Home / Romansa / The Ruthless Mafia / Svanna Johannson

Share

Svanna Johannson

Author: Susi_miu
last update publish date: 2025-03-04 08:41:42

Situasi tampak mengejutkan ketika Svanna harus tersentak bangun dan mendapati dirinya sudah tidak lagi berhadapan dengan lantai kamar yang dingin, tetapi ini bukan tempat tidur. Aneh. Siapa yang memindahkannya ke atas sofa?

Masih di kamar yang sama. Wajah Svanna mengedar ke pelbagai arah. Ranjang begitu kosong. Tidak ada Nightroe di sana, dan selimut itu ... sekarang sudah rapi membentang di permukaan kasur. Seseorang jelas melangkah masuk dan menyelesaikan sisa kekacauan semalam. Mungkinkah Nightroe?

Svanna segera menghela napas memikirkan hal tersebut adalah bagian paling mustahil. Pria yang membencinya tidak akan pernah menaruh sedikit perhatian. Sudah begitu banyak rasa sakit dan dia tak berharap akan ada saat – saat di mana kebiasaan Nightroe terhadap kebutuhan mencekik lehernya akan kembali terulang.

Ini hari pertama setelah menjadi istri dari pria kejam itu.

Nightroe Da Sullivan.

Tuan Sullivan kedua, Don Nightroe, yang akan meneruskan kepemimpinan ayahnya berdasarkan aturan pernikahan mereka yang dijadikan syarat utama.

Svanna tak bisa membayangkan betapa Nightroe akan berakhir jauh lebih kejam dari yang saat ini atau pernah dia hadapi. Semuanya. Pria itu mungkin sedang melakukan kegiatan penting di luar sana. Gangster berkeliaran. Begitulah suaminya.

Perlahan, Svanna memutuskan untuk membiarkan kedua kaki menyentuh lantai kamar yang dingin. Sudah bersiap akan beranjak bangun, tetapi tiba – tiba pintu kamar terbuka menampakkan pelayan di usia setengah senja melangkahkan kaki masuk. Nampan sewarna perak sedang tergenggam erat di tangan wanita paruh baya itu.

“Sarapan Anda, Mrs. Sullivan.”

Senyum ramah menyambar langsung ke wajah Svanna. Dia tidak bisa mengatakan banyak hal, selain melekukkan sudut bibir tipis sebagai sapaan singkat.

Ada keabsahan, di mana sesuatu dalam dirinya masih terlalu ragu melakukan setiap apa pun di sini. Aturan Nightroe terkadang terasa sangat menyakitkan. Dia tak memiliki apa pun di kamar ini, selain pakaian yang dibawa langsung dari rumah.

Pakaian ....

Svanna segera memahami bahwa dia masih mengenakan dalaman semalam. Wajahnya menunduk. Sedikit bingung mendapati gaun tidur tipis, yang sering kali dia kenakan di malam hari saat masih menikmati pekerjaan di California, sudah merekat utuh di tubuhnya.

Seseorang mengangkat dia ke atas sofa dan mengatur supaya dia mengganti pakaian? Ketakutan mendadak berhamburan di benak Svanna. Dia terlalu putus asa memikirkan kemungkinan terburuk di sini.

“Siapa namamu?” dan memutuskan untuk bertanya sebelum wanita paruh bayah di hadapannya menyiapkan kebutuhan untuk mempekenalkan diri.

“Elisabeth, Mrs. Sullivan.”

Sapaan sarat nada hormat secara tidak langsung membuat Svanna merasa tidak nyaman. Dia tidak terbiasa dengan situasi seperti ini. Kegemaran terhadap suatu kebebasan juga termasuk dengan tidak melibatkan panggilan yang terdengar menyakitkan.

“Anna. Kau bisa memanggilku Anna.”

Svanna tersenyum tipis—lagi, saat menyadari bagaimana Elisabeth menatap ragu dan seperti ada keinginan untuk menolak. Itu adalah keinginan darinya. Dia yakin wanita paruh baya tersebut tidak akan mengungkapkan sikap tidak setuju.

“Sarapan Anda ....”

Sebelah alis Svanna terangkat tinggi memperhatikan sarapan lezat di atas nampan. Setidaknya ada rasa ingin tahu dan membuatnya ingin bertanya.

“Mengapa tidak menyiapkannya di dapur saja? Aku bisa turun ke bawah jika memang lapar.”

“Ini permintaan Tuan Nightroe. Beliau tidak ingin Anda meninggalkan kamar ini, Mrs. Sullivan.”

Svanna ingin menggarisbawahi panggilan itu lagi, tetapi sesuatu dalam dirinya cenderung lebih dikuasai oleh perintah Nightroe yang terdengar tidak masuk akal. Ini masih terlalu pagi dan dia dimintai untuk tidak keluar kamar?

Svanna tidak akan setuju terhadap bagian tersebut. Dia menyukai kebebasan dan Nightroe tidak bisa membuatnya terkurung seperti di dalam sangkar. Suaminya—sangat buruk mengatakan ini; tahu apa yang tidak dia sukai dan malah memutuskan agar terlibat dengan itu.

Apakah aturan tambahan dari Nightroe adalah bentuk balasan lainnya karena dia telah setuju untuk melakukan pernikahan?

Svanna memejam sesaat, mencoba tetap sabar terhadap situasi seperti ini. “Di mana Nightroe?” tanyanya memastikan. Mungkin mereka perlu bicara. Hal – hal seperti ini tidak seharusnya terjadi.

“Tuan Nightroe meninggalkan mansion sejak semalam.”

Bagus. Jika Nightroe tidak kembali setelah pria itu meninggalkannya sendirian di kamar. Lalu siapa orang yang menjadi pilihan terdekat untuk bisa diasumsikan telah mengerjakan semua hal yang tampak kacau semalam?

Sorot mata Svanna menatap lurus ke wajah Elisabeth. Bertanya – tanya mungkinkah?

“Apa semalam kau datang ke kamar ini?”

Lebih adil bertanya langsung kepada wanita paruh baya itu. Namun, gelengan samar memberi dia petunjuk bahwa masih ada begitu banyak pertanyaan mengambang ke permukaan.

Svanna menghela napas kasar, kemudian memutuskan untuk menerima nampan sarapan. Dia bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Berharap Elisabeth tidak menunggu dan membuatnya merasa tidak nyaman oleh situasi seperti diawasi.

“Kau boleh pergi, Elisabeth. Aku akan memanggilmu jika sudah selesai.”

Hanya itu. Selebihnya tidak ada apa pun lagi yang bisa mereka bicarakan. Elisabeth pada akhirnya memutuskan untuk melangkahkan kaki meninggalkan kamar. Hal yang tak pernah luput dari perhatian Svanna sebelum memutuskan sekadar menunduk mengamati sarapan di pangkuan sendiri.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • The Ruthless Mafia   Potongan

    “Apa ini?” tanya Svanna diliputi pelbagai keraguan setelah memutuskan untuk beringsut jauh dari Nightroe. Posisi mereka setidaknya telah berjarak, tetapi dia tetap harus bersikap waspada. “Sesuatu yang mungkin kau suka.” Suara berat Nightroe sedikitpun tidak meninggalkan kecurigaan kali ketika Svanna berusaha mendelik lebih serius. Mata sapphire di sana bahkan menatapnya ... seolah pria itu benar – benar menunggu momen di mana penutup kotak dibuka. Firasat buruk secara naluriah mengambil situasi di antara mereka. Svanna takut menghadapi hal – hal yang tak bisa dia selesaikan dengan tepat. Namun, rasa ingin tahu tidak berusaha memberikan pengertian serius. Perlahan, dia mulai membuka kotak hadiah dari Nightroe. Begitu tentatif sampai akhirnya sebuah pemandangan mengerikan menyerupai petir yang menyambar. “Ya, Tuhan!” Svanna seperti merasakan jantungnya direnggut paksa. Potongan tangan seseorang membuat dia cukup histeria, hingga kotak pemberian Nightroe

  • The Ruthless Mafia   Cinta Pandangan Pertama

    Sudah begitu larut, Svanna harap ketegangan di bahunya tidak berusaha membuat dia terjaga. Sedikit mencoba tidur, maka seharusnya itu bisa dijadikan alasan masuk akal untuk tidak melayani hasrat besar Nightroe. Insting telah memberi tahu kalau – kalau pria tersebut tidak akan selesai sekali, dan kenyataan bahwa bekas cumbuan suaminya masih menjadi sesuatu yang begitu ingin Svanna lenyapkan. Dia tak ingin ada tambahan apa pun. Perlahan … Svanna berusaha memejam. Berusaha menenangkan sentuhan yang melonjak drastis. Dia mengatur posisi menghadap sandaran sofa, ya … tepat membelakangi arah ranjang sembari berusaha menghilangkan bayangan wajah Nightroe di benaknya. Celakalah. Sesuatu dalam diri Svanna tidak menduga bahwa ternyata dia akan merasakan firasat seseorang seperti menatap tajam ke arahnya. Tidak ada petunjuk kalau – kalau ada yang melangkah masuk. Tidak. Svanna berusaha tidak percaya. Sebaliknya, dia akan tetap seperti ini; tetap melakukan usaha keras supaya t

  • The Ruthless Mafia   Petunjuk Baru

    “Tuan, berkas yang Anda butuhkan mengenai keterlibatan Mrs. Sullivan terhadap kebakaran empat tahun lalu akhirnya bisa didapatkan. Saya curiga seseorang sengaja mengubah rincian kebenaran sesungguhnya karena Mrs. Sullivan ternyata tidak pernah melakukan apa pun. Istri Anda bukan pelaku kebakaran itu.” Mata sapphire Nightroe menerawang lurus di dinding ruang kerja. Begitu banyak hal harus diselesaikan dan dia nyaris melupakan bahwa ini adalah informasi krusial. Svanna tidak pernah terlibat ke dalam kebakaran itu? “Jika kau bilang Anna bukan pelakunya. Lalu di mana dia saat Yohana hampir terbakar hidup – hidup di sana?” Masih dengan pelbagai konflik menyelinap di dalam dirinya. Nightroe paling tidak, perlu menemukan celah. Ingin sedikit percaya bahwa Svanna memang tidak pernah melakukan apa pun terhadap kesalahan empat tahun lalu. Hari di mana kebencian mulai membara setelah itu. Kebencian yang mungkin … sengaja meninggalkan jejak ambigu supaya dia tidak bisa membedaka

  • The Ruthless Mafia   Keputusannya

    “Kau yakin tidak menginginkan apa pun di sini?” Pertanyaan Nightroe sarat nada memastikan. Ujung telunjuk pria itu tiba – tiba menarik wajahnya supaya menengadah. Svanna tidak tahu apa yang bisa dia katakan. Semua semacam ledakan hebat ketika mata mereka bertemu. Perubahan Nightroe tidak terduga; dia tidak bisa terus menghadapi suasana seperti ini. Rasanya seperti memaksa supaya Svanna menyiapkan diri kapan akhirnya dia akan tergulung jatuh oleh harapan yang Nightroe berikan untuknya. Tidak ada. Dia harus tahu bahwa ini hanya bagian dari permainan yang sedang pria itu lakukan. “Aku yakin. Sebaiknya kita pergi.” Sesaat, Svanna melirik ke arah Katty, lalu menemukan bagaimana wanita itu tampak memberi isyarat agar dia tetap menahan Nightroe di sini. Mungkin prospek di mana menyenangkan suasana hati suaminya adalah hal penting. Pria itu harus selalu puas, jika tidak … akan ada sesuatu yang tidak dia mengerti—tidak mereka berdua mengerti. Svanna menghela

  • The Ruthless Mafia   Katty Wilson

    Kali pertama melangkahkan kaki masuk. Svanna berusaha bersikap ramah; menawarkan senyum tipis, walau itu sama seperti menghadapi tumpahan air di suhu membeku. Seorang wanita—tampak seorang diri mengawasi toko menunjukkan reaksi tidak pantas, seolah kedatangannya di sini hanya akan meninggalkan bencana besar. Hal tersebut cukup membuat dia ragu sekadar memulai pembicaraan. Lebih baik mengurungkan keinginan bertanya; Svanna akan berkeliling sendiri; mencari – cari apa yang kemudian tampak menarik perhatian. Secara tentatif, ujung jemarinya menyentuh sebuah dress berwarna gelap. Kilauan di sana tak bisa Svanna hindari. Dia terpukau dan mungkin … dress itu akan menjadi pilihan utamanya di sini. “Singkirkan tangan kotormu dari dress mahal itu.” Suara seseorang menyeret Svanna ke permukaan. Dia segera mengangkat wajah dan mendapati wanita yang sejak awal menatapnya dengan sinis, segera merenggut dress yang nyaris secara utuh tergenggam di sana. Dia tak percaya a

  • The Ruthless Mafia   Kartu Hitam

    Svanna tak bisa membayangkan ekspresi ketakutan di wajahnya. Pemandangan di depan sana begitu menakutkan. Dia tak berani memikirkan pelbagai hal, ketika nanti … tanpa mereka sadari … suasana terasa jauh lebih mengerikan. “Nightroe, hati – hati!” Secara naluriah lengan Svanna terulur panjang. Menggenggam ujung jas yang merekat di tubuh Nightroe. Tidak ada respons signifikan dari pria itu. Semua terasa sangat menakutkan saat dia berusaha mengetatkan cengkeraman. Nightroe membanting setir saat melewati tikungan tajam, seakan ingin mengajaknya mati bersama, walau mereka baik – baik saja setelah tubuh Svanna terlempar kembali di tempat. Dia menelan ludah kasar. Memohon kepada Nightroe hanya menciptakan prospek buruk. Satu – satunya hal perlu dilakukan adalah bersikap tenang; memainkan peran seperti suaminya selama ini. Barangkali pria itu akan tertantang saat dia tidak menunjukkan reaksi signifikan, lalu semua akan berakhir dengan perjalanan yang terasa lebih b

  • The Ruthless Mafia   Aturannya

    Sekarang, tiba – tiba satu sentuhan membuat kontak mata mereka beradu pekat. Svanna menahan napas mendeteksi cengkeraman Nightroe cukup menyakitkan di tulang rahangnya. Dia sedikit meringis. Dengan reaksi murni menyentuh pergelangan tangan yang terasa kokoh, supaya pria itu mengerti bagaimana cara

  • The Ruthless Mafia   Setelah Pernikahan

    Nightroe melihatnya menawarkan diri pada pernikahan mereka dan seharusnya tidak menjadi berita mengejutkan jika Svanna akan menghadapi saat – saat di mana malam pernikahan terasa semacam teriring ke tambak kutub membekukan. Dia tak menyangkal tentang betapa sakitnya ketika semua orang menyaksikan

  • The Ruthless Mafia   Kejam

    “Kau pikir aku melindungi-mu?”Tubuh Svanna tersentak di dinding kamar setelah cengkeraman tiba – tiba mendarat di rahangnya. Nightroe bahkan berbisik sinis, seolah ingin menunjukkan bahwa semua ini bukan bagian dari keinginan pria itu.Suara tembakan. Segala bentuk kejadian menciptakan bunyi mengg

  • The Ruthless Mafia   Gemuruh Senjata Api

    “Kau tahu aku sangat membencimu. Bersiaplah pada neraka yang akan kau hadapi, jika sekali saja berani untuk menandatangani kontrak pernikahan ini.” Svanna mengerti bahwa dia tidak akan pernah lepas dari gambaran kehidupan gelap setelah memutuskan untuk meninggalkan California dan kembali terdampar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status