로그인"Marquis Zane, naga putih telah kembali. Tuan muda Arzu memerintahkan para pasukan untuk bersiap-siap kembali ke Everest," ucap seorang pengawal melapor kepada Marquis Zane yang sedang duduk di dalam rumah sewa itu sambil menekan keningnya yang pening. Zane langsung menemui kedua anaknya yang sibuk di depan. "Marquis Zane, aku sudah mendengar soal Lunara. Apakah dia-" Zane langsung menampar Arzu. Tentu saja seketika Arzu berhenti berbicara. Ayahnya jelas-jelas memotong ucapannya dengan tindakan kasarnya itu. Ketara sekali dia tidak membiarkannya berbicara lebih lanjut. Arzu sempat tidak percaya bahwa Zane benar-benar bernegosasi dengan kaisar terkait naga putih milik Lunara hanya karena tidak ingin Lunara terlibat hal-hal berbahaya. Tetapi ternyata dia benar-benar serius. Dia terlihat sangat marah mendengar kenyataan bahwa mereka membawa kembali naga putih milik Lunara. "Apa yang kau lakukan? Kau datang ke hadapan kaisar dan mengambil naga yang telah disepakati untuk dip
Arzu berdiri tegak di hadapan Putri Mahkota Delayna. Tidak ada sedikit pun raut gentar di wajah jenderal muda itu, hanya ada tatapan dingin yang dipadu dengan senyum tipis yang sarat akan provokasi. Angin dingin mengibarkan jubah perangnya, membawa bau amis darah dari pertempuran singkat yang baru saja usai di sekeliling mereka. "Putri Mahkota Delayna," panggil Arzu dengan suara tenang yang menggema di area terbuka tersebut. "Sangat disayangkan Anda harus mengotori gaun indah Anda dengan menapak di tanah berdarah ini. Namun, mengenai naga putih ini... kurasa Anda terlambat." "Jenderal Arzu Windmere!" pangkas Delayna dengan napas memburu. Matanya menyipit murka menatap tubuh-tubuh penyihir kekaisaran yang tergeletak tak berdaya di sekitar rantai-rantai sihir yang kini telah hancur. "Kau telah melakukan pengkhianatan terang-terangan! Menyerang penyihir istana dan berusaha melarikan naga putih ini adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi! Kaisar tidak akan pernah membiarkan keluarga
Lune memperhatikan pasukan yang mengawasi naga putih. Entah bagaimana, para penyihir profesional kekaisaran sudah berjaga di depan naga putih. Mereka merantai naga putih itu. Lune tidak yakin dia akan menang. Tidak seperti Lunara dan Arzu, dia tidak punya banyak kemampuan. Sihirnya juga sebatas itu saja meskipun dia termasuk murid pintar dari akademi ternama tetapi bukan berarti dia yang paling pintar. "Arzu seharusnya cepat datang bukan?" "Lady Lune. Ada perintah dari putri mahkota. Jika kau tidak ingin mati, maka mundur saja!" titah penyihir itu dengan tatapan tajam. Lune mendecih. "Kalian para perampas, kalian pikir akan menang?" tanya Lune kemudian tertawa kecil. "Jangan bertindak gila, lady Lune. Cukup adikmu saja yang gila. Kau masih waras, tidak seperti adikmu. Jadi bertindaklah sebagaimana mestinya maka kau akan aman," ucap seorang penyihir yang diam-diam naksir Lune dari lama. Lune menatap penyihir itu dengan tatapan yang sangat dingin. "Jangan bicara
Hening mendadak menyergap aula utama. Kalimat Arzu barusan bagaikan pedang bermata dua yang disabetkan tanpa keraguan—menghantam tepat di ulu hati reputasi keluarga Aldridge sekaligus menyentil keengganan pihak istana. Sindiran yang dibalut pengakuan dosa secara terbuka itu membuat para bangsawan yang duduk di sekitar meja besar saling pandang dengan cemas.Suasana yang tadinya hangat karena pembahasan strategi dan negosiasi perdamaian, kini berubah menjadi medan pertempuran tak kasatmata.Yeshe tidak langsung membalas. Sorot matanya yang semula hanya menyipit, kini memancar dingin bagai danau es di puncak musim dingin. Rahangnya mengeras halus, mempertahankan wibawa seorang Duke yang tak boleh goyah hanya karena provokasi verbal. Namun, di dalam dadanya, ada denyut amarah dan rasa penasaran yang teramat sangat. Kekasih? Sejak kapan Lunara memiliki kekasih?"Jenderal Arzu," suara Yeshe mengalun pelan, namun berbobot. "Masa lalu adalah bagian dari catatan taktik militer saat kita berad
Tentu saja disana ada Yeshe Aldrdige. Pria itu memperhatikan Arzu dan segera menyapanya dengan ramah. "Ada apa jenderal?" tanya Vinsent dengan nada ada sedikit ketegasan disana. "Yang mulia, mengapa kau menahan naga putih? Tolong kembalikan naga putih itu kepada lady Lunara. Kami sudah berjanji untuk tidak melakukan pengkhianatan untuk kedua kalinya jadi yang mulia seharusnya bisa mengembalikan naga putih itu kepada lady Lunara," kata Arzu dengan nada tegas dan penuh desakan. Vinsent tidak langsung mengatakan sesuatu. Justru dia beralih menatap para bangsawan yang duduk disekitarnya. Termasuk Yeshe. "Naga yang diklaim baik oleh bangsawan, rakyat, maupun pengembara yang tinggal di kekaisaran ini akan sepenuhnya menjadi milik kekaisaran, untuk kepentingan bersama. Bukan berarti kami merampasnya begitu saja, jenderal Arzu. Naga itu tetaplah dikendarani oleh Lady Lunara," kata salah satu tetua. Arzu menggelengkan kepalanya tidak setuju. "Adikku berencana melakukan per
"Vezerg memang dikabarkan punah oleh sebagian besar botanis kekaisaran, Raga," Profesor Heinz menghela napas berat, matanya menatap cemas ke arah Lunara yang masih terbaring lemah dengan peluh dingin di keningnya. "Namun, catatan kuno di perpustakaan rahasia akademi menyebutkan bahwa tanaman itu masih tumbuh secara terisolasi di celah-celah tebing beracun perbatasan selatan. Tanaman itu menyerap racun di sekitarnya dan mengubahnya menjadi energi pemurni yang mampu menghancurkan inti sihir gelap." Zane bangkit dari tempat duduknya, raut wajahnya kembali mengeras penuh wibawa seorang Marquis. "Aku akan mengirimkan pasukan elite Windmere ke perbatasan selatan sekarang juga. Berapa pun biayanya, tanaman itu harus dibawa ke sini." "Jangan, Marquis Zane," potong Raga dengan cepat. "Pasukan elite yang bergerak dalam jumlah besar ke perbatasan selatan akan memicu kecurigaan pihak istana, terutama Putri Mahkota. Jika dia tahu kita sedang mencari penawar untuk sihir gelap ini, dia akan meny
Di hari ulang tahun putri mahkota, bukannya bersiap agar tampil paling cantik, Lunara malah sibuk bersiap-siap pergi. "Ada apa ayah?!" Zane Windmere sangat kaget setelah mendengar dari para pelayan kalau putrinya justru mengirimkan surat ketidakhadirannya di ulang tahun itu. Padahal dia sudah me
Darah dimana-mana. Lunara kesakitan luar biasa karena banyak tusukan di badannya yang dilakukan oleh Tristan, kekasihnya yang sangat dicintainya itu setelah dirinya memergokinya selingkuh dengan teman dekatnya, Zee. Sementara itu, Tristan sibuk berkemas dan mengambil barang-barang berharga Lun
Semua hadiah untuk putri mahkota harus melewati Duke Aldridge yang terkenal kejam yaitu Yeshe. Tapi, ada memberikan hadiah pada putri mahkota diam-diam seolah-olah menghindari pengawasan Yeshe. Berani sekali. Yeshe mengerahkan pedangnya ke kotak hadiah itu kemudian menyeragnya hingga kotak itu ha
Di buku tersebut, diceritakan bahwa putri mahkota, sang karakter utama, sempat menyelamatkan peri dalam salah satu ekspedisinya ke suatu wilayah di kekaisaran. Setelah itu, sang putri mahkota berteman dengan peri tersebut. Diceritakan putri mahkota menjadi salah satu manusia yang berhasil bertema







