Share

Bab 83: Keluarga Toxic

Author: Noona Aurora
last update publish date: 2026-10-11 20:18:25

Lupita tertawa kecil, sebuah tawa yang penuh kepuasan tersembunyi. "Bercerai? Syukurlah kalau begitu. Selama ini dia terlalu sombong hanya karena statusnya sebagai istri seorang CEO. Sekarang dia sudah tidak punya apa-apa lagi."

Zoe mengangguk setuju, menyandarkan tubuhnya ke sofa dengan raut wajah puas yang tak bisa dia sembunyikan. "Benar, Ma. Aku juga sudah lama muak melihatnya berlagak seolah dia lebih baik dari kita semua. Padahal dia hanya anak pembawa sial yang membuat ibunya sakit-sakit
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 108: Penolakan Beatrice

    Sienna menggeleng pelan, tetap teguh pada pendiriannya. "Aku tetap ingin bekerja di sini, Damian," ucapnya, suaranya tenang namun tegas. "Aku sudah nyaman dengan pekerjaanku sekarang. Aku tidak butuh posisi lain hanya karena kamu merasa kasihan padaku.""Ini bukan soal kasihan," balas Damian cepat, rahangnya sedikit mengeras. "Aku hanya ingin—""Aku tahu maksudmu baik," potong Sienna lembut, mencoba meredakan ketegangan yang mulai muncul lagi. "Tapi aku ingin tetap di sini."Damian menatap Sienna lama, ada sesuatu yang ingin dia katakan, sebuah alasan yang jauh lebih dalam dari sekadar menawarkan pekerjaan. Namun, kata-kata itu tertahan di tenggorokan Damian—dia tidak bisa begitu saja mengatakan bahwa dia hanya tidak ingin Sienna terlalu dekat dengan Julian, bahwa dia ingin Sienna berada di tempat yang bisa dia awasi dan lindungi setiap saat.Tanpa berkata apa pun lagi, Damian membalikkan tubuhnya, melangkah pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun sebagai penutup.Sienna berdiri mem

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 107: Kecemburuan Damian

    Sienna menatap panik mendengar ucapan Damian. Dia menatap bergantian pada Julian dan Damian. Dia ingin mencegah Julian bicara lagi, tapi takut disalahartikan oleh Damian.Belum sempat Sienna bereaksi untuk menengahi, suara Julian sudah terdengar lagi."Suami?" ulangnya, Julian menatap Damian dengan senyum tipis yang penuh sindiran, alisnya terangkat meremehkan. "Setahuku, kalian sedang dalam proses perceraian, Tuan Blackwell. Atau apa status itu hanya kamu pakai kalau menguntungkanmu saja?"Kalimat itu menghantam telak, membuat rahang Damian mengeras semakin dalam. Sienna yang duduk di antara keduanya merasakan ketegangan yang kian memuncak, jantungnya berdegup cepat menyaksikan dua pria itu saling melempar tatapan tajam."Julian." Sienna buru-buru menyela sebelum keadaan semakin memanas, suaranya sedikit gugup. "Maaf, tapi malam ini aku sibuk. Aku memang tidak bisa."“Kamu dengar sendiri, kan?” Suara Damian terdengar tegas.Julian mengabaikan ucapan Damian dan menoleh pada Sienna, s

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 106: Ketegangan di Meja Makan

    Damian tersenyum tipis, raut khawatirnya perlahan mencair. "Aku ingin mengajakmu makan siang," ucapnya, matanya menatap lurus ke arah Sienna. "Kebetulan aku baru menemui klien di sekitaran sini, jadi aku mampir ke sini."Sienna melirik jam di dinding booth, mempertimbangkan sejenak sebelum akhirnya mengangguk. "Baiklah. Tapi tidak boleh terlalu lama, aku harus kembali bekerja."Sienna meminta izin ke supervisornya lebih dulu meski ini sudah masuk jam istirahat.Setelahnya Sienna dan Damian melangkah bersama menuju resto fine dining di lantai atas.Mereka berdua duduk di restoran yang sama seperti biasanya, meja dekat jendela dengan pemandangan atrium mall yang ramai. Damian memesankan beberapa hidangan untuk mereka berdua, sesekali mengobrol ringan tentang kesibukan Sienna hari ini.Baru beberapa suap makanan mereka nikmati, sebuah suara ceria tiba-tiba menyapa dari arah pintu masuk restoran."Sienna?"Sienna menoleh, mendapati Julian berdiri tak jauh dari meja merekaJulian tersenyu

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 105: Sangat Tiba-tiba

    Siang itu.Di booth pameran mall tempat Sienna bekerja tidak terlalu ramai pengunjung. Sienna sedang merapikan beberapa botol sampel produk kecantikan ketika sebuah suara familier menyapa dari depan meja display."Sienna."Sienna menoleh, sedikit terkejut melihat sosok Vivian berdiri di sana, mengenakan pakaian kasual yang jauh lebih sederhana dari biasanya, wajahnya tidak lagi memancarkan keangkuhan seperti yang selalu Sienna lihat sebelumnya."Nona Vivian," sapa Sienna berhati-hati, menegakkan tubuhnya. “Ada yang bisa saya bantu, Nona?” Sienna bersikap profesional karena berada di lingkungan kerja.Vivian menggeleng pelan. “Bukan soal barang,” katanya.Kening Sienna berkerut dalam. Dia menatap Vivian yang melangkah lebih dekat ke arahnya."Aku ke sini untuk minta maaf," ucap Vivian pelan, suaranya dibuat lembut dan penuh penyesalan. "Aku sadar sikapku padamu sebelumnya sangat keterlaluan. Aku terlalu terbawa emosi karena masalah pribadiku dengan Damian, dan kamu yang malah jadi sas

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 104: Umpan untuk Julian

    Siang hari, di sebuah restoran kecil di pusat kota tampak ramai oleh pengunjung yang sedang menikmati jam makan siang. Julian duduk sendirian di salah satu meja dekat jendela, sesekali memeriksa ponselnya sambil menunggu pesanan yang baru saja dia buat.Belum lama menunggu, sebuah suara riang menyapa dari samping mejanya."Tuan Mercer?"Julian menoleh, mendapati seorang wanita muda berpenampilan modis berdiri tak jauh darinya, tersenyum seolah mengenalinya dengan baik. Julian mengerutkan kening, mencoba mengingat-ingat wajah itu."Maaf, apa kita pernah bertemu?" tanya Julian sopan, meski nada suaranya tetap berjarak."Zoe Hayes," ucap wanita itu memperkenalkan diri, tersenyum manis sambil duduk di kursi kosong seberang Julian tanpa diminta. "Kita memang belum pernah bertemu, tapi aku kenal siapa kamu. Aku adik Sienna."Julian tersentak mendengar nama itu disebutkan. Dia mengingat samar-samar sosok Zoe, apakah dia pernah melihat wanita ini selama Julian mengenal Sienna? Sayangnya Jul

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 103: Masih Terus Mengejar

    Pagi itu, matahari baru saja menyingsing ketika Damian melangkah keluar dari kamarnya, sudah rapi dengan setelan jas kerja lengkap dengan tas kerja di tangannya. Baru saja dia menuruni tangga, suara ketukan pintu depan yang cukup keras terdengar menggema di seluruh rumah.Joana bergegas membukakan pintu, dan tak lama, sosok Vivian sudah melangkah masuk dengan senyum lebar, membawa sebuah kotak kado yang sama dengan yang tadi malam ditinggalkan begitu saja oleh Damian di meja rumah Beatrice."Damian," sapa Vivian riang, matanya berbinar melihat pria itu sudah berada di anak tangga terakhir. "Untung kamu belum berangkat. Aku bawakan kadomu yang semalam kamu tinggal."Vivian melangkah mendekat. “Kamu lupa membawanya, hm? Padahal aku sudah memilihkan hadiah ini dengan serius agar kamu suka.”Damian melirik kotak itu sekilas, tidak menunjukkan antusiasme sedikit pun. "Taruh saja di meja," ucapnya datar, melangkah melewati Vivian menuju ruang tengah.Vivian tidak menyerah begitu saja. Dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status