Share

06

Author: Eselitaa
last update Last Updated: 2026-01-25 19:54:47

"Nona penyihir, bagaimana kalau menyicil membayarnya? Aku perlu bekerja dulu," ucap Lunara dengan sorot mata penuh harap pada nenek sihir itu.

Luar biasa. Si penyihir itu tidak pernah membayangkan akan menyaksikan keadaan dimana Lunara meminta seperti ini padanya.

Dan apa yang dia katakan? Bekerja dulu? Padahal Lunara Windmere terkenal punya sifat yang sangat manja dan tidak mau bekerja sama sekali. Pekerjaannya setiap hari hanya mempercantik diri. 

Ditambah Lunara sebenarnya bisa menyuruh pengawalnya untuk menghabisi penyihir itu, jika tidak mampu, dia bisa menyuruh penyihir lain dengan cara merengek pada ayahnya tetapi bukannya melakukan itu, dia lebih memohon seperti ini. 

"Apakah lady serius mengatakan itu?!" tanya si penyihir seraya melipat kedua tangannya di dada.

Lunara Windmere menganggukkan kepalanya.

Keluarganya heran sampai tidak bisa berkata-kata.

Zane kemudian masuk ke dalam dan mengambil sendiri koin emasnya karena dia tidak bisa mengandalkan putranya, Arzu Windmere.

Arzu, yang masih terkejut dengan tingkah Lunara tidak menyadari masuknya ayahnya ke dalam. Tahu-tahu ayahnya sudah di luar dan memberikan banyak koin emas kepada penyihir.

"Brengsek! Apa yang kau lakukan?!" teriak Arzu dan menghampiri penyihir itu untuk merebut kembali koin emas yang diberikan.

Namun penyihir itu dengan cepat terbang menjauh. Dia berteriak berterima kasih pada Lunara yang sejak tadi diam saja karena memikirkan pekerjaan apa yang paling bergaji tinggi di dunia fantasi.

"Arzu! Lunara adalah bagian dari keluarga Windmere. Jika kau terus bersikap seperti itu, maka aku bisa saja tidak menyisakan warisan apapun untukmu!" tukas Zane marah dengan melotot tajam.

Arzu tidak mengatakan apapun dan melotot tajam ke Lunara. 

Lunara menghela nafas. 

"Aku tidak mengerti kenapa kau tidak menyukaiku kak," kata Lunara.

"Apa?! Kak? Biasanya kau memanggil Arzu dengan nama saja. Tidak dengan penyebutan kak atau semacamnya!" sahut Lune terkejut.

"Lunara sekarang sudah berubah!" sahut Zane.

Arzu menunjuk wajah Lunara. "Dia pasti telah melakukan kesalahan yang sangat besar makanya dia bersikap baik pasti untuk menutupi kesalahannya itu."

Lunara menggelengkan kepalanya.

"Aku cuma menghabiskan koin emasku untuk menyewa seorang penyihir untuk mengantarkanku masuk ke hutan peri agar aku tidak tersesat," kata Lunara.

"Omong kosong apa yang kau katakan?!" tanya Arzu setengah membentak.

"Arzu!" bentak Zane tidak tahan lagi dengan putranya.

Pertikaian itu menarik perhatian si mata-mata. Dia berbalik dan menjauh dari kediaman keluarga Windmere. 

Mata-mata itu tidak sampai berjam-jam sudah tiba di hadapan Duke Aldridge. 

"Bagaimana hasilnya?!" tanya Yeshe seraya menikmati segelas teh. 

"Lady itu bersama seorang penyihir tua dan mereka bicara soal koin emas. Tetapi juga melibatkan seluruh anggota keluarga. Arzu terus marah dan adik ketiganya justru sangat tenang. Intinya, Lady Lunara tampak seperti orang yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya," kata mata-mata itu.

Yeshe menyipitkan kedua matanya. 

"Aku curiga ada yang memanfaatkan Lunara. Wanita itu, tidak mungkin bersikap tidak seperti biasanya kecuali ada seseorang dibaliknya," bisik Yeshe.

Yeshe mengambil kalung sihir yang menjadi hadiah untuk putri mahkota. Sekarang dia tidak ragu lagi kalau Lunara yang telah mengirimkannya kepada putri mahkota bersama dengan penyihir tua itu. 

"Apa lagi yang harus aku lakukan, tuan duke?!" tanya si mata-mata.

"Pergilah dan suruh temanmu mengawasi penyihir tua itu dan kau mengawasi Lady Lunara!"

Mata-mata itu terdiam karena terkejut.

"Tuan duke, apakah tidak ada pekerjaan lain yang lebih baik? Bahkan jika dia menjadi tangan kanan musuh, bukankah lebih baik fokus mencari tahu musuhnya?"

"Itu akan menjadi pekerjaanku," jawab Yeshe berdiri kemudian memanggil salah satu pengawal setianya dan memberikan kalung sihir itu kepadanya untuk diteliti di pusat penelitian kekaisaran.

Mata-mata itu memperhatikan kalung itu. Dia menyipitkan kedua matanya.

Yeshe menoleh ke mata-mata itu dan bertanya dengan dingin bersamaan dengan kilatan yang tidak biasa terlihat sekilas di kedua matanya. 

"Kau masih belum pergi?!"

Seketika mata-mata itu merinding dan dia menjawab dengan cepat.

"Baik tuan duke."

Dia langsung berubah menjadi monster dan melompat keluar melalui jendela.

Yeshe kembali duduk dan termenung.

Sebelum kembali ke kediamannya, Yeshe sempat bertemu dengan kaisar. Mereka mendiskusikan mengenai keluarga Windmere yang tidak ada satupun anggota keluarganya yang datang ke acara ulang tahun putri mahkota.

Kaisar menginginkan mengeksekusi keluarga Windmere. Rumor sudah menyebar dimana-mana. Tentang mereka yang kemungkinan besar akan memberontak kepada kekaisaran, diam-diam mengumpulkan pasukan, bergabung dengan musuh, dan masih banyak lagi yang mereka lakukan.

Dan salah satu yang paling menonjol adalah Lady Lunara sangat membenci putri mahkota karena pertikaian memperebutkan Duke Aldridge. 

Zane Windmere pernah bicara langsung dengan Yeshe, menawarkan putri ketiganya. Yeshe langsung menolak. 

"Jika dengan pernikahan dapat mengungkapkan mengenai musuh, aku akan melakukannya," gumam Yeshe.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   14

    "Untuk memberikan ini kepada lady."Lunara tentu saja masih ingat dengan sangat jelas mengenai kehidupannya sebelumnya. Acara lamaran biasanya dihadiri oleh hampir seluruh anggota keluarga dua pihak. Meskipun keadaan itu rasanya tidak akan pernah terjadi karena Lunara juga tidak berhubungan harmonis dengan keluarganya. Sementara Yeshe datang berencana melamar tetapi dia cuma datang sendirian bersama para pengawalnya. Masa bodoh. Lunara tidak akan pernah menjadi pasangan Yeshe. "Tuan duke, untuk sekarang, aku belum tertarik dengan pernikahan. Ada banyak mimpi yang ingin kugapai," ucap Lunara menatap dingin pada cincin itu. Cincin itu, sangat untuk. Kristalnya tampak berkilauan dan terkadang menyala, kadang-kadang mengeluarkan partikel-partikel yang terlihat cantik. Secantik itu tetapi demi keselamatan diri dan keluarga, Lunara tetap akan menolak dengan tegas. "Aku mengerti. Ayah dan kakakmu sudah bicara denganku. Tetapi aku harap kamu menerima cincin ini, anggaplah sebagai hadi

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   13

    "Hati-hati di jalan Duke Aldridge," ucap Lunara seraya menyembunyikan kedua tangannya dibelakang tubuhnya. "Kau seharusnya memanggilnya tuan duke," ucap Arzu. Lunara menarik nafas dan tersenyum tipis. "Maaf. Hati-hati di jalan tuan duke," kata Lunara. Duke Aldridge memperhatikan Lunara. Lunara tahu kalau dia sedang diamati. Sesuai yang ia duga, Duke Aldridge mencurigainya. "Terima kasih Lady Luna. Tetapi sebelum aku pergi, ada yang ingin kutanyakan dan lady harus menjawabnya dengan jujur," ucap Yeshe ramah. Lunara diam sejenak. "Apa yang ingin dia tanyakan? Aku harap aku tidak salah menjawab. Meskipun dia senyum ramah begitu, rasanya dia bisa mengayunkan pedangnya yang diselimuti sihir kegelapan itu kapan saja," batin Lunara. "Tentu saja tuan duke. Mana mungkin aku berani berbohong kepada tuan duke yang terhormat," kata Lunara. Arzu dan Zane mengangguk-angguk mendengar ucapan Lunara karena menurut mereka, Lunara menjawab dengan jawaban yang tepat. "Kalung berisi sihir yang b

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   12

    Di buku itu, Lunara tidak pernah bertemu dengan Allan Asier. Intinya, keduanya tidak pernah dalam ranah yang sama. Allan Asier sempat datang ke kekaisaran untuk membicarakan soal perdamaian tetapi Lunara tidak ada disana. Para penjahat yang bersekongkol dengan keluarga Windmere, cukup jauh dengan Allan Asier. Allan Asier menganggap mereka kacau dan tidak pantas untuk diajak bekerja sama meski raja disana menginginkannya. "Aku memang tidak pernah melihatnya secara langsung tetapi aku sering mendengar cerita tentangnya. Dia adalah seorang jenderal perang yang terhormat," ucap Lunara. "Bagaimana bisa menyukai seseorang kalau tidak pernah melihatnya secara langsung Lunara," ucap Lune seraya menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan adiknya."Bahkan jika dia dikabarkan sebagai jenderal perang yang terhormat, bukan berarti aslinya seperti itu. Bagaimanapun, dia berada di pihak musuh. Kalian tidak akan pernah bisa bersama. Atau kau justru ingin kita semua bergabung dengan kekaisa

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   11

    "Tuan duke, maafkan putriku. Seperti yang kukatakan sebelumnya, dia sedang sakit jadi sikapnya berubah drastis," ucap Zane. "Jika kamu berkenan, aku akan langsung memanggilkan dokter kekaisaran untuk datang kesini dan memeriksa Lady Lunara," ucap Yeshe. Lunara menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu! Kau tidak perlu sampai melakukan itu, Duke Aldridge."Yeshe melebarkan kedua matanya sedikit. Sebelumnya, Lunara selalu memanggilnya tuan duke tetapi sekarang dia memanggilnya Duke Aldridge. Masa perubahan sikap karena sakit sampai seperti itu? "Aku akan melakukannya jika aku ingin melakukannya," kata Yeshe ramah. "Tuan duke tidak bermaksud meremehkan dokter keluarga kami kan?" tanya Arzu ramah. "Lunara tidak pernah diperiksa oleh dokter kekaisaran. Yang paling mengenalnya sejak kecil adalah dokter keluarga kami. Beliau lebih mengerti ketimbang dokter kekaisaran," ucap Lune. "Dokter kekaisaran adalah dokter terbaik di kekaisaran ini. Ilmunya lebih banyak daripada dokter keluarga kali

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   10

    Lunara akhirnya berhasil menghindari malam kematiannya. Namun jalan ceritanya juga berubah. Duke Aldirdge seharusnya tidak pernah datang ke kediaman keluarga Windmere seperti ini. Dan apa yang Lunara dengar baru saja? Melamar? Duke Aldridge melamarnya? Mustahil. "Menurut kakak, apa yang dia inginkan?" tanya Lunara cemas. Arzu berpikir sejenak. "Kau tanpa pikir panjang menerima para penjahat itu di wilayah kita. Apakah pernah kau berpikir kalau Duke Aldridge mengetahuinya?" tanya Arzu. Lunara memperhatikan Duke Aldridge yang tengah bicara dengan ayahnya. Lunara menganggukkan kepalanya. "Dia mengetahuinya sejak awal."Di buku tersebut, Duke Aldridge yang teliti, segera mengetahui gerak gerik keluarga Windmere. Makanya dia menciptakan permusuhan dan pengkhianatan di dalam keluarga ini. "Kalau begitu ucapanmu benar. Kemungkinan besar, dia sedang menjalankan rencana untuk menghabisi kita semua.""Tentu saja! Itu akan terjadi!" ucap Lunara cepat. Arzu memejamkan matanya. Dia tidak

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   09

    "Lihat saja ke depan! Para pelayan sibuk memasukkan hadiah-hadiah dari Duke Aldridge untuk lady!" ucap ksatria itu. Alih-alih percaya pada ucapan ksatria ini, Lunara malah curiga telah terjadi sesuatu di depan sana.Ksatria ini barangkali telah bersekongkol dengan Duke Aldridge untuk menemukannya lalu disuruh berbohong kepadanya soal hadiah supaya memancingnya keluar. "Seolah-olah aku akan menemuinya di depan," batin Lunara. Ksatria itu memperhatikan Lunara yang langsung berbalik dan menjauh ke dalam rumah begitu saja. Lunara bergegas mencari senjata untuk berjaga-jaga. Pedang terlalu berat baginya. Dia juga tidak pernah menyentuhnya sebelumnya. Dia mengambil belati perak. "Anggota keluargaku yang baru tidak sudah mati semua kan?" batin Lunara cemas. Lunara membuka jendela di kamarnya setelah mengambil jubah berwarna coklat dan dia langsung menutupi kepalanya dengan tudung jubah. Lunara melompat ke luar jendela dan berlari kecil menuju gerbang samping. Para pelayan yang tengah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status