Share

bab 77

Penulis: Azzura Rei
last update Tanggal publikasi: 2026-09-13 23:47:07

"Tante mau menelepon siapa?"

"Orang yang sedang mati-matian menutupi bangkainya sendiri," jawab Lidya angkuh. Ia menekan nomor Baskara.

Di seberang samudra, Baskara baru saja menyelesaikan negosiasi alotnya. Kemejanya sedikit kusut, namun matanya memancarkan kepuasan karena berhasil menekan para investor. Namun, saat ponsel di saku jasnya bergetar dan menampilkan nama ibunya di layar, rahang sang CEO langsung mengeras kaku. Ia memberi isyarat tajam pada Raja dan para eksekutif lainnya untuk ke
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tidak Untuk Dimiliki    bab 84

    Di dalam mobil yang melaju membelah jalanan sepi Jakarta menuju kawasan SCBD, Hasbi menyalakan musik jazz klasik dengan volume rendah. Ia menyandarkan punggungnya ke jok, menghela napas panjang hingga seluruh otot di tubuhnya yang tadi menegang kini mengendur.Tangan kanannya memijat pelipisnya yang berdenyut pelan. Ia baru saja memainkan pertunjukan psikologis tingkat tinggi yang menguras energinya.Namun, ia berhasil. Ia telah memegang kartu truf terbesar dalam permainan berdarah ini. Nyonya Lidya mungkin berpikir ia memegang kendali atas Baskara dengan menggunakan rahasia kematian Haris Anindita. Tapi Lidya tidak tahu bahwa anjing pelacaknya sendiri Helena telah dipasangi kalung leher oleh Hasbi.Hasbi melirik ponselnya yang diletakkan di atas dashboard. Ia menyentuh layar, memanggil nomor sahabatnya.Hanya butuh dua detik sebelum panggilan itu dijawab dari Singapura."Hasbi? Ada perkembangan?" suara Baskara langsung menyambar, terdengar tegang, tidak ada nada sapaan sama sekali. S

  • Tidak Untuk Dimiliki    bab 83

    "Aku memang tidak akan memberitahu Baskara," ucap Hasbi datar.Mata Helena membelalak, secercah harapan yang rapuh muncul di balik air matanya yang buram. "B-benar? Kau tidak akan memberitahunya?""Aku tidak akan memberitahunya," ulang Hasbi, suaranya mengalun pelan, merayap masuk ke dalam benak Helena layaknya kutukan abadi. "Selama kau patuh padaku. Mulai detik ini, kau bukan lagi sekutu ibunya Baskara. Kau bukan lagi mantan tunangan yang mencari simpati. Kau adalah anjing peliharaanku, Helena. Dan kau akan menggonggong hanya saat aku menyuruhmu menggonggong."Helena menelan ludah dengan susah payah, mengangguk cepat. Ia rela melakukan apa saja asalkan rahasia berdarah itu tidak sampai ke telinga sang Tiran DSG. "A-apa yang harus aku lakukan? Aku akan melakukan semuanya, Hasbi. Semuanya.""Bagus," Hasbi menyeringai tipis, senyuman yang jauh lebih mengerikan daripada kemarahannya tadi. " Lidya saat ini sedang kalap. Dia berpikir dia memegang kendali atas rahasia masa lalu Kiara dan k

  • Tidak Untuk Dimiliki    bab 82

    Cengkeraman jari-jari Hasbi di rahang Helena semakin mengerat, nyaris meremukkan tulang wajah wanita itu. Mata di balik kacamata yang biasanya memancarkan binar jenaka dan humor murahan itu, kini menggelap, sedingin bongkahan es di dasar lautan terdalam. Tidak ada setitik pun belas kasihan di sana."Tidak? Bukan kau?" Hasbi mengulang kata-kata Helena dengan bisikan yang sangat pelan, namun bergetar oleh amarah yang telah ia pendam selama dua tahun terakhir. Tawa hambar yang luar biasa sinis lolos dari bibirnya.Hasbi melepaskan cengkeramannya dengan satu sentakan kasar, membiarkan kepala Helena terhempas kembali ke sandaran jok kulit. Wanita itu terengah-engah, memegangi rahangnya yang memerah dan berdenyut nyeri, air matanya merusak riasan mahal yang ia kenakan.Dengan gerakan santai namun penuh intimidasi, Hasbi menekan beberapa tombol di layar tablet yang tergeletak di pangkuan Helena."Lihat ke layar itu, Helena. Buka matamu lebar-lebar dan lihat!" perintah Hasbi, suaranya mengge

  • Tidak Untuk Dimiliki    bab 81

    Helena mengangguk pasrah. Ia terlalu mabuk dan terlalu serakah untuk berpikir jernih. Pria bernama 'Hans ini adalah tambang emas baru yang harus ia ikat malam ini juga. Sama seperti dulu. Baskara yang bodoh, mudah sekali ditipu olehnya dan dia tinggal ke luar negeri saat berhasil membawa separuh hartanya. Hasbi berdiri, memapah Helena yang hampir terjatuh. Ia membimbing wanita itu keluar dari kebisingan dan kerlap-kerlip Oblivion, berjalan menuju area parkir basement VVIP yang sepi, dingin, dan remang-remang. Udara malam yang lembap menyambut mereka, kontras dengan hawa panas di dalam kelab.Di sudut paling gelap dari basement itu, sebuah SUV hitam antipeluru keluaran terbaru sudah menunggu. Kaca mobilnya yang gelap total membuat tak ada satu pun yang bisa melihat ke dalam. Hasbi menekan remot, dan lampu mobil berkedip menyambut tuannya.Hasbi membukakan pintu penumpang depan, mendudukkan Helena di kursi kulit berlapis Alcantara yang mewah. Ia bahkan membantunya memasang sabuk pengam

  • Tidak Untuk Dimiliki    bab 80

    Dentuman musik electronic dance menggetarkan lantai kelab malam Oblivion, salah satu tempat hiburan paling eksklusif dan tak tersentuh hukum di pusat kota. Di bawah pendaran lampu strobo yang menyambar liar dan asap dry ice yang mengaburkan pandangan, Hasbi berdiri dengan tenang di balkon VIP lantai dua. Matanya yang setajam elang, dingin dan tanpa emosi, mengunci satu target di lantai dansa bawah. Dari tempatnya berdiri, Hasbi bisa melihat dengan jelas bagaimana wanita itu pergi menghibur diri. Kebiasaan yang dulu sering dilakukan saat bersama Baskara. Helena mengenakan gaun sutra merah marun berpotongan rendah yang menempel ketat di tubuhnya, memperlihatkan lekuk tubuh yang sengaja ia jadikan umpan. Wanita itu tertawa memikat, menyibakkan rambut panjangnya, sambil sesekali melirik pria-pria berjas rapi di sekitarnya yang tampak menjanjikan kekayaan. Insting parasit wanita itu memang tak pernah meleset dalam mencari mangsa. Ia selalu tahu siapa inang yang paling berdarah manis untuk

  • Tidak Untuk Dimiliki    bab 79

    “Dia mencintaimu karena harta. Artinya Parasit akan selalu berpindah ke inang yang lebih menguntungkan," Hasbi menyeringai. Baskara mulai berpikir serius. Helena kembali padanya dan meminta agar dia terima kembali adalah suatu hal yang aneh. Hasbi sudah mengenalnya lama dan tentu tahu jika Helena akan mudah untuk diperbudak uang.“Kamu juga membelinya?”“Hahaha, buat apa? Wanita seperti dia, diksih gratispun aku ogah. Maksudnya aku sudah memancingnya.” "Helena bekerja untukmu?" Baskara tak bisa menyembunyikan keterkejutannya."Lebih tepatnya, dia bekerja untuk uang kita," ralat Hasbi. “Aku sudah memasang cctv khusus di tempat mereka tinggal dan aku sedang merencanakan hal besar agar Helena lebih dulu kita singkirkan.”“Dia bukan masalah yang perlu kamu khawatirkan, tapi ibuku. Dia mulai mendekati Kiara dan itu bahaya, kan?”Hasbi berjalan perlahan menyusuri koridor penthouse, menikmati kemenangannya. "Bahaya karena kamu sudah muali menaruh hati padanya,” kekeh Hasbi.“Nggak usah ng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status