Home / Romansa / The Werewolf's Bride / Bab 181. Air Mata

Share

Bab 181. Air Mata

last update publish date: 2026-02-11 20:22:45

"Liora.." panggil Morgan dengan suara bergetar.

"Hmm.." Liora hanya menjawab dengan gumaman.

Berbeda dengan Morgan yang terlihat salah tingkah, Liora sangat santai. Sejak tadi wajahnya tersenyum sambil memandangi lelaki kikuk di depannya itu.

'Uukh.. Liora tersenyum seperti malaikat, jantungku rasanya seperti mau meledak.' batin Morgan gusar.

“Kau… kau barusan bilang apa? Bisa kau ulangi?” tanya Morgan kedua kalinya, suaranya masih saja gugup.

"Aku tidak tahu kau semanis ini Morgan." jawab Lior
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • The Werewolf's Bride   Bab 198. Lamaran (Tamat)

    "Sssttt.." Liora menempelkan telunjuk di bibirnya.Sarah mengangguk. Ia kira Luzark sudah pergi."Sarah, kenapa kau tidak menjawab? Aku akan mendobrak pintunya jika kau tidak..""Jangan! Jangan masuk.." panik Sarah."Kenapa? Ada yang mengancammu di sana? Aku akan dobrak sekarang."Terdengar suara derap langkah kaki."Aku sedang tidak memakai baju!" seru Sarah spontan.Luzark mengerjap, ia membeku. Hening seketika.Liora menunduk dengan bahu bergetar, ia juga terkejut dengan improvisasi Sarah. Bisa-bisanya ia menggunakan alasan itu, Luzark pasti sangat syok di luar sana."Ukh..." Sarah menunduk malu, ia merutuki dirinya yang malah membuat alasan konyol itu."Maafkan ketidaksopananku, Sarah. Aku tidak tahu situasimu...""T-tidak apa-apa, Yang Mulia.""Kukira kau tidur karena tidak menjawabku." suara Luzark sendu. "Istirahatlah, aku akan datang lagi besok."Suara sepatu yang beradu dengan lantai terdengar semakin tipis. Sejak tadi, Luzark belum beranjak dari tempatnya. Dia juga menolak k

  • The Werewolf's Bride   Bab 197. Demi Sang Putri

    Tidak ada jawaban."Sarah, bagaimana keadaanmu?""Saya baik-baik saja Yang Mulia, terima kasih sudah mengkhawatirkan saya.""Bagaimana aku bisa tahu kau baik-baik saja atau tidak. Biarkan aku melihatmu sebentar.""Tidak. Jangan." jawab Sarah cepat. "Saya sungguh minta maaf Yang Mulia."Hanya itu yang Sarah ucapkan. Setelahnya ia tidak menjawab apa pun lagi ucapan maupun panggilan Luzark."Apa yang terjadi? Dia sedang main tarik ulur? Hah. Tidak Lucu."Luzark bahkan sampai mengunjungi tabib istana untuk menanyakan keadaan Sarah. Katanya, Sarah terkena flu, saat ini demamnya sudah turun. Tapi ia masih harus istirahat sampai beberapa hari ke depan."Jadi dia benar-benar sakit," gumam Luzark. "Tapi apa hubungannya itu dengan dia yang tidak mau menemuiku?!" celoteh Luzark frustasi.***"Hmm.. jadi begitu," jawab Liora santai setelah mendengarkan keluhan kakaknya yang panjang lebar. Semuanya tentang Sarah.Liora menyungginggkan senyum, ia turut senang dengan perubahan kakaknya itu. Tanpa Lu

  • The Werewolf's Bride   Bab 196. Penolakan Sarah

    "Kenapa? Cuacanya sedang bagus. Ini waktu yang sangat pas untuk minum teh."Luzark duduk dengan kesalnya. "Suruh dia berhenti menempel padaku."Leonel menatap Luzark dengan pandangan iba. "Hahh, kau kira aku bisa mengatur adikku?""Tetap saja, kau kakaknya.""Hei, aku juga korban karena menjadi kakaknya." Luzark menyajikan teh di hadapan Luzark. "Nah, minumlah dulu. Kapan lagi seorang kaisar sepertiku membuatkan teh.""Cih." Luzark menyeruput tehnya, bagaimana pun Luzark sangat menghormati Leonel."Sejak kecil, Sarah itu jelmaan siluman banteng. Ia selalu mengamuk dan menggebu-gebu. Pernah suatu ketika, ia mengunci guru etika di kandang kuda hanya karena guru itu membentak pelayan pribadi Sarah.""Itu tidak ada hubungannya denganku kan.""Ia juga pernah menyamar jadi pelayan hanya untuk keluar jalan-jalan di pusat kota seharian. Karena tidak ada satu pun yang tahu, kami sempat mengira itu penculikan. Tapi gadis kecil itu malah pulang dengan rok penuh tanah dan wajah yang sangat kotor.

  • The Werewolf's Bride   Bab 195. Siluman Banteng

    Tumben? Liora merasa aneh dengan Morgan yang tenang seperti ini, padahal sejak malam pertama, ia sangat beringas dan tidak sabaran. Bukan berarti Liora mengharapkan itu, hanya saja.. sepertinya ada yang sedang Morgan pikirkan."Morgan.." panggil Liora, tangannya mengusap lembut sisi wajah suaminya. "Ada apa? Kau sedang memikirkan sesuatu kan?"Bukannya menjawab, Morgan memejamkan matanya. Menikmati belaian lembut istrinya. Baru kali ini ia merasa begitu disayangi. Liora adalah dunianya, segalanya bagi Morgan."Aku hanya merasa.. bersyukur. Kau adalah berkah bagiku, tapi.. apakah aku juga begitu?" ucap Morgan lirih."Istriku.." lanjutnya. "Kau wanita yang amat sempurna, kau yang seperti itu pun amat berharga bagi kakakmu. Terkadang aku berpikir, apa aku yang seperti ini pantas mendapatkanmu? Apa aku sudah merenggut kebahagiaan kakak beradik yang harmonis?""Kau jadi kepikiran karena Luzark sampai sekarang masih merajuk begitu?""...""Morgan, Luzark bukan orang yang akan mengijinkanku

  • The Werewolf's Bride   Bab 194. Kesepian

    "Astaga, Luz. Apa kau sungguh tidak pernah sekali pun berpacaran? Atau.. dekat dengan wanita?" potong Leonel, yang entah sejak kapan sudah ada di ruangan itu dan duduk di kursi."Memang kenapa? Apa hubungannya semua ini dengan.."Luzark terdiam, ia sepertinya baru menyadari sesuatu. Ia menoleh cepat pada Morgan, matanya berkilat marah. Dengan langkah tergesa, ia menghampiri dan mencengkeram kerah pakaian Morgan."Dasar monster sialan," desisnya."Maafkan saya Yang Mulia, adik anda terlalu cantik, mempesona, dan juga indah. Sampai-sampai saya terpikat dan tidak mampu melepaskan pandangan saya darinya walau sebentar.""Kau benar, adikku memang can.." Luzark sedikit teralihkan, ia memang selalu membanggakan adiknya kemana-mana. "Hei! Meskipun adikku sesempurna itu, harusnya kau menjaganya. Kau harus memikirkan kesehatannya, sialan!""Saya bersalah, Yang Mulia. Saya mengakuinya, maafkan saya.""Luz, hentikan. Aku malu." Liora menutupi wajahnya yang kini sudah semerah tomat."Tunggu Lio, a

  • The Werewolf's Bride   Bab 193. Monster

    Sejak pagi yang menghebohkan seluruh istana, banyak mata yang semakin memperhatikan gerak gerik sepasang pemeran utama dari rumor tersebut. Sarah dan Luzark.Mereka semua memperkirakan kemana arah politik dari kekaisaran Luminous."Bawa dia," ucap Luzark tegas."Itu.. sulit Luz, kaulah yang paling tahu. Dia bisa mengamuk seperti banteng kelaparan jika aku menyuruhnya pulang bersamaku," sesal Leonel."Kapan kau kembali?""Lusa, aku sudah terlalu lama meninggalkan kekaisaran.""Nah, bawa bantengmu itu sekalian. Jika tidak bisa baik-baik, bawa paksa saja," ujar Luzark, terlihat kantong mata di bawah matanya."Pfft.""Kau tertawa? Apa ini lucu bagimu?" Luzark mendengus, saat ini ia merasa sangat kesal."Tidak, hanya saja.. aku ingin memperingatkanmu. Ini bisa jadi senjata makan tuan.""Apa maksudmu? Sarah jadi berbalik membenci dan menyerangku?" Luzark menaikkan sebelah alisnya. "Yah.. itu lebih baik.""Dasar bodoh.""Kenapa tiba-tiba mengataiku bodoh, dasar pria tua.""Wah wah, lihatlah

  • The Werewolf's Bride   Bab 176. Seorang Adik

    "Hei, jangan dekat-de.." protes Liora."Sssstt.. jangan protes Lio, aku tahu siapa itu." Leonel menyeringai. "Lelaki yang melamarmu.""Hah? Zevariel?" tanya Liora pelan."Pfftt.. ayo kita kerjai dia. Liora aku akan berpura-pura membisikkan sesuatu padamu. Kau tertawalah.""Anda terlalu kekanakan..

  • The Werewolf's Bride   Bab 175. Teman Luzark

    Luzark menjelaskan rencananya pada Liora dan Morgan. Dan ada sebuah fakta yang membuat keduanya tercengang. Kael, adik Zevariel.. dia termasuk dalam rencana ini.Liora ingat Kael pernah mengirim surat padanya sesaat sebelum Zevariel sampai di Luminous. Dia menyebutkan rencana-rencana Zevariel dan b

  • The Werewolf's Bride   Bab 174. Black

    Morgan melangkah maju tanpa ragu. Telapak tangannya dia letakkan di atas permukaan buku itu. Simbol naga putih yang terukir di sampulnya menyala terang, cahayanya merambat seperti urat cahaya hingga ke lengan Morgan.Morgan merasakan panas di lengannya, seperti terbakar. "Ukh.." Morgan menahannya,

  • The Werewolf's Bride   Bab 173. Sumpah Sihir

    "Bajing*n itu yang membuat tanganmu jadi begini?" geram Luzark.Mata Luzark langsung tertuju pada pergelangan tangan Liora yang memerah. "Apa yang kau lakukan?! Aku menyuruhmu untuk melindungi adikku!" teriak Luzark pada Morgan."Luz, itu bukan salah Morgan." bela Liora."Jangan selalu memanjakan d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status