Share

05

Penulis: Eselitaa
last update Tanggal publikasi: 2026-01-24 12:41:18

Yeshe membaca potongan surat tersebut.

Aku harap kamu menyukai hadiah dariku, tuan putri. Maaf jika aku hanya memberikan sebuah kalung tetapi aku benar-benar bekerja keras soal kalung ini.

Yeshe menyipitkan kedua matanya.

"Mana sisanya?" tanya Yeshe ke penyihir itu.

Penyihir itu menggelengkan kepalanya. "Bahkan dengan sihir kami, kami tidak bisa menyusun kembali kertas yang melebur itu."

Yeshe juga punya sihir yang sangat besar. Setiap kali dia mengayunkan pedangnya, akan ada sihir yang menyelimuti pedangnya dan melakukan penghancuran terhadap apa yang dia serang.

Yeshe menoleh ke putri mahkota Delayna.

"Menurutmu siapa penyihir yang mengirimkan hadiah di luar pengawasanku?" tanya Yeshe.

Putri mahkota Delayna terdiam. Dia tampak berpikir keras. Berapa kalipun dia berpikir, dia tidak bisa menemukan jawabannya.

"Rasanya tidak ada," jawab putri mahkota pada akhirnya.

Putri mahkota langsung mengalihkan topik pembicaraan.

"Tuan duke bilang dia tidak memberikan hadiah apapun tetapi tampaknya dia memberikan hadiah. Mana hadiahnya? Aku ingin lihat!" sentak putri mahkota.

"Aku berjanji akan menyerahkannya kepadamu setelah memastikannya aman," ucap Yeshe.

Putri Delayna mengehela nafas. Dia sudah terbiasa dengan sikap protektif Duke Aldridge.

"Ya sudah bawa saja hadiahnya ke pusat penelitian!" titah putri mahkota lalu kembali ke teman-temannya.

Yeshe mengangggukkan kepalanya.

Yeshe tidak langsung membawanya ke pusat penelitian.

Yeshe justru tetap menyimpannya.

"Perintahkan seorang mata-mata untuk pergi ke Voidwood dan memata-matai Lady Lunara!" titah Yeshe pada penyihir kekaisaran itu.

Penyihir itu mengernyitkan alisnya.

"Apakah tuan duke berpikir kalau Lady Lunara adalah yang memberikan kalung itu? Dia bukan seorang penyihir. Ditambah kalung itu punya sihir yang begitu besar. Mustahil dia yang memberikannya. Pandai besi mana yang dia datangi dan penyihir darimana yang dia bujuk untuk memberikan sihir ke kalung itu?"

"Itu masih belum bisa dipastikan."

"Apakah anda mencurigai Lady Lunara hanya karena dia tidak datang? Bahkan jika dia melakukan sesuatu yang mencurigakan, itu pasti hanya untuk menarik perhatianmu, jadi bukankah sebaiknya diabaikan saja?" tanya penyihir itu dengan tawa kecil remehnya.

"Dia bisa menjadi sangat merepotkan. Itu bukan sesuatu yang mustahil. Sekecil apapun masalahnya, aku harus mengatasinya," tukas Yeshe.

"Baiklah tuan duke," jawab penyihir itu kemudian melakukan apa yang diperintahkan oleh Duke Aldridge.

Penyihir itu berpikir di perjalanan bahwa tidak mungkin Lunara Windmere yang memberikan hadiah itu pada putri mahkota.

Sebab Lunara Windmere selain arogan dan sombong, dia juga bodoh. Tindakannya hampir semuanya dilakukan tanpa pikir panjang. Semua orang tahu kebenciannya pada putri mahkota mengerikan.

Keluarganya juga diambang kehancuran karena rusaknya kepercayaan kaisar kepada keluarganya yang disebabkan oleh kebencian keluarga itu pada keluarga kaisar.

Penyihir itu mendatangi seorang mata-mata kekaisaran yang profesional.

"Apa?! Pergi ke kediaman keluarga Windmere cuma untuk cari tahu putri bungsu keluarga itu?"

"Ini adalah perintah dari Duke Yeshe."

Mata-mata itu mengenakan pakaian serba hitam dan auranya seperti pembunuh bayaran.

Wajahnya rupawan dengan rambut hitam dan mata biru yang berkilauan.

"Kenapa orang itu memerintahkan tidak penting seperti itu?"

"Lady Windmere mengirimkan surat kepada putri mahkota. Dia meminta maaf. Itu saja sudah aneh. Makanya tuan duke ingin kau memata-matai dia sekarang juga."

Mata-mata itu menghela nafas. Duke Aldridge sangat merepotkan kalau keinginannya tidak dituruti jadi mau tidak mau mata-mata itu pergi. Dia berubah menjadi monster yang mirip serigala dan melesat ke keheningan malam menuju kediaman keluarga Windmere.

Saat itu, seluruh keluarga Windmere tidak ada yang menghadiri acara ulang tahun putri mahkota. Padahal kaisar telah mengundang mereka.

Itu dikarenakan, ayah Lunara, pemimpin keluarga mengkhawatirkan putrinya yang tidak kunjung pulang dan telah menyuruh beberapa pengawal untuk mencarinya.

Arzu Windmere, jangan ditanya lagi. Dia berpikir Lunara, adiknya telah melakukan sesuatu di acara ulang tahun putri mahkota. Dia bilang tidak akan datang tetapi itu pasti cuma omong kosong. Pasti dia lagi membuat masalah disana dan dia tidak ingin terseret masalah jadi dia memutuskan untuk diam di kediamannya sambil berjaga-jaga untuk kabur jika terjadi sesuatu. 

Lune, kakak kedua Lunara memasuki kamar Arzu dengan ekspresi yang terlihat kesal.

"Dimana sebenarnya Lunara?!" tanya Lune kesal.

Arzu menoleh ke Lune dan menjawab dengan nada yang sinis, "Tidak tahu. Tanyakan saja pada ayah."

"Bocah sialan itu," geram Lune. 

Tiba-tiba seorang pelayan berhenti di pintu kamar dan memberitahu Lune bahwa Lunara telah pulang. 

Lune langsung bergegas ke depan disusul Arzu. 

"Lunara, kamu dari mana saja?" tanya Zane menghampiri putrinya dengan terburu-buru. 

"Ayah, boleh minta koin emas lagi untuk penyihir ini?" tanya Lunara seraya menunjuk ke nenek sihir yang mengenakan jubah hitam itu. 

Zane diam sejenak lalu menyuruh anak buahnya untuk mengambilkan banyak koin emas tetapi saat mereka akan mengambil, Arzu menghentikan tindakan mereka. 

"Berani sekali kau dengan seenaknya menghabiskan harta keluarga. Jangan melampaui batas, Lunara!" tukas Arzu tajam seraya menunjuk wajah Lunara. 

Lunara tetap tenang. 

Mata-mata yang dikirimkan oleh Yeshe akhirnya tiba di dekat kediaman keluarga Windmere. Dia mulai menyusup dan berpura-pura menjadi pengawal keluarga itu. 

"Aku akan menggantinya nanti. Tenang saja," ucap Lunara santai. 

"Tidak akan ada yang percaya kepadamu. Gunakan uangmu!" tukas Arzu Windmere. 

"Arzu, hentikan! Kau semakin semena-mena terhadap adik kandungmu sendiri, dimana otakmu?" tanya Zane Windmere dengan nafas memburu dan mata melotot. 

Lunara sudah tidak mampu lagi membayar penyihir yang dia mintai tolong. Penyihir itu mengatakan sebelumnya jika dia tidak dibayar lagi, maka penyihir itu terpaksa memberikan kutukan pada Lunara. 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   155

    Yeshe menemui putra mahkota Delayna. Akhir-akhir ini, Yeshe jarang mencari Delayna. Sehingga putri mahkota senang bukan main. Meskipun dia masih didandani oleh para pelayan, dia tetap keluar untuk menemui Yeshe. "Tuan duke, tumben sekali," ucap Delayna senang. Yeshe sama sekali tidak ingin basa-basi. Tentu saja, dia sangat penasaran apakah Delayna benar-benar telah memberikan sihir gelap kepada Lunara. "Kau bisa melakukan sihir gelap bukan?" tanya Yeshe. "Ya, tentu saja. Apakah kita perlu mengurus sesuatu di wilayah lain?" tanya Delayna. Mereka kerap bekerja sama untuk mengatasi permasalahan di beberapa wilayah. Jadi bisa dikatakan, hubungan mereka seperti rekan kerja. Namun yang memiliki perasaan lebih tampaknya hanya Delayna. Atau Yeshe juga sama? "Tidak. Apakah kau benar-benar memberikan sihir gelap kepada lady Lunara?" tanya Yeshe dingin. Delayna terkejut dengan pertanyaan itu. Dia tidak menjawab tetapi melangkah menjauh dari Yeshe tetapi bukan ke dalam. Dia berhent

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   154

    "Saat ini, ada seseorang yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya di luar sana untuk membawa penawar yang sesungguhnya," ujar Profesor Heinz, teringat akan kepergian Raga menuju perbatasan selatan yang penuh bahaya. "Sihir hitam semacam ini tidak begitu saja disirnakan dengan jalan pintas atau kekuasaan. Ini adalah pertarungan ketahanan jiwa dan penawar yang tepat. Yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah menjaga kesadaran Lady Lunara tetap stabil hingga penawar itu tiba." Yeshe terdiam menatap Profesor Heinz, lalu kembali menatap Lunara. Kata-kata sang profesor tentang 'seseorang yang sedang berjuang' memicu denyut yang ia sendiri tidak tahu apa dan rasa penasaran yang membakar di dalam dada sang duke. Dia tahu pasti siapa orang yang dimaksud. Lunara yang memperhatikan ketegangan itu hanya bisa menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kelelahan. "Terima kasih atas hadiahnya, Duke Yeshe," bisik Lunara lirih, suaranya hampir tenggelam oleh angin malam. "Tapi seperti yang dik

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   153

    Matahari baru saja naik setinggi penggalah ketika derap langkah ribuan kuda lapis baja mengguncang tanah di sekitar rumah sewa keluarga Windmere. Debu membubung tinggi di udara, mengiringi kedatangan sebuah iring-iringan mewah yang terbilang terlampau megah untuk wilayah pinggiran kota. Kereta kuda bersepuh emas dengan ukiran lambang keluarga Aldridge berhenti tepat di depan pekarangan, dikawal oleh jajaran ksatria berarmor hitam yang berbaris rapi. Pintu kereta terbuka, dan Duke Yeshe Aldridge melangkah keluar dengan gaya anggunnya yang selalu memikat sekaligus mengintimidasi. Jubah bulu hitamnya berkibar pelan ditiup angin Everest yang dingin. Di belakangnya, puluhan pelayan tampak tergesa-gesa mengangkut puluhan kotak kayu berukir, kain sutra berharga fantastis, hingga berbagai jenis batu sihir penyembuh tingkat tinggi yang nilainya cukup untuk membeli sebuah distrik kota. Yeshe melangkah maju tanpa memedulikan tatapan penuh permusuhan dari para ksatria Windmere yang berjaga. Pan

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   152

    Di tengah jeritan dan pertengkaran sengit yang berkecamuk di dalam alam bawah sadarnya, bayangan kehidupan masa lalu Lunara perlahan terkoyak bagai tirai yang koyak ditiup angin kencang. Retakan-retakan cahaya ungu dan hitam menembus ilusi kantor tua, mantan kekasih yang brengsek, dan bayangan keluarga yang parasit. Kehidupan kelam sebagai karyawan kantoran yang mati mengenaskan itu mendadak terdorong jauh ke dasar jiwanya, digantikan oleh hawa dingin yang menusuk tulang dan rasa sakit yang membakar dari dadanya.Tidak. Aku tidak akan pernah kembali menjadi sosok yang pasrah.Batin Lunara berteriak menolak kenyataan semu itu. Kesadarannya ditarik paksa kembali ke dunia nyata.Di alam nyata, tubuh Lunara melengkung di atas tempat tidur kayu rumah sewa tersebut. Napasnya tersengal-sengal, sementara pola-pola hitam dari sihir gelap mengular tajam di sekitar lehernya. Lune yang berada di samping tempat tidur langsung tersentak, mencengkeram tangan adiknya yang dingin membeku."Lunara! Lu

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   151

    "Marquis Zane, naga putih telah kembali. Tuan muda Arzu memerintahkan para pasukan untuk bersiap-siap kembali ke Everest," ucap seorang pengawal melapor kepada Marquis Zane yang sedang duduk di dalam rumah sewa itu sambil menekan keningnya yang pening. Zane langsung menemui kedua anaknya yang sibuk di depan. "Marquis Zane, aku sudah mendengar soal Lunara. Apakah dia-" Zane langsung menampar Arzu. Tentu saja seketika Arzu berhenti berbicara. Ayahnya jelas-jelas memotong ucapannya dengan tindakan kasarnya itu. Ketara sekali dia tidak membiarkannya berbicara lebih lanjut. Arzu sempat tidak percaya bahwa Zane benar-benar bernegosasi dengan kaisar terkait naga putih milik Lunara hanya karena tidak ingin Lunara terlibat hal-hal berbahaya. Tetapi ternyata dia benar-benar serius. Dia terlihat sangat marah mendengar kenyataan bahwa mereka membawa kembali naga putih milik Lunara. "Apa yang kau lakukan? Kau datang ke hadapan kaisar dan mengambil naga yang telah disepakati untuk dip

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   150

    Arzu berdiri tegak di hadapan Putri Mahkota Delayna. Tidak ada sedikit pun raut gentar di wajah jenderal muda itu, hanya ada tatapan dingin yang dipadu dengan senyum tipis yang sarat akan provokasi. Angin dingin mengibarkan jubah perangnya, membawa bau amis darah dari pertempuran singkat yang baru saja usai di sekeliling mereka. "Putri Mahkota Delayna," panggil Arzu dengan suara tenang yang menggema di area terbuka tersebut. "Sangat disayangkan Anda harus mengotori gaun indah Anda dengan menapak di tanah berdarah ini. Namun, mengenai naga putih ini... kurasa Anda terlambat." "Jenderal Arzu Windmere!" pangkas Delayna dengan napas memburu. Matanya menyipit murka menatap tubuh-tubuh penyihir kekaisaran yang tergeletak tak berdaya di sekitar rantai-rantai sihir yang kini telah hancur. "Kau telah melakukan pengkhianatan terang-terangan! Menyerang penyihir istana dan berusaha melarikan naga putih ini adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi! Kaisar tidak akan pernah membiarkan keluarga

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   06

    "Nona penyihir, bagaimana kalau menyicil membayarnya? Aku perlu bekerja dulu," ucap Lunara dengan sorot mata penuh harap pada nenek sihir itu.Luar biasa. Si penyihir itu tidak pernah membayangkan akan menyaksikan keadaan dimana Lunara meminta seperti ini padanya.Dan apa yang dia katakan? Bekerja

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   04

    Semua hadiah untuk putri mahkota harus melewati Duke Aldridge yang terkenal kejam yaitu Yeshe. Tapi, ada memberikan hadiah pada putri mahkota diam-diam seolah-olah menghindari pengawasan Yeshe. Berani sekali. Yeshe mengerahkan pedangnya ke kotak hadiah itu kemudian menyeragnya hingga kotak itu ha

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   03

    Di buku tersebut, diceritakan bahwa putri mahkota, sang karakter utama, sempat menyelamatkan peri dalam salah satu ekspedisinya ke suatu wilayah di kekaisaran. Setelah itu, sang putri mahkota berteman dengan peri tersebut. Diceritakan putri mahkota menjadi salah satu manusia yang berhasil bertema

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   02

    Di hari ulang tahun putri mahkota, bukannya bersiap agar tampil paling cantik, Lunara malah sibuk bersiap-siap pergi. "Ada apa ayah?!" Zane Windmere sangat kaget setelah mendengar dari para pelayan kalau putrinya justru mengirimkan surat ketidakhadirannya di ulang tahun itu. Padahal dia sudah me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status