Share

Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati
Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati
Author: Eselitaa

01

Author: Eselitaa
last update publish date: 2026-01-17 11:37:15

Darah dimana-mana.

Lunara kesakitan luar biasa karena banyak tusukan di badannya yang dilakukan oleh Tristan, kekasihnya yang sangat dicintainya itu setelah dirinya memergokinya selingkuh dengan teman dekatnya, Zee.

Sementara itu, Tristan sibuk berkemas dan mengambil barang-barang berharga Lunara bersama Zee.

"Luna, maaf sudah merebut Tristan darimu. Kami saling mencintai sejak dulu. Semoga kamu menemukan kedamaian dalam kematianmu," ucap Zee sebelum pergi dirangkul Tristan.

Di apartemen sederhana itu, Lunara memejamkan mata dan menitikkan air mata untuk yang terakhir kalinya dengan kepedihan di hati yang teramat dan rasa tidak terima.

***

Samar-samar terdengar suara pertengkaran, Lunara mengerjapkan kedua matanya. Langit-langit yang penuh lampu gantung sangat cantik menjadi pemandangan pertamanya.

"Apakah aku di surga?"

"Mereka cuma memanfaatkan kita. Jika kita ketahuan dan dihukum mati, mereka tidak akan pernah menyelamatkan kita!"

Teriakan yang sangat nyaring itu membuat Lunara mengambil posisi duduk.

Lunara pernah mendengar bahwa di surga tidak ada masalah tetapi kalimat yang baru saja dia dengar itu jelas menunjukkan masalah.

"Loh! Ini dimana?"

Lunara memperhatikan sekitar. Dia berada di sebuah kamar yang sama sekali berbeda dengan apartemennya.

Sebuah ranjang besar bertiang dengan kanopi kain tipis berwarna putih gading menjadi pusat perhatian. Tirainya menjuntai ringan, dihiasi lampu-lampu kecil yang menciptakan cahaya hangat dan intim. Headboard berukir elegan dengan cermin oval di tengahnya memberi kesan antik dan anggun.

Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan seorang pria berusia sekitar hampir 50 tahun dengan pakaian bangsawan.

Lunara mengernyitkan alisnya.

"Siapa ya? Ini dimana?!" tanya Lunara bingung.

Pria itu tertegun sekilas tetapi wajahnya berubah sedikit panik kembali. Dia menghampiri Lunara.

"Lunara, besok di ulang tahun putri mahkota Delayna, adalah yang terakhir kamu menarik perhatian Duke Aldridge," kata pria itu dengan nafas memburu.

Nama dia memang Lunara tetapi dia tidak tahu putri mahkota Delayna dan Duke Aldridge-

Tunggu sebentar.

Lunara sebelumnya menjadi kehidupannya sebagai tulang punggung keluarga yang harus bekerja siang dan malam tanpa lelah.

Untungnya dia punya pacar sebagai penyemangat meski pada akhirnya pacarnya malah sudah lama berselingkuh dengan teman dekatnya dan mereka memanfaatkan uangnya dan pada akhirnya merampas semua yang dia miliki. Dia bahkan masih tidak terima dengan pengkhianatan itu.

Lunara juga melakukan hal lain untuk hiburannya yaitu membaca buku terutama bergenre fantasi.

Kedua nama yang baru saja Lunara dengar mirip dengan karakter di buku yang pernah ia baca. Di buku itu juga, sempat muncul nama yang persis dengan namanya.

"Kalau tidak salah Lunara Windmere," bisik Lunara.

Namun, Lunara di buku itu cuma muncul sekali dan itupun saat dia mati. Sungguh karakter sampingan yang tidak penting. Ditambah dia berada di kubu antagonis.

Lalu sekarang...

"Tidak mungkin. Aku menjadi Lunara yang itu? Lunara yang akan mati?" bisik Lunara menatap kosong ke bawah.

"Lunara, tampaknya kamu baru bangun tidur jadi masih belum sadar sepenuhnya. Dengar Lunara, buat duke menjadi milikmu dan sebelum itu terjadi, jangan dekati kakakmu."

Lunara hanya diam.

Pria ini juga disebutkan dalam buku. Pemimpin keluarga Windmere yang sangat mencintai putri bungsunya dan rela melakukan apa saja untuknya.

Lunara bangkit dari kasur setelah pria itu pergi. Dia menghampiri cermin dan terbelalak takjub. Di pantulan cermin, jelas bukan dirinya. Dia sangatlah cantik dengan rambut hitam panjang bergelombang dan mata merah seperti darah.

"Kelihatannya aku benar-benar menjadi Lunara yang itu. Tetapi sebentar lagi, dia akan mati dengan sadis."

Di kehidupannya, Lunara dikhianati oleh pacar dan temannya sendiri. Di kisah ini, Lunara malah menjadi tokoh yang berusaha merebut pasangan karakter utama.

"Tidak lagi. Aku tidak akan dibunuh lagi oleh orang yang kucintai," bisik Lunara tajam.

Lunara Windmere dinarasikan mencintai Duke Aldrigde sejak pandangan pertama tetapi hampir tidak pernah bisa berkomunikasi dengannya karena Duke Aldridge tidak punya waktu untuk sembarangan orang.

Surat Lunara tidak dibalas dan dinarasikan Lunara sangat marah terhadap rumor pertunangan duke dan putri mahkota sampai dia bergabung dengan kelompok penjahat yang tidak menyukai keluarga kaisar.

Bagaimana Lunara di buku mati?

Lunara datang ke ulang tahun putri mahkota dengan niat membunuhnya. Saat suasana sudah sepi, dia mengikuti putri mahkota ke kamarnya. Belum sampai di kamarnya, dia mengarahkan pisau ke arahnya untuk membunuhnya tetapi dicegah oleh sang duke yang dicintainya yang tiba-tiba saja datang.

Rencana pembunuhan gagal dan dalam perjalanan pulang, Lunara dibunuh oleh Duke Aldridge. Dinarasikan dalam kematiannya, Lunara melihat mata Duke Aldridge penuh obsesi terhadap putri mahkota sementara hatinya hancur berkeping-keping.

"Tidak cukup sampai disana. Duke itu juga menghancurkan keluarga Windmere tanpa sisa. Dia benar-benar sangat mengerikan seperti yang diperlihatkan," bisik Lunara.

Untuk menghindari plot yang menuliskan dia mati, Lunara memutuskan tidak datang ke ulang tahun putri mahkota. Dia mengirimkan surat permintaan maaf atas ketidakhadirannya yang disebabkan sakit.

"Luna, apa yang terjadi padamu?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Netty Tya
Mencoba untuk membaca semoga CeritaNya Bagus
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   132

    "Svanhildr, pertunangan Arzu dan putri mahkota telah ditetapkan. Tetapi apakah kamu sudah mendengar kabar dari Lunara? Mata-mata kita mengatakan dia berulang kali pergi ke kediaman keluarga Aldrdige," kata salah satu teman Svanhildr.Angin malam berembus kencang melintasi celah-celah batu di benteng pertahanan yang telah lama terbengkalai itu. Di tengah kesunyian malam, Svanhildr duduk bersila, fokusnya sepenuhnya tercurah pada sebilah pedang perak yang melintang di atas pangkuannya. Jemarinya bergerak perlahan di sepanjang bilah baja, mengalirkan mana murni yang berpendar keunguan, memperkuat dan mempertajam senjata tersebut dengan sihir tingkat tinggi.Mendengar sapaan dan penuturan temannya, gerakan tangan Svanhildr terhenti. Sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk sebuah senyuman puas yang sarat akan kelegaan."Pertunangan Arzu dan Putri Mahkota akhirnya ditetapkan, ya? Baguslah," gumam Svanhildr, suaranya terdengar berat namun tenang.Dia kemudian menyarungkan pedangnya d

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   131

    Cahaya biru redup berpendar dari ujung jari Yeshe saat gelombang energi sihir penenang menyebar ke permukaan danau yang sedingin es. Beberapa detik kemudian, tiga ekor ikan monster berukuran sedang melayang naik ke permukaan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sisik mereka yang menyerupai warna aurora berkilau indah di bawah terpaan sinar matahari dataran tinggi.Yeshe menjentikkan jarinya sekali lagi, memindahkan ikan-ikan tersebut ke dalam wadah kayu besar berisi air danau yang sudah disiapkan di atas kereta kuda penumpu mereka. Gerakannya begitu efisien, anggun, dan tanpa cela.Namun, pikiran sang duke tidak sepenuhnya tertuju pada buruannya. Kata-kata Lunara tentang "fondasi nyata yang bertahan lebih lama dibanding ilusi sihir" masih terngiang-ngiang di kepalanya. Sambil membersihkan sisa embun es di sarung tangannya, Yeshe melirik Lunara yang tengah sibuk memeriksa kondisi ikan-ikan tersebut dengan mata berbinar puas."Kau banyak berubah, Lunara," ucap Yeshe memecah keheningan, s

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   130

    Louis menatap Lunara dengan mata bulatnya yang masih menyisakan sisa air mata. "Janji? Janji apa? Kamu bahkan kabur lewat jendela waktu itu!" ketusnya, meski ada binar antisipasi yang tidak bisa ia sembunyikan.Lunara terkekeh pelan. "Aku berjanji akan menunjukkanmu sebuah keajaiban bawah air, bukan? Sebuah kotak kaca besar tempat ikan-ikan bisa menari di dalam kamarmu. Aku menyebutnya... akuarium raksasa."Tanpa membuang waktu, Lunara bangkit berdiri dan berbalik menatap para pelayan keluarga Aldridge yang sejak tadi mematung di dekat pintu. Aura kepemimpinannya mendadak keluar, membuat para pelayan itu tersentak."Kalian, tolong siapkan beberapa barang untukku," perintah Lunara dengan nada tegas namun sopan. "Aku butuh kaca tebal berkekuatan tinggi yang biasa digunakan untuk pelindung sihir, perekat resin magis, beberapa ember pasir putih bersih, bebatuan sungai yang halus, dan air jernih. Bawa semuanya ke sudut ruangan ini sekarang juga."Para pelayan saling berpandangan, tampak r

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   129

    Kata-kata Arzu bergema di dalam ruang sidang yang megah, seketika membungkam bisik-bisik miring para bangsawan yang sejak tadi menyudutkan keluarga Windmere. Semua mata kini tertuju pada Lunara. Wajah kaisar, Vinsent, tampak menaruh minat besar, sementara Yeshe hanya bisa mengerutkan keningnya dalam-dalam. Sesuatu di dalam dada sang duke bergemuruh, merasa tidak nyaman melihat bagaimana Arzu begitu melindungi dan membanggakan adiknya di depan publik."Apa maksudmu, Jenderal Arzu?" tanya salah satu menteri dengan nada sangsi. "Bagaimana bisa seorang lady yang sempat ditahan karena tuduhan makar menjadi kunci dari kemenangan telak ini?"Arzu tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh kebanggaan yang jarang dia perlihatkan. "Jika bukan karena analisis taktik yang diberikan Lunara sebelum dia dibawa pergi, pasukan kami tidak akan pernah bisa mengantisipasi pergerakan sayap kanan Allan Asier. Adikku mungkin kehilangan ingatannya, tetapi kecerdasannya dalam membaca situasi pertempuran tidak hi

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   128

    Setelah kembali dari peperangan, Yeshe melakukan obrolan yang cukup panjang dan serius dengan seluruh anggota keluarganya termasuk Louis. Dia mendengar dari beberapa pengawal jika Louis telah membiarkan Lunara kabur. Maka dari itu, Yeshe tidak berhenti menatap Louis dengan tatapan yang sangat tajam seperti akan membunuhnya. Louis menyadari itu makanya dia terus menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Tuan duke, jangan menatap anak kecil seperti itu hanya karena dia sudah melakukan kesalahan kecil," kata salah satu anggota keluarga. Yeshe tidak bergeming untuk sesaat. Sampai akhirnya dia mengatakan sesuatu yang membuat Louis langsung menangis dan berlari masuk ke kamarnya. "Anak ini, masih kecil sudah membiarkan pengkhianat kabur. Bagaiman dia bisa tumbuh dewasa nanti?" "Paman jahat!" teriak Louis. "Daripada menyalahkannya, salahkan saja Lady Lunara. Pengawal bilang kepadaku jika wanita ular itu memprovokasi Louis. Dia ternyata wanita yang sangat licik, bukan wanita b

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   127

    Lunara dan Raga berjalan bersama di sepanjang jalan menuju istana kekaisaran. Sepanjang jalan itu, mereka malah menjadi pusat perhatian rakyat. "Itu Lady Lunara. Jika dia ramah sedikit saja, dia pasti akan disukai banyak orang karena wajahnya cukup cantik. Sayang sekali," seru seorang ibu-ibu. Lunara terdiam dan menatap lurus ke depan. Jika dia harus mengakui apakah dia cantik atau tidak, tentu saja dia cantik. Dia lahir dari seorang ibu yang menjadi rebutan. Bahkan kaisar pernah mencintai ibunya. Keluarga Windmere punya ciri khas mata merah. Menurut Lunara yang hobinya membaca buku, beberapa buku yang ia baca soal ciri khas mata merah itu biasanya orangnya berbahaya, dingin, dan acuh tak acuh. Namun keluarga Windmere justru terkenal sebagai keluarga bangsawan yang biasa saja. Mungkin mereka seidkit lebih kuat dibandingkan keluarga bangsawan lain karena bekerja di perbatasan. Justru yang paling dingin adalah keluarga Aldrdige. DIlihat dari pakaian mereka saja sudah jel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status