The cruel alpha’s hired Luna

The cruel alpha’s hired Luna

last updateLast Updated : 2026-01-11
By:  SydneyUpdated just now
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
5 ratings. 5 reviews
146Chapters
1.8Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Selena Heron only wanted two things in life: for her younger sister to enter the school of her dreams, and to marry her boyfriend, Beta Zevran Storm of Silvercreek. But everything crumbles when Zevran finds his fated mate, and it isn’t her. Accused of theft and thrown out of the palace, her sister’s dreams are at stake, and this makes Selena leave the city to Stormcreek, capital of the pack, where she auditions for a job as a nanny. She never expects to come face-to-face with Alpha King Cassian Storm—a cold, brooding leader who’s unimpressed by her boldness. But when his daughter, who hasn’t spoken in years, utters her first words to Selena, the Alpha makes a shocking proposal: Marry him. Become his Luna. Help his daughter complete the sacred rite of Luna bonding. Then walk away rich, free, and unclaimed. It’s supposed to be a contract. Strictly business. But when the forbidden mate bond begins to burn between them, Selena must decide: Is it worth risking her heart for a man who swore he’d never give his? Especially when that man is her ex-boyfriend’s step brother?

View More

Chapter 1

Chapter one

"Nyonya!" "Nyonya!"

Teriakan terdengar dari bawah. Semua orang melihat ke arah menara tertinggi kastil, tempat seorang wanita dengan gaun putih penuh darah berdiri di tepi.

Selene Moreau Leventis.

Duchess Leventis. Wanita yang biasanya tenang dan penurut itu kini berdiri di tempat yang paling berbahaya. Para penjaga di belakangnya bergerak hati-hati, takut salah langkah akan membuatnya benar-benar melompat.

Tangisnya pecah, jelas dan memilukan. Selene memegang perutnya yang sakit. Ia baru saja keguguran untuk kelima kalinya. Kali ini ia tahu kebenarannya: semua itu bukan karena penyakit atau kelemahan tubuhnya, tapi karena ulah suaminya sendiri yang tidak menginginkan dia melahirkan keturunan.

"Selene!" suara berat memanggil dari belakang. Dirian, sang Duke, suaminya.

Selene mendengar tapi enggan menoleh. Kecewa sudah terlalu dalam.

"Apa ini trik lain untuk menarik perhatianku?" tanya Dirian dingin. Ia memang tidak suka dibuat repot. Selene tahu, pria itu datang hanya karena tidak tahan mendengar bisik-bisik orang soal istrinya yang berdiri di puncak menara.

Selene tersenyum miris. Suaranya serak saat ia menjawab, "Bukankah kau seharusnya meminta maaf?" Pandangannya jatuh pada seorang wanita cantik yang berdiri di antara para pelayan. Wanita yang rapi, berbeda jauh dari dirinya yang berantakan. Wanita itu dicintai Dirian, wanita yang bahkan tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan dirinya dimata Dirian 

"Apa kau gila?" Dirian membalas, nadanya meremehkan.

Selene berbalik menatapnya. Mata suaminya merah, tapi tetap dingin.

"Ya, aku memang gila! Aku gila karena mencintaimu, padahal kaulah yang membunuh lima anakmu sendiri!" teriak Selene.

Semua pengawal terkejut. Dirian pun terdiam sesaat.

"Selene, jangan bicara omong kosong," ucapnya, mencoba menahan kendali.

Selene tertawa getir. Darah terus merembes membasahi gaunnya.

"Pernahkah kau mencintaiku?" tanyanya dengan tatapan penuh harap.

Dirian diam. Lalu ia mengalihkan pandangan 

"Tidak pernah " Selene menjawab sendiri karena reaksi Dirian 

Kata dari mulutnya sendiri  menghantam Selene. Ia menarik napas gemetar.

"Hentikan semua ini dan turun. Kau butuh istirahat," kata Dirian.

"Jangan pura-pura peduli!" bentak Selene. Air matanya jatuh. "Mengapa tidak membunuhku saja, daripada membunuh semua janin yang tidak berdosa itu?"

"Selene, berhenti! Turun sekarang!" Dirian berteriak memberi perintah.

"Aku akan melompat dan mati lalu bertemu dengan anak-anakku untuk meminta maaf karena tidak mampu melindungi mereka dari ayah mereka sendiri!" balas Selene lagi.

"Jangan gila, Selene! Kau tidak boleh mati!" seru Dirian, gelisah. Langkah mundur Selene membuatnya semakin rentan di tepi menara.

Selene justru tersenyum. "Demi anak-anakku yang kau bunuh, aku bersumpah! Kau akan membayar semuanya! Aku akan menghantuimu seumur hidup dengan penyesalan dan penderitaan tanpa akhir!"

Ia lalu melompat.

"Selene!" Dirian menjerit, berlari ke tepi menara bersama para pengawal. Tapi mereka terlambat. Tubuh Selene meluncur cepat dan menghantam tanah.

Brak 

Suara seluruh tulang yang dihancurkan dan darah yang menggenang disana . 

Matanya masih terbuka, sempat melihat wajah Dirian yang kacau melihat tubuhnya di bawah.

Teriakan pelayan dan orang-orang pecah memenuhi udara malam. Langit gelap tanpa bintang malam itu menjadi saksi tragedi yang menimpa Duchess Leventis.

.

.

"Selene!"

Selene tersentak, matanya terbuka lebar. Napasnya pendek, seperti orang yang baru saja diselamatkan dari tenggelam. Di depannya berdiri Dirian Leventis, suaminya. Wajahnya tenang, dingin, matanya tajam. Di belakangnya ada dokter dan pelayan, bau obat memenuhi ruangan. Semua terasa nyata, seperti panggung yang sama ketika hidupnya berakhir dulu.

Dia menoleh ke samping. Jam di meja kecil berdetak. Hari dan tahun yang tertera menunjukkan dua tahun sebelum ia mati. Angin malam masuk lewat jendela yang terbuka sedikit, membawa aroma yang sama dengan saat ia terjatuh dari menara. Ingatan itu kembali: tubuhnya menghantam tanah, sakit yang luar biasa, lalu gelap. Ia meraba perutnya, mencari bekas luka. Tangannya berbalut kasa, hangat, berdarah. Ia bingung — pernah mati, tapi sekarang hidup lagi.

"Nyonya Duchess, tangan anda berdarah. Saya akan memasang infus," kata dokter cepat. Selene menatap gerakannya dengan kaku, masih tidak percaya.

Dirian berkata, suaranya terdengar jengkel. "Jangan mempersulit dokter."

Selene menarik napas panjang. Kepalanya penuh dengan bayangan jasadnya, jeritan orang-orang, dan terutama lima janin yang tidak pernah lahir. Semua itu menghantam dirinya sekaligus.

Ia menoleh pada Dirian. Suaranya pelan tapi jelas.

"Dirian."

Suaminya menatap. "Apa?"

Selene menatap lurus ke matanya.

"Ayo bercerai."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Irene
Irene
Intriguing and full of mystery. I wonder who Selena will end up with
2025-11-08 19:26:20
0
0
Lala
Lala
59 chapters as of 10.05.2025
2025-10-06 14:48:41
0
0
Sharon
Sharon
I love the chemistry between Selena and Cassian. I'm rooting for true love for them
2025-06-10 19:41:59
2
0
Verity Cart
Verity Cart
fate really can be cruel! but then again, I'm so rooting for Selena . I love how the character portrayed every characters emotions all through.
2025-06-10 02:44:34
0
0
Rose D' Arc
Rose D' Arc
Selena and Cassian are so adorable even if it's a tense formal arrangement for now. I love the way he cares for his daughter. He has my heart ...
2025-06-09 20:52:16
0
0
146 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status