Home / Romansa / Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang / Chapter 26: Tuan Muda jadi Incaran

Share

Chapter 26: Tuan Muda jadi Incaran

last update publish date: 2025-12-18 00:58:04

“Nah, Valerin. Saat aku kecil, aku sangat suka berbaring seperti ini bersama ibuku.”

“Pasti menyenangkan.”

“Seharusnya, sebelum ibuku meninggal dan ayahku yang menikah lagi dengan Alexandria ... Kau tahu, dia bukan manusia.”

"Lantas siapa dia sebenarnya Yang Mulia?"

"Kau bisa menebaknya Valerin, ayolah, kau handal soal seperti ini,"

"Apakah Vampir?"

“Benar, Alexandria vampir dia Ibu dari Alexander tapi aku tetap menyayangi Alex.”

“Valerin ... aku rindu ibuku," ucap Alphonse meraih tangan Va
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 104 : Selamat Tinggal, Orang yang Mendengarkan Part I

    “Ayo kita cari bangku di dalam, kita tak boleh gagal mengawasi mereka,” ajak William sembari meraih pergelangan tangan Panacea. “Tunggu Viscount Rovana, sesuatu tampak tidak wajar.” Panacea menghentikan langkahnya saat hendak masuk ke dalam sebuah Gedung. Panacea memandangi sekitarnya kemudian menghela napas cukup Panjang. “Ini jebakan,” ucap Panacea.“Ha? Bagaimana bisa?” tanya William sembari celingak-celinguk memandangi sekitarnya. Ia mencari sosok Alphonse atau Lyn Sanders di Podium ruangan megah itu. “Ah, Alphonse tidak ada sih tapi Penyihir Gila itu masih berada disini,” sahut William.Panacea menguarkan energinya. Dari tangan kanannya langsung muncul sebuah senapang laras hitam kemudian langsung membidik Lyn Sanders yang berdiri di podium itu. “Aku ini veteran jadi jangan remehkan kemampuanku,” ucap Panacea.“Kau gila? Banyak orang disini!” tegur William panik.“Perhatikan lagi seisi ruangan ini Viscount, mereka hanya ilusi yang diciptakan olehnya,” ucap Panacea sembari melepa

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 103 : Berseteru dengan Keyakinan

    Suara tepukan tangan terdengar dari Alphonse yang sudah berdiri dihadapan mereka. “Vampir akan tetap licik seperti biasanya,” sindir Alphonse.“Seharusnya hal itu tertuju padamu,” sahut Frederitch.“Benar, kurasa dua temanmu yang lain juga terjebak disana, bukankah ini hal bagus Valerin?” Alphonse tersenyum tipis sembari merentangkan kedua tangannya. Valyria langsung meremat ujung kemeja hitam yang Frederitch, ia teringat dengan William dan Panacea yang berpencar dengan mereka. "Oh tidak, ini salahku Frederitch, bagaimana jika sesuatu yang buruk menimpa mereka?" tanya Valyria cemas. “Hentikan itu Al!” bentak Frederitch sembari merangkul pinggang Valyria dengan obsesif. Seolah ia menandakan jika Valyria adalah miliknya seorang.“Betapa serakahnya, tidakkah kau terlalu memaksakan Valyria untuk mengandung anakmu? Kau Vampir Frederitch!” bentak Alphonse tak mau mengalah.“Apa maksudmu Al?”“Anakmu meresap sari kehidupanmu Valerin!”Valyria tertegun mendengar teriakan Alphonse padanya. Ba

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 102 : Obsesinya yang Sama

    “Val, jangan keluar dari kamar ini, okay?” Frederitch mengecup puncak kepala Valyria sambil mengusap perut ratanya.“Apa yang terjadi?”“Ah, tidak, bukan apapun hanya tamu yang tak diundang.” Fredericth langsung bergegas keluar dari kamar usai berucap dengan tegas. “Tunggu aku, okay?” Fredericth masih sempat berujar sebelum akhirnya menutup pintu kamar itu.Valyria hanya diam tak bergeming dan mengangguk menuruti perintah suaminya. Valyria pun membaringkan dirinya diranjang Kasur sembari melihat hujan yang mulai turun dengan deras. Saat itu Valyria mulai penasaran dengan Frederitch yang tak kunjung kembali jadi Valyria memutuskan keluar dari kamarnya.Valyria baru pertama kali berada di Villa milik Narendra ini. Ia berjalan berkeliling mengitari seisi Villa yang hening dan sepi. Valyria tak sengaja menemukan sebuah ruangan perpuskaan tua yang sudah usang. Ia mendorong pintu kemudian berjalan masuk ke dalam perpustakaan kecil itu.Ruangan ini diisi oleh rak-rak buku dengan debu yang me

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 101: Pasangan Serasi?

    “Val, mari kita istirahat dulu,” ucap Fredericth sambil menyentuh dahi Valyria. Panacea mengangguk setuju karena reaksi Valyria yang tiba-tiba tegang itu sangat ganjil. “Tuan Muda, kita bisa lanjutkan besok, jangan memaksakan dirimu,” ujar Panacea juga. Frederitch langsung menggendong tubuh Valyria untuk dibawa ke kamar. “Maaf harus meninggalkan kalian.” Frederitch berucap sembari menggendong tubuh Valyria yang terdiam itu dengan mudah. “Tenanglah Bung, kami juga akan bergegas pergi!” sahut William memandang Frederitch yang sedang menggendong Permaisurinya itu. William menghela napas kemudian mengusak rambutnya sendiri. “Jadi di dunia ini aku seorang dokter ya?” kekeh William sembari beranjak keluar dari ruang kerja itu diikuti oleh Tarra atau Panacea yang meminjam raga Gadis itu. “Benar, berbeda denganmu Viscount Rovana, Yang Mulia Frederitch tak punya reinkarnasi karena di masa yang berbeda dari dunia ini dia berumur Panjang sebagai vampir,” ucap Panacea menjelaskan. William

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 100 : Tempat yang Kau Sentuh

    “Benar sekali, aku dan Fred akan menemui Liriel kemudian kalian berdua sebaiknya mengawasi gerak gerik Alphonse,” ucap Valyria.“Bagaimana caranya?” tanya Panacea.“Oh di dunia ini Alphonse adalah Richard, dia dosen dikampusku, untuk melihat Kuliah Tamu yang akan diadakan mala mini di Gedung Auditorium, tenanglah acara ini untuk umum jadi kalian bisa masuk,” ucap Valyria mulai Menyusun strategi.Tiba-tiba kepala Valyria terasa sakit dan terbesit penggalan ingatan Valyria itu lagi. Valyria teringat jika Frederitch saat ini sedang koma bahkan Narendra sampai harus mempersiapkan tubuh ini untuknya, lantas jika kehebohan di dunia ini usai bagaimana dengan nasib dari suami terkasihnya ini?“Val, mari kita istirahat dulu,” ucap Fredericth sambil menyentuh dahi Valyria.Panacea mengangguk setuju karena reaksi Valyria yang tiba-tiba tegang itu sangat ganjil. “Tuan Muda, kita bisa lanjutkan besok, jangan memaksakan dirimu,” ujar Panacea juga.Frederitch langsung menggendong tubuh Valyria untuk

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 99 : Orang-orang yang Melintasi Bayangan

    Suara pintu berdecit terbuka menampaki seorang Pemuda Berambut hitam Panjang diikat ekor kuda melangkah masuk. Didalam ruang kerja itu hanya tampak seorang Pria tengah berkutat dengan laptop kemudian mendecak sebal. “Nona Valyria, Anda belum mengumpulkan kerangka proposal sama sekali,” ucap Pria itu belum menyadari kedatangan Si Pria Berambut hitam.“Sire, akhirnya aku bertemu denganmu setelah bersusah payah mencarimu,” ucap Pria berambut Panjang itu.“Siapa kau?” decak Si Pria berkacamata.“Anda itu Alphonse Caleum, nah … kita akhiri basa-basi ini Tuanku,” ucap Lyn Sander yang berhasil menemui Richard atau reinkarnasi Alphonse.“Keluar dari ruanganku!” bentak Richard.“Memoria animae… aperi veritatem,” ucap Lyn Sander terlanjur merapalkan mantera lebih dulu.************************Valyria memandangi seisi ruang kerja milik Narendra. Kini ia sudah Bersama Frederitch berada didalam ruangan itu lebih dulu sembari menunggu kedatangan William dan Tarra. Valyria meletakkan buku clandesti

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 66: Dipaksa Jatuh Cinta

    Ellis yang terlanjur juga kesal, memilih meninggalkan pabrik tanpa berkata apapun lagi. Ia menaiki kudanya, kemudian memacu dengan laju. Lamban laun wajahnya memerah panas, dan suhu tubuhnya turut sama. Sial, batin Ellis menggerutu. Ia lupa, jika masih dalam kondisi sakit. Sejenak ia pun lupa jika

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 65 : Pertemuan dengan Paladin Of Dustbones

    Ellis terbangun dengan kepalanya yang terasa amat berat itu, Ia terbangun berkat berisik cicit para burung dari jendela dan juga berkas cahaya mentari pagi. Ellis juga mendapati Lyn yang ketiduran dengan posisi duduk tepat dipinggir ranjang kasur Ellis, sementara kepala Lyn bersandar ditepian kasur

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 64 : Anak-Anak Angkatnya

    “Sekarang giliranmu anak muda, apa yang terjadi pada kalian?” tanya Remington.Lyn sander, tampak ragu-ragu kemudian menghela napas sejenak. “Gadis yang kutolong itu, dia adalah Earl of Hortensiaburg. Valerin Grayii, kumohon jangan bocorkan rahasia ini.” Lyn Sander berucap pilu.Sejenak, Remington

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 63 : Wahai Pengembara, Apa yang kau cari?

    Pria bersurai pirang panjang yang diikat itu hanya tersenyum. “Karena aku sudah mengenalmu sejak lama, mau kau suka atau tidak," ujar Friday.“Eh-hm!” Ellis mendeham.Ellis memalingkan wajahnya, sebaliknya merasa bahaya, Ellis merasa aman bersama Friday ini. “Apa kau melihat Wanita berambut pirang?

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status