Share

13

Author: Eselitaa
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-12 16:22:08

"Hati-hati di jalan Duke Aldridge," ucap Lunara seraya menyembunyikan kedua tangannya dibelakang tubuhnya.

"Kau seharusnya memanggilnya tuan duke," ucap Arzu.

Lunara menarik nafas dan tersenyum tipis.

"Maaf. Hati-hati di jalan tuan duke," kata Lunara.

Duke Aldridge memperhatikan Lunara. Lunara tahu kalau dia sedang diamati. Sesuai yang ia duga, Duke Aldridge mencurigainya.

"Terima kasih Lady Luna. Tetapi sebelum aku pergi, ada yang ingin kutanyakan dan lady harus menjawabnya dengan jujur,"
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   90

    Lunara sampai lebih cepat bersama Svanhildr di tengah-tengah pasukan kekaisaran Caelthar. "Selamat datang....lady dari Windmere?" tanya Caelthar ramah mencoba menebak apakah yang baru saja tiba di depannya itu Lunara Windmere atau bukan. Lunara mengerjapkan kedua matanya. Tidak disangka, Caelthar cukup jauh berbeda dengan Vinsent. Dia memiliki perawakan yang lebih ramping, tinggi, dan tampak lebih muda. Tetapi usianya hampir 50 tahun. "Pernah ada narasi soal keturunan kekaisaran itu punya penampilan yang lebih muda dari usianya," batin Lunara. Lunara langsung menyapa kaisar tersebut dengan sopan. "Tebakan saya benar. Anda lady dari Windmere karena setahu saya keluarga Windmere punya mata merah yang cantik," kata Caelthar. Lunara setuju. Dia juga terpukau dengan mata keluarga Windmere. Dia menyaksikan mata Arzu, Lune, dan ayahnya tampak sangat indah. "Terima kasih atas pujiannya yang mulia," kata Lunara. "Kamu tidak harus memanggil dia dengan sebutan yang mulia,"

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   89

    Yeshe langsung mengeluarkan pedangnya ketika naga putih itu terbang ke arahnya, membuka mulutnya lebar-lebar, dan mengeluarkan sihir. "Dia membiarkan naganya sendirian menyerangku? Naga itu bahkan tampak ketakutan," batin Yeshe. Pedang Yeshe segera diselimuti sihir yang sangat besar bahkan menjadi pusat perhatian para prajurit yang sedang berperang. Yeshe tidak pernah melawan naga putih sebelumnya. Tentu saja pada saat itu ketegangan tak terhindarkan. Sekarang naga putih itu menyerangnya. Yeshe langsung melompat dengan gesit dan mengayunkan pedangnya ke naga putih yang bergerak cepat menjauh darinya setelah memberikan sihir yang begitu besar. Yeshe dengan mudah menghindari sihir naga putih. Darah mengucur deras. Naga putih itu berhasil dilukai oleh Yeshe. Naga hitam milik keluarga Aldridge selalu patuh pada anggota keluarga Aldridge, semuanya tanpa terkecuali. Masalahnya, pernah ada momen dimana naga itu harus memilih Yeshe maupun sepupunya. Naga itu lebih memilih menu

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   88

    Salah satu rekan Svanhildr tiba-tiba melesat ke arah mereka, berhenti diatas di sebuah pohon raksasa dan berkata dengan cukup keras. Sebenarnya jika berada di hutan angker, kerasnya suara juga harus dijaga supaya tidak membangunkan para monster yang sedang tertidur. Namun rekan Svanhildr itu merasa perlu berbicara keras. Toh informasi yang dia bawa akan membuat Svanhildr dan yang lain meninggalkan hutan angker tersebut. "Duke Aldridge dikabarkan menghilang. Namun ada yang melihat kalau dia mendekat ke hutan ini. Dia pasti, mengikuti naga putih," kata rekan Svanhildr. "Dia sangat gigih. Bukannya melindungi negaranya malah berurusan dengan yang seharusnya tidak dia tangani," kata Svanhildr. "Apa? Haruskah aku mengatakan kepada naga putih itu supaya tidak terbang diatas hutan monster ini?" tanya Lunara. "Bagaimana caramu mengatakannya?" tanya Svanhildr. Lunara tidak tahu. Di buku, tidak ada informasi cara berbicara dengan naga dalam jarak yang cukup jauh."Haruskah aku berteriak?"

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   87

    Lunara mengingat kembali di buku itu soal Caelthar. Kaisar musuh yang terkenal sangat menjaga rakyatnya, sama seperti Allan Asier yang rela berkorban apapun demi negaranya. "Sejujurnya, aku tidak menemukan kecacatan apapun dalam Caelthar. Dia diceritakan sebagai kaisar yang baik hati dan kekehnya soal perebutan wilayah yang bisa dimanfaatkan itu karena dia ingin lebih memakmurkan rakyatnya. Wilayah itu, sudah berapa tahun coba menjadi rebutan? Bahkan Caelthar tidak mengalah. Apa karena dia punya Allan Asier yang setara dengan Yeshe Aldridge? Tidak disangka Allan Asier malah kalah sama Kak Arzu," batin Lunara. Lunara memperhatikan Arzu. Dia mulai bertanya-tanya soal keluarganya sendiri. Mereka memiliki mata merah yang cantik. Tidak ada bangsawan maupun rakyat yang memiliki mata seperti mereka. "Ibuku adalah pemilik mana spesial, mungkin itu juga bisa mengalir pada Kak Arzu dan Kak Lune," batin Lunara. "Ada apa?" tanya Arzu menatap Lunara karena gadis itu terus menatapnya. "A

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   86

    Lunara mengerjapkan kedua matanya ketika namanya dipanggil berkali-kali dengan lembut oleh suara yang familiar. Saat Lunara membuka kedua matanya. Dia akhirnya melihat keluarganya. Dia terbelalak dan langsung memeluk ayahnya. "Ayah," panggil Lunara cukup keras. "Sst, jangan berisik. Kita berada di hutan angker karena hanya tempat ini yang bisa dijadikan persembunyian untuk saat ini," kata Arzu. Arzu menatap Lunara kesal. "Oh maaf. Hutan angker? Artinya hutannya banyak hantunya kah? Hantu disini seperti apa? Apa seperti wanita rambut panjang?" tanya Lunara. Di situasi genting seperti ini, Lunara malah terkesan bercanda. Namun jujur saja, dia penasaran dengan hantu di dunia ini. Apakah sama dengan hantu di dunianya sebelumnya? Sementara mereka yang mendengarnya kebingungan. Kenapa Lunara tidak tahu soal hantu? Itu adalah hal yang umum. "Huh? Apa yang kau bicarakan? Mana ada hantu seorang wanita? Disini hantu adalah para monster yang berwujud mengerikan. Disini juga tem

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   85

    Naga putih milik Lunara diserang oleh pasukan Allan Asier. Allan Asier yang sudah bebas berkat Svanhildr, segera menghadap kaisarnya. "Yang mulia, saya diselamatkan oleh orang yang bernama Svanhildr. Yang mulia pasti sudah mendengarnya bukan? Mereka adalah sebuah kelompok penjahat yang tidak jelas asal usul dan tujuannya. Tetapi untuk sekarang, mereka sedang mencoba menghancurkan kekaisaran ini. Mereka meminta saya untuk berada di pihak mereka," kata Allan Asier seraya berlutut di hadapan Caelthar. Caelthar memperhatikan naga putih itu terbang semakin tinggi dan tampaknya menuju arah tertentu. Ini pertama kalinya mereka melihat naga putih. Tidak disangka kekaisaran ini memilikinya. Mereka juga punya naga hitam milik keluarga Aldridge yang menjadi salah satu naga terkuat di dunia. "Ya. Kita bisa bergabung bersama mereka untuk sementara waktu karena punya tujuan yang sama. Berkat mereka juga, kamu berhasil diselamatkan. Bagaimanapun aku harus balas budi karena dalam serangan per

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status