Compartir

04

Autor: Eselitaa
last update Fecha de publicación: 2026-01-21 12:20:51

Semua hadiah untuk putri mahkota harus melewati Duke Aldridge yang terkenal kejam yaitu Yeshe. 

Tapi, ada memberikan hadiah pada putri mahkota diam-diam seolah-olah menghindari pengawasan Yeshe. Berani sekali. 

Yeshe mengerahkan pedangnya ke kotak hadiah itu kemudian menyeragnya hingga kotak itu hancur tak berbentuk. 

Tidak ada yang terjadi. 

"Sebuah kalung," ucap penyihir yang membawa kotak hadiah itu. 

Yeshe mengambil kalung itu. Dia menyipitkan kedua matanya. 

"Kalung ini, punya sihir yang sangat besar. Siapa penyihir yang memberikan kalung ini pada putri mahkota?" Yeshe beranya-tanya sendiri. 

Putri mahkota yang sedang bersama teman-temannya di dalam telah mendengar mengenai apa yang sedang terjadi di luar. Dia pun langsung menyusul Yeshe. 

"Tuan duke, apa yang terjadi?" tanya putri mahkota. 

Yeshe menyimpan kalung tersebut di saku pakaian bangsawannya. 

"Ada penyihir yang iseng mengirimkan hadiah padamu tetapi ternyata hadiahnya tidak ada," ucap Yeshe. 

Putri mahkota mengernyitkan alisnya. 

"Banyak penyihir yang mengirimkan hadiah kepadaku kan?" tanya si putri mahkota. 

Yeshe menganggukkan kepalanya. "Tetapi dia ini mengirimkan di balkon atas jadi melewati pengawasanku. Menurutmu siapa penyihir yang melakukan cara ini?"

"Apa? Balkon lantai atas?" tanya putri mahkota. 

"Apakah kau tidak bisa memikirkannya sama sekali?"

Putri mahkota mengangguk. "Aku tidak bisa membayangkan siapa penyihir itu apalagi menebaknya."

"Baiklah. Sudah kau tenang saja. Nikmati pesta ulang tahunnya."

Putri mahkota menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam lagi bersama pelayannya. 

"Hati-hati! Jika terjadi bahaya, segera panggil aku!' titah Yeshe. 

Kelihatan sekali Yeshe khawatir pada putri mahkota. 

Putri mahkota tersenyum cerah. 

"Baiklah tuan duke. Jangan terlihat jelas begitu dong khawatirnya," tukas putri mahkota sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan masuk ke dalam.

Yeshe tidak mengatakan apapun. Dia mengambil kalung dari dalam sakunya. Bukan berarti dia enggan menyerahkan kalung tersebut pada putri mahkota karena kalung itu punya sihir yang begitu besar yang mampu mendorong orang yang mengenakannya melakukan sihir yang tidak bisa ia kuasai. 

Tetapi pemberi kalung ini yang menjadi target Yeshe mulai sekarang makanya dia menyimpannya untuk mencari tahu lebih dulu untuk memastikan yang memberikannya bukanlah musuh. 

Kalung itu bisa jadi membahayakan si pemakai.

Yeshe harus mencari tahu niat asli si pemberi.

"Kenapa saat dia melintas kalian tidak buru-buru mengejarnya? Kalian adalah penyihir terbaik di kekaisaran. Lakukanlah pengawasan yang ketat!" tukas Yesha pada para penyihir kekaisaran di hadapannya.

"Maafkan kami tuan duke. Penyihir itu melintas di luar sihir pengawasan yang kami lakukan dan kemudian terdeteksi saat sudah dekat lalu penyihir itu terbang sangat cepat. Tampaknya penyihir itu cukup berpengalaman," ucap salah satu penyihir kekaisaran. 

"Cari tahu seluruh informasi mengenai penyihir yang tinggal di kekaisaran ini dan yang belum terdaftar oleh kekaisaran. Tanyakan pada mereka soal hadiah itu!" titah Yeshe pada para penyihir kekaisaran. 

Begitu Yeshe masuk ke dalam lagi, terdengar perbincangan para wanita. 

"Aku dengar Lady Lunara tidak hadir karena sakit. Beliau bahkan sampai mengirimkan surat kepada putri mahkota, minta maaf atas ketidakhadirannya."

Yeshe menoleh ke wanita yang baru saja berbicara itu kemudian melesatkan kedua matanya ke seluruh penjuru ruangan. 

Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh wanita itu. Lunara Windmere tidak hadir di ulang tahun putri mahkota. Ini lebih mencurigakan lagi. 

"Malam ini aku harus berkeliling disekitar istana kekaisaran terutama putri mahkota," gumam Yeshe.

Yeshe menghampiri putri mahkota yang sedang mengobrol dengan teman-temannya. Saat teman-temannya itu melihat Yeshe, mereka menyapa Yeshe dengan hormat dan mereka juga menggoda putri mahkota.

Duke Aldridge dan putri mahkota sudah seperti pasangan dan bahkan gosip mengatakan mereka akan bertunangan malam ini.

"Aku permisi sebentar," ucap putri mahkota ke teman-temannya.

Putri mahkota Delayna mengikuti Duke Aldridge.

"Ada apa duke?!" tanya Delayna dengan kedua mata menatap penasaran.

"Apakah benar Lunara Windmere tidak bisa datang ke ulang tahunmu karena sakit melalui surat?" tanya Yeshe.

Delayna menganggukkan kepalanya. "Kau sudah mendengarnya ya?!"

"Kenapa kau membuka surat dari dia? Bagaimana kalau surat itu diberi racun? Kau harus memahami kebenciannya terhadapmu," tukas Yeshe.

Delayna mengangguk-angguk paham. "Tidak ada apapun di surat itu kok. Dan yang lebih membuatku heran, dia meminta maaf. Lunara Windmere meminta maaf?"

"Dibalik permintaan maafnya pasti ada sesuatu yang dia rencanakan. Hati-hati dengan pemberontakan," kata Yeshe.

Tiba-tiba seorang penyihir menghampiri Yeshe dengan terburu-buru. 

"Tuan duke, saat kami membersihkan kotak hadiah yang sudah tidak terbentuk itu, ternyata ada sebuah surat tetapi sudah robek," ucap penyihir itu. 

Yeshe menyipitkan kedua matanya. Dia mengambil surat tersebut. 

"Tuan duke, hadiah dan surat dari siapa?!" tanya putri mahkota Delayna. 

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   135

    Melihat arah pandangan Lunara yang tertuju pada langit malam, Yeshe menghentikan langkahnya. Sudut bibirnya terangkat, membentuk seulas seringai tipis yang sarat akan dominasi. Pria itu ikut menatap burung berbulu hitam pekat yang kini hinggap di salah satu dahan pohon tak jauh dari mereka."Kau tidak perlu heran," kata Yeshe memecah keheningan, suaranya terdengar begitu tenang namun penuh penekanan. "Burung itu membawa pesan untukmu. Dan pengirimnya adalah pemuda perpustakaan itu... Raga."Lunara seketika menoleh, matanya membelalak sempurna karena terkejut. "Bagaimana kau bisa tahu tentang Raga?" tanyanya spontan. Setahunya, Raga hanyalah seorang asisten perpustakaan akademi yang jarang menonjolkan diri di kalangan bangsawan tingkat atas.Seringai di wajah Yeshe semakin jelas, memamerkan rasa percaya diri seorang penguasa tertinggi keluarga Aldridge. "Aku adalah pedang kekaisaran, Lunara. Aku tahu semua orang di kekaisaran ini. Jangankan para cendekiawan di akademi, bahkan rakyat je

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   134

    Kereta kuda mewah milik keluarga Aldridge bergerak dengan ritme yang konstan, membelah keheningan malam yang mulai merayap di ibu kota. Di dalam kabin yang temaram, ketegangan samar kembali menyelimuti atmosfer di antara Yeshe dan Lunara. Setelah kebersamaan mereka yang tak terduga bersama Louis di kamar sang tuan muda, pembicaraan di antara keduanya kini berganti arah menuju ranah politik kekaisaran yang rumit. "Kau tampaknya sangat terganggu dengan kabar pernikahan itu, Lady Lunara," Yeshe membuka suara, memecah keheningan dengan nadanya yang selalu terdengar datar namun tajam. Lunara menoleh dari jendela, menatap manik mata sang duke. "Aku hanya berpikir bahwa pernikahan Pangeran Arzu dan Putri Mahkota akan mengubah banyak dinamika di istana. Terutama bagimu, tuan duke. Bukankah semua orang tahu kedekatanmu dengan Putri Mahkota?" Yeshe menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi beludru yang empuk, menatap Lunara dengan kilat keheranan yang jarang ia tunjukkan. "Aku sama s

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   133

    "Bagaimana hubunganmu dengan lady Lunara? Kaisar telah membebaskan hukuman untuk pengkhianatan terhadap mereka. Sekarang tuan muda Arzu juga akan menikah dengan putri mahkota," ucap profesor Lucas pada Raga yang sibuk mengurusi buku-buku. Raga berhenti bekerja setelah profesor itu berhenti berbicara. Dia dan Lunara semakin dekat. Lunara mungkin, memberikannya kesempatan lagi. "Ngomong-ngomong, apakah mungkin seseorang mengalami hilang ingatan karena sihir yang begitu besar?" tanya Raga. "Tentu saja kamu seharusnya tahu jawabannya. Sihir yang sangat besar tidak hanya memberikan dampak hilang ingatan tetapi juga bisa menyebabkan kematian," ucap Lucas. Raga terdiam. "Apakah bisa setelah orang tersebut terselamatkan dampaknya dihilangkan?" tanya Raga. "Tidak bisa. Itu seperti, nasi sudah menjadi bubur. Mengapa kau tiba-tiba menanyakan ini? Jangan-jangan ini soal Lady Lunara?" Insting para profesor di perpustakaan ini memang sulit dikalahkan. Raga sudah berjanji k

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   132

    "Svanhildr, pertunangan Arzu dan putri mahkota telah ditetapkan. Tetapi apakah kamu sudah mendengar kabar dari Lunara? Mata-mata kita mengatakan dia berulang kali pergi ke kediaman keluarga Aldrdige," kata salah satu teman Svanhildr.Angin malam berembus kencang melintasi celah-celah batu di benteng pertahanan yang telah lama terbengkalai itu. Di tengah kesunyian malam, Svanhildr duduk bersila, fokusnya sepenuhnya tercurah pada sebilah pedang perak yang melintang di atas pangkuannya. Jemarinya bergerak perlahan di sepanjang bilah baja, mengalirkan mana murni yang berpendar keunguan, memperkuat dan mempertajam senjata tersebut dengan sihir tingkat tinggi.Mendengar sapaan dan penuturan temannya, gerakan tangan Svanhildr terhenti. Sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk sebuah senyuman puas yang sarat akan kelegaan."Pertunangan Arzu dan Putri Mahkota akhirnya ditetapkan, ya? Baguslah," gumam Svanhildr, suaranya terdengar berat namun tenang.Dia kemudian menyarungkan pedangnya d

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   131

    Cahaya biru redup berpendar dari ujung jari Yeshe saat gelombang energi sihir penenang menyebar ke permukaan danau yang sedingin es. Beberapa detik kemudian, tiga ekor ikan monster berukuran sedang melayang naik ke permukaan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sisik mereka yang menyerupai warna aurora berkilau indah di bawah terpaan sinar matahari dataran tinggi.Yeshe menjentikkan jarinya sekali lagi, memindahkan ikan-ikan tersebut ke dalam wadah kayu besar berisi air danau yang sudah disiapkan di atas kereta kuda penumpu mereka. Gerakannya begitu efisien, anggun, dan tanpa cela.Namun, pikiran sang duke tidak sepenuhnya tertuju pada buruannya. Kata-kata Lunara tentang "fondasi nyata yang bertahan lebih lama dibanding ilusi sihir" masih terngiang-ngiang di kepalanya. Sambil membersihkan sisa embun es di sarung tangannya, Yeshe melirik Lunara yang tengah sibuk memeriksa kondisi ikan-ikan tersebut dengan mata berbinar puas."Kau banyak berubah, Lunara," ucap Yeshe memecah keheningan, s

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   130

    Louis menatap Lunara dengan mata bulatnya yang masih menyisakan sisa air mata. "Janji? Janji apa? Kamu bahkan kabur lewat jendela waktu itu!" ketusnya, meski ada binar antisipasi yang tidak bisa ia sembunyikan.Lunara terkekeh pelan. "Aku berjanji akan menunjukkanmu sebuah keajaiban bawah air, bukan? Sebuah kotak kaca besar tempat ikan-ikan bisa menari di dalam kamarmu. Aku menyebutnya... akuarium raksasa."Tanpa membuang waktu, Lunara bangkit berdiri dan berbalik menatap para pelayan keluarga Aldridge yang sejak tadi mematung di dekat pintu. Aura kepemimpinannya mendadak keluar, membuat para pelayan itu tersentak."Kalian, tolong siapkan beberapa barang untukku," perintah Lunara dengan nada tegas namun sopan. "Aku butuh kaca tebal berkekuatan tinggi yang biasa digunakan untuk pelindung sihir, perekat resin magis, beberapa ember pasir putih bersih, bebatuan sungai yang halus, dan air jernih. Bawa semuanya ke sudut ruangan ini sekarang juga."Para pelayan saling berpandangan, tampak r

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   92

    Zane bertanya pada Lunara apakah dia baik-baik saja.Lunara hanya diam, sesaat, lalu tersenyum tipis dan matanya menyoroti prihatin. "Maafkan aku, marquis Zane. Gara-gara aku, kamu dan anak-anakmu jadi mengalami ini," kata Lunara dengan suara yang lembut.Zane menyipitkan kedua matanya. Arzu dan L

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   91

    Dan begitulah yang terjadi. Allan Asier menyerang ketika ada kesempatan. Caelthar mengatakan kepada Lunara bahwa dia tidak boleh membiarkan naganya mati sia-sia. Di tengah kesempatan itu, mereka mengirimkan Allan Asier untuk mengambil kesempatan dengan mengepung Duke Aldridge. "Nagaku bakala

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   90

    Lunara sampai lebih cepat bersama Svanhildr di tengah-tengah pasukan kekaisaran Caelthar. "Selamat datang....lady dari Windmere?" tanya Caelthar ramah mencoba menebak apakah yang baru saja tiba di depannya itu Lunara Windmere atau bukan. Lunara mengerjapkan kedua matanya. Tidak disangka, Cael

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   88

    Salah satu rekan Svanhildr tiba-tiba melesat ke arah mereka, berhenti diatas di sebuah pohon raksasa dan berkata dengan cukup keras. Sebenarnya jika berada di hutan angker, kerasnya suara juga harus dijaga supaya tidak membangunkan para monster yang sedang tertidur. Namun rekan Svanhildr itu mera

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status