Partager

Bab 52: Menurunkan Ego

Auteur: Noona Aurora
last update Date de publication: 2026-09-26 10:10:53

Malam hari. Di Klub Malam.

Dentum musik lembut bergaung samar di lounge eksklusif.

Malam semakin larut, namun Damian hanya duduk mematung di sofa sudut dengan gelas kristal berisi whisky di genggamannya. Pria itu tidak banyak bersuara sejak sejam lalu mendatangi tempat itu, hanya menatap lekat cairan keemasan di dalam gelasnya.

Edward yang duduk di hadapannya mengamati sikap diam sahabatnya itu seraya mengulas senyum tipis. Pria itu menyesap minumannya santai, lalu memecah keheningan.

"Kamu ke
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 120: Damian Sudah Tahu

    Sienna berjalan menuju pintu depan saat mendengar suara bel berbunyi.“Ya, sebentar,” teriaknya agar siapa pun yang ada di depan rumahnya bisa lebih sabar menunggu.Dia membuka pintu dan melihat kurir pengantar makanan sudah berdiri di hadapannya.“Pesanan Anda.” Kurir mengulurkan kantong berisi makanan Sienna.Sienna mengambil kantong itu dan membayar sejumlah tagihan yang tertera di nota.“Terima kasih,” ucap Sienna sambil tersenyum hangat.Sienna kembali menutup pintu. Lalu melangkah menuju meja makan yang ada di dekat dapur lalu membuka satu per satu kotak nasi dan lauk pauk, menatanya rapi di atas meja. Aroma hangat sup kesukaan Damian memenuhi ruang makan yang sederhana. Sienna sibuk menyusun sendok dan garpu di sisi piring saat langkah kaki terdengar dari arah tangga. Dia menoleh sekilas lalu kembali fokus ke meja makan.Damian melangkah masuk ke ruang makan, rambutnya masih sedikit basah. Dia memakai kaus polos dan celana kain santai. Namun, ada sesuatu yang berbeda dari raut

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 119: Masih Memikirkan

    Sienna berdiri di depan kompor, tangannya menggantung di depan sambil memegang spatula, hanya diam seolah jiwanya tak ada di sini.Pikirannya masih terjebak di sore tadi. Wajah Beatrice yang begitu murka terus terbayang, kata-katanya yang tajam masih terngiang jelas di telinga.'Kamu itu bukan siapa-siapa, Sienna!''Aku akan pastikan kamu menyesal seumur hidup!'Sienna menghela napas panjang, tangannya turun lemas di udara, matanya menatap kosong ke arah dinding dapur.Apakah dia sanggup menghadapi semua ini? Kalau Beatrice terus menekan seperti ini, apa Damian benar-benar bisa mengatasinya seperti janjinya?Sienna tenggelam dalam pikirannya sendiri, tidak menyadari aroma gosong yang mulai menyeruak dari wajan di hadapannya.Trrrng!Suara bel pintu mendadak memecah lamunannya.Sienna tersentak, matanya kembali fokus pada wajan di depannya. "Astaga!"Asap tipis mengepul dari dasar wajan, isinya sudah menghitam di beberapa bagian. Sienna buru-buru mematikan kompor, menatap lesu masakann

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 118: Tidak Berhak Mengatur

    Sienna menghela napas pelan, mencoba tetap tenang mendengar ucapan Julian. Dia tak mungkin membahas soal pernikahan kontrak mereka, sehingga Sienna harus tetap menjelaskan dengan masuk akal. "Konflik dalam rumah tangga itu wajar, Julian," ucap Sienna akhirnya, suaranya tenang. "Dulu kami sama-sama egois. Tapi sekarang, kami sudah bicara dari hati ke hati."Julian tersentak. Dia terdiam beberapa detik, menatap Sienna yang baru saja memperjelas semuanya dengan begitu gamblang."Jadi kamu benar-benar sudah menerima Damian lagi," ucap Julian, lebih seperti pernyataan daripada pertanyaan, nada suaranya menyimpan kekecewaan yang tidak bisa dia sembunyikan sepenuhnya.Sienna diam sejenak, menyadari dirinya sudah mengungkapkan semuanya tanpa berpikir panjang. Namun, dia tidak menarik kembali kata-katanya. Dia mengangguk pelan.Julian tersenyum getir, jauh dari kesan bahagia."Kenapa kamu harus kembali dengan pria yang bahkan tidak pernah peduli padamu?" ucap Julian tiba-tiba, nada suaranya s

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 117: Kedatangan Julian

    Damian menatap Sienna lama, menunggu jawaban."Tidak apa-apa," ucap Sienna akhirnya, memaksakan senyum kecil. "Hanya capek."Damian mengamati wajah Sienna sejenak, mencoba mencari kejanggalan di balik jawaban itu. Namun, dia tidak mendesak lebih jauh."Makanlah dulu," ucap Damian, menunjuk piring Sienna yang masih penuh. "Nanti kamu sakit."Sienna mengangguk, mengambil sendoknya, meski nafsu makannya sudah lama hilang sejak insiden di booth tadi.“Sore ini aku lembur, jadi mungkin malam baru tiba di rumah dan aku tak bisa menjemputmu.” Damian bicara lagi.Sienna mengangguk-angguk kecil. “Tidak apa-apa, aku bisa naik bus.”Damian menatap lagi pada Sienna yang sudah mulai makan. “Aku akan minta sopir menjemputmu.”Sienna hampir tersedak mendengar ucapan Damian. Dia menatap pria ini, menggeleng pelan. “Tidak perlu, aku naik bus saja, tak masalah.”“Kamu yakin?” Damian memastikan.Sienna mengangguk-angguk pelan.**Di kediaman utama Blackwell.Vivian duduk di sofa ruang tamu bersama Beatr

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 116: Bingung Harus Bagaimana

    Manajer toko menepuk pundak Sienna pelan. "Istirahatlah dulu. Biar staf lain yang membersihkan ini."Sienna menatap pada manager, meski ragu akhirnya mengangguk, meski suaranya masih tercekat saat mengucap terima kasih. Sienna melangkah menuju ruang staf, mendudukkan diri di kursi pojok yang sepi. Berulang kali Sienna menarik napas panjang dan mengembuskannya, mencoba menenangkan detak jantungnya yang tak beraturan.Setelah beberapa saat menenangkan diri, meski masih ada sesak di dadanya, tangannya yang masih sedikit gemetar meraih ponsel dari kantong roknya. Dia menekan nomor Naomi, berharap suara sahabatnya bisa sedikit menenangkan hatinya yang masih bergemuruh."Halo, Sienna?" Suara Naomi terdengar riang dari seberang telepon."Naomi, bagaimana keadaan anak-anak? Tidak ada masalah di sana, kan?" tanya Sienna, mencoba menormalkan suaranya sendiri."Baik-baik saja, kok. Kenapa? Suaramu terdengar aneh."Mendengar pertanyaan bernada penasaran dari Naomi, Sienna mencoba menstabilkan s

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 115: Menyalahkan Sienna

    "Nyonya Beatrice," sapa Sienna, berusaha bersikap sopan seperti biasa. "Ada yang bisa saya bantu?"Beatrice tidak menjawab. Dia melangkah semakin dekat, matanya menyapu wajah Sienna dengan tatapan penuh kebencian."Kamu pikir kamu ini siapa?" desis Beatrice, suaranya tertahan namun tajam.Sienna terdiam, tidak mengerti arah pertanyaan itu."Damian menginap di rumahmu semalam, kan?" lanjut Beatrice, nada suaranya mulai meninggi. "Kamu pikir aku tidak tahu?"Sienna membeku sejenak, namun cepat menguasai diri dan berusaha untuk tenang. "Itu urusan kami berdua, Nyonya Beatrice.""Urusan kalian?" Beatrice tertawa sinis, suaranya penuh sarkasme. "Kamu benar-benar tidak tahu diri, Sienna."Beberapa pengunjung di sekitar booth mulai menoleh, memperhatikan keributan kecil yang mulai terbentuk.Sienna berusaha tetap tenang, meski dadanya mulai bergemuruh. "Nyonya, ini tempat kerja saya. Kalau ada yang ingin dibicarakan, mungkin lebih baik—""Diam!" bentak Beatrice, suaranya cukup keras hingga m

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status