal yang juga perlu dia lakukan adalah menyingkirkan gaun pengantin yang masih merekat di tubuhnya. Sudah terlalu lama. Dia merasa tidak nyaman.

Sesaat, cukup sulit menarik turun restleting di punggungnya. Svanna tidak menyerah. Sedikit melakukan dengan terburu – buru. Takut membayangkan jika Nightroe tiba – tiba muncul. Namun, itulah yang tidak pernah dia pikirkan.

Pintu kamar mandi terbuka. Tidak tahu kebetulan seperti apa yang mencoba membuat situasi di antara mereka terasa mencekam. Nightroe hanya diliputi sehelai handuk melilit di pinggul seksi pria itu. Tubuh yang sempurna di sana benar – benar meninggalkan kekacauan hingga Svanna nyaris membeku tak percaya.

Dia tak berani mengatakan apa – apa. Suaranya mungkin akan menciptakan badai, karena menarik kemarahan Nigthroe supaya berulah. Jangan sampai kebencian pria itu berakhir sangat dahsyat.

Svanna secara naluriah menarik selimut tebal. Menutupi seluruh tubuhnya yang hanya dibalut pakaian dalam setelah gaun pengantin merosot jatuh dan membiarkan Nightroe menatap cukup lama, tetapi pria itu kemudian memalingkan wajah.

Sepertinya cukup dengan kebutuhan untuk meletakkan ponsel ke atas nakas, karena selebihnya Nightroe sungguh tidak menganggap keberadaan Svanna terlihat di sekitar pria itu, meski mereka berada di posisi sangat dekat. Dia sedikit berpikir bahwa Nightroe akan segera menghilang—lagi—di balik pintu.

Namun, secara tak terduga pria itu berhenti—sempat memalingkan separuh wajah, kemudian mengatur posisi supaya mereka berhadapan. Svanna tidak mengerti apa yang akan Nightroe lakukan. Porsi tinggi berbeda secara naluriah membawanya mengangkat wajah. Dia diam – diam meningkatkan rasa waspada jika secara tak terduga pria itu akan mengambil tindakan buruk.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • The Ruthless Mafia   Masih Sedikit Peduli

    Sudut bibir Svanna tanpa sadar membentuk senyum tipis mendapati pemandangan di hadapannya. Mengagumi seseorang seperti Nightroe—jujur, dia tahu hanya akan meninggalkan masalah besar. Namun, desakan itu tidak dapat dikendalikan. Secara tentatif, dia akhirnya melangkahkan kaki—mendekat ke arah sofa tempat di mana Nightroe membaringkan tubuh di sana. Tampaknya, pria itu benar – benar tertidur lelap.Ternyata ... tidak seburuk yang dia bayangkan saat jarak mereka sudah begitu dekat. Svanna memutuskan untuk duduk di pinggir sofa secara hati – hati. Dengan posisi tidur seperti ini ... wajah Nightroe terlihat persis bayi tidak berdosa, seolah pria itu hanya teperangkap di tubuh besar—kemudian menjadi bengis.Andai saja, dia bisa menikmati ini lebih lama. Namun, yang dilakukan justru mengulurkan tangan sekadar menyentuh rahang kasar Nightroe; membuat kelopak mata pria itu sempat mengerjap dan akhirnya mata sapphire di sana terbuka secara utuh.Svanna terkejut, tetapi tidak ada w

  • The Ruthless Mafia   Membingungkan

    “Kau sudah siuman ternyata.”Orlando hanya berbasa – basi, karena dia tahu ... akan sulit diam – diam mengambil hasil diagnosis mengenai kesehatan Nightroe dari pria itu—yang sekarang, sedang berbaring—seperti termenung tanpa berusaha mengatakan sesuatu. Perawat sempat memberi tahu bahwa mereka sudah menyerahkan dokumen pemeriksaan kepada pasien. Nightroe mungkin sudah memberi ancaman kepada mereka, jika dia masih mencoba untuk mendesak pihak rumah sakit agar membeberkan secara langsung hasil diagnosis tersebut.Sorot mata Orlando mencoba mencari celah. Melirik ke sekitar dengan berpikir bahwa dia mungkin akan menemukan dokumen itu. Semua kosong. Nightroe terlalu tenang; apakah hasilnya baik – baik saja?Mungkin saja.Dia mengedikkan bahu tak acuh. Sepertinya memang baik – baik saja. Lebih adil tidak menguras waktu dan tenaga untuk mengetahui sesuatu—di luar petunjuk, ketika Nightroe masih di sini; terlihat sedikit lebih baik dari terakhir kali.“Kakak Ipar

  • The Ruthless Mafia   Bisakah?

    Jujur saja, Svanna terkejut ketika seluruh kesadarannya tertarik ke permukaan. Suasana di dalam kamar begitu hening. Dia sempat berpikir akan menemukan Nightroe, tetapi peristiwa semalam muncul menjadi kepingan puzzle yang akhirnya merekat secara perlahan.Tentu, pria itu tidak akan ada di sini.Svanna masih ingat bagaimana dia menutup pintu dengan kasar, dan sama sekali tidak memberi Nightroe akses masuk.Mungkin, jika dia melangkahkan kaki menuju ke ruang tamu ... pemandangan pertama yang didapatkan adalah pria itu tidur dengan tenang di atas sofa.Sudah semalaman penuh dan seharusnya Nightroe bisa meninggalkan tempat ini. Desakan dalam diri Svanna untuk mengusir pria itu tidak dapat dikendalikan. Dia buru – buru beranjak turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar. Suasana hening yang sama menyapanya kali ketika melangkahkan kaki ke ruang tamu. Nightroe tidak terlihat di mana pun; meninggalkan pemikiran ganjil saat yang Svanna temukan justru hanya sisa keber

  • The Ruthless Mafia   Akhirnya Tahu

    “Kau berubah pikiran, Mrs. Sullivan?”Butuh kesabaran ekstra menghadapi sikap tak terduga Nightroe. Svanna menatap pria itu setengah kesal, lalu berkata, “Harus berapa kali kukatakan? Aku bukan Mrs. Sullivan!”“Kau masih Mrs. Sullivan, karena secara teknis kita tidak becerai.”“Aku sudah menceraikanmu!”“Ya. Menurutmu. Tapi setahuku, aku tidak pernah menandatangani apa pun. Surat cerai darimu bahkan sudah kurobek menjadi kepingan kertas tak berguna.”Itu jauh – jauh hari sudah Svanna pikirkan. Namun, reaksi membeku tidak dapat dihindari. Rasanya butuh waktu beberapa saat sampai dia segera mengerjap. “Kau—“ Dia hampir tidak bisa mengatakan apa – apa, segera meneruskan demi ketegangan dalam dirinya, “Sekarang sebaiknya kau perintahkan mereka untuk menghentikan pekerjaan ini. Aku dan ayahku perlu istirahat. Kami perlu tidur dan kehadiran kalian di sini benar – benar mengganggu." “Tidak bisa, Mrs. Sullivan. Aku sudah membayar mereka dengan mahal untuk menge

  • The Ruthless Mafia   Muncul Lagi

    Siapa yang akan mengira bahwa setelah Orlando membawa Nightroe pergi, justru yang terjadi di sini adalah ketenangan? Svanna benar – benar menikmati momen melayani para pembeli dengan tenang. Sudah tiga hari berlalu sejak Nightroe muncul tanpa petunjuk. Baguslah jika Orlando berhasil meyakinkan pria itu untuk tidak kembali. Tidak tahu kalau nanti. Jika Nightroe memang baik – baik saja, seharusnya bajingan tersebut sudah muncul dengan pelbagai kegaduhan.Ini yang Svanna inginkan. Tidak berusaha memikirkan sesuatu lebih jauh. Sekarang saatnya untuk menutup toko. Dia sudah mengemasi pelbagai hal yang tak lagi dibutuhkan. Namun, ketika nyaris selesai melakukannya. Perhatian Svanna justru terpaku pada beberapa kendaraan yang membawa banyak bahan bangunan. Apa yang terjadi? Seseorang akan membangun rumah? Di mana? Persis di depan toko bunganya?Dugaan Svanna benar ketika kendaraan – kendaraan di sana berhenti secara bergilir. Dapat dipastikan akan ada pembangunan secara b

  • The Ruthless Mafia   Gugup

    “Ya, dia memang sedang flu,” ucap Svanna. Status Nightroe sebagai bos mafia meninggalkan beberapa hal riskan. Dia tidak mungkin membocorkan kelemahan pria itu kepada siapa pun, terutama orang asing. Mereka tidak tahu jika ternyata ada seseorang menyamar hanya untuk menyusup dan melakukan penyerangan secara brutal. “Syukurlah kalau memang hanya flu.” Wanita paruh baya itu fokus mengedarkan pandangan ke arah bunga. Minatnya tampak membara. Svanna tidak keberatan jika dia harus memberikan penawaran menggiurkan. Dia tersenyum saat wanita paruh baya itu melirik ke arahnya. “Aku ingin kedua bunga ini dicampur dan dibuat buket. Kau bisa melakukannya?” dan menambahkan sambil menunjuk dua bunga di sana. “Tentu saja.” Svanna mengakui bahwa selera wanita paruh baya itu cukup bagus. Dia juga akan meminta hal yang sama jika posisinya sebagai pembeli. Sekarang mulai serius mengerjakan buket; diiringi latar suara bersin yang tidak berhenti. Jujur, pada akhirnya

  • The Ruthless Mafia   Svanna Johannson

    Situasi tampak mengejutkan ketika Svanna harus tersentak bangun dan mendapati dirinya sudah tidak lagi berhadapan dengan lantai kamar yang dingin, tetapi ini bukan tempat tidur. Aneh. Siapa yang memindahkannya ke atas sofa? Masih di kamar yang sama. Wajah Svanna mengedar ke pelbagai arah. Ranjang

  • The Ruthless Mafia   Aturannya

    Sekarang, tiba – tiba satu sentuhan membuat kontak mata mereka beradu pekat. Svanna menahan napas mendeteksi cengkeraman Nightroe cukup menyakitkan di tulang rahangnya. Dia sedikit meringis. Dengan reaksi murni menyentuh pergelangan tangan yang terasa kokoh, supaya pria itu mengerti bagaimana cara

  • The Ruthless Mafia   Kejam

    “Kau pikir aku melindungi-mu?”Tubuh Svanna tersentak di dinding kamar setelah cengkeraman tiba – tiba mendarat di rahangnya. Nightroe bahkan berbisik sinis, seolah ingin menunjukkan bahwa semua ini bukan bagian dari keinginan pria itu.Suara tembakan. Segala bentuk kejadian menciptakan bunyi mengg

  • The Ruthless Mafia   Gemuruh Senjata Api

    “Kau tahu aku sangat membencimu. Bersiaplah pada neraka yang akan kau hadapi, jika sekali saja berani untuk menandatangani kontrak pernikahan ini.” Svanna mengerti bahwa dia tidak akan pernah lepas dari gambaran kehidupan gelap setelah memutuskan untuk meninggalkan California dan kembali terdampar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status