MasukDi buku tersebut, ketika perang terjadi, meskipun melawan musuh begitu banyak, kenapa pihak Vinsent tetap bisa menang? Tentu saja alasannya karena kekuatan Delayna dan Yeshe. Juga ahli strategi mereka tidak kaleng-kaleng dan pasukan mereka juga sangat kuat, pasukan monster juga saat itu tidak diambil alih SVanhildr, dan semangat para pejuang yang seperti tidak ada habisnya. Nero? Jangan ditanya. Di perang tersebut, Nero bahkan hampir tidak muncul tetapi diam-diam dia menyebabkan banyak kekacauan. Di perang ini, dia justru berpengaruh besar. Karena kekuatannya terbukti sangat kuat, dia diperintahkan oleh Vinsent untuk mengatasi pasukan musuh aliansi. Lunara yakin untuk sekarang kronoliginya seperti itu. Dan orang seperti Nero itu sebenarnya kesal jika ucapannya sama sekali tidak didengarkan kaisar. Nero sebenarnya arogan dan keras kepala. Dia adalah tipe yang siapapun tidak boleh tahu sisi gelapnya. Dan dia paling anti disuruh-suruh. Meskipun yang termuda di lembaga penasehat kai
Melihat kekhawatiran Lunara yang tampaknya tidak kunjung reda, Svanhildr akhirnya berbalik dan berjalan menjauh. Lunara segera melihat ke Svanhildr. "Kau mau kemana?" tanya Lunara dengan nafas memburu dan tatapan tajam. "Tentu saja menghabisi Yeshe. Itu tujuan kita saat ini bukan?" tanya Svanhildr. lunara terdiam. Memang itu tujuan mereka saat ini. Tetapi Lunara punya firasat buruk. Delayna dikabarkan melalukan sihir yang waktu itu sempat Lunara gunakan dan mengalahkan pasukan musuh begitu banyak. Caelthar yang semula tersenyum kini tidak bisa lagi tersenyum. Keadaan sama sekali tidak menguntungkan mereka. Ada banyak sekali orang kuat di pihak Vinsent. Lune yang tengah berjaga dengan pasukan penyihir di perbatasan tiba-tiba datang ke lunara dan mengabari kalau ada musuh yang menuju wilayah mereka. Svanhildr yang hendak menghampiri Yeshe pun bergegas memeriksa kesana. Dan betapa terkejutnya dia, ada banyak sekali bangkai monster. Zane berdiri dan menghampiri
Tentu saja, keluarga Windmere tidak ada yang boleh menunjukkan diri mereka karenna supaya tidak dianggap sebagai pengkhianat. Namun pasukan mereka juga diperlukan untuk mengalahkan pasukan kekaisaran Vinsent yang tampaknya sedang mengambil bala bantuan. Lunara telah mendengar dari Caelthar bahwa kekaisaran dia bersekutu dengan banyak kerajaan maupun kekaisaran. Pantas saja terjadi perang yang begitu besar di buku itu diceritakan perang berlangsung selama beberapa minggu bahkan bulan. Semuanya kacau balau. Kekaisaran yang dipimpin oleh Vinsent, nyaris tidak punya sekutu. Namun kekaisaran ini juga sudah begitu kuat dikarenakan Duke Aldridge. "Masa mereka tidak punya sekutu sama sekali ayah?" tanya Lunara. Zane menggelengkan kepala. "Alih-alih sekutu, mereka punya banyak sekali pasukan yang setara dengan tiga kekaisaran. Lihat saja berpa banyak akademi dan departemen pertahanan yang dibangun. Bahkan pasukan kita, yang bergabung ke dalam pasukabn Everest pun sudah begitu banyak,"
Zane bertanya pada Lunara apakah dia baik-baik saja.Lunara hanya diam, sesaat, lalu tersenyum tipis dan matanya menyoroti prihatin. "Maafkan aku, marquis Zane. Gara-gara aku, kamu dan anak-anakmu jadi mengalami ini," kata Lunara dengan suara yang lembut.Zane menyipitkan kedua matanya. Arzu dan Lune juga terkejut adik mereka mengatakan itu. Tidak biasanya Lunara memanggil Zane dengan sebutan marquis Zane. padahal sebelumnya dia memanggilnya dengan sebutan ayah. Terlebih dia meminta maaf lagi. Untuk perihal yang sama. Lunara Windmere seharusnya tidak pernah mengatakan itu. Lunara Windmere yang terkenal sebagai gadis yang bermasalah itu. "Kenapa kamu mengatakan itu dengan nada seperti itu Lunara? Sudah ayah bilang bahwa kamu tidak seharusnya menyalahkan dirimu sendiri. Sudah seharusnya kita memilih jalan ini. Apapun yang kamu pilih, seluruh keluarga Windmere akan mendukungmu sekalipun itu salah," kata Zane tegas.Lunara menggelengkan kepalanya tidak setuju. "Jangan seperti itu. Jan
Dan begitulah yang terjadi. Allan Asier menyerang ketika ada kesempatan. Caelthar mengatakan kepada Lunara bahwa dia tidak boleh membiarkan naganya mati sia-sia. Di tengah kesempatan itu, mereka mengirimkan Allan Asier untuk mengambil kesempatan dengan mengepung Duke Aldridge. "Nagaku bakalan mati di tangan Yeshe?" tanya Lunara seraya melipat kedua tangannya di dada. "Kemungkinan besar," jawab Caelthar. "Bagaimana menurutmu Svanhildr? Yeshe bahkan bisa mengalahkan naga putihku. Kenapa pria itu begitu kuat? Aku sampai stres memikirkan cara untuk membunuhnya. Mungkin yang bisa bunuh dia untuk saat ini Nero. Kenapa aku tidak kepikiran sejak awal ya? Dengan kecerdasannya itu dan bagaimana dia memberikan pengaruh serta memanipulasi orang lain, dia bisa menekan Yeshe," kata Lunara. Svanhildr menyipitkan kedua matanya. Caelthar juga tidak menyangka akan mendengar semua itu dari bangsawan dari pihak musuh. "Kenapa kamu jadi sangat menginginkan kematian Yeshe? Apa sebenarnya ala
Lunara sampai lebih cepat bersama Svanhildr di tengah-tengah pasukan kekaisaran Caelthar. "Selamat datang....lady dari Windmere?" tanya Caelthar ramah mencoba menebak apakah yang baru saja tiba di depannya itu Lunara Windmere atau bukan. Lunara mengerjapkan kedua matanya. Tidak disangka, Caelthar cukup jauh berbeda dengan Vinsent. Dia memiliki perawakan yang lebih ramping, tinggi, dan tampak lebih muda. Tetapi usianya hampir 50 tahun. "Pernah ada narasi soal keturunan kekaisaran itu punya penampilan yang lebih muda dari usianya," batin Lunara. Lunara langsung menyapa kaisar tersebut dengan sopan. "Tebakan saya benar. Anda lady dari Windmere karena setahu saya keluarga Windmere punya mata merah yang cantik," kata Caelthar. Lunara setuju. Dia juga terpukau dengan mata keluarga Windmere. Dia menyaksikan mata Arzu, Lune, dan ayahnya tampak sangat indah. "Terima kasih atas pujiannya yang mulia," kata Lunara. "Kamu tidak harus memanggil dia dengan sebutan yang mulia,"







