Beranda / Romansa / Tiba-tiba Menjadi Istri Presdir / Bab 41 Rasa yang Tidak Dimengerti

Share

Bab 41 Rasa yang Tidak Dimengerti

Penulis: Fit Tree Fitri
last update Tanggal publikasi: 2025-06-14 14:47:49
Aqeela duduk diam menunggu dokter Fauzan melakukan pembayaran. Dia lupa dengan rencana mereka tentang membicarakan sesuatu karena terlalu senang menikmati waktu berdua kembali ke masa lalu yang berarti.

`

“Kapan-kapan kita bisa jalan-jalan lagi.” Dokter Fauzan berdiri di depan Aqeela.

“Ya.” Aqeela mengangguk.

“Kamu akan pulang kemana? Dokter temani,” ucap dokter Fauzan.

“Aku masih harus ke lapangan basket. Dokter duluan saja,” tolak Aqeela. Dia tidak mau pria yang dikaguminya mengetahui bahwa di
Fit Tree Fitri

Terima kasih. Semoga suka.

| 36
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Sama-sama ...️
goodnovel comment avatar
Faidhotur Rosyadi
ah gak sabar lihat kehancuran si jahat Marlina dan Alina
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tiba-tiba Menjadi Istri Presdir   Bab 210 TAMAT

    Empat orang yang tenggelam dalam cinta melakukan aktivitas laut bersama. Mereka berenang, diving, snorkling dan menyelam. Berkeliling pulang dengan kapal pribadi milik Calizta. Liburan yang benar-benar menyenangkan. Doble date yang menjadi hadiah pertemuan tiga orang ayah, ibu dan anak.“Ayo pulang ke rumah kita,” ucap Anggara.“Apa kita punya rumah?” tanya Calizta.“Tentu saja, Sayang. Aku sudah membeli rumah baru dengan aset milik pribadiku.” Anggara tersenyum.“Ini surat ceraiku.” Anggara mengambil ponsel dan memperlihatkan file akta cerainya dengan Marlina. “Walaupun kalian sudah bercerai. Marlina akan dengan senang hati menggangguku,” tegas Calizta.“Anda tidak perlu khawatir. Marlina tidak akan berani. Aku yang akan melindungi Anda dan Aqeela,” ucap Bramasta meyakinkan Calizta.“Kamu harus tahu, Sayang. Bramasta bukan orang sembarangan.” Anggara menyentuh pipi Calizta. “Ah! Sial. Untungnya aku juga punya pasangan.” Bramasta merakul Aqeela.“Benar, Ma. Aku dan suamiku akan mel

  • Tiba-tiba Menjadi Istri Presdir   Bab 209 Kebahagian Sempurna

    Aqeela yang mengetahui Anggara pergi ke kamar Coriana pun mengintip dari ruangannya. Gadis itu terlihat sangat penasaran.“Apa yang kamu lakukan, Sayang? Bagaimana kelanjutan ini?” tanya Bramasta. “Aku melihat papa masuk ke kamar mama,” jawab Aqeela dengan polos. “Kira-kira mereka bicara apa ya? Apa sama denganku?” Aqeela menoleh pada Bramasta dan pria itu sudah berada di belakangnya. “Bagaimana jika kita lihat lebih dekat?” tanya Bramasta yang yakin bahwa Anggara akan menyerang Coriana dengan ganas karena dia juga seorang pria yang akan kelaparan ketika bertemu dengan mangsa berharga. Apalagi wanita itu adalah orang yang sangat dicintai dan dirindukan.“Ayo,” ajak Aqeela. “Sayang, tidak boleh berisik supaya tidak menganggu mereka. Kita harus diam-diam,” bisik Bramasta.“Mmm.” Aqeela mengangguk.“Bagus. Setelah melihat mereka bermesraan. Kamu juga pasti menginginkannya,” gumam Bramasta.“Shhh!” Aqeela membuka pintu utama dengan hati-hati.“Tidak dikunci,” ucap Aqeela. “Tentu saja,

  • Tiba-tiba Menjadi Istri Presdir   Bab 208 Rindu yang Membara

    Ketika Anggara dan Coriana masih berpelukan. Aqeela dan Bramasta meminta para koki segera menyajikan makan serta minuman untuk mereka berempat.“Papa pasti sangat lapar setelah perjalanan panjang,” ucap Aqeela.“Aku rasa papa kamu juga tidak makan apa pun karena terus memikirkan mama kamu.” Bramasta tersenyum.“Sampai kapan Papa dan Mama akan berpelukan? Aku sudah lapar.” Aqeela mendekat dengan tangan tetap berpegangan dengan Bramasta.“Aqeela,” ucap Anggara dan Coriana bersama. Pria itu segera melepas pelukannya.“Kemari Aqeela.” Anggara menarik tangan Aqeela dan Bramasta segera melepaskan tangannya.“Kita berkumpul bertiga.” Anggara memeluk Coriana bersama dengan Aqeela. “Anak dan istriku. Dua orang yang sangat aku rindukan dan cintai,” ucap Anggara.Pria itu sudah mempersiapkan diri selama perjalanan ketika bertemu dengan Coriana. Walaupun dia masih terkejut dan tidak percaya. Seseorang yang berarti dan hilang entah kemana. Kini kembali padanya dengan wajah yang sama. Wanita itu te

  • Tiba-tiba Menjadi Istri Presdir   Bab 207 Pertemuan

    Bramasta mengalah dengan tidak mengganggu kebersamaan Aqeela dan Coriana. Pria itu hanya memperhatikan dari jauh. Sesekali dia melihat jam berharap Anggara segera datang menjemput istrinya yang tidak lain ibu mertua.Aqeela dan Coriana menghabiskan waktu dengan berceria masa-masa mereka ketika berpisah. Tangis haru, sedih dan bahagia menjadi satu. Tidak terasa waktu berlalu hingga tiba waktu makan siang.“Sayang, matahari sudah tinggi,” ucap Bramasta mendekati Aqeela dan Coriana. Dia tidak ingin sang istri terlambat makan siang.“Ma, ayo kita makan siang,” ajak Aqeela tersenyum.“Iya, Sayang. Bramasta sangat perhatian,” ucap Coriana mengikuti Aqeela dengan bergandengan mendekati Bramasta.“Dia bukan hanya perhatian, Ma. Suamiku sangat melindungi dan menjagaku.” Aqeela berpindah menggandeng Bramasta. Wanita muda itu seakan sadar diri bahwa sang suami sendirian sepanjang hari karena dirinya bersama mamanya.“Tentu saja, Sayang. Aku hanya mencintai dan menyayangi kamu.” Bramasta sangat ba

  • Tiba-tiba Menjadi Istri Presdir   Bab 206 Ibu dan Anak

    Tiga orang selesai sarapan. Bramasta hanya dalam hituang jumlah saja. Pria itu seakan sendirian diantara dua wanita yang baru saja bertemu setelah belasan tahun berpisah.“Ma, apa rencana Mama hari ini?” tanya Aqeela memeluk lengan Coriana.“Mama tidak tahu, Sayang. Setelah bertemu dengan kamu. Pikiran Mama menjadi kosong. Rasanya masih tidak percaya bahwa di depan mata ini ada seorang gadis cantik jelita yang tidak lain. Putriku sendiri.” Coriana mengusap pipi Aqeela.“Aku juga Ma. Aku benar-benar bahagia karena dipertemukan dengan Mama. Di saat yang luar biasa.” Aqeela seakan tidak ingin melepaskan pelukannya begitu juga dengan Coriana.“Sayang, kamu belum memperkenalkan suami kamu,” ucap Coriana melihat Bramasta yang memperhatikan mereka.“Ohya, Ma. Perkenalkan suami aku tercinta. Namanya Bramasta. Dia lebih tua dua puluh tahun dari ku. Hahaha, tetapi aku suka.” Aqeela melihat pada Bramasta yang cemberut.“Apa kamu harus menyebutkan perbedaan usia kita?” tanya Bramasta.“Tidak masal

  • Tiba-tiba Menjadi Istri Presdir   Bab 205 Calizta atau Coriana

    Pemilik Resort bernama Coriana sesuai dengan nama Resort. Dia menikmati matahari terbit seorang diri. “Hangatnya.” Coriana memejamkan mata merasakan sinar dari matahari pagi. “Sayang, jangan lari-lari!” Teriakan Bramasta membuat Coriana membuka mata dan dia melihat Calizta berlari tepat di sampingnya karena jembatan villa mereka memang berdekatan.“Aqeela. Hati-hati jatuh. Aku akan menghukum kamu,” teriak Bramasta.“Apa? Aqeela.” Coriana segera berdiri dan memutar tubuh melihat kea rah Aqeela yang berlari semakin dekat padanya.“Aqeela.” Air mata Coriana tiba-tiba menetes. Senyuman dan tawa Aqeela yang ceria benar-benar mirip dengan dirinya ketika masih remaja. Begitu bersemangat dan selalu bahagia. Dia menjadi pendiam sejak menyendiri.“Aqeela. Apa dia putriku.” Kaki Coriana melangkah tanpa sadar. Dia ingin mengejar Aqeela. “Byurr!” Tubuh Coriana jatuh ke dalam air laut. “Hah!” Aqeela Coriana kesulitan berenang. Wanita itu benar-benar tidak siap. “Aqeela. Tidak!” Bramasta tahu ap

  • Tiba-tiba Menjadi Istri Presdir   Bab 124 Rumah Baru

    Aqeela berusaha semaksimal mungkin untuk bisa lulus dengan cepat dan sukses, tetapi gadis itu tidak sadar bahwa ada begitu banyak manusia yang serakah. Mereka ingin menguasai dunia dengan segala cara. Dia Adalah salah satu jalan untuk menuju keinginan mencapai kesuksesan.“Aqeela sudah menentukan pi

  • Tiba-tiba Menjadi Istri Presdir   Bab 111 Menegangkan

    Alina duduk di mobil. Dia sendirian dengan ponsel tanpa jaringan.“Semoga Aqeela tidak pernah lagi kembali.” Alina melihat kapal yang sudah membawa Aqeela. Dia tersenyum puas melihat sang adik yang sudah dibawa pergi.Sebuah motor diiringi mobil mendekat. Aqeela memperhatikan pria yang membuka helm

  • Tiba-tiba Menjadi Istri Presdir   Bab 108 Bertemu

    Aqeela menyadari kepergian Bramasta. Dia cukup khawatir karena pria itu terlihat jelas sangat tergesa-gesa.“Apa terjadi sesuatu?” tanya Aqeela di dalam hati.“Ada apa, Aqeela?” tanya Jolia.“Tidak apa, Ma.” Aqeela tersenyum. “Ayo kita berbelanja lagi.” Jolia sangat senang. Akhirnya harapannya terc

  • Tiba-tiba Menjadi Istri Presdir   Bab 106 Fitting Baju

    Bramasta benar-benar menahan diri untuk tidak menyentuh Aqeela. Dia tidak ingin wanita itu lari darinya karena marah.“Apa rencana kamu hari ini?” tanya Bramasta mengikuti Aqeela ke kamar.“Ke kampus. Aku akan sangat sibuk mempersiapkan seminar terbuka,” jawab Aqeela masuk ke ruangan pribadinya. Dia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status