/ Pendekar / The Shadow: Rahasia Abadi / BAB 63 MIMPI BERULANG

공유

BAB 63 MIMPI BERULANG

last update 게시일: 2025-04-13 16:57:58

Langit sudah gelap sempurna saat Zhao Yuan Shao, Zhao Yunshi, dan Zhu Shen Mei semakin masuk ke dalam desa. Mereka pun akhirnya memilih untuk beristirahat di kediaman Zhao, karena hanya tempat itu saja yang tidak tercemar oleh aura roh perantara.

Zhao Yunshi masuk terlebih dahulu, seketika lentera-lentera yang ada di kediaman menyala dengan sendirinya. Sementara Zhu Shen Mei masih berdiri di halaamn kediaman sambil menatap jauh ke jalan berbatu yang baru saja mereka lewati.

“Shen Mei, ada apa?
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 81 CERMIN KATA HATI

    Hutan Xilling sudah tertinggal jauh dibelakang saat rombongan Zhu Shen Mei berjalan menghadapi malam yang dingin. Ao Jun berjalan paling depan, memimpin jalan dengan tenang meski sesekali akan menoleh ke belakang memastikkan yang lain. Sementara Zhu Shen Mei dan Zhao Yunshi ada di barisan tengah, dan Zhao Yuan Shao ada di urutan paling belakang menjaga mereka dari serangan tiba-tiba. "Sekarang kita harus mendapatkan pusaka kedua," ucap Ao Jun yang tiba-tiba menghentikan langkah. Siluman naga itu menoleh ke rombongan dibelakangnya. Kening Zhu Shen Mei berkerut sebentar, tangannya memegang pusaka pertama didalam tasnya. "Pusaka apa lagi yang akan kita cari kali ini?" tanyanya dengan serius. Zhao Yuan Shao dan Zhao Yunshi secara kompak melangkah agar lebih dekat dengan keduanya. Mendengarkan dengan seksama petunjuk yang akan diberikan Ao Jun dalam perjalan mereka kali ini. Ao Jun menatap mereka satu persatu, sebelum menjelaskan dengan tenang. "Pusaka kedua, cermin kata hati atau Lij

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 80 PERJALANAN MENCARI PUSAKA DEWA

    Hutan Xilling semakin gelap saat rombongan Zhu Shen Mei masuk lebih dalam. Pohon-pohon berbagai jenis menjulang tinggi dengan cabang yang saling terjalin dan membuat suasana hutan semakin rindang. Cahaya matahari tertutup oleh dahan-dahan pohon, sehingga jalan seta[ak yang menjadi jalur perjalanan mereka hari ini tampak remang-remang. Aroma tanah yang basah bersampur dengan kabut tipis yang seakan muncul dari tanah itu sendiri, menjadi teman dalam perjalanan mereka. Zhu Shen Mei menggenggam erat tali tasnya, menahan perasaan aneh di dada. “Tempat ini… seolah ada sesuatu atau seseorang yang sedang mengamati kita,” gumamnya lirih.Ao Jun menoleh singkat, senyum tipis muncul di wajahnya. “Itu karena kita memasuki wilayah Mo Ling. Siluman kabut bisa menyatu dengan udara. Setiap langkahmu sudah ia dengar.”Zhao Yuan Shao langsung mendengus, berdiri sedikit lebih dekat pada Shen Mei. “Bagus. Kalau dia berani mendekat, aku akan cabik kabutnya sampai pecah seperti awan di musim panas.”“Kala

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 79 SEMBILAN PUSAKA DEWA

    Keheningan yang membekas dari janji Zhao Yuan Shao seolah membuat udara di kedai itu menjadi berat dan kental. Bahkan suara angin yang meniup gorden bambu terasa lebih lambat dari biasanya.Zhu Shen Mei menarik napas pelan, lalu mengalihkan pandangan, berusaha menyembunyikan matanya yang memerah. Tapi suara pelan Ao Jun segera menyentakkannya kembali.“Kalau begitu, dengarkan baik-baik. Pusaka pertama, Xingluo Zhenyu — Giok Penjaga Bintang. Disimpan di Kuil Bintang Sembilan di daerah utara Pegunungan Jiuyan.”Zhao Yunshi mengangkat alis. “Kuil itu sudah lama ditinggalkan manusia. Tak ada siapa pun yang bisa menembus kabut hitamnya, apalagi menyentuh pusaka di dalamnya.”“Tepat,” Ao Jun menyahut. “Karena yang menjaganya bukan sembarang siluman. Tapi Mo Ling, siluman kabut purba, yang sudah gila karena menjaga giok itu terlalu lama.”Zhao Yuan Shao menoleh pelan. “Berarti kita harus bertarung.”“Tidak selalu,” ujar Ao Jun sambil menatap Zhu Shen Mei. “Kadang, siluman tidak mencari perta

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 78 MENJEMPUT TAKDIR

    Siang itu, tepat seperti yang diperkirakan oleh Zhao Yuan Shao, Ao Jun benar-benar datang. Tepat ke kedai, dia sudah bersama dengan Bai Hu, adiknya. Mata pria siluman naga itu langsung tertuju pada Zhu Shen Mei yang mengekor dibelakang Zhao Yuan Shao. "Akhirnya kau datang juga, Ao Jun." Zhao Yuan Shao tersenyum miring, jenaka seperti biasa. Namun fokus Ao Jun bukan pada pria siluman itu, melainkan pada aura Zhu Shen Mei. Gadis itu tampak berbeda, pandangannya jauh lebih tajam dan tenang. "Tentu saja aku datang, untuk melihat sendiri kebangkitan sang dewi." Ao Jun berujar pelan, matanya tanpa kedip memperhatikan gadis itu. Zhao Yuan Shao mengikuti arah pandangan Ao Jun, pria siluman naga itu masih memperhatikan Zhu Shen Mei. "Jangan menatapnya terlalu lama, dia takut pada mu!" ketusnya kasar. Siluman harimau merah itu memang tidak suka, jika ada yang membuat Zhu Shen Mei tidak nyaman. Tapi yang paling jelas, Zhao Yuan Shao tidak ingin ada yang mendekati gadis itu. Ao Jun memutar b

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 77 REINKERNASI DEWI GUNUNG LI

    Zhu shen mei berkedip beberapa kali, kemudian menunjuk dirinya sendiri. “Maksud mu energi spiritual dalam diri ku?”“Benar, aku sudah mulai merasakan energi yang sangat familiar dari dalam tubuh mu. Kekuatan yang cukup besar juga meledak dari dalam diri mu sejak penyerangan siluman serigala Selatan,” jelas zhao yuan shao dengan tenang.Dan seperti biasanya, tanpa permisi tangan kanan pria siluman itu sudah menyelipkan beberapa helai rambut panjang zhu shen mei ke belakang telinga. Membuat darah zhu shen mei berdesir, lagi-lagi dia terhipnotis oleh sikap siluman besar itu.“Jadi… sudah tidak ada yang perlu diragukan lagi. Kau adalah reinkernasi dewi gunung li,” imbuh zhao yuan shao sembari tersenyum manis.Zhu shen mei menundukkan kepalanya, lalu menghela nafas panjang. Pandangannya menjauh dari zhao yuan shao, dia memilih menatap langit malam kota changsa yang tenang.“Ku kira tanda reinkernasi yang dikatakan ao jun waktu itu hanyalah omong kosong. Rupanya itu justru menjadi bagian da

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 76 MENYELESAKAN MISI, SATU PERSATU

    Napas Zhu Shen Mei masih belum teratur ketika ia menarik diri perlahan, menyadari betapa dekatnya wajah mereka barusan. Ujung jarinya gemetar saat menyentuh bibirnya sendiri—hangat, masih terasa jejak Zhao Yuan Shao di sana.“Yu-yuan Shao… aku—” Zhu Shen mei tidak bisa melanjutkan kalimatnya, dia hanya menjauhkan diri. Melepas tangan zhao yuan shao yang masih melingkari pinggangnya.Wajah Zhu Shen Mei memanas dia memalingkan muka buru-buru, mencoba menyembunyikan rona merah yang mulai menjalar sampai ke telinganya. Tapi tak bisa ia sembunyikan gelisah di matanya. Bukan hanya karena ciuman itu… tapi karena sesuatu di dalam dirinya sendiri yang ikut goyah.‘Apakah semua ini benar? Dan apakah boleh, hatinya bergetar saat dunia disekitar mereka dipenuhi bahaya’Batin Zhu Shen mmei bergejolak, ada banyak hal yang menghantam pikirannya sendiri.Zhao Yuan Shao tidak bicara. Tapi tatapannya masih tajam, menyelami wajah Zhu Shen Mei seperti ingin mengingatnya dalam setiap detail. Itu justru

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 35 MEMANCING KERIBUTAN

    Kota Changsa, hari ke-2, bulan ke-9.Zhang Fei melirik Zhu Shen Mei dan Zhao Yuan Shao bergantian, sebelum menghembuskan nafas berat. Cahaya matahari pagi menyusup lewat jendela-jendela besar, menerangi lantai batu yang dingin. Di aula utama, Zhu Shen Mei, Zhang Fei, dan Zhao Yuan Shao masih berdis

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 34 RENCANA BESAR DI PAVILIUN TIMUR

    Di pagi hari, cahaya matahari merayap masuk melalui jendela paviliun, menghangatkan meja makan dari kayu cendana yang telah dipenuhi hidangan. Zhao Yuan Shao si siluman harimau merah, duduk dengan tangan terlipat di dada. Memandangi semangkuk bubur panas di depannya dengan tatapan penuh kecurigaan.

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 33 KEHANGATAN DI TENGAH MASALAH

    Zhang Fei berdiri di depan meja kayu besar dengan tangan mengepal. Matanya tajam menatap Zhao Yuan Shao dan Zhu Shen Mei yang duduk di hadapannya. Cahaya lentera bergetar pelan diiringi keinginan angin malam yang dingin. Setelah perjalanan panjang dan pertarungan sengit, kini justru muncul teka-tek

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 32 PENGKHIANATAN KEPALA BIRO

    Sepanjang perjalanan kembali ke Biro Penangkap Siluman, suasana terasa sunyi. Zhu Shen Mei masih terbenam dalam pikirannya, mencoba memahami semua yang terjadi. Zhao Yuan Shao, seperti biasa, tetap tenang, meskipun sesekali ia melirik ke arah Zhu Shen Mei seolah memastikan bahwa gadis itu baik-baik

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status