공유

03

작가: Eselitaa
last update 최신 업데이트: 2026-01-20 14:25:38

Di buku tersebut, diceritakan bahwa putri mahkota, sang karakter utama, sempat menyelamatkan peri dalam salah satu ekspedisinya ke suatu wilayah di kekaisaran.

Setelah itu, sang putri mahkota berteman dengan peri tersebut.

Diceritakan putri mahkota menjadi salah satu manusia yang berhasil berteman dengan peri.

Para peri itu sangat pemalu, tinggal di titik terpencil di kedalaman hutan, dan nyaris tidak pernah menunjukkan diri.

Saat acara ulang tahun semakin dekat, putri mahkota mengundang peri tersebut untuk datang. Namun peri itu datang setelah kematian Lunara ketika putri mahkota sendirian di kamarnya dan dia memberikan kalung sihir.

Sekarang kalung sihir itu jatuh ke tangan Lunara. Nenek sihir itu memperhatikan kalung yang diambil Lunara di dekat pohon.

Hari sudah hampir gelap. Mereka mencarinya sangat lama.

"Anda harus membayar berkali-kali lipat," kata nenek sihir itu.

Lunara menoleh ke nenek sihir itu.

"Tentu saja," ucap Lunara. "Tetapi bisakah kau mengantarkanku ke istana kekaisaran utnuk memberikan hadiah ini kepada putri mahkota? Aku tidak bisa menyerahkannya kepada sembarangan orang khawatir mereka mencurinya karena ini sangat berharga."

Sebab kalung itu berpengaruh besar ke peperangan di masa depan.

"Jika lady membayarku lebih banyak, maka aku bersedia," kata nenek sihir itu.

Setelah mendapatkan bayaran dar Lunara, nenek sihir itu terlebih dahulu memeriksa koin emas dari Lunara, khawatir itu palsu.

Lady satu ini nyaris tidak mendapatkan banyak kepercayaan dari orang-orang karena sifat dan perilakunya yang sangat buruk.

Namun setelah mengetahui koin emas itu asli, akhirnya nenek sihir itu setuju.

"Aku berjanji," kata Lunara.

Lunara menatap ke mata nenek sihir itu begitu dalam.

"Kalau terlambat, bisa menjadi masalah. Aku sudah tidak membawa koin emas lagi dan harus mengambil terlebih dahulu di rumah tetapi aku tidak punya banyak waktu," kata Lunara.

"Kenapa lady tidak menjadi penyihir saja? Tampaknya lady sangat antusias sejak memasuki hutan untuk mencari hadiah untuk putri mahkota. Di matamu, terlihat kau suka melakukan sesuatu," kata nenek sihir itu.

Lunara sejujurnya sangat bahagia bertransmigrasi menjadi Lunara Windmere yang tinggal di dunia fantasi.

Lunara berharap melihat peri tetapi dia tidak melihatnya. Dia terbang bersama seorang penyihir. Di kehidupan sebelumnya, dia bahkan tidak pernah naik pesawat. Ini saja sudah sangat bahagia.

Lunara menantikan petualangan di dunia ini. Wnaita itu menunjukkan senyum manisnya.

"Terima kasih nona penyihir," kata Lunara.

Penyihir itu terdiam. Entah apa yang dia pikirkan.

Penyihir itu yang tinggal di wilayah yang sama dengan Lunara telah mendengar banyak keburukan Lunara. namun setelah bertemu dengannya langsung dan melakukan perjalanan bersama, berita-berita itu tampaknya tidak benar atau dia masih belum tahu begitu jauh.

Seseorang mudah menyembunyikan sifat buruk mereka.

"Aku akan mengujinya," batin penyihir itu.

"Aku bersedia lady asalkan kau menepati janji, akan membayar dengan jumlah yang sama yang pertama kali kau berikan kepadaku."

Lunara tersenyum sumringah. "Terima kasih banyak."

Mereka akhirnya pergi ke istana putri mahkota dimana acara ulang tahun tinggal menunggu satu jam lagi.

Langit malam penuh bintang.

"Bisakah kau yang menyerahkannya?!" tanya Lunara pada penyihir itu.

"Kenapa lady tidak menyerahkannya sendiri?!"

"Tidak mungkin bertemu dengannya setelah mengirimkan surat tidak bisa hadir," jawab Lunara.

"Kalau begitu letakkan saja di kamarnya!"

"Ide bagus."

Akhirnya penyihir itu mengarahkan sapu terbangnya ke kamar putri mahkota yang berada di lantai atas dekat menara.

Saat mereka terbang, Lunara memperhatikan cahaya keemasan dibawah. Ada begitu banyak orang. Tampan yang sangat indah penuh ribuan bunga dihias dengan sihir cahaya keemasan.

Lunara tidak menyadari seseorang memperhatikannya melintas.

Orang itu berambut coklat gelap dan memiliki mata hijau yang tajam. Wajahnya rupawan. Dia memegang segelas minuman.

"Berani sekali mereka melintas diatas kediaman putri mahkota, mereka pasti akan mati," ucap orang itu.

Sementara itu, penyihir yang membawa Lunara merasa ada yang tidak beres.

"Lady, sepertinya kedatangan kita ketahuan," kata nenek sihir itu.

Lunara yang sibuk memperhatikan bawah pun menyadari sesuatu.

Buku itu tebal dan beberapa narasi tidak masuk ke dalam ingatan Lunara jadi ada beberapa informasi yang terlewat tetapi setelah ucapan penyihir yang membawanya itu, Lunara jadi menyadari bahwa obsesi duke Aldridge itu pada putri mahkota tidak cuma dinarasikan dengan kalimat saja tetapi juga diperlihatkan tindakannya.

Salah satu yang dilakukannya adalah mengerahkan sihir pendeteksi yang begitu besar di lingkungan kediaman putri mahkota.

Lunara sangat ketakutan usahanya sia-sia jadi saat mereka dekat dengan menara, Lunara melempar hadiah itu.

"Ayo kita pergi secepat mungkin!" teriak Lunara.

Penyihir itu pun berbalik dan sapu terbang melaju kencang.

Hadiah itu jatuh ke balkon ruangan dimana pesta diadakan tidak cuma di lantai bawah. 

Yeshe, yang sedang memperhatikan putri mahkota dari kejauhan dan dibalik kerumunan orang-orang, dihampiri oleh salah satu prajuritnya.

"Tuan duke, tampaknya ada penyihir yang masuk secara ilegal. Dia terbang sangat tinggi."

Yeshe langsung keluar setelah menyerahkan minumannya kepada pelayan. 

"Sudah sampai mana pengejarannya?!"

Yeshe bersiap mengejar penyihir itu tetapi seorang bawahannya yang merupakan salah satu penyihir terbaik di kekaisaran terbang ke arahnya seraya membawa sebuah kotak kado.

"Tidak perlu dikejar, tuan duke. Tampaknya penyihir itu adalah temannya putri mahkota dan dia cuma ingin menyerahkan hadiah ulang tahun padanya."

Yeshe menatap kotak hadiah itu dengan penuh curiga.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   14

    "Untuk memberikan ini kepada lady."Lunara tentu saja masih ingat dengan sangat jelas mengenai kehidupannya sebelumnya. Acara lamaran biasanya dihadiri oleh hampir seluruh anggota keluarga dua pihak. Meskipun keadaan itu rasanya tidak akan pernah terjadi karena Lunara juga tidak berhubungan harmonis dengan keluarganya. Sementara Yeshe datang berencana melamar tetapi dia cuma datang sendirian bersama para pengawalnya. Masa bodoh. Lunara tidak akan pernah menjadi pasangan Yeshe. "Tuan duke, untuk sekarang, aku belum tertarik dengan pernikahan. Ada banyak mimpi yang ingin kugapai," ucap Lunara menatap dingin pada cincin itu. Cincin itu, sangat untuk. Kristalnya tampak berkilauan dan terkadang menyala, kadang-kadang mengeluarkan partikel-partikel yang terlihat cantik. Secantik itu tetapi demi keselamatan diri dan keluarga, Lunara tetap akan menolak dengan tegas. "Aku mengerti. Ayah dan kakakmu sudah bicara denganku. Tetapi aku harap kamu menerima cincin ini, anggaplah sebagai hadi

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   13

    "Hati-hati di jalan Duke Aldridge," ucap Lunara seraya menyembunyikan kedua tangannya dibelakang tubuhnya. "Kau seharusnya memanggilnya tuan duke," ucap Arzu. Lunara menarik nafas dan tersenyum tipis. "Maaf. Hati-hati di jalan tuan duke," kata Lunara. Duke Aldridge memperhatikan Lunara. Lunara tahu kalau dia sedang diamati. Sesuai yang ia duga, Duke Aldridge mencurigainya. "Terima kasih Lady Luna. Tetapi sebelum aku pergi, ada yang ingin kutanyakan dan lady harus menjawabnya dengan jujur," ucap Yeshe ramah. Lunara diam sejenak. "Apa yang ingin dia tanyakan? Aku harap aku tidak salah menjawab. Meskipun dia senyum ramah begitu, rasanya dia bisa mengayunkan pedangnya yang diselimuti sihir kegelapan itu kapan saja," batin Lunara. "Tentu saja tuan duke. Mana mungkin aku berani berbohong kepada tuan duke yang terhormat," kata Lunara. Arzu dan Zane mengangguk-angguk mendengar ucapan Lunara karena menurut mereka, Lunara menjawab dengan jawaban yang tepat. "Kalung berisi sihir yang b

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   12

    Di buku itu, Lunara tidak pernah bertemu dengan Allan Asier. Intinya, keduanya tidak pernah dalam ranah yang sama. Allan Asier sempat datang ke kekaisaran untuk membicarakan soal perdamaian tetapi Lunara tidak ada disana. Para penjahat yang bersekongkol dengan keluarga Windmere, cukup jauh dengan Allan Asier. Allan Asier menganggap mereka kacau dan tidak pantas untuk diajak bekerja sama meski raja disana menginginkannya. "Aku memang tidak pernah melihatnya secara langsung tetapi aku sering mendengar cerita tentangnya. Dia adalah seorang jenderal perang yang terhormat," ucap Lunara. "Bagaimana bisa menyukai seseorang kalau tidak pernah melihatnya secara langsung Lunara," ucap Lune seraya menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan adiknya."Bahkan jika dia dikabarkan sebagai jenderal perang yang terhormat, bukan berarti aslinya seperti itu. Bagaimanapun, dia berada di pihak musuh. Kalian tidak akan pernah bisa bersama. Atau kau justru ingin kita semua bergabung dengan kekaisa

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   11

    "Tuan duke, maafkan putriku. Seperti yang kukatakan sebelumnya, dia sedang sakit jadi sikapnya berubah drastis," ucap Zane. "Jika kamu berkenan, aku akan langsung memanggilkan dokter kekaisaran untuk datang kesini dan memeriksa Lady Lunara," ucap Yeshe. Lunara menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu! Kau tidak perlu sampai melakukan itu, Duke Aldridge."Yeshe melebarkan kedua matanya sedikit. Sebelumnya, Lunara selalu memanggilnya tuan duke tetapi sekarang dia memanggilnya Duke Aldridge. Masa perubahan sikap karena sakit sampai seperti itu? "Aku akan melakukannya jika aku ingin melakukannya," kata Yeshe ramah. "Tuan duke tidak bermaksud meremehkan dokter keluarga kami kan?" tanya Arzu ramah. "Lunara tidak pernah diperiksa oleh dokter kekaisaran. Yang paling mengenalnya sejak kecil adalah dokter keluarga kami. Beliau lebih mengerti ketimbang dokter kekaisaran," ucap Lune. "Dokter kekaisaran adalah dokter terbaik di kekaisaran ini. Ilmunya lebih banyak daripada dokter keluarga kali

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   10

    Lunara akhirnya berhasil menghindari malam kematiannya. Namun jalan ceritanya juga berubah. Duke Aldirdge seharusnya tidak pernah datang ke kediaman keluarga Windmere seperti ini. Dan apa yang Lunara dengar baru saja? Melamar? Duke Aldridge melamarnya? Mustahil. "Menurut kakak, apa yang dia inginkan?" tanya Lunara cemas. Arzu berpikir sejenak. "Kau tanpa pikir panjang menerima para penjahat itu di wilayah kita. Apakah pernah kau berpikir kalau Duke Aldridge mengetahuinya?" tanya Arzu. Lunara memperhatikan Duke Aldridge yang tengah bicara dengan ayahnya. Lunara menganggukkan kepalanya. "Dia mengetahuinya sejak awal."Di buku tersebut, Duke Aldridge yang teliti, segera mengetahui gerak gerik keluarga Windmere. Makanya dia menciptakan permusuhan dan pengkhianatan di dalam keluarga ini. "Kalau begitu ucapanmu benar. Kemungkinan besar, dia sedang menjalankan rencana untuk menghabisi kita semua.""Tentu saja! Itu akan terjadi!" ucap Lunara cepat. Arzu memejamkan matanya. Dia tidak

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   09

    "Lihat saja ke depan! Para pelayan sibuk memasukkan hadiah-hadiah dari Duke Aldridge untuk lady!" ucap ksatria itu. Alih-alih percaya pada ucapan ksatria ini, Lunara malah curiga telah terjadi sesuatu di depan sana.Ksatria ini barangkali telah bersekongkol dengan Duke Aldridge untuk menemukannya lalu disuruh berbohong kepadanya soal hadiah supaya memancingnya keluar. "Seolah-olah aku akan menemuinya di depan," batin Lunara. Ksatria itu memperhatikan Lunara yang langsung berbalik dan menjauh ke dalam rumah begitu saja. Lunara bergegas mencari senjata untuk berjaga-jaga. Pedang terlalu berat baginya. Dia juga tidak pernah menyentuhnya sebelumnya. Dia mengambil belati perak. "Anggota keluargaku yang baru tidak sudah mati semua kan?" batin Lunara cemas. Lunara membuka jendela di kamarnya setelah mengambil jubah berwarna coklat dan dia langsung menutupi kepalanya dengan tudung jubah. Lunara melompat ke luar jendela dan berlari kecil menuju gerbang samping. Para pelayan yang tengah

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status