Share

Aturannya

Author: Susi_miu
last update publish date: 2025-03-04 08:41:36

Sekarang, tiba – tiba satu sentuhan membuat kontak mata mereka beradu pekat. Svanna menahan napas mendeteksi cengkeraman Nightroe cukup menyakitkan di tulang rahangnya. Dia sedikit meringis. Dengan reaksi murni menyentuh pergelangan tangan yang terasa kokoh, supaya pria itu mengerti bagaimana cara melepaskan seseorang yang bahkan belum melakukan apa pun sebagai bentuk kesalahan.

“Apa yang kau mau, Nightroe?”

Svanna bisa mendengar sendiri betapa suaranya diliputi nada getar tertahan. Kekhawatiran dalam dirinya berusaha mendesak agar dia melakukan perlawanan diri. Namun, Nightroe selalu memiliki cara untuk membuat situasi terasa sangat menyakitkan. Kemarahan di mata pria itu meninggalkan banyak hal tak terduga yang tak dapat dia gambarkan di antara mereka. Dalam sekejap saja cengkeraman di rahangnya turun menjelma seperti sebuah cekikan mengerikan.

Sisa peristiwa kemarin pagi rasanya masih bergenangan di benak Svanna; bagaimana Nightroe membuat dia hampir kehilangan napas, tetapi kali ini dia membayangkan jika pria itu akan segera mengakhiri nyawanya hanya untuk membuat pernikahan ini segera selesai.

“Nightroe—“

Panggilan Svanna tercekat di ujung tenggorokan. Cukup yakin kalau – kalau Nightroe telah melihat bagaimana dia begitu tak berdaya dan putus asa. Rasa takut selalu hebat. Tidak ada cara menandingi kekuasaan pria itu.

Tiba – tiba saja pelbagai situasi terasa sangat mengejutkan. Tubuhnya terlempar di atas ranjang diliputi posisi setengah duduk dan satu lengan menyangga di permukaan kasur dengan menyedihkan.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

Suara berat Nightroe bertanya sarat meninggakan atmosfer permusuhan yang dahsyat. Pria itu bersikap seolah – olah telah lupa bahwa mereka menikah; terikat; dan Svanna memang diarahkan oleh pelayan untuk menunggu di kamar ini beberapa waktu lalu. Dia tidak tahu. Tidak pernah mengira jika Nightroe akan sangat keberatan oleh keberadaannya di sini.

Svanna menggeleng tidak terima. Mungkin tidak ada yang bisa dilakukan demi menghadapi perilaku kejam Nightroe, tetapi dia bisa bersikap tegas supaya kewarasannya tetap berada dalam pengawasan terbaik.

“Bukankah ini sudah menjadi kamar kita?” dan berbalik tanya hanya untuk membuat Nightroe kemudian mendesis sinis.

“Kau begitu yakin jika kamar ini untukmu?”

Svanna akan berkata tidak, andai peristiwa empat tahun lalu tak pernah terjadi dan menciptakan kebakaran hebat di antara hubungan mereka. Empat tahun lalu Nightroe menginginkan wanita berbeda, bukan malah mendapati keberadaannya di sini—membuat kemarahan pria itu selalu memuncak, hingga segala sesuatu terasa sangat menyakitkan.

“Kita baru saja menikah.”

Svanna tak bisa mengatakan lebih banyak. Dia takut membongkar apa pun yang telah mereka sembunyikan, apa pun yang telah membuat mereka menganggap masa lalu sebaiknya dikubur dalam – dalam.

“Jangan kau berpikir bahwa aku setuju menikahimu, maka kau akan memiliki hak untuk melakukan apa pun yang kau mau.”

Nada mendesis masih selalu menjadi kegemaran Nightroe ketika mereka terlibat dalam percakapan. Svanna tahu betapa bencinya pria itu. Akan tetapi, haruskah dia mengatakan sesuatu yang setidaknya akan membuat kondisi saat ini terasa lebih baik?

Sambil menelan ludah kasar. Svanna mengumpulkan keberanian untuk mengungkap sesuatu dengan seharusnya, “Aku hanya duduk diam di sini. Tidak ada yang kulakukan selain itu.”

Sekelebat ekspresi Nightroe berubah setelah dia berhasil mengatakan semuanya. Pria itu benar – benar menganggap ini adalah sesuatu yang salah dan mungkin akan ada hal lebih buruk dari situasi di sini.

“Ada tiga aturan serius yang tidak bisa kau langgar begitu saja.”

Suara berat sarat nada berbahaya membuat ketegangan di balik bahu Svanna meningkat dahsyat. Dia berharap bisa berpikir jernih, atau paling tidak sanggup menghadapi situasi di mana Nightroe masih hanya menatapnya tajam.

“Apa yang tidak kau ingin aku lakukan?” Svanna bertanya lambat. Segera menelan ludah kasar saat mendeteksi Nightroe berjalan satu langkah lebih dekat. Pelbagai situasi terjadi begitu cepat. Tiba - tiba tangan pria itu menekan di permukaan ranjang, membuat wajahnya terkurung di antara lengan kokoh dan besar, yang meninggalkan radar bahaya.

“Jangan menyentuh apa pun yang ada di tempat ini, selama itu bukan milikmu.”

Semua terlalu mendadak. Svanna belum sepenuhnya memahami maksud pernyataan Nightroe ketika pria itu lebih dulu menarik selimut yang membungkus di tubuhnya, lalu melempar benda tersebut secara asal ke lantai kamar. Dia terkejut. Tentu. Ironi. Harus menahan teriakan di ujung tenggorokan dan menatap Nightroe tak percaya.

Iris sapphire itu menyiratkan kilatan tajam, berbahaya, bahkan meninggalkan sesuatu yang sama sekali tidak sepenuhnya dapat Svanna terima. Tidak ada protes dari bibirnya, selain melengkapi kebutuhan untuk menutup bagian tubuh yang terbuka dengan kedua tangan menyilang di depan dada. Dia khawatir, karena sekarang wajah Nightroe telah menunduk persis begitu lekat di sana.

Ini bukan malam pertama mereka. Tidak akan pernah menjadi malam pertama mereka. Dia tak mau jika pria itu melakukan sesuatu tanpa izin, atau cara paling keji adalah memaksa.

“Kau melakukan banyak pengecualian untuk tidak kusentuh, bahkan pada selimut sekalipun ....”

Betapa menyedihkan. Masih ada dua aturan tersisa. Svanna harus menyelesaikan semua sampai selesai, agar diam – diam bisa menarik perhatian Nightroe dari tubuhnya.

“Apa pun yang ada di sini, kau tidak berhak memilikinya,” pria itu berkata sinis.

Ada sedikit kelegaan saat warna saphirre di mata Nightroe telah mengunci miliknya, meski tidak dimungkiri bahwa sesuatu dalam diri Svanna masih menyimpan tingkat kewaspadaan yang dahsyat.

Apa pun yang ada di sini, bukanlah miliknya ....

Termasuk jiwa dan raga pria itu. Dia mengerti jika Nightroe tidak akan berbagi apa pun, karena terselip janji yang telah dibuat empat tahun lalu. Svanna hanya tidak memahami ... mengapa sekadar sebuah selimut, dia tak berhak menggunakannya?

“Kau tidak ingin aku menyentuh apa pun di sini. Maka, sekarang menyingkirlah. Apa lagi yang tidak ingin kau aku lakukan? Akan kucatat semua dengan baik.”

Namun, alih – alih bertanya. Svanna malah mengambil keputusan menantang. Lega rasanya menyaksikan Nightroe menciptakan langkah mundur. Pria itu menjulang tinggi masih dengan tampilan tubuh yang sama. Sangat sempurna.

“Jangan pernah mencampuri masalah apa pun di hidupku, dan jangan sekali – kali menginjakkan kaki di ruang kerjaku.”

Semua dijabarkan begitu cepat, kemudian pria itu menyisir ke arah lemari. Sepertinya keinginan mandi telah menjadi urung. Svanna mengamati sendiri bagaimana Nightroe sangat terburu – buru merenggut pakaian secara asal, lalu meninggalkannya sendirian di kamar merenungi sisa kekacauan; ada selimut—yang sangat jelas telah dideklarasikan agar tidak disentuh. Dia tak bisa melakukan apa pun di sini, selain hanya menumpang teduh.

Ya, Svanna akan tidur di lantai tanpa apa pun. Hanya lantai kamar yang dingin. Nightroe mungkin akan segera kembali dan sebaiknya dia tidak membuat pria itu marah.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • The Ruthless Mafia   Potongan

    “Apa ini?” tanya Svanna diliputi pelbagai keraguan setelah memutuskan untuk beringsut jauh dari Nightroe. Posisi mereka setidaknya telah berjarak, tetapi dia tetap harus bersikap waspada. “Sesuatu yang mungkin kau suka.” Suara berat Nightroe sedikitpun tidak meninggalkan kecurigaan kali ketika Svanna berusaha mendelik lebih serius. Mata sapphire di sana bahkan menatapnya ... seolah pria itu benar – benar menunggu momen di mana penutup kotak dibuka. Firasat buruk secara naluriah mengambil situasi di antara mereka. Svanna takut menghadapi hal – hal yang tak bisa dia selesaikan dengan tepat. Namun, rasa ingin tahu tidak berusaha memberikan pengertian serius. Perlahan, dia mulai membuka kotak hadiah dari Nightroe. Begitu tentatif sampai akhirnya sebuah pemandangan mengerikan menyerupai petir yang menyambar. “Ya, Tuhan!” Svanna seperti merasakan jantungnya direnggut paksa. Potongan tangan seseorang membuat dia cukup histeria, hingga kotak pemberian Nightroe

  • The Ruthless Mafia   Cinta Pandangan Pertama

    Sudah begitu larut, Svanna harap ketegangan di bahunya tidak berusaha membuat dia terjaga. Sedikit mencoba tidur, maka seharusnya itu bisa dijadikan alasan masuk akal untuk tidak melayani hasrat besar Nightroe. Insting telah memberi tahu kalau – kalau pria tersebut tidak akan selesai sekali, dan kenyataan bahwa bekas cumbuan suaminya masih menjadi sesuatu yang begitu ingin Svanna lenyapkan. Dia tak ingin ada tambahan apa pun. Perlahan … Svanna berusaha memejam. Berusaha menenangkan sentuhan yang melonjak drastis. Dia mengatur posisi menghadap sandaran sofa, ya … tepat membelakangi arah ranjang sembari berusaha menghilangkan bayangan wajah Nightroe di benaknya. Celakalah. Sesuatu dalam diri Svanna tidak menduga bahwa ternyata dia akan merasakan firasat seseorang seperti menatap tajam ke arahnya. Tidak ada petunjuk kalau – kalau ada yang melangkah masuk. Tidak. Svanna berusaha tidak percaya. Sebaliknya, dia akan tetap seperti ini; tetap melakukan usaha keras supaya t

  • The Ruthless Mafia   Petunjuk Baru

    “Tuan, berkas yang Anda butuhkan mengenai keterlibatan Mrs. Sullivan terhadap kebakaran empat tahun lalu akhirnya bisa didapatkan. Saya curiga seseorang sengaja mengubah rincian kebenaran sesungguhnya karena Mrs. Sullivan ternyata tidak pernah melakukan apa pun. Istri Anda bukan pelaku kebakaran itu.” Mata sapphire Nightroe menerawang lurus di dinding ruang kerja. Begitu banyak hal harus diselesaikan dan dia nyaris melupakan bahwa ini adalah informasi krusial. Svanna tidak pernah terlibat ke dalam kebakaran itu? “Jika kau bilang Anna bukan pelakunya. Lalu di mana dia saat Yohana hampir terbakar hidup – hidup di sana?” Masih dengan pelbagai konflik menyelinap di dalam dirinya. Nightroe paling tidak, perlu menemukan celah. Ingin sedikit percaya bahwa Svanna memang tidak pernah melakukan apa pun terhadap kesalahan empat tahun lalu. Hari di mana kebencian mulai membara setelah itu. Kebencian yang mungkin … sengaja meninggalkan jejak ambigu supaya dia tidak bisa membedaka

  • The Ruthless Mafia   Keputusannya

    “Kau yakin tidak menginginkan apa pun di sini?” Pertanyaan Nightroe sarat nada memastikan. Ujung telunjuk pria itu tiba – tiba menarik wajahnya supaya menengadah. Svanna tidak tahu apa yang bisa dia katakan. Semua semacam ledakan hebat ketika mata mereka bertemu. Perubahan Nightroe tidak terduga; dia tidak bisa terus menghadapi suasana seperti ini. Rasanya seperti memaksa supaya Svanna menyiapkan diri kapan akhirnya dia akan tergulung jatuh oleh harapan yang Nightroe berikan untuknya. Tidak ada. Dia harus tahu bahwa ini hanya bagian dari permainan yang sedang pria itu lakukan. “Aku yakin. Sebaiknya kita pergi.” Sesaat, Svanna melirik ke arah Katty, lalu menemukan bagaimana wanita itu tampak memberi isyarat agar dia tetap menahan Nightroe di sini. Mungkin prospek di mana menyenangkan suasana hati suaminya adalah hal penting. Pria itu harus selalu puas, jika tidak … akan ada sesuatu yang tidak dia mengerti—tidak mereka berdua mengerti. Svanna menghela

  • The Ruthless Mafia   Katty Wilson

    Kali pertama melangkahkan kaki masuk. Svanna berusaha bersikap ramah; menawarkan senyum tipis, walau itu sama seperti menghadapi tumpahan air di suhu membeku. Seorang wanita—tampak seorang diri mengawasi toko menunjukkan reaksi tidak pantas, seolah kedatangannya di sini hanya akan meninggalkan bencana besar. Hal tersebut cukup membuat dia ragu sekadar memulai pembicaraan. Lebih baik mengurungkan keinginan bertanya; Svanna akan berkeliling sendiri; mencari – cari apa yang kemudian tampak menarik perhatian. Secara tentatif, ujung jemarinya menyentuh sebuah dress berwarna gelap. Kilauan di sana tak bisa Svanna hindari. Dia terpukau dan mungkin … dress itu akan menjadi pilihan utamanya di sini. “Singkirkan tangan kotormu dari dress mahal itu.” Suara seseorang menyeret Svanna ke permukaan. Dia segera mengangkat wajah dan mendapati wanita yang sejak awal menatapnya dengan sinis, segera merenggut dress yang nyaris secara utuh tergenggam di sana. Dia tak percaya a

  • The Ruthless Mafia   Kartu Hitam

    Svanna tak bisa membayangkan ekspresi ketakutan di wajahnya. Pemandangan di depan sana begitu menakutkan. Dia tak berani memikirkan pelbagai hal, ketika nanti … tanpa mereka sadari … suasana terasa jauh lebih mengerikan. “Nightroe, hati – hati!” Secara naluriah lengan Svanna terulur panjang. Menggenggam ujung jas yang merekat di tubuh Nightroe. Tidak ada respons signifikan dari pria itu. Semua terasa sangat menakutkan saat dia berusaha mengetatkan cengkeraman. Nightroe membanting setir saat melewati tikungan tajam, seakan ingin mengajaknya mati bersama, walau mereka baik – baik saja setelah tubuh Svanna terlempar kembali di tempat. Dia menelan ludah kasar. Memohon kepada Nightroe hanya menciptakan prospek buruk. Satu – satunya hal perlu dilakukan adalah bersikap tenang; memainkan peran seperti suaminya selama ini. Barangkali pria itu akan tertantang saat dia tidak menunjukkan reaksi signifikan, lalu semua akan berakhir dengan perjalanan yang terasa lebih b

  • The Ruthless Mafia   Svanna Johannson

    Situasi tampak mengejutkan ketika Svanna harus tersentak bangun dan mendapati dirinya sudah tidak lagi berhadapan dengan lantai kamar yang dingin, tetapi ini bukan tempat tidur. Aneh. Siapa yang memindahkannya ke atas sofa? Masih di kamar yang sama. Wajah Svanna mengedar ke pelbagai arah. Ranjang

  • The Ruthless Mafia   Setelah Pernikahan

    Nightroe melihatnya menawarkan diri pada pernikahan mereka dan seharusnya tidak menjadi berita mengejutkan jika Svanna akan menghadapi saat – saat di mana malam pernikahan terasa semacam teriring ke tambak kutub membekukan. Dia tak menyangkal tentang betapa sakitnya ketika semua orang menyaksikan

  • The Ruthless Mafia   Kejam

    “Kau pikir aku melindungi-mu?”Tubuh Svanna tersentak di dinding kamar setelah cengkeraman tiba – tiba mendarat di rahangnya. Nightroe bahkan berbisik sinis, seolah ingin menunjukkan bahwa semua ini bukan bagian dari keinginan pria itu.Suara tembakan. Segala bentuk kejadian menciptakan bunyi mengg

  • The Ruthless Mafia   Gemuruh Senjata Api

    “Kau tahu aku sangat membencimu. Bersiaplah pada neraka yang akan kau hadapi, jika sekali saja berani untuk menandatangani kontrak pernikahan ini.” Svanna mengerti bahwa dia tidak akan pernah lepas dari gambaran kehidupan gelap setelah memutuskan untuk meninggalkan California dan kembali terdampar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status