Tidak Untuk Dimiliki

Tidak Untuk Dimiliki

last updateLast Updated : 2026-07-14
By:  Azzura ReiOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
10views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Alana berdiri di ujung jembatan dengan tatapan kosong. Hartanya dikuras habis oleh keluarganya sendiri dan tunangannya membatalkan pernikahan demi menikahi adik tiri Alana. Di titik terendahnya, ia bertemu Baskara, seorang mantan narapidana yang kini mengelola sebuah rumah singgah kecil. Di bawah bimbingan Baskara yang keras namun penuh perhitungan, Alana bertransformasi. Ia membangun bisnis dan perlahan merebut kembali apa yang menjadi haknya, menghancurkan mereka yang pernah menginjaknya melalui permainan bisnis dan intrik psikologis yang tajam. Baskara selalu berada di belakang layar. Lelaki yang terkenal dingin dan kejam itu menjadi mentor, pelindung, dan tanpa disadari, pria yang menguasai hati Alana. Namun, ketika Alana berhasil mencapai puncak kesuksesan, masa lalu mengetuk pintu. Keluarganya yang dulu membuangnya kini berbalik menjilat, namun dengan licik menggunakan status mantan narapidana Baskara untuk menjatuhkan reputasi Alana.

View More

Chapter 1

bab 1

"Ih, kamu nakal! Apa gak bisa pelan pelan?”

Jantung Kiara berdegup kencang. Suara decitan dan erangan napas yang memburu menghentikan langkah Kiara tepat di depan pintu ruang kerja eksklusif itu.

Senyum yang sejak tadi merekah di bibirnya perlahan pudar. Di tangan kirinya, ia mendekap erat sebuah map kulit berisi draf final desain perhiasan musim gugur, kejutan yang ia siapkan untuk ulang tahun Rendy, tunangannya sekaligus manajer di departemen ini.

Dengan tangan gemetar, Kiara memutar kenop pintu yang ternyata tidak terkunci dan mendorongnya perlahan.

Udara seolah tersedot habis dari paru-paru Kiara dalam satu kedipan mata. Tubuhnya membeku. Pemandangan di depanya sungguh membuatnya tak bisa berkutik.

Di atas meja kerja tempat mereka biasa merancang masa depan bersama, berserakan kertas-kertas laporan. Namun bukan itu yang membuat dunia Kiara runtuh. Di atas meja itu, Rendy nyaris telanjang bulat. Kemeja kerjanya sudah terlempar entah ke mana. Pria itu tengah memacu pinggulnya kuat-kuat di antara kedua paha seorang wanita.

Wanita bergaun merah yang gaunnya sudah tersingkap hingga ke dada itu melenguh keras, meraup bibir Rendy dengan rakus sementara kuku-kukunya mencengkeram punggung pria itu. Bunyi basah dari pertautan kulit mereka menggema menjijikkan di ruangan berpendingin udara tersebut.

Map kulit di tangan Kiara terlepas, jatuh menghantam lantai marmer dengan suara brakk yang memecah gairah buta di ruangan itu.

Gerakan Rendy terhenti seketika. Ia menoleh dengan napas terengah-engah. Wajahnya langsung pucat pasi, sepucat kertas, saat melihat siapa yang mematung di ambang pintu dengan mata berkaca-kaca.

"Ki... Kiara?" Suara Rendy bergetar hebat. Ia buru-buru menarik diri, memungut kemejanya dengan panik dan menutupi tubuh bagian bawahnya. "Ini... ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku... aku bisa jelaskan!"

Namun, wanita bergaun merah itu sama sekali tidak terlihat panik. Vanya, putri tunggal pemilik perusahaan tempat Kiara mengabdi hingga sering kurang tidur itu justru tertawa kecil. Dengan gerakan santai dan tanpa rasa malu sedikit pun, Vanya membenarkan letak pakaian dalamnya, merapikan gaunnya, lalu merosot turun dari meja. Ia menatap Kiara dengan senyum miring penuh kemenangan, memamerkan lipstiknya yang berantakan sebagai trofi pengkhianatan.

"Berhenti bersandiwara seperti orang bodoh, Rendy," ucap Vanya ringan. Ia berjalan mendekati Rendy dan merangkulkan lengannya dengan posesif ke lengan pria itu yang masih gemetar. "Beri tahu saja wanita ini yang sebenarnya. Bukankah kau sendiri yang bilang padaku semalam kalau kau sudah muak menyentuhnya?"

Dada Kiara naik turun dengan cepat. Rasa mual mengocok perutnya hingga ia nyaris muntah. Lima tahun. Lima tahun ia menyerahkan seluruh waktunya, dedikasinya, dan cintanya. Ia rela makan mi instan agar Rendy bisa membeli jas mahal. Ia rela lembur berminggu-minggu demi bonus yang ia masukkan ke tabungan pernikahan mereka bulan depan.

Dan balasan yang ia dapatkan? Rendy menidurinya bosnya sendiri di atas meja kantor.

"Jelaskan," desis Kiara. Suaranya sangat pelan, nyaris seperti bisikan, namun getaran kemarahan dan luka di dalamnya begitu kentara. "Jelaskan apa yang baru saja kulihat, Rendy Syahputra!"

Rendy menelan ludah. Ia menatap Vanya sejenak, lalu kembali menatap Kiara. Perlahan, kepanikannya hilang. Wajahnya berubah menjadi lebih kaku dan dingin, seolah belas kasihnya telah menguap.

"Maafkan aku, Kiara," ucap Rendy, nadanya kini terdengar seperti orang asing yang tak punya hati. "Tapi kau harus bersikap realistis. Cinta saja tidak bisa membuatku duduk di kursi Direktur Utama. Vanya... dia bisa memberiku segalanya. Posisi, kekuasaan, masa depan. Apa yang bisa kau berikan? Gajimu sebagai kepala desainer bahkan tidak cukup untuk membeli satu roda mobil sport yang akan Vanya hadiahkan padaku."

Kiara mematung. Air mata yang nyaris jatuh berhasil ia tahan sekuat tenaga. "Jadi, kau menjual harga dirimu untuk menjadi pelacur pria bagi wanita ini? Pernikahan kita bulan depan... apa ini gak ada artinya bagimu?!"

"Anggap saja rencana itu tidak pernah ada," jawab Rendy tanpa beban. "Kita selesai."

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Kiara sebelum ia sempat berkedip. Bunyi nyaringnya menggema di seluruh sudut ruangan eksklusif tersebut. Rasa panas dan perih langsung menjalar, membuat telinganya berdenging hebat.

Itu bukan tamparan dari Rendy. Vanya yang melangkah maju, matanya menyalang penuh kesombongan.

"Jaga mulut kotormu, wanita murahan!" bentak Vanya, mendagukan wajahnya. "Rendy pantas mendapatkan yang terbaik. Dia pria yang brilian, dan dia butuh panggung yang besar. Panggung itu ada padaku, bukan pada wanita yatim piatu sepertimu!"

Kiara menyentuh pipinya yang memerah. Ia menatap Vanya, lalu beralih menatap Rendy. Pria itu hanya diam membatu. Tidak ada niat sedikit pun dari Rendy untuk membelanya.

"Oh, dan ada satu hal lagi," Vanya melipat tangan di depan dada, menginjak map draf desain milik Kiara dengan ujung sepatu hak tingginya. "Kau dipecat, Kiara. Dan soal draf desain musim gugur ini, serta semua desainmu yang memenangkan penghargaan itu? Mulai hari ini, semuanya dipatenkan atas namaku. Karyamu adalah milik perusahaan."

Mata Kiara membelalak. "Kau gila! Itu hasil jerih payahku! Kau tidak bisa merampoknya begitu saja!"

"Aku bisa, dan aku sudah melakukannya," balas Vanya telak. "Kau dipecat dengan tidak hormat atas tuduhan pembangkangan. Kau tidak memiliki hak cipta apa pun. Coba saja gugat ke pengadilan kalau kau punya uang untuk menyewa pengacara."

Rendy akhirnya kembali bersuara, nadanya terdengar memuakkan. "Kiara, pergilah dengan tenang. Jangan membuat keributan di sini. Aku akan mentransfer pesangon pribadiku untukmu agar kau bisa bertahan hidup satu atau dua bulan ke depan."

Mendengar itu, bukannya menangis meraung-raung memohon belas kasihan, Kiara justru tertawa. Tawa yang hambar, dingin, dan penuh dengan ironi. Ia pantang menangis di depan dua lintah darat ini.

Kiara menegakkan punggungnya. Ia mengangkat tangan kirinya, meloloskan cincin pertunangan bertahtakan berlian kecil yang dulu dibeli Rendy dengan cara mencicil.

Tring!

Kiara menjatuhkan cincin itu ke lantai marmer hingga bergelinding ke bawah sepatu Rendy. Lalu, ia menarik kartu identitas perusahaannya, melepaskannya dari leher, dan melemparkannya tepat ke dada telanjang Rendy.

"Ambil saja semuanya," ucap Kiara. Suaranya kini luar biasa tenang, stabil, dan mematikan. "Ambil pria pengkhianat ini, Vanya. Dan ambil desain-desain itu. Jadikan itu pijakan untuk menutupi ketololanmu dalam memimpin!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status