Share

Bab 52

Author: Secretnim
last update publish date: 2026-05-03 09:15:12

BRAKKK!!

Terdengar seperti suara barang yang terjatuh, orang yang tertabrak terpental jauh karena mobil truk yang melaju sangat kencang membuat lokasi itu kembali ramai.

"Hubby," lirih Serena menangis. Tubuhnya terasa remuk dan tidak bisa digerakkan sama sekali, apalagi perutnya yang terasa sakit.

Vincen dan Varel yang terjatuh langsung menatap sosok yang baru saja menyelamatkan keduanya. Seketika itu, jantung Vincen seakan berhenti berdetak. Pandangannya buram oleh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 60

    Sepulang dari kantor, Vincen ikut gabung bersama keluarganya. Tatapannya tidak pernah lepas dari Serina yang sedang mengajak main Arce, begitupun keluarga Casanova yang melihat Vincen aneh karena tidak biasanya dia pulang cepat kecuali jika disuruh saja. Tapi ini, entah ada angin dimana Vincen sudah pulang jam empat sore tadi. Serina tertawa melihat kegemasan yang Arce lakukan untuk menarik perhatiannya. "Tidak perlu melakukan itu, kakak bisa kok." "No, no, no, kata Daddy kita halus melakukan hal manis kepada olang yang kita sukai. Kalena Abang menyukai Ommy, jadi Abang lakuin." Arce kembali membuka jeruk untuk Serina, selesai membuka Arce menyuapi Serina dan dengan senang hati Serina memakannya. "Manis banget." Serina tersenyum, saat ia menengok ke samping. Pandangannya tidak sengaja melihat Vincen yang menatap ke arahnya dan Arce. "Ini perasaan aku saja atau memang benar kalo Pak Vincen lagi liatin aku atau dia lagi lihat

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 59

    "Pak Vincen, tunggu!" Serina mengejar Vincen yang ingin pergi ke kantor, Vincen berhenti dari jalanya dan berbalik menghadap Serina. "Eummm… Soal di ruang makan maaf, saya tidak bermaksud ikut campur. Hanya saja saya..." "Hemm." Vincen melanjutkan jalannya, lagi-lagi Serina menghentikan langkah Vincen dengan manarik baju bagian tangan tapi sayang tangan keduanya tidak sengaja bersentuhan. Lebih tepatnya cincin pernikahan keduanya yang saling bersentuhan, Serena dan Vincen tersentak terkejut, seperti ada sengatan untuk keduanya. Serina memejamkan mata, ingatan seorang pria yang tersenyum di hadapannya kembali terlintas di pikirannya, Serina mendorong Vincen menjauh. Dengan nafas memburu, Serina menatap Vincen tajam. "Pak Vincen, apakah sebelumnya kita pernah bertemu?" "Bukankah sekarang kita sedang berhadapan?" "Bukan itu Pak, apakah kita kenal dari dulu? Vincen yang diberi pertan

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 58

    Serina bangun dari pingsannya, hal pertama yang ia lihat adalah wajah mungil anak kecil yang sedang melihatnya dengan tangan memangku dagu. "Ommy, ndak papa?" tanya Arce dengan wajah khawatir, Serina tersenyum mengusap rambut Arce. "Gapapa, kamu jangan khawatir," ujar Serina lembut. "Beneran gapapa, Serina?" tanya Zea yang memang masih ada di sana. "Saya tidak apa-apa, kak." "Syukurlah, dokter bilang katanya kamu kelelahan, lebih baik kamu istirahat dulu. Abang, ayo kita keluar. Biarkan Kakak Serina istirahat," ajak Zea. Arce yang memang mengerti Serina butuh istirahat pun menganggukkan kepalanya. Cup Lagi-lagi Arce mengecup pipi Serina dengan lembut. "Semoga cepat sembuh ya, Ommy." Serina tersenyum, berbeda dengan Zea yang melihatnya entah kenapa jadi dia yang malu karena Arce melakukan hal manis seperti itu, biasanya anak itu akan diam saja. Keduanya keluar, meni

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 57

    Vincen yang merasa ditatap seseorang, melihat orang itu dan ternyata seorang perempuan yang tidak dia kenal. Menatap balik perempuan itu datar, tapi kenapa hatinya berdebar kencang ketika matanya bertubrukkan dengannya. Vincen kembali melihat Arce yang menepuk-nepuk tangannya. Berbeda dengan Serina yang menyentuh letak jantungnya yang terasa sakit. Apakah ia pernah melakukan kesalahan kepada pria itu? Tapi bagaimana mungkin, sedangkan ia tidak pernah bertemu dengannya, Serina menatap pria itu lagi yang wajahnya sangat mirip dengan anaknya. Ada yang tidak beres, apakah pria itu yang di maksud kak Tania? Aku harus mencari tahu- batin Serina. Ia melamun, memikirkan sesuatu yang mengganjal, bahkan Zea yang memanggilnya pun tidak membuatnya sadar kembali. "Serina." Zea memegang bahunya, barulah Serina sadar. "Ah, i-iya. Maaf, tadi sedang ada pikiran yang mengganggu." Serina merasa tidak enak kepada keluarga Casanova yang mungkin saja memperhatikannya sedari tadi. "Tidak masalah, tadi

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 56

    Korea Serina tidur tengkurap sambil memainkan ponsel, di sebelahnya ada Tania yang juga tidur terlentang memainkan ponsel. "Kak, Aurel udah tidur?" tanya Serina tanpa melihat Tania. "Sudah pules dia sambil gendong boneka bear nya. Oh iya, ngomong-ngomong tentang Aurel kayaknya Kakak pernah liat orang yang mirip sama dia deh, tapi dimana ya?" ujar Tania. Serina yang memang sudah penasaran dari dulu menatap Tania bahkan ponselnya ia letakan. "Siapa, kak?" tanya Serina cepat. "Lupa." “Coba ingat-ingat lagi kak, aku penasaran sumpah.” Serina memasang wajah berharap, Tania berusaha memikir. "Kakak ingat! Waktu itu Kakak pernah cerita sama kamu kan kalo kakak tadi baru di Indonesia?" ujar Tania dengan wajah tak kalah antusias. “Iya, terus?” Serina ragu, selalu seperti ini jika negara itu terucap dari orang-orang. "Kakak kan jalannya lagi buru-buru tuh, ter

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 55

    Tiga tahun kemudian... Seorang pria baru saja turun dari jet pribadi miliknya, ia dan beberapa bodyguard berjalan keluar karena saat ini mereka ada di bandara. Saat sedang berjalan ia tidak sengaja mencium aroma yang sangat dirinya rindukan bahkan jantungnya sudah berdetak kencang. Ia berhenti berjalan, melihat sekeliling mencari seseorang yang dirinya kenal tapi tidak ada. Saat melihat ada seseorang berjalan melewatinya spontan Vincen memegang tangan orang itu. Bodyguard yang melihatnya terkejut, dengan sigap mengelilingi Vincen membuat wanita itu ketakutan. "Serena," panggil Vincen. Ya, orang itu adalah Vincen yang ingin berkunjung ke mansion orang tuanya. Wanita yang ia panggil melihat ke arahnya dan ternyata bukan, dengan wajah datar Vincen melepaskan tangan wanita itu, tanpa berucap apapun Vincen kembali melanjutkan jalannya. "Silahkan, tuan." Bodyguard mempersilahkan Vincen masuk ke mobil.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status