LOGINI spent six years loving Lucas Salvatore into a marriage that was slowly swallowing me whole. I rearranged my dreams, swallowed my pain, and smiled through every moment that should have broken me sooner. Then I found Renata’s pregnancy test in my guest bathroom and every lie I had been telling myself died in an instant. I did not scream. I did not beg. I signed the divorce papers Lucas never had the courage to hand me himself and left them beside his morning coffee. They thought I would fall apart. Lucas thought I would come back. Renata thought she had won. None of them knew that losing everything was the moment I finally found myself, and the woman I became was someone none of them were prepared for.
View MoreDi puncak Gunung Taiyi, sebuah gunung suci di Benua Tengah, dunia Tian Yuan, Qin Yun, seorang kultivator ranah dewa yang perkasa, berdiri terhuyung-huyung. Wajahnya yang tadinya tampan dan penuh semangat kini pucat pasih seperti bulan terlupakan di tengah malam gelap.
Darah segar mengalir dari sudut bibirnya yang kini berwarna biru, membasahi jubah putihnya yang tadinya bersih dan suci. Di dadanya, sebuah pedang perak terlihat menembus jantungnya, memantulkan cahaya dingin yang menusuk tulang. Pedang itu terlihat seperti ular perak yang menggigit mangsanya, meninggalkan luka yang dalam dan tak terobati. "Kenapa?" tanya Qin Yun dengan suara lemah dan terengah-engah, matanya menatap nanar wanita cantik yang berdiri di hadapannya. Matanya yang tadinya berkilauan kini terlihat kusam dan sunyi, menatap Ling Xi dengan campuran keheranan dan kesakitan. Ling Xi, wanita yang pernah dicintainya, kini memegang gagang pedang perak yang menembus jantungnya, dengan tangan yang stabil dan tanpa getaran. Ekspresi wajahnya tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan atau kesadaran akan kejahatan yang telah dilakukannya. Sudut bibir Ling Xi ditarik membentuk senyum dingin yang menusuk hati, matanya berkilauan dengan kekejaman yang tak tersembunyi. Dengan nada acuh tak acuh dan suara yang datar, dia berkata: "Kamu harus mati, Qin Yun. Ini adalah satu-satunya pilihan untukmu!" Setelah mengucapkan kata-kata kejam tersebut, Ling Xi menarik pedang perak dari tubuh Qin Yun dengan gerakan kasar, membuat darah segar menyemprot ke udara seperti pancuran merah yang menghujam langit. Darah itu membasahi tanah di sekitarnya, menciptakan lukisan kematian yang mengerikan di puncak gunung yang sunyi. Tubuh Qin Yun terguncang, napasnya semakin lemah, dan matanya mulai kehilangan cahaya. Sampai napas terakhirnya, Qin Yun tetap tercenung dalam kebingungan yang mendalam. Mengapa Ling Xi, cinta sejatinya, melakukan pengkhianatan yang kejam ini? Apa yang mendorongnya untuk menusuk hati yang pernah mencintainya dengan begitu tulus? Dia telah menyerahkan segalanya: hati, jiwa, dan kekuasaannya. Semua untuk Ling Xi. Namun, saat dia berdiri di ambang pintu keabadian sebagai Dewa Imortal Legendaris, Ling Xi memilih untuk menusuknya dari belakang. Air mata darah menetes dari mata Qin Yun, mencerminkan kesedihan dan kekecewaan yang tak terhingga. "Ling Xi... mengapa?" katanya dengan suara yang terengah-engah, napas terakhirnya berubah menjadi pertanyaan yang tak terjawab. .. Qin Yun terjebak dalam kegelapan abadi yang pekat dan sunyi, bagai jurang tak berdasar yang menelan cahaya dan harapan. Kesadaran akan kematiannya menyergapnya seperti badai yang menghantam jiwa. Dalam keheningan yang mencekam dan menggetarkan, dia menemukan keinginan yang membara dalam hatinya, seperti api yang menyala di tengah kegelapan, membangkitkan semangat balas dendam yang tak terpadamkan. "Jika aku diberi satu permintaan," katanya pada diri sendiri. Suaranya bergema dalam kekosongan. "Aku ingin kembali ke dunia orang hidup, bahkan jika hanya untuk sesaat!" Mata Qin Yun berkilauan dengan semangat balas dendam. "Aku ingin merenggut nyawa Ling Xi dengan tanganku sendiri, menghancurkannya menjadi ribuan keping, membuatnya merasakan sakit yang tak terhingga seperti yang aku rasakan!" Suara hatinya berteriak, meminta keadilan dan balas dendam. Pada saat itu, tiba-tiba, Qin Yun merasakan tubuhnya ditarik oleh energi misterius yang kuat dan tak terbayangkan. Energi itu memancar seperti ombak besar, menggetarkan seluruh wujudnya. Ruang gelap yang mengurungnya tiba-tiba terbelah, seperti tirai yang robek, dan cahaya putih terang menyinari sekitarnya. Cahaya itu begitu intens, membuat mata Qin Yun terasa terbakar. Dengan tubuh yang terangkat dari tanah, Qin Yun merasakan dirinya ditarik masuk ke dalam cahaya tersebut. Kesadarannya mulai memudar, dan dia merasakan dirinya terlempar ke dalam kekosongan yang tak terhingga. Semua yang terlihat hanya cahaya putih yang menyilaukan, dan kemudian... kegelapan. Qin Yun kehilangan kesadaran, meninggalkan kebingungan dan pertanyaan besar tentang nasibnya. .. Dua abad kemudian. Di sebuah kota terpencil yang tersembunyi di balik pegunungan hijau, Wilayah Kekaisaran Tang. Seorang pemuda tampan berwajah pucat tersentak bangun dari tidurnya. Dia duduk di atas kasur sederhana, menatap sekeliling dengan ekspresi heran dan bingung. Mata pemuda itu terbuka lebar, mencari jawaban atas kebingungan yang memenuhi pikirannya. "Apa yang terjadi? Dimana aku? Bagaimana aku sampai di sini?" katanya dengan suara pelan dan penuh keheranan. Wajahnya yang pucat dan kulitnya yang pucat membuatnya terlihat seperti orang yang baru saja bangun dari tidur panjang. Rambutnya yang hitam dan panjang tergerai di bahu, menambahkan kesan misterius pada penampilannya. Pemuda itu menoleh ke sekeliling kamar, mencari petunjuk tentang identitas dan masa lalunya. Kamar itu sederhana, dengan dinding yang putih dan lantai yang terbuat dari kayu. Satu-satunya benda yang menarik perhatian adalah jendela kecil yang menghadap ke luar, membiaskan cahaya matahari pagi. Bersambung.... Jika kalian suka dengan cerita ini, tolong tinggalkan komentar dan ulasan kalian untuk membantu penulis. Terimakasih.Zoe’s POV:It happened accidentally which was the worst way for it to happen.Not badly. It did not go badly. But I had a version in my head of how Daniel would meet my father that involved preparation and context and the particular conditions under which my father was at his most approachable which was not seven thirty in the morning in the kitchen in the grey sweater before he had finished his coffee.We had been together for three months.Not officially together in the sense of a conversation where we used words like together. Just in the sense of every Saturday and most Thursdays and the occasional Friday and texting in the way of two people who had things to say to each other that did not require occasion.I had not brought him to the house.Not deliberately avoiding it. Just not doing it yet because the house was specific in the way that my house was always going to be specific and I wanted the context to be right.The context was not right at seven thirty on a school morning wh
Zoe’s POV:It happened accidentally which was the worst way for it to happen.Not badly. It did not go badly. But I had a version in my head of how Daniel would meet my father that involved preparation and context and the particular conditions under which my father was at his most approachable which was not seven thirty in the morning in the kitchen in the grey sweater before he had finished his coffee.We had been together for three months.Not officially together in the sense of a conversation where we used words like together. Just in the sense of every Saturday and most Thursdays and the occasional Friday and texting in the way of two people who had things to say to each other that did not require occasion.I had not brought him to the house.Not deliberately avoiding it. Just not doing it yet because the house was specific in the way that my house was always going to be specific and I wanted the context to be right.The context was not right at seven thirty on a school morning wh
Zoe’s POV:Grandma Victoria turned eighty in the way she did everything, with complete composure and zero tolerance for fuss.She had told us in September that she did not want a party and my mother had said of course and my father had said whatever you want and I had written party in the green notebook and underlined it twice because Victoria saying she did not want a party was not the same as Victoria not wanting to be acknowledged and the difference between those two things was something I had understood about her since I was approximately seven years old.The party was small.Victoria’s definition of small and everyone else’s definition of small were different things but we met in the middle, which was twelve people at the house on the street twelve minutes from ours, which Victoria had been in for several years now and which had a garden she had opinions about and a sitting room with curtains my mother had chosen and which Victoria had been telling people she had chosen herself e
Zoe’s POV:Eve had decided she wanted to be an architect.She had announced this at dinner three weeks ago at Simone and Dean’s and had looked around the table waiting for someone to dispute it and nobody had disputed it because Eve at nine years old had the particular quality of a person whose decisions you did not dispute without a very good reason and a well prepared argument.She had also decided that the person who was going to teach her was me.Not my mother, who was an actual designer with an actual firm and an actual community center with her name attached to it.Me.I had asked Eve why and Eve had said because you explain things the way they actually are and not the way you want me to think they are and I had looked at this nine year old and thought that was both the most accurate and the most pointed thing anyone had said to me in recent memory.We were at their apartment on a Saturday and Eve had brought a notebook.Not a green one like mine. A red one. She had apparently d






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews