Home / Romansa / The Werewolf's Bride / Bab 94. Dinding Emas

Share

Bab 94. Dinding Emas

last update publish date: 2025-09-20 16:40:45

Sinar dalam bola mulai meredup. Wajah Morgan perlahan memudar, namun senyumnya yang licik tetap terlihat hingga detik terakhir sebelum bola kembali gelap.

"Ini semakin menarik." kata Morgan sebelum dia benar-benar menghilang.

Liora terdiam, menatap benda itu dengan dada naik turun. Hatinya bergolak. Amarah, benci, dan… ketakutan kecil yang coba dia tekan.

Dengan cepat dia meraih kain dari meja rias dan menutupi bola itu. “Semoga Ernest berhasil menemukannya." Liora mengembuskan napas lega.

Morg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • The Werewolf's Bride   Bab 191. Pengantin Baru

    Jari-jari Liora refleks mencengkeram bagian depan pakaian Morgan. Napasnya tercekat ketika ciuman itu semakin dalam.. membuat lututnya terasa lemas. Tubuhnya tersentak bagai terkena aliran listrik.Saat Morgan akhirnya memberi ruang, Liora terengah pelan, pipinya memerah sampai ke telinga."Morgan..." bisik Liora, ia protes di sela napasnya. "Aku... kehabisan napas."Morgan menatap Liora dengan wajah menyebalkannya dan tersenyum puas. Lalu mengusap lembut bibir Liora."Manis. Enak."Liora membelalak."Enak apanya?" sahutnya seraya memalingkan wajahnya malu."Mau coba sesuatu yang lebih menyenangkan?" bisik Morgan parau."Tidak mau.""Benarkah?" Morgan menyelipkan rambut Liora ke belakang telinganya. "Tapi..." jemarinya menelusuri garis wajah Liora.Liora sontak menutup matanya."...tubuhmu bereaksi sebaliknya tuh," goda Morgan."Kau itu serigala atau rubah?"Hal pertama yang Liora lihat saat membuka mata adalah wajah Morgan dengan sorot matanya yang sayu."Aku suamimu." Morgan mendeka

  • The Werewolf's Bride   Bab 190. Kematian Zevariel

    Liora melangkah mendekat, lalu menarik ujung lengan kakaknya seperti saat mereka kecil."Kakak... tolonglah, kabulkan permintaanku kali ini."Luzark menoleh dengan wajah kesal. "Kau curang, Lio. Jangan gunakan cara itu. Beraninya kau membujukku dengan wajah imut dan mata kucingmu itu.""Luz.. aku hanya bisa mengandalkanmu, kakakku satu-satunya.""Kau selalu bilang begitu jika menginginkan sesuatu, menyebalkan."Liora tersenyum kecil. "Itu karena aku tahu kakakku ini sangat menyayangiku, seperti aku menyayanginya."Kaisar agung yang ditakuti banyak negeri itu menutup wajahnya dengan telapak tangan."Aku benar-benar lemah terhadapmu."Luzark menghela napas panjang."Kalau sampai dia membuat masalah lagi, aku sendiri yang akan memburunya."Liora tersenyum lega. "Terima kasih, Kakak.""Hanya terima kasih?"Liora bangkit dan memeluk kakaknya.Luzark kembali memasang tampang konyolnya. "Kau jahat Lio. Apa kau hanya sudi mengakuiku sebagai kakak disaat terdesak seperti ini? Padahal aku hanya

  • The Werewolf's Bride   Bab 189. Mati untuk Hidup

    Di tengah lautan rakyat yang bersorak dan melemparkan kelopak bunga ke udara, mata Liora menangkap satu sosok yang berdiri jauh di tepi jalan.Sendirian.Jubah hitam menutupi tubuhnya dari kepala hingga kaki, seakan ia ingin lenyap di antara kerumunan. Namun, Liora tetap mengenalinya. Bahkan dari kejauhan. Bahkan tanpa melihat wajahnya.Liora tersenyum tipis."Semoga kau menemukan kebahagiaanmu," gumamnya lirih.Morgan menoleh. "Apa kau mengatakan sesuatu?"Liora menggeleng pelan. "Tidak.""Sungguh? Lalu apa yang kau perhatikan dengan seksama, istriku?"Luzark memutar bola matanya malas. "Hei, bisa kau lanjutkan pembicaraanmu nanti? Aku tidak mau mendengar kemesraan adik kesayanganku ini. Aku bahkan belum sepenuhnya merelakan..""Luz.." potong Liora."Iya, Lioku?" jawab Luzark berbinar."Kau juga, hentikan. Rakyatmu sedang melihat. Kau harus menjaga wibawamu sebagai kaisar.""Lio.. kau sekarang membela serigala ini?" tanya Luzark mendramatisir."Pfft, tentu saja. Sekarang akulah suami

  • The Werewolf's Bride   Bab 188. Pernikahan

    "Tidak Liora, itu isi hatiku yang sesungguhnya." ucapan Morgan terdengar lebih tegas dari sebelumnya.Morgan mundur satu langkah, memerhatikan Liora yang salah tingkah.Liora menunduk sesaat, kemudian mengangkat wajah lagi. Ia bingung harus bereaksi seperti apa. Jemarinya betaut gelisah di depan tubuhnya.Morgan menelan ludah. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa sangat sulit mengendalikan dirinya sendiri.Sial. Liora terlalu cantik.Morgan memalingkan wajah, berusaha menenangkan isi kepalanya."Aku pergi saja," ucap Morgan tiba-tiba. Liora berkedip. "Pergi? Kenapa?"Morgan menarik napas panjang sebelum menjawab."Jangan tanya kenapa, Liora. Kau akan menyesal jika tahu apa yang kupikirkan saat ini.""Lalu kau mau kemana?" terlihat sedikit sesal di wajah Liora."Jangan memasang ekspresi seperti itu, Baby."Liora menahan rasa kesalnya, apa maunya pria di hadapannya ini."Ukh, aku bisa gila. Maaf, aku benar-benar harus pergi. Aku tidak boleh lebih lama di sini.""Kau seb

  • The Werewolf's Bride   Bab 187. Gaun Pernikahan

    "Kau ingin aku hidup?""Tidak."Sontak Zevariel terkejut dengan jawaban singkat Liora."Matilah Zevariel, dan jalani hidupmu sendiri dengan bahagia." setelah mengucapkan kalimat itu, Liora membalikkan badan dan pergi.Melihat punggung Liora yang menjauh, langkah kakinya yang semakin samar, membuat dada Zevariel perih."Kalau aku tidak menculikmu.. mendekatimu perlahan.. dan menunjukkan ketulusanku.. apa hasilnya akan berbeda?" gumam Zevariel.Keesokan harinya, berita menyiarkan jika Zevariel bunuh diri di dalam penjara. Berita itu langsung menyebar ke sepenjuru daerah, hingga ke kerajaan Velmoria. Namun kabar itu pun menghilang dalam sekejap, tertutup dengan berita pernikahan antara Liora dan Morgan.Morgan sudah diberi gelar kehormatan serta status bangsawan karena telah menyelamatkan Liora, itulah kenapa pernikahan mereka bisa terjadi. Banyak bangsawan yang menyayangkan hal itu karena mereka tidak diberi kesempatan sedikit pun untuk mendekati sang putri.Persiapan dilakukan dengan c

  • The Werewolf's Bride   Bab 186. Kunjungan Rahasia

    Zevariel tersenyum tipis"Aku sungguh kehilangan segalanya, bahkan kau.." gumam Zevariel.Matanya kembali terpaku pada Liora. Zevariel memandangnya lama, hingga para penjaga menariknya pergi.Zevariel keluar dari aula dengan langkahnya yang tegas, dia tidak goyah sedikit pun. Seolah bahkan tanpa mahkota dan kekuatan sihirnya, dia masih seseorang yang berbahaya.Liora menatap kepergian Zevariel, dia tidak tahu.. entah kenapa ada rasa hampa yang terasa."Liora.." panggil Morgan, berusaha mengalihkan perhatian Liora kembali padanya.Namun Liora yang terlalu sibuk dengan pikirannya, tidak mendengar. Morgan mendengus kesal, dengan berani dia menyentil dahi Liora pelan."Ukh! Sakit Morgan." sungut Liora."Kau mengabaikanku, aku sedih." protes Morgan."Aku? Kapan aku..""Kau tidak dengar kan, tadi aku memanggilmu.." potong Morgan."Ehem, benarkah? Di sini terlalu ramai, jadi aku tidak dengar." Liora berkelit.Morgan yang enggan membahas tentang Zevariel lebih lama, bertanya mengenai hal lain

  • The Werewolf's Bride   Bab 177. Dendam Masa Lalu

    Tangan Rinos gemetar, perasaannya campur aduk. Hatinya meleleh dengan ketampanan Leonel, dan beliau baru saja mengedipkan mata padanya."Astaga! Sadarlah." Rinos menampar pipi untuk menyadarkan dirinya sendiri.Rinos berjalan mondar-mandir. "Bagaimana jika Baginda Luzark tahu? Ukhh... tidak tahulah

  • The Werewolf's Bride   Bab 176. Seorang Adik

    "Hei, jangan dekat-de.." protes Liora."Sssstt.. jangan protes Lio, aku tahu siapa itu." Leonel menyeringai. "Lelaki yang melamarmu.""Hah? Zevariel?" tanya Liora pelan."Pfftt.. ayo kita kerjai dia. Liora aku akan berpura-pura membisikkan sesuatu padamu. Kau tertawalah.""Anda terlalu kekanakan..

  • The Werewolf's Bride   Bab 175. Teman Luzark

    Luzark menjelaskan rencananya pada Liora dan Morgan. Dan ada sebuah fakta yang membuat keduanya tercengang. Kael, adik Zevariel.. dia termasuk dalam rencana ini.Liora ingat Kael pernah mengirim surat padanya sesaat sebelum Zevariel sampai di Luminous. Dia menyebutkan rencana-rencana Zevariel dan b

  • The Werewolf's Bride   Bab 174. Black

    Morgan melangkah maju tanpa ragu. Telapak tangannya dia letakkan di atas permukaan buku itu. Simbol naga putih yang terukir di sampulnya menyala terang, cahayanya merambat seperti urat cahaya hingga ke lengan Morgan.Morgan merasakan panas di lengannya, seperti terbakar. "Ukh.." Morgan menahannya,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status